wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

rhsswinwin

Total questions: 110

Worksheet time: 2hrs 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang Nona bernama Cika usia 20 tahun datang ke Bidan untuk konsultasi gizi pra hamil. Dia ingin mempersiapkan kehamilannya dengan baik. Mira mempunyai berat badan 45 kg dengan tinggi badan 150 cm. Mira termasuk dalam kategori ...

a)

Kurus - kekurangan BB tingkat berat

b)

Kurus – kekurangan BB tingkat ringan

c)

Obesitas – kelebihan BB tingkat ringan

d)

Normal

e)

Sakit

2.

Konsep penyebab terjadinya penyakit dalam epidemiologi adalah seperti di bawah ini, kecuali....

a)

Pejamu

b)

Agent

c)

Fisiologi

d)

Lingkungan

e)

Masyarakat

3.

Sampah juga dapat mempengaruhi mutu air tanah. Untuk menghindari kontaminasi sampah pada air tanah, bagaimana cara pengolahannya?

a)

Seepage pit

b)

Cesspool

c)

Septic tank

d)

Compositing

e)

Filter

4.

Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Definisi di atas merupakan definisi sehat menurut....

a)

President’s Communision On Health Need Of Nation Stated

b)

UU No.27, 1996 tentang Kesehatan

c)

Pengertian sehat secara luas

d)

WHO

e)

Kemenkes

5.

Dalam konsep penyuluhan bagaimana cara agar semua konsep bisa terlaksana dengan baik?

a)

Mengutamakan materi yang bersifat teknis dan memberikan waktu minimal untuk tanya jawab

b)

Menggunakan metode komunikasi yang terfokus hanya pada petugas sebagai pemberi informasi utama

c)

Menyediakan materi penyuluhan secara seragam tanpa mempertimbangkan latar belakang audiens

d)

Melalui pendekatan, mengenal daerah dan berbicara dengan bahasa formal

e)

Menggunakan metode satu arah agar audiens tidak terpengaruh oleh informasi yang bertentangan

6.

Promosi kesehatan merupakan program pelayanan puskesmas dengan salah satu kegiatannya, yaitu...

a)

Pencegahan penyakit

b)

Pembagian makanan bergizi

c)

Rujukan

d)

Penyuluhan

e)

Pengawasan saluran pembuangan air

7.

Dalam menjalankan tugas pokok puskesmas, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu sebagai berikut, kecuali...

a)

Tempat

b)

Biaya

c)

Tenaga kesehatan

d)

Alat medis

e)

Lingkungan

8.

Secara administratif puskesmas bertanggung jawab kepada...

a)

Bupati

b)

Dinas kesehatan tk.1

c)

Rumah sakit pusat

d)

Benar semua

e)

Dinas kesehatan tk.2

9.

Program kegiatan pelayanan kesehatan dengan upaya peningkatan dan perbaikan gizi masyarakat di puskesmas meliputi di bawah ini, kecuali...

a)

Pelacakan gizi buruk

b)

Penyuluhan kesehatan jiwa

c)

Penimbangan

d)

Penanggulangan Anemia gizi besi

e)

Surveilans gizi masyarakat

10.

Berikut adalah beberapa pertimbangan dalam dalam menentukan cakupan wilayah puskesmas, kecuali...

a)

Pembangunan infrastruktur lain

b)

Frekuensi penyakit

c)

Keadaan geografis

d)

Jumlah penduduk

e)

Penetapan bupati/walikota

11.

Puskesmas di desa X menerima banyak pasien pelajar yang luka-luka akibat kekerasan. Diketahui penyebab pelajar banyak terluka dikarenakan beberapa pelajar berada di bawah pengaruh alkohol. Apakah perencanaan tindakan yang perlu dilakukan tenaga kesehatan atau puskemas agar kasus tersebut tidak terulang lagi di desa X?

a)

Merubah budaya yang ada

b)

Melakukan konseling dan rehabilitasi pada siswa yang menggunakan alkohol

c)

Minta bantuan polisi untuk mengatasi tindak kekerasan dan penggunaan alkohol

d)

Pengobatan intensif bagi pelajar yang mengalami luka-luka

e)

Penyuluhan untuk seluruh siswa dan masyarakat tentang pengaruh buruk zat adiktif dan kekerasan

12.

Berikut adalah yang termasuk dari program pengobatan puskesmas, kecuali?

a)

Puskesmas Keliling (Puskel)

b)

Unit Gawat Darurat (UGD)

c)

Rawat Jalan Poli Gigi

d)

Pengobatan Rawat Inap

e)

Rawat Jalan Poli Umum

13.

Terdapat kasus terjadinya penyakit menular di desa Y. Pihak puskesmas dan tenaga kesehatan lain melakukan pengamatan secara sistematis dengan mengumpulkan data dari beberapa tahun yang lalu dan dari berbagai sumber terpercaya mengenai kuantitas dan penyebab penyakit menular di desa tersebut agar dapat diberlakukan program penanggulangan yang lebih efektif dan efisien ke depannya. Disebut teknik apakah yang dilakukan oleh pihak puskesmas?

a)

Pendidikan kesehatan

b)

Perubahan budaya

c)

Surveilans Epidemiologi

d)

Pengawasan kesehatan masyarakat dan social

e)

Wawancara

14.

Ada sebuah kasus di daerah P yang menyebabkan anak-anak di daerah tersebut lemas atau tidak bersemangat, setelah diperiksa ternyata dalam tubuh mereka kurang ditemui zat besi serta protein akibat dari bahan makanan yang mereka tidak tergolong kedalam 4 Sehat 5 Sempurna, apa upaya puskesmas yang harus dilakukan untuk menangani permasalahan tersebut?

a)

Peningkatan Poli Gigi

b)

Kesehatan Lingkungan

c)

Keluarga Berencana

d)

Upaya Peningkatan Gizi

e)

Pencegahan Penyakit Menular

15.

Kesehatan lingkungan adalah cara suatu program yang diperkenalkan di puskesmas untuk memantau keadaan lingkungan sekitar agar terhindar dari suatu masalah, berikut adalah upaya dari program kesehatan lingkungan adalah?

a)

Survei penyakit manula

b)

Pemeriksaan gigi pada pasien

c)

Imunisasi Berkala

d)

Vaksin Campak pada balita

e)

Pengawasan SPAL (saluran pembuangan air limbah)

16.

