WorksheetsUAS Ilmu Kalam
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Pernyataan berikut ini merupakan salah satu prinsip utama aliran Khawarij, kecuali?
Kewajiban menegakkan amar ma’ruf nahi munkar meskipun dengan kekerasan
Seorang Muslim yang berdosa besar dianggap kafir
Kepemimpinan hanya sah jika dipegang oleh keturunan Quraisy
Menolak kompromi dalam urusan akidah
Aliran Murji’ah dikenal karena prinsipnya yang menunda penghakiman terhadap seseorang. Apa alasan utama mereka untuk menganut prinsip ini?
Karena dosa besar tidak memengaruhi status keimanan seseorang
Karena hanya Allah yang berhak menentukan kafir atau tidaknya seseorang
Karena keimanan tidak memerlukan amal
Karena mereka menolak intervensi negara dalam urusan agama
Nama-nama lain yang digunakan untuk menyebut golongan Khawarij mencerminkan berbagai aspek sejarah dan teologi mereka. Di antara pilihan berikut, manakah yang termasuk sebutan lain bagi Khawarij?
Al-Haruriyah,
Al-Mariqah,
Al-Syurah.
Al-Muhakkimah, Yunusiyah,
Ubaydiyah.
Ghassaniyah, Saubaniyah,
Tumaniyah.
Shalihiyyah, Ismailiyah,
Ibadiyah.
Aliran Qadariyah sering disebut sebagai penganut kebebasan manusia. Bagaimana pandangan mereka terkait takdir?
Semua takdir telah ditentukan oleh Allah, manusia hanya menjalankan
Manusia memiliki kebebasan penuh tanpa intervensi Tuhan
Takdir manusia ditentukan oleh kolaborasi antara kehendak Allah dan manusia
Takdir tidak ada, segala sesuatu terjadi secara kebetulan
Jabariyah memiliki pandangan deterministik yang berbeda dari Qadariyah. Menurut Jabariyah, apa yang menjadi dasar keyakinan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas?
Segala sesuatu termasuk perbuatan manusia adalah ciptaan Allah
Manusia hanya menjalankan hukum alam yang telah ditetapkan
Kehendak manusia merupakan bayangan kehendak Allah
Manusia tidak memiliki akal untuk menentukan perbuatannya
Salah satu prinsip utama Mu’tazilah adalah al-manzilah baina al-manzilatain. Apa maksud dari prinsip ini?
Manusia berada di antara takdir dan kehendak bebas
Pelaku dosa besar tidak dianggap kafir, tetapi juga tidak dianggap Muslim
Keimanan seseorang berada di antara amal dan akidah
Tuhan memiliki sifat yang berada di antara zat dan ciptaan
Konsep kepemimpinan dalam Syiah sangat berbeda dari Sunni. Apa doktrin utama Syiah terkait kepemimpinan (imamah)?
Imamah dipilih berdasarkan musyawarah
Imam ditentukan oleh Allah dan memiliki sifat ma’shum
Imam hanyalah figur simbolis tanpa otoritas politik
Imamah bersifat terbuka untuk siapa saja yang beriman
Mengapa Khawarij menolak arbitrase (tahkim) yang dilakukan pada Perang Shiffin antara Ali dan Muawiyah?
Karena mereka percaya hanya keluarga Nabi yang berhak memutuskan perkara
Karena arbitrase dilakukan oleh orang-orang kafir
Karena mereka menganggap arbitrase tidak sesuai dengan hukum Al-Qur'an
Karena mereka tidak mengakui otoritas Ali sebagai khalifah
Bagaimana sikap Murji’ah terhadap pelaku dosa besar?
Pelaku dosa besar tetap dianggap Muslim jika memiliki iman
Pelaku dosa besar otomatis keluar dari Islam
Pelaku dosa besar tidak perlu bertobat karena rahmat Allah luas
Pelaku dosa besar tidak boleh menerima hukuman dunia
Mu’tazilah dikenal dengan prinsip tauhid yang ketat. Bagaimana pandangan mereka tentang sifat Allah?
