Font size
WorksheetsBUK APOTEKER PK SPEKTRO 01
Total questions: 10
Worksheet time: 50secs
Apoteker QC industri farmasi menganalisis kadar asam askorbat dalam injeksi 5 ml secara spektrofometri UV-Vis. Absorbansi sampel 0,556 dan absorbansi larutan standart 0,570 dalam konsentrasi 1 mg/mL. Sebelum dilakukan pengukuran, satu ml larutan injeksi diencerkan 25 kali. Berapa miligram asam askorbat dalam injeksi tersebut ?
90,00
92,50
95,00
97,50
100,00
Bagian QC Industri Farmasi melakukan penetapan kadar vitamin E soft kapsul beberapa merek secara spektrofotometer UV-Vis pada 284 nm. Sediaan ditimbang setara dengan 100 mg vitamin E dan dilarutkan dengan etanol pa sampai 100 mL. Larutan tersebut diencerkan 4x. Berapa miligram kadar Vitamin E jika diperoleh absorbansi 0,287 dengan persamaan y = 0,0125 x - 0,0250 ? (x = mg/ml)
90,84
93,84
96,84
99,84
103,84
Apoteker QC industri Farmasi menganalisis kadar asam askorbat dalam injeksi 5 ml secara spektrofometri UV-Vis. Absorbansi sampel 0,548 dan absorbansi larutan standart 0,550 dalam konsentrasi 1 mg/mL. Sebelum dilakukan pengukuran, satu ml larutan injeksi diencerkan 20 kali. Berapa miligram asam askorbat dalam injeksi tersebut ?
85,64
87,64
90,64
95,64
99,64
Bagian QC Industri Farmasi melakukan penetapan kadar vitamin E soft kapsul beberapa merek secara spektrofotometer UV-Vis pada 284 nm. Sediaan ditimbang setara dengan 100 mg vitamin E dan dilarutkan dengan etanol pa sampai 100 mL. Larutan tersebut diencerkan 2x. Berapa miligram kadar Vitamin E jika diperoleh absorbansi 0,460 dengan persamaan y = 0,00736x + 0,0920? (x = mg/ml)
90,0
92,5
95,0
97,5
100,0
Apoteker QC industri farmasi menganalisis kadar Thiamine HCl dalam injeksi secara spektrofometri UV-Vis. Absorbansi sampel 0,498 dan absorbansi larutan standart 0,500 dalam konsentrasi 1 mg/mL. Sebelum dilakukan pengukuran, larutan injeksi diencerkan 100 kali. Berapa miligram Thiamine HCl dalam injeksi tersebut ?
99,2
99,4
99,6
99,8
100,0
Bagian QC Industri Farmasi melakukan penetapan kadar vitamin E soft kapsul beberapa merek secara spektrofotometer UV-Vis pada 284 nm. Sediaan ditimbang setara dengan 100 mg vitamin E dan dilarutkan dengan etanol pa sampai 100 mL. Satu mililiter larutan tersebut diencerkan 25x. Berapa persen kadar Vitamin E jika diperoleh absorbansi 0,450 dengan persamaan y = 0,0095x + 0,0920? (x = mcg/ml)
94,11
94,21
94,31
94,41
94,51
Bagian Quality Control industri farmasi menganalisis kadar sianokobaltamin dalam injeksi secara spektrofometri UV-Vis. Absorbansi sampel 0,495 dan absorbansi larutan standart 0,500 dalam konsentrasi 1 mg/mL. Sebelum dilakukan pengukuran larutan sampel dilarutkan dalam 100 mL HCl dengan pengenceran 5 kali. Berapa kadar sianokobaltamin dalam injeksi tersebut (mg/ml) ?
2,95
3,95
4,95
5,95
6,95
Bagian QC Industri Farmasi melakukan penetapan kadar vitamin E soft kapsul beberapa merek secara spektrofotometer UV-Vis pada 284 nm. Sediaan ditimbang setara dengan 100 mg vitamin E dan dilarutkan dengan etanol pa sampai 100 mL. Satu mililiter larutan tersebut diencerkan 20x. Berapa persen kadar Vitamin E jika diperoleh absorbansi 0,450 dengan persamaan y = 0,0095x + 0,0920? (x = mcg/ml)
60,37
65,37
70,37
75,37
80,37
Apoteker QC diindustri farmasi melakukan uji disolusi terhadap tablet amiloride HCl 5 mg. Uji disolusi dilakukan menggunakan media HCl 0,1 N 900 mL. Pada menit ke-30 dilakukan pengambilan sampel uji sebanyak 10 mL dan dilanjutkan dengan penetapan kadar menggunakan spektrofotometri UV/Vis. Diperoleh konsentrasi zat aktif dalam sampel sebesar 4,5 µg/mL. Berapakah persentase zat aktif terdisolusi pada menit tersebut ?
61,0
71,0
81,0
91,0
101,0
Apoteker QC melakukan penetapan kadar asam asetilsalisilat dalam tablet aspilet dengan spektro UV-Vis. Sebanyak 20 tablet ditimbang, digerus dan diambil setara dengan 75 mg asam asetilsalisilat serta dilarutkan dalam 100 mL. Kemudian diambil 1 mL dan diencerkan dalam 10 mL. Berapa persen kadar asam asetilsalisilat jika diperoleh serapan 0,6 dengan persamaan y = 0,01x – 0,165? (x = mcg/ml)
95,0
98,0
100,0
102,0
105,0