Ada beberapa pelayanan kesehatan yang ditawarkan oleh sebuah puskesmas, berikut adalah pelayanan dari sebuah puskesmas, kecuali?

a)

Kuratif (pengobatan)

b)

Promotif (peningkatan kesehatan)

c)

Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)

d)

Kooperatif (mengumpulkan uang)

e)

Preventif (upaya pencegahan)

17.

Agar jangkauan yankes/pelayanan kesehatan merata dan meluas, maka puskesmas ditunjang oleh?

a)

Bidan Desa

b)

Puskesmas Keliling

c)

Wakil presiden beserta menterinya

d)

Posyandu/Dasa Wisma

e)

Polides (Pondok Bersalin Desa)

18.

Menurut Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, standar pelayanan kesehatan yang harus diterapkan di fasilitas kesehatan primer adalah...

a)

Penyediaan layanan rawat inap yang sesuai standar

b)

Penanganan kasus-kasus darurat dengan fasilitas lengkap

c)

Penyediaan pelayanan kesehatan dasar yang komprehensif

d)

Pemberian vaksinasi kepada masyarakat luas

e)

Penyediaan ruang isolasi untuk penyakit menular

19.

Permenkes Nomor 27 Tahun 2017 mengatur tentang...

a)

Standar pelayanan kesehatan primer

b)

Standar pelayanan kesehatan sekunder

c)

Standar pelayanan kesehatan tersier

d)

Standar pelayanan kesehatan darurat

e)

Standar pelayanan kesehatan promotif dan preventif

20.

Sesuai dengan Permenkes Nomor45 Tahun 2015, rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan dalam hal berikut, kecuali...

a)

Ketersediaan fasilitas medis yang lengkap

b)

Penyediaan informasi yang jelas kepada pasien

c)

Peningkatan kualitas perawatan pasien

d)

Pemberian layanan kesehatan berjenjang

e)

Penyediaan ruang tidur yang nyaman bagi keluarga pasien

21.

Apa yang dimaksud denngan pelayanan kesehata primer menurut Undang Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan?

a)

Pelayanan yang diselenggarakan di rumah sakit besar

b)

Pelayanan yang diberikan oleh puskesmas atau klinik

c)

Pelayanan yang bersifat spesialistik dan rawat inap

d)

Pelayanan untuk penyakit menular saja

e)

Pelayanan untuk pasien yang membutuhkan alat medis canggih

22.

Berdasarkan Undang-Undang No 17 Tahun 2023, ciri utama dari fasilitas pelayanan kesehatan utama (fanyankes utama) adalah....

a)

Memiliki spesialisasi untuk penanganan penyakit berat

b)

Melayani semua jenis penyakit dengan fasilitas lengkap

c)

Fokus pada pencegahan penyakit dan promosi kesehatan

d)

Menyediakan layanan hanya untuk pasien dengan penyakit kronis

e)

Melayani pasien rawat inap dengan kapasitas besar

23.

BPJS Kesehatan berperan dalam hal berikut, kecuali....

a)

Menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta

b)

Menetapkan tarif layanan kesehatan di rumah sakit

c)

Membayar klaim dari fasilitas kesehatan

d)

Mengelola dana kesehatan secara nasional

e)

Mengontrol mutu layanan kesehatan di seluruh fasilitas

24.

Menurut Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kepada peserta JKN harus memenuhi persyaratan. Salah satu persyaratan tersebut adalah:

a)

Memiliki fasilitas laboratorium lengkap

b)

Terakreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit

c)

Memiliki jumlah pasien minimal 100 orang per bulan

d)

Menyediakan layanan rawat inap dengan fasilitas kelas 1

e)

Mempunyai dokter spesialis di setiap bidang kesehatan

25.

Menurut Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, apabila seorang peserta JKN tidak membayar iuran selama 6 bulan berturut-turut, status kepesertaannya akan:

a)

Tetap aktif namun tidak dapat mengakses layanan

b)

Dihentikan sementara

c)

Dibatalkan dan peserta harus mendaftar kembali

d)

Dipindahkan ke kategori peserta mandiri

e)

Dikenakan denda dan tetap aktif

26.

Sebagai operator layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja dengan sistem JKN, jika terdapat peserta yang tidak terdaftar atau data peserta tidak ditemukan dalam sistem, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menyuruh peserta untuk langsung membayar iuran

b)

Melakukan verifikasi data peserta dengan BPJS Kesehatan

c)

Memberikan pengobatan terlebih dahulu, baru kemudian memverifikasi data

d)

Mencatatkan pasien sebagai peserta sementara

e)

Mengarahkan peserta untuk mendaftar kembali di kantor BPJS Kesehatan

27.

Seorang pasien datang ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan rawat inap dengan status sebagai peserta JKN. Namun, rumah sakit tidak memiliki kamar yang sesuai dengan kelas yang diinginkan pasien. Apa langkah yang harus diambil oleh operator layanan kesehatan sesuai dengan Permenkes Nomor 27 Tahun 2017?

a)

Menginformasikan kepada pasien bahwa tidak ada kamar yang tersedia dan menawarkan pilihan alternatif

b)

Memberikan kamar dengan fasilitas kelas 1 meskipun tidak sesuai dengan status kepesertaan

c)

Mengarahkan pasien untuk mencari rumah sakit lain dengan fasilitas yang lebih baik

d)

Menunda perawatan pasien sampai ada kamar yang sesuai

e)

Mengharuskan pasien untuk membayar biaya tambahan agar mendapatkan kamar yang diinginkan

28.

Menurut Permenkes Nomor 71 Tahun 2015, fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut, kecuali:

a)

Menyediakan layanan medis yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

b)

Memiliki peralatan medis lengkap sesuai dengan kategori rumah sakit

c)

Mempunyai sistem informasi yang dapat mengintegrasikan data peserta JKN

d)

Memiliki ruang rawat inap untuk semua kelas layanan

e)

Menyediakan layanan rawat jalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan

29.