Sifat Allah adalah bagian dari zat-Nya dan tidak terpisah
Allah memiliki sifat yang terpisah dari zat-Nya
Sifat Allah tidak dapat dipahami oleh akal manusia
Sifat Allah hanyalah istilah metaforis tanpa makna nyata
Apa perbedaan utama antara Syiah Imamiyah dan Syiah Zaidiyah terkait imamah?
Syiah Imamiyah hanya mengakui tiga imam pertama, sedangkan Zaidiyah mengakui semua keturunan Ali
Syiah Imamiyah percaya pada doktrin 12 Imam, sedangkan Zaidiyah tidak memiliki batas jumlah imam
Syiah Zaidiyah menolak konsep imamah yang ma’shum, sedangkan Imamiyah menerima
Syiah Imamiyah hanya mengakui Ali sebagai imam pertama, sedangkan Zaidiyah tidak
Bagaimana pandangan Syiah Imamiyah tentang melihat Tuhan berbeda dari pandangan Mu’tazilah?
Syiah Imamiyah menerima kemungkinan melihat Tuhan di akhirat, sedangkan Mu’tazilah menolaknya secara mutlak
Syiah Imamiyah menolak konsep melihat Tuhan di dunia, sedangkan Mu’tazilah menerima
Syiah Imamiyah menyatakan melihat Tuhan hanya mungkin melalui hati, sedangkan Mu’tazilah menolaknya secara spiritual maupun fisik
Syiah Imamiyah menyatakan melihat Tuhan hanya terjadi dalam pengalaman mimpi, sedangkan Mu’tazilah menyebutnya metaforis
Dalam diskusi tentang antropomorfisme, bagaimana pandangan Khawarij berbeda dari Syiah Imamiyah?
Khawarij menginterpretasikan ayat-ayat antropomorfis secara literal, sedangkan Syiah Imamiyah menginterpretasikannya secara metaforis
Khawarij menolak semua ayat yang berkonotasi antropomorfis, sedangkan Syiah Imamiyah menerimanya secara tekstual
Khawarij tidak memiliki pandangan khusus tentang antropomorfisme, sedangkan Syiah Imamiyah mengutamakan akal dalam interpretasi ayat tersebut
Khawarij dan Syiah Imamiyah sama-sama menolak antropomorfisme, tetapi dengan alasan yang berbeda
Menurut Muhammad Iqbal, bagaimana pandangan Tuhan dalam proses penciptaan alam semesta berbeda dari pandangan Ismail Raji Al-Faruqi?
Muhammad Iqbal melihat Tuhan sebagai entitas dinamis yang terus mencipta, sedangkan Ismail Raji Al-Faruqi melihat Tuhan sebagai pencipta yang telah menyempurnakan segalanya dalam satu waktu.
Muhammad Iqbal menganggap Tuhan sebagai bagian dari evolusi kreatif, sedangkan Ismail Raji Al-Faruqi menolak keterlibatan Tuhan dalam proses alamiah.
Muhammad Iqbal dan Ismail Raji Al-Faruqi sama-sama menekankan kehendak bebas Tuhan dalam mencipta tanpa keterbatasan.
Muhammad Iqbal mendukung teori penciptaan terus-menerus, sedangkan Ismail Raji Al-Faruqi menolak konsep ini atas dasar keesaan Tuhan.
Apa perbedaan mendasar dalam pandangan Muhammad Abduh dan Harun Nasution tentang keadilan Tuhan?
Muhammad Abduh menekankan keadilan Tuhan berdasarkan kehendak absolut-Nya, sedangkan Harun Nasution mengaitkannya dengan standar rasional manusia.
Muhammad Abduh menganggap keadilan Tuhan sebagai misteri ilahi, sedangkan Harun Nasution menganggapnya sebagai sesuatu yang harus dipahami oleh akal.
Muhammad Abduh menyatakan bahwa keadilan Tuhan tidak bergantung pada akal manusia, sedangkan Harun Nasution menjelaskan bahwa keadilan Tuhan harus sesuai dengan prinsip-prinsip rasionalitas.
Muhammad Abduh memandang keadilan Tuhan bersifat mutlak, sedangkan Harun Nasution menganggap keadilan Tuhan sebagai simbol hikmah ilahi.
