WorksheetsBUK APOTEKER 08
Total questions: 10
Worksheet time: 20mins
Apoteker QC industri farmasi menganalisis kadar asam askorbat dalam injeksi 5 ml secara spektrofometri UV-Vis. Absorbansi sampel 0,556 dan absorbansi larutan standart 0,570 dalam konsentrasi 1 mg/mL. Sebelum dilakukan pengukuran, satu ml larutan injeksi diencerkan 25 kali. Berapa miligram asam askorbat dalam injeksi tersebut ?
90,00
92,50
95,00
97,500
100,00
Pengawasan mutu industri farmasi menetapkan kadar metampiron tablet secara titrasi iodometri. Sejumlah serbuk tablet ditimbang setara dengan 400 mg metampiron dimasukkan dalam labu tentukur 50 mL dan dilarutkan dengan sebagian mL air, dikocok, dan disaring. Filtrat ditambah air hingga hingga 50 mL. Titrasi 20 mL larutan sampel diperlukan 9,10 mL titran untuk mencapai titik ekivalen dengan ditandai indikator kanji berwarna biru. Dalam Farmakope Indonesia Edisi VI disebutkan bahwa 1 ml iodium 0,10 N setara dengan 17,57 mg metampiron. Berapa miligram metampiron dalam tablet tersebut ?
396,72
397,72
398,72
399,72
100,72
Pengawasan mutu industri Farmasi menetapkan kadar metampiron tablet secara titrasi iodometri. Sejumlah serbuk tablet ditimbang setara dengan 400 mg metampiron dimasukkan dalam labu tentukur 50 mL dan dilarutkan dengan sebagian mL air, dikocok, dan disaring. Filtrat ditambah air hingga hingga 50 mL. Titrasi 10 mL larutan sampel dilakukan 6 replikasi dan masing-masing diperlukan 4,26; 4,28; 4,25; 4,24; 4,27 dan 4,25 ml titran untuk mencapai titik ekivalen dengan ditandai indikator kanji berwarna biru dan standar deviasi 0,0213. Berapa persen RSD volume titrasi tersebut ?
0,425
0,450
0,475
0,500
0,550
Bagian R&D melakukan analisis campuran alupurinol dengan lesinurad menggunakan metode HPLC UV-Vis. Fase gerak yang digunakan campuran MeOH : ACN : H2O (3 : 5 : 2). Indeks polaritas mempengaruhi kemampuan pemisahan sampel. Diketahui indeks polaritas MeOH (5,0); ACN (7,0) dan H2O (12,0). Dilakukan perhitungan nilai indeks polaritas fase gerak. Berapakah nilai yang dimaksud?
7,00
7,10
7,20
7,30
7,40
Bagian R&D melakukan uji kesesuaian sistem prosedur penetapan kadar alupurinol dan lesinurad dengan HPLC. Hasil yang diperoleh menunjukkan kromatogram dengan waktu retensi masing-masing (Gambar) dengan lebar puncak masing-masing ekivalen dengan 0,65 dan 0,95. Berapa resolusi kedua puncak tersebut?
2,0
2,5
3,0
3,5
4,0
Bagian QC Industri Farmasi melakukan penetapan kadar vitamin E soft kapsul beberapa merek secara spektrofotometer UV-Vis pada 284 nm. Sediaan ditimbang setara dengan 100 mg vitamin E dan dilarutkan dengan etanol pa sampai 100 mL. Larutan tersebut diencerkan 4x. Berapa miligram kadar Vitamin E jika diperoleh absorbansi 0,287 dengan persamaan y = 0,0125 x - 0,0250 ? (x = mg/ml)
90,84
93,84
96,84
99,84
103,84
Bagian R & D melakukan pengembangan metode analisis penetapan kadar alupurinol dengan impuritynya dengan HPLC UV-Vis. Larutan tersebut diinjeksikan ke dalam HPLC dan didapatkan standar deviasi luas area 1055,627. Berapa nilai LOQ impurity tersebut (μg/mL)?
0,21
0,22
0,23
0,24
0,25
Bagian QC industri farmasi melakukan uji rotasi jenis bahan baku Amoksilin menurut FI edisi VI, karena ada atom karbon asimetris pada struktur senyawa tersebut. Manakah atom C yang menunjukkan simetri ?
A
B
C
D
E
R & D industri Farmasi sedang mengevaluasi degradasi sefadroksi tablet. Degradasi dapat terjadi selama pengolahan maupun penyimpanan yang dikaibatkan oleh berbagai faktor, antara lain: suhu, cahaya, kelembaban udara, dan pH. Apakah nama reaksi yang dimaksud ?
Dehidrasi
Reduksi
Oksidasi
Dekarboksilasi
Hidrasi
Bagian R & D melakukan uji kesesuaian system prosedur penetapan kadar salbutamol tablet beserta impurity B, D, F, G, dan I dengan HPLC. Hasil yang diperoleh menunjukkan senyawa dielusi dengan waktu retensi masing-masing. Apakah senyawa pada kromatogram terkhir?
Impurity D
Impurity F
Impurity G
Impurity I
Salbutamol