Menurut Permenkes Nomor 71 Tahun 2015, apabila seorang peserta JKN membutuhkan layanan medis yang tidak dapat diberikan oleh fasilitas kesehatan pertama, maka prosedur yang harus diikuti adalah:

a)

Pasien dapat langsung memilih rumah sakit lain yang lebih besar

b)

Pasien harus dirujuk oleh fasilitas kesehatan pertama ke fasilitas kesehatan lanjutan

c)

Peserta dapat memilih rumah sakit tanpa prosedur apapun

d)

Pasien harus mengajukan permohonan ke BPJS Kesehatan terlebih dahulu

e)

Fasilitas kesehatan pertama akan membayar biaya pengobatan pasien secara langsung

30.

Sebagai operator layanan kesehatan di fasilitas yang bekerja dengan sistem JKN, jika data peserta tidak ditemukan dalam sistem, langkah pertama yang harus diambil sesuai dengan Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 adalah:

a)

Memberikan pengobatan terlebih dahulu, baru kemudian memverifikasi data

b)

Melakukan verifikasi data dengan BPJS Kesehatan

c)

Mencatat pasien sebagai peserta sementara

d)

Mengarahkan pasien untuk membayar biaya rawat inap secara mandiri

e)

Menunda pengobatan hingga data peserta tersedia

31.

Seorang peserta JKN mengajukan keluhan karena tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan haknya di rumah sakit. Sebagai operator layanan kesehatan, langkah pertama yang harus diambil sesuai dengan Permenkes Nomor 71 Tahun 2015 adalah:

a)

Menunda keluhan peserta hingga ada keputusan dari BPJS

b)

Meminta peserta untuk menghubungi BPJS Kesehatan langsung

c)

Mengumpulkan informasi terkait keluhan dan memprosesnya sesuai prosedur

d)

Mengarahkan peserta untuk mencari rumah sakit lain

e)

Memberikan pelayanan tambahan secara gratis sebagai kompensasi

32.

Sebagai operator layanan kesehatan, Anda diminta untuk mengelola data pasien yang terdaftar di rumah sakit menggunakan sistem informasi. Menurut Permenkes Nomor 45 Tahun 2014, salah satu tugas operator adalah memastikan data pasien dimasukkan dengan benar. Dalam pengolahan data pasien, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Memeriksa kelengkapan data pasien sebelum memasukkan ke sistem

b)

Mencatat data pasien secara manual di buku register

c)

Mengupdate data pasien hanya jika terdapat perubahan alamat

d)

Menerima data dari pasien dan langsung melakukan pencetakan kartu

e)

Menunggu petunjuk dari dokter mengenai data yang harus dicatat

33.

Sebagai operator layanan kesehatan di rumah sakit yang bekerja dengan sistem JKN, Anda harus mengelola data pasien yang juga terdaftar di BPJS Kesehatan. Berdasarkan Permenkes Nomor 45 Tahun 2014, sistem informasi rumah sakit harus dapat terintegrasi dengan Sistem Informasi JKN. Tujuan utama dari pengintegrasian ini adalah:

a)

Meningkatkan kecepatan pembayaran oleh pasien

b)

Mempermudah pencatatan administrasi rumah sakit

c)

Meningkatkan akurasi data peserta JKN yang terdaftar dan memastikan kelancaran pelayanan kesehatan

d)

Mengurangi biaya operasional rumah sakit

e)

Memastikan setiap pasien mendapatkan layanan rawat inap

34.

Sesuai dengan Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, kewajiban pemerintah dalam penyelenggaraan layanan kesehatan adalah:

a)

Memberikan subsidi langsung kepada setiap rumah sakit

b)

Menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas hanya di wilayah perkotaan

c)

Menjamin ketersediaan layanan kesehatan untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil

d)

Mengontrol tarif layanan kesehatan dengan membatasi biaya rumah sakit

e)

Menjamin fasilitas kesehatan swasta lebih berkembang daripada fasilitas kesehatan pemerintah

35.

Berdasarkan Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, pengawasan terhadap pelaksanaan sistem kesehatan nasional dilakukan oleh:

a)

Pemerintah pusat dan daerah, dengan melibatkan masyarakat untuk memastikan tercapainya tujuan kesehatan nasional

b)

Pemerintah pusat saja tanpa melibatkan masyarakat

c)

Lembaga internasional yang bertugas mengawasi kebijakan kesehatan Indonesia

d)

Pemerintah daerah yang terpisah dari pengawasan pemerintah pusat

e)

Perusahaan asuransi kesehatan yang memberikan pendanaan bagi rumah sakit

36.

Sebagai operator layanan kesehatan, jika terdapat ketidaksesuaian data peserta dengan informasi di sistem, langkah yang sesuai dengan Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan adalah:

a)

Langsung menolak layanan kesehatan yang diminta oleh peserta

b)

Menyuruh peserta membayar biaya kesehatan secara penuh

c)

Mengarahkan peserta untuk menghubungi pihak BPJS Kesehatan

d)

Memverifikasi dan memperbarui data peserta melalui sistem yang tersedia

e)

Memberikan layanan hanya jika peserta dapat menunjukkan kartu identitas tambahan

37.

Dalam kondisi darurat medis, Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur bahwa operator layanan kesehatan harus:

a)

Meminta verifikasi kepesertaan sebelum memberikan layanan

b)

Menyediakan layanan medis tanpa menunggu konfirmasi administratif

c)

Mengarahkan pasien ke rumah sakit terdekat tanpa memberikan tindakan

d)

Meminta persetujuan BPJS Kesehatan terlebih dahulu

e)

Mengutamakan pasien berdasarkan urutan pendaftaran

38.

Fasilitas kesehatan yang termasuk dalam pelayanan primer sesuai UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan adalah:

a)

Rumah sakit rujukan regional

b)

Puskesmas, klinik pratama, dan praktik mandiri dokter

c)

Laboratorium penelitian kesehatan masyarakat

d)

Rumah sakit internasional

e)

Balai pengobatan herbal tradisional

39.

Sebagai operator layanan kesehatan di fasilitas pelayanan primer, tugas yang sesuai dengan peraturan adalah:

a)

Merujuk semua pasien langsung ke rumah sakit tanpa pemeriksaan awal

b)

Melakukan triase pasien berdasarkan urgensi dan kebutuhan layanan kesehatan

c)

Menentukan diagnosis medis untuk pasien yang datang

d)

Membatasi jumlah pasien yang dapat dilayani dalam sehari

e)

Memberikan resep obat kepada pasien tanpa konsultasi dokter

40.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Utama didefinisikan sebagai:

a)

Fasilitas kesehatan yang hanya menyediakan layanan rawat inap

b)

Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan layanan dasar, promotif, dan preventif

c)

Fasilitas kesehatan rujukan dengan layanan spesialis dan subspesialis

d)

Fasilitas kesehatan yang hanya melayani peserta JKN

e)

Fasilitas kesehatan dengan peralatan medis tingkat lanjut

41.

