NEW
Font size
WorksheetsTeori Kontinjensi dalam Sistem Informasi
Total questions: 13
Worksheet time: 10mins
Apa yang menjadi dasar utama dari teori kontinjensi dalam perancangan sistem informasi akuntansi?
Semua organisasi dapat menggunakan satu sistem akuntansi yang sama.
Setiap organisasi memiliki struktur organisasi yang sama.
Sistem akuntansi harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi organisasi.
Teknologi adalah satu-satunya faktor penentu dalam sistem informasi akuntansi.
Dalam pendekatan kontinjensi, faktor-faktor seperti lingkungan, struktur organisasi, dan teknologi memengaruhi:
Kinerja manajerial secara keseluruhan.
Rancangan sistem akuntansi yang sesuai.
Kualitas produk yang dihasilkan.
Sistem bonus dan insentif.
Dalam pendekatan kontinjensi, interdependensi atau saling ketergantungan antar departemen dapat mengarah pada:
Sistem pengendalian yang lebih kompleks.
Prosedur kerja yang lebih otonom.
Kontrol yang sepenuhnya terpusat.
Pengurangan kebutuhan akan sistem informasi.
Teori kontinjensi mengemukakan bahwa dalam perancangan sistem informasi, keputusan dapat berbeda berdasarkan:
Ketersediaan teknologi terkini.
Atribut organisasi, lingkungan, dan jenis keputusan.
Struktur penghargaan dan bonus.
Jumlah karyawan dalam suatu perusahaan.
Dalam organisasi yang menghadapi ketidakpastian lingkungan tinggi, penilaian kinerja biasanya akan:
Menggunakan pendekatan yang lebih subjektif.
Mengandalkan data yang tidak jelas.
Terfokus hanya pada hasil akhir.
Berdasarkan evaluasi otomatis.
Faktor-faktor apa saja yang dianggap sebagai karakteristik internal yang memengaruhi desain sistem informasi akuntansi dalam pendekatan kontinjensi?
Lingkungan perusahaan dan struktur organisasi.
Strategi perusahaan, teknologi, dan sistem penghargaan.
Struktur penghargaan, sistem informasi, dan derajat desentralisasi.
Prediktabilitas lingkungan dan keragaman pasar.
Pendekatan kontinjensi dalam pengukuran kinerja menunjukkan bahwa:
Pengukuran kinerja sebaiknya hanya dilakukan pada faktor lingkungan.
Variabel lingkungan dan interdependensi dapat memberikan kontribusi pada penilaian kinerja.
Hanya variabel internal yang memengaruhi hasil kinerja organisasi.
Tidak ada pengaruh signifikan antara lingkungan dan kinerja.
Dalam pendekatan residual analisis pada teori kontinjensi, nilai residual dalam persamaan regresi dianggap sebagai:
Pengukuran kecocokan yang optimal.
Jumlah variabel independen dalam penelitian.
Unfit atau ketidakcocokan dari persamaan regresi.
Pengaruh langsung dari teknologi yang digunakan.
Dalam pendekatan kontinjensi, faktor internal seperti struktur penghargaan, sistem informasi, dan derajat desentralisasi termasuk dalam:
Karakteristik internal yang memengaruhi desain sistem.
Karakteristik eksternal yang memengaruhi efektivitas manajemen.
Hasil dari teknologi yang diimplementasikan.
Faktor-faktor yang tidak relevan.
Dalam pendekatan kontinjensi, variabel kontekstual yang memengaruhi sistem informasi akuntansi biasanya mencakup hal-hal berikut, kecuali:
Struktur organisasi
Lingkungan eksternal
Jumlah pemegang saham
Teknologi yang diterapkan
Pendekatan yang diusulkan Drazin dan Van de Ven dalam penelitian kontinjensi meliputi hal berikut, kecuali:
Seleksi
Interaksi
Pengaturan
Sistem
Dalam pendekatan kontinjensi, bagaimana pengaruh teknologi terhadap sistem informasi akuntansi dapat dijelaskan?
Teknologi tidak berpengaruh pada sistem informasi.
Teknologi hanya memengaruhi biaya operasional.
Teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem informasi.
Teknologi hanya relevan untuk perusahaan besar.
Dalam pendekatan kontinjensi, penyesuaian sistem informasi akuntansi harus mempertimbangkan:
Hanya faktor internal organisasi.
Faktor eksternal dan internal yang saling berinteraksi.
Faktor eksternal saja.
Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan kinerja.