Ciri khas dari Fasyankes Utama menurut Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 adalah:

a)

Wajib menyediakan layanan spesialis dan subspesialis

b)

Memberikan layanan kesehatan komprehensif berbasis komunitas

c)

Memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan medis tingkat lanjut

d)

Fokus pada penyediaan layanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif

e)

Berfungsi sebagai pusat rujukan utama dalam sistem kesehatan nasional

42.

Layanan yang wajib disediakan oleh Fasyankes Utama meliputi:

a)

Operasi besar dan layanan spesialis

b)

Vaksinasi, konseling kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan dasar

c)

Pelayanan radiologi dan tindakan bedah kompleks

d)

Penanganan penyakit kronis dengan teknologi tingkat lanjut

e)

Pelayanan gawat darurat dengan peralatan canggih

43.

Sebagai operator layanan kesehatan di Fasyankes Utama, tugas utama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menentukan rencana pengobatan pasien

b)

Melakukan triase pasien berdasarkan kebutuhan dan urgensi layanan kesehatan

c)

Memberikan obat kepada pasien tanpa resep

d)

Menolak pasien yang tidak terdaftar di BPJS Kesehatan

e)

Merujuk pasien langsung ke rumah sakit rujukan nasional

44.

Ciri penting dari layanan promotif dan preventif yang disediakan oleh Fasyankes Utama meliputi:

a)

Penyediaan obat secara gratis untuk semua pasien

b)

Edukasi tentang pola hidup sehat dan imunisasi dasar

c)

Menyediakan rawat inap dengan fasilitas lengkap

d)

Fokus pada pengobatan penyakit kronis dengan teknologi tinggi

e)

Pelayanan kesehatan mental untuk kasus berat

45.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, fungsi utama BPJS Kesehatan adalah:

a)

Memberikan layanan kesehatan spesialis secara langsung kepada peserta JKN

b)

Menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN sesuai dengan hak dan kewajiban mereka

c)

Menyediakan obat-obatan bagi seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama

d)

Melakukan pengawasan langsung terhadap rumah sakit di tingkat daerah

e)

Menyediakan alat medis canggih untuk fasilitas kesehatan di daerah terpencil

46.

Pasien BPJS dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi apabila:

a)

FKTP tidak memiliki alat atau kemampuan untuk menangani kondisi pasien

b)

Pasien meminta untuk dirujuk langsung tanpa pemeriksaan

c)

FKTP hanya melayani peserta JKN baru

d)

Rumah sakit terdekat penuh dengan pasien

e)

Obat yang diperlukan pasien tidak tersedia di apotek FKTP

47.

Jenis rujukan kesehatan yang dilakukan dalam keadaan darurat medis disebut:

a)

Rujukan vertikal

b)

Rujukan horizontal

c)

Rujukan spesialis

d)

Rujukan non-formal

e)

Rujukan gawat darurat

48.

Rujukan vertikal dalam sistem pelayanan kesehatan diartikan sebagai:

a)

Pemindahan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut

b)

Rujukan pasien ke fasilitas kesehatan lain dengan tingkat pelayanan yang sama

c)

Layanan kesehatan yang dilakukan di lokasi rumah pasien

d)

Pengiriman laporan kesehatan dari FKTP ke BPJS Kesehatan

e)

Penyediaan layanan kesehatan di luar jaringan BPJS

49.

Sesuai dengan peraturan, rumah sakit tipe A harus menyediakan layanan kesehatan:

a)

Layanan primer, seperti imunisasi dan edukasi kesehatan masyarakat

b)

Semua layanan spesialis dan subspesialis lengkap

c)

Pelayanan kesehatan tradisional dan alternatif

d)

Hanya layanan kesehatan untuk peserta BPJS

e)

Layanan kesehatan dasar tanpa alat medis canggih

50.

Salah satu layanan yang khas dari rumah sakit tipe A adalah:

a)

Penanganan penyakit ringan di fasilitas rawat jalan

b)

Pelayanan kesehatan yang berfokus pada promotif dan preventif

c)

Pelayanan transplantasi organ dan operasi jantung

d)

Layanan imunisasi untuk bayi dan balita

e)

Penyediaan obat generik di apotek rumah sakit

51.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu tujuan utama pembentukan ASN adalah:

a)

Memberikan pelayanan publik secara profesional dan netral

b)

Menjamin kesejahteraan semua pegawai pemerintah daerah

c)

Membatasi jumlah tenaga honorer di instansi pemerintah

d)

Memastikan kekuasaan eksekutif sepenuhnya dikelola oleh PNS

e)

Menghapus sistem kontrak dalam kepegawaian pemerintah

52.

Karakteristik utama yang harus dimiliki oleh ASN sesuai Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 adalah:

a)

Loyalitas pada atasan tanpa mempertimbangkan kepentingan publik

b)

Netralitas dalam melayani masyarakat tanpa memihak kepentingan politik tertentu

c)

Komitmen hanya kepada instansi tempat ASN bekerja

d)

Ketergantungan penuh pada arahan pimpinan untuk setiap tindakan

e)

Keahlian teknis yang berfokus pada sektor swasta

53.

Salah satu prinsip kode etik ASN yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2004 adalah:

a)

Memberikan pelayanan kepada kelompok masyarakat tertentu sesuai arahan pejabat politik

b)

Menjaga integritas dengan menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas

c)

Mengutamakan perintah atasan meskipun melanggar peraturan perundang-undangan

d)

Memprioritaskan kebutuhan pribadi selama menjalankan tugas negara

e)

Mengambil keputusan berdasarkan tekanan politik

54.

Hak yang dimiliki oleh ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 adalah:

a)

Hak untuk memutuskan kebijakan publik tanpa konsultasi dengan pimpinan

b)

Hak atas perlindungan hukum terkait pelaksanaan tugas jabatan

c)

Hak untuk mengambil cuti tahunan tanpa mempertimbangkan kepentingan pelayanan publik

d)

Hak untuk menerima gaji tanpa kinerja yang dinilai memadai

e)

Hak untuk terlibat dalam kegiatan politik praktis secara bebas

55.

Penegakan disiplin ASN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS bertujuan untuk:

a)

Menjamin loyalitas penuh ASN terhadap pejabat politik

b)

Memastikan ASN bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan

c)

Memberikan kewenangan mutlak kepada atasan untuk memutuskan hukuman

d)

Memprioritaskan kepentingan individu di atas kepentingan organisasi

e)

Meningkatkan penghargaan kepada ASN yang memiliki kedekatan personal dengan pimpinan

56.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang ASN, salah satu nilai dasar ASN adalah:

a)

Melakukan pelayanan publik berdasarkan arahan partai politik

b)

Memprioritaskan efisiensi kerja dibandingkan integritas

c)

Bersikap profesional dalam memberikan layanan kepada masyarakat

d)

Mengutamakan kepentingan pribadi dalam melaksanakan tugas negara

e)

Mengutamakan loyalitas terhadap pejabat tertentu di atas netralitas politik

57.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021, salah satu larangan bagi PNS adalah:

a)

Memberikan informasi terkait kebijakan publik kepada masyarakat

b)

Menjalankan tugas pelayanan dengan netralitas

c)

Menjadi pengurus partai politik atau terlibat dalam kampanye politik

d)

Melaporkan dugaan tindak pidana di lingkungan kerja

e)

Mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi tanpa izin atasan

58.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, hukuman disiplin berat dapat dijatuhkan kepada PNS yang:

a)

Tidak masuk kerja selama 5 hari berturut-turut tanpa alasan yang jelas

b)

Melakukan tindakan yang merusak netralitas ASN dalam pemilu

c)

Datang terlambat ke kantor lebih dari 10 menit secara berulang

d)

Tidak menyelesaikan laporan kerja tepat waktu

e)

Gagal mencapai target kinerja individu selama satu periode evaluasi

59.

Menurut Permenkes Nomor 36 Tahun 2019, salah satu kewajiban fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN adalah:

a)

Memastikan semua pasien mendapatkan layanan rawat inap secara otomatis

b)

Menjamin ketersediaan obat-obatan untuk semua jenis penyakit

c)

Memberikan layanan kesehatan tanpa batasan waktu

d)

Memberikan informasi yang jelas mengenai hak dan kewajiban peserta

e)

Menawarkan layanan kesehatan dengan biaya yang lebih rendah dari rumah sakit swasta

60.

Dalam Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, salah satu tujuan utama dari program kesehatan masyarakat adalah:

a)

Menjamin layanan kesehatan hanya untuk peserta JKN

b)

Memastikan semua fasilitas kesehatan memiliki peralatan canggih

c)

Meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat

d)

Menurunkan biaya pengobatan di rumah sakit

e)

Meningkatkan jumlah tenaga medis di daerah perkotaan

61.

Menurut Permenkes Nomor 44 Tahun 2016, salah satu indikator keberhasilan program imunisasi adalah:

a)

Jumlah anak yang mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal

b)

Jumlah laporan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin

c)

Jumlah fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin

d)

Jumlah tenaga kesehatan yang terlatih dalam imunisasi

e)

Jumlah orang tua yang menyetujui imunisasi untuk anak mereka

62.

Seorang ASN menerima hadiah dari pasien rumah sakit karena dianggap telah memberikan layanan yang sangat baik. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, langkah yang harus dilakukan ASN tersebut adalah:

a)

Mengembalikan hadiah kepada pasien untuk menjaga integritas

b)

Melaporkan penerimaan hadiah kepada KPK dalam waktu maksimal 30 hari kerja

c)

Menyimpan hadiah tersebut sebagai bentuk penghargaan atas layanan yang diberikan

d)

Membagi hadiah tersebut dengan rekan kerja untuk menghindari konflik

e)

Mengabaikan ketentuan pelaporan karena nilai hadiah dianggap kecil

63.

Tindakan berikut ini termasuk gratifikasi yang dapat dianggap sebagai bentuk korupsi jika tidak dilaporkan, kecuali:

a)

Pemberian uang atau barang kepada dokter untuk mempercepat proses pengobatan

b)

Pengadaan alat kesehatan dengan markup harga yang disepakati bersama vendor

c)

Penghargaan resmi yang diterima seorang tenaga kesehatan atas prestasinya di tingkat nasional

d)

Pemotongan anggaran obat untuk kepentingan pribadi pihak manajemen rumah sakit

e)

Penggunaan fasilitas rumah sakit untuk kepentingan pribadi tanpa izin

64.

Salah satu jenis korupsi yang paling sering terjadi di sektor layanan kesehatan adalah:

a)

Nepotisme dalam pengangkatan tenaga kesehatan

b)

Penggelapan dana jaminan kesehatan dari peserta BPJS

c)

Penundaan pembayaran gaji pegawai rumah sakit oleh pihak manajemen

d)

Pengabaian terhadap kebijakan akreditasi fasilitas kesehatan

e)

Penyalahgunaan informasi medis pasien untuk keuntungan pribadi

65.

Salah satu prinsip penting dalam Guideline for Isolation Precautions adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah transmisi patogen. Pada situasi apa tenaga kesehatan wajib menggunakan respirator N95 sesuai pedoman ini?

a)

Ketika memberikan perawatan rutin kepada pasien dengan penyakit menular

b)

Saat menangani pasien dengan infeksi airborne seperti tuberkulosis atau campak

c)

Ketika terlibat dalam prosedur bedah elektif pada pasien dengan demam

d)

Saat melakukan prosedur pembersihan alat medis standar

e)

Ketika bertugas di unit perawatan intensif tanpa gejala infeksi pasien

66.

Menurut Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, prinsip dasar dalam standard precautions yang harus diterapkan di semua fasilitas kesehatan meliputi:

a)

Hanya menggunakan APD saat menangani pasien dengan penyakit menular

b)

Mencuci tangan hanya setelah menyentuh pasien dengan luka terbuka

c)

Pengelolaan limbah medis sesuai standar lingkungan dan kesehatan

d)

Mengisolasi pasien dengan penyakit ringan yang tidak menular

e)

Melakukan sterilisasi alat medis hanya setelah digunakan pada pasien kritis

67.

Dalam konteks pelayanan kesehatan primer, Permenkes Nomor 45 Tahun 2014 menekankan pentingnya pengelolaan rujukan medis yang efektif. Salah satu indikator keberhasilan pengelolaan rujukan adalah:

a)

Pasien dapat memilih sendiri fasilitas kesehatan rujukan tanpa batasan

b)

Tersedianya sistem informasi yang memfasilitasi komunikasi antara fasilitas kesehatan

c)

Semua rujukan pasien harus ditangani oleh spesialis dari rumah sakit tipe A

d)

Jumlah rujukan dikurangi secara signifikan tanpa mempertimbangkan kondisi pasien

e)

Tidak ada tindak lanjut untuk pasien setelah rujukan diberikan

68.

Sesuai Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, apa yang dimaksud dengan bundle pencegahan infeksi di rumah sakit?

a)

Paket prosedur yang wajib diterapkan serentak untuk mengurangi risiko infeksi terkait layanan kesehatan

b)

Pengadaan alat kesehatan terbaru untuk meningkatkan standar pelayanan medis

c)

Prosedur pemeriksaan laboratorium tambahan untuk pasien dengan risiko infeksi

d)

Penyusunan laporan berkala mengenai angka infeksi nosokomial di rumah sakit

e)

Program pelatihan staf kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan rumah sakit

69.

Salah satu poin utama dalam Buku Panduan Adaptasi Kebiasaan Baru (15 April 2021) adalah protokol kesehatan yang harus diterapkan di tempat kerja. Apa saja langkah utama yang wajib dilakukan oleh pengelola fasilitas layanan kesehatan untuk mendukung adaptasi kebiasaan baru?

a)

Memberlakukan pembatasan jumlah pasien tanpa memperhatikan protokol lainnya

b)

Menyediakan alat pelindung diri hanya bagi pasien dengan gejala

c)

Menyusun kebijakan kerja fleksibel, menyediakan fasilitas sanitasi, dan melakukan skrining kesehatan

d)

Mengurangi jam kerja karyawan tanpa pengawasan protokol kesehatan

e)

Membatasi akses masyarakat umum tanpa melakukan edukasi protokol kesehatan

70.

Menurut pedoman Management of Needlestick Injuries dalam Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, langkah pertama yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan setelah tertusuk jarum suntik yang terkontaminasi adalah:

a)

Mengompres luka dengan cairan antiseptik

b)

Segera melaporkan kejadian tersebut ke atasan

c)

Membersihkan luka di bawah air mengalir tanpa menggosok luka

d)

Menutup luka dengan perban steril tanpa mencuci terlebih dahulu

e)

Melakukan tes serologi untuk mendeteksi infeksi yang mungkin terjadi

71.

Menurut Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit, tanggung jawab utama operator layanan kesehatan terkait keselamatan kerja mencakup:

a)

Mengembangkan prosedur keselamatan kerja tanpa melibatkan staf rumah sakit lainnya

b)

Mengelola laporan insiden besar saja untuk menghemat waktu

c)

Memastikan pengadaan alat pelindung diri dengan biaya dari pasien

d)

Mencatat dan mengarsipkan seluruh dokumentasi medis tanpa memprioritaskan keselamatan kerja

e)

Melaporkan seluruh insiden tanpa terkecuali, termasuk cedera kecil

72.

Berdasarkan Permen LH Nomor 14 Tahun 2013 tentang Simbol dan Label Limbah B3, apa langkah yang harus dilakukan oleh fasilitas kesehatan dalam mengelola limbah medis berbahaya?

a)

Menggunakan simbol biohazard pada semua limbah tanpa klasifikasi

b)

Mengelola limbah medis cair dan padat menggunakan wadah yang sama

c)

Menyediakan tempat penyimpanan khusus dengan label berwarna dan simbol sesuai jenis limbah

d)

Menyerahkan limbah medis kepada pihak ketiga tanpa pengawasan langsung

e)

Menghancurkan limbah medis menggunakan peralatan rumah tangga biasa

73.

Menurut Permen LHK Nomor P.12 Tahun 2020 tentang pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dari fasilitas pelayanan kesehatan, langkah yang wajib dilakukan fasilitas kesehatan dalam pengelolaan limbah B3 adalah:

a)

Menyerahkan seluruh limbah medis ke pihak ketiga tanpa melakukan pemilahan terlebih dahulu

b)

Menyediakan fasilitas insinerator untuk limbah B3 yang memenuhi standar emisi

c)

Menggunakan wadah penyimpanan limbah umum untuk efisiensi waktu dan ruang

d)

Membakar limbah medis di ruang terbuka sebagai langkah darurat

e)

Membuat laporan limbah hanya ketika terjadi inspeksi oleh pihak berwenang

74.

Dalam Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 dan panduan Uni Eropa 2011 tentang risiko keselamatan dan kesehatan kerja di sektor kesehatan, langkah pencegahan utama untuk melindungi tenaga kesehatan dari paparan risiko biologis adalah:

a)

Membatasi jam kerja agar tenaga kesehatan tidak terlalu lelah

b)

Menerapkan imunisasi bagi tenaga kesehatan terhadap penyakit tertentu seperti hepatitis B

c)

Meminta tenaga kesehatan menyediakan APD secara mandiri

d)

Mengurangi penggunaan alat medis yang dapat menyebabkan luka

e)

Mengganti tenaga kesehatan yang terpapar dengan staf baru

75.

Komunikasi efektif antara pasien dan petugas kesehatan dapat diartikan sebagai:

a)

Kemampuan petugas kesehatan memberikan instruksi dengan tegas kepada pasien

b)

Proses pertukaran informasi yang dapat dipahami kedua pihak untuk mencapai tujuan kesehatan

c)

Penyampaian informasi medis secara teknis kepada pasien tanpa perlu klarifikasi

d)

Penyesuaian kebutuhan komunikasi hanya oleh petugas kesehatan

e)

Penggunaan bahasa medis tingkat lanjut untuk meningkatkan kepercayaan pasien

76.

Salah satu ciri komunikasi yang efektif antara pasien dan petugas kesehatan adalah:

a)

Petugas kesehatan selalu berbicara lebih banyak untuk menjelaskan penyakit pasien

b)

Pasien menyetujui semua tindakan tanpa pertanyaan

c)

Petugas kesehatan mendengarkan aktif dan memberikan umpan balik yang jelas

d)

Pasien hanya diberi informasi umum tanpa diskusi lebih lanjut

e)

Komunikasi berlangsung formal dan tidak perlu melibatkan keluarga pasien

77.

Dalam menangani pasien baru, teknik komunikasi yang paling efektif untuk membangun hubungan awal antara pasien dan petugas kesehatan adalah:

a)

Memberikan penjelasan detail tentang prosedur medis sejak awal tanpa mendengarkan kekhawatiran pasien

b)

Memulai percakapan dengan pertanyaan terbuka untuk memahami kebutuhan dan keluhan pasien

c)

Menghindari kontak mata untuk menjaga rasa hormat terhadap pasien

d)

Memberikan informasi menggunakan istilah medis yang kompleks agar terlihat profesional

e)

Menanyakan riwayat penyakit hanya berdasarkan informasi dari dokumen yang tersedia

78.

Komunikasi non-verbal apa yang paling penting dilakukan oleh petugas kesehatan untuk menciptakan rasa nyaman dan percaya pada pasien?

a)

Menggunakan bahasa tubuh yang ramah, seperti tersenyum dan menganggukkan kepala saat pasien berbicara

b)

Membatasi ekspresi wajah untuk menjaga sikap formal

c)

Menghindari gestur tangan untuk mencegah gangguan konsentrasi pasien

d)

Memastikan tidak ada kontak fisik seperti berjabat tangan dengan pasien

e)

Memusatkan perhatian pada layar komputer untuk menunjukkan keseriusan dalam mencatat data pasien

79.

Menurut prinsip komunikasi terapeutik, tahapan komunikasi yang tepat antara petugas kesehatan dan pasien adalah:

a)

Langsung memberikan arahan tanpa eksplorasi keluhan pasien

b)

Tahap orientasi, tahap kerja, dan tahap terminasi

c)

Memulai dengan arahan formal, diikuti dengan eksplorasi medis, dan berakhir dengan pengisian formulir

d)

Mengutamakan dokumentasi tanpa melakukan diskusi atau klarifikasi

e)

Fokus pada keluhan medis tanpa memperhatikan aspek emosional pasien

80.

Apa teknik komunikasi yang paling efektif bagi seorang operator layanan kesehatan saat melaporkan hasil kerja kepada atasan?

a)

Menggunakan istilah teknis untuk menunjukkan kompetensi meskipun atasan tidak familiar dengan istilah tersebut

b)

Menyampaikan laporan secara lisan tanpa mendokumentasikan secara tertulis

c)

Memberikan laporan yang terlalu detail tanpa membedakan informasi yang penting dan kurang relevan

d)

Menggunakan bahasa formal dengan menyampaikan laporan secara langsung, ringkas, dan berbasis data

e)

Menghindari pembicaraan langsung dan menggunakan pesan tertulis untuk menghindari kesalahpahaman

81.

Dalam situasi di mana operator layanan kesehatan perlu meminta maaf kepada pasien atau pimpinan karena kesalahan administratif, langkah yang paling sesuai adalah:

a)

Memberikan penjelasan terperinci untuk membenarkan tindakan yang telah dilakukan

b)

Memulai dengan permintaan maaf tulus, mengakui kesalahan, dan menawarkan solusi untuk memperbaiki keadaan

c)

Menghindari percakapan langsung dengan pasien atau pimpinan agar tidak memperkeruh suasana

d)

Menyampaikan permintaan maaf melalui rekan kerja tanpa keterlibatan langsung

e)

Fokus pada mencari alasan mengapa kesalahan terjadi tanpa memberikan penyelesaian konkret

82.

Dalam memberikan informasi umum tentang layanan rumah sakit kepada pasien dan keluarga, teknik komunikasi yang paling efektif adalah:

a)

Memberikan brosur layanan tanpa melakukan penjelasan tambahan

b)

Menggunakan istilah medis yang tepat agar informasi terlihat profesional

c)

Menggunakan bahasa sederhana dan memastikan pasien atau keluarga mengerti dengan memberikan kesempatan untuk bertanya

d)

Memberikan informasi hanya jika pasien atau keluarga memintanya

e)

Menyampaikan informasi secara terburu-buru agar lebih banyak pasien bisa dilayani

83.

Salah satu hambatan dalam komunikasi antara operator layanan kesehatan dan pasien adalah:

a)

Pasien merasa terlalu banyak diberi informasi tentang kondisi medis

b)

Perbedaan latar belakang budaya dan bahasa yang menyebabkan kesalahpahaman

c)

Operator terlalu fokus pada kebutuhan emosional pasien dibandingkan informasi medis

d)

Pasien memiliki pengetahuan medis yang lebih tinggi daripada petugas kesehatan

e)

Komunikasi dilakukan secara tertulis dibandingkan lisan

84.

Berdasarkan regulasi terkait, salah satu hak utama pasien di rumah sakit yang harus dipenuhi oleh fasilitas kesehatan adalah:

a)

Memilih tenaga kesehatan yang akan merawatnya

b)

Menuntut layanan kesehatan tanpa mengikuti prosedur administratif rumah sakit

c)

Mengakses informasi yang jelas dan lengkap mengenai diagnosis, pengobatan, dan prosedur medis

d)

Mendapatkan layanan rawat inap meskipun tidak memenuhi syarat administratif

e)

Meminta fasilitas VIP secara gratis meskipun bukan peserta JKN

85.

Salah satu kewajiban utama petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Yankes) adalah:

a)

Memberikan pelayanan hanya kepada pasien yang memiliki asuransi kesehatan

b)

Mengutamakan pelayanan kepada pasien VIP sebelum pasien reguler

c)

Memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar profesi, kode etik, dan kebutuhan pasien

d)

Mengikuti instruksi pimpinan tanpa mempertimbangkan hak-hak pasien

e)

Memberikan informasi medis hanya jika diminta oleh keluarga pasien

86.

Apa yang dimaksud dengan pelayanan prima (service excellent) di rumah sakit?

a)

Layanan yang hanya berfokus pada penyediaan fasilitas kelas tinggi bagi pasien tertentu

b)

Sistem pelayanan yang memprioritaskan jumlah pasien yang dilayani daripada kualitas layanan

c)

Proses administratif untuk memastikan pasien mendapatkan layanan dengan biaya minimal

d)

Pelayanan yang bersifat eksklusif untuk pasien dengan kebutuhan medis kompleks

e)

Upaya memberikan pelayanan yang melebihi kebutuhan dan harapan pasien dengan cara profesional, ramah, dan efektif

87.

Tujuan utama dari pelayanan prima di fasilitas pelayanan kesehatan adalah:

a)

Memastikan pasien selalu mendapatkan perawatan tanpa mempertimbangkan kondisi rumah sakit

b)

Meningkatkan kepercayaan pasien terhadap layanan kesehatan dengan memberikan pengalaman positif

c)

Mengurangi beban kerja petugas kesehatan melalui prosedur yang lebih ringkas

d)

Memberikan keuntungan maksimal bagi rumah sakit melalui efisiensi pelayanan

e)

Mencapai jumlah pasien terbanyak dalam waktu singkat

88.

Apa manfaat utama penerapan pelayanan prima bagi fasilitas pelayanan kesehatan?

a)

Meningkatkan pendapatan fasilitas kesehatan melalui kenaikan biaya layanan

b)

Menurunkan tingkat kunjungan pasien agar petugas dapat bekerja lebih efisien

c)

Membantu membangun citra positif dan meningkatkan loyalitas pasien terhadap layanan

d)

Mengurangi waktu interaksi dengan pasien untuk meningkatkan produktivitas tenaga kesehatan

e)

Mengutamakan pelayanan bagi pasien tertentu dibandingkan pasien reguler

89.

Pelayanan prima memiliki beberapa unsur pokok yang harus dipenuhi. Salah satu unsur pokok tersebut adalah:

a)

Memberikan fasilitas mewah kepada pasien tanpa memperhatikan kebutuhan utamanya

b)

Kecepatan dalam memberikan layanan tanpa memperhatikan kualitas

c)

Sikap ramah, responsif, dan perhatian terhadap kebutuhan pasien secara menyeluruh

d)

Menyelesaikan pelayanan tanpa memerlukan umpan balik dari pasien

e)

Menjaga jarak dengan pasien untuk menjaga formalitas pelayanan

90.

Salah satu bentuk upaya pelayanan prima yang dapat dilakukan di rumah sakit adalah:

a)

Membuat sistem antrean yang memprioritaskan pasien dengan tingkat urgensi lebih rendah

b)

Mengedepankan prosedur administratif dibandingkan penanganan medis

c)

Menerapkan pendekatan pasien-sentris (patient-centered care) untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasien

d)

Memberikan informasi medis hanya dalam bentuk tertulis tanpa menjelaskan secara lisan

e)

Memprioritaskan pasien yang memiliki asuransi kesehatan premium

91.

Apa yang dimaksud dengan sikap caring yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan?

a)

Kemampuan tenaga kesehatan untuk menyelesaikan tugasnya tanpa melibatkan aspek emosional

b)

Ketelitian tenaga kesehatan dalam mendokumentasikan semua tindakan medis yang dilakukan

c)

Ketegasan dalam memberikan pelayanan agar pasien mematuhi semua instruksi medis

d)

Sikap tulus, peduli, dan perhatian yang ditunjukkan tenaga kesehatan terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan emosional pasien

e)

Kemampuan tenaga kesehatan untuk menjaga profesionalisme dengan tidak melibatkan komunikasi interpersonal

92.

Contoh perilaku caring yang dapat ditunjukkan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan adalah:

a)

Mempercepat proses pelayanan agar dapat melayani lebih banyak pasien

b)

Memberikan keputusan medis secara sepihak tanpa melibatkan pasien atau keluarga

c)

Menghindari pembicaraan personal dengan pasien untuk menjaga hubungan formal

d)

Menjelaskan prosedur medis dengan bahasa yang sederhana dan mendengarkan kekhawatiran pasien

e)

Mengutamakan tugas administratif dibandingkan interaksi dengan pasien

93.

Salah satu manfaat utama dari perilaku caring yang ditunjukkan oleh petugas kesehatan adalah:

a)

Mempercepat proses administrasi dan pengobatan pasien di fasilitas kesehatan

b)

Memastikan pasien mengikuti semua instruksi medis tanpa mempertanyakan keputusannya

c)

Mengurangi beban kerja tenaga kesehatan dengan mendistribusikan tugas kepada pasien

d)

Mengutamakan kebutuhan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan

e)

Membantu menciptakan hubungan saling percaya yang dapat meningkatkan keberhasilan terapi dan kepuasan kerja petugas

94.

Mengapa menjaga penampilan profesional penting dalam pelayanan prima di fasilitas kesehatan?

a)

Karena pasien lebih menghargai petugas yang berpenampilan formal daripada yang komunikatif

b)

Karena penampilan menjadi satu-satunya indikator keberhasilan pelayanan yang diberikan

c)

Penampilan adalah faktor utama yang menentukan kesembuhan pasien

d)

Penampilan profesional digunakan untuk menjaga jarak antara pasien dan petugas kesehatan

e)

Penampilan yang rapi mencerminkan kompetensi, kredibilitas, dan rasa hormat kepada pasien

95.

Salah satu cara efektif untuk membina hubungan baik dengan pasien adalah:

a)

Menghindari diskusi tentang kondisi medis pasien untuk menjaga formalitas hubungan

b)

Berempati terhadap kekhawatiran pasien dan melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan medis

c)

Memberikan informasi medis secara teknis tanpa memastikan pemahaman pasien

d)

Mengutamakan opini petugas kesehatan tanpa memperhatikan preferensi pasien

e)

Membatasi waktu interaksi dengan pasien untuk meningkatkan produktivitas

96.

Apa yang dimaksud dengan sikap positif dalam menghadapi pasien dan tenaga kesehatan lain di tempat kerja?

a)

Mengutamakan tugas pribadi sebelum membantu pasien atau rekan kerja

b)

Mempertahankan opini pribadi tanpa mempertimbangkan masukan dari rekan kerja

c)

Menghindari diskusi yang melibatkan opini pasien untuk menghindari konflik

d)

Menunjukkan penghargaan, mendengarkan secara aktif, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif

e)

Menyelesaikan perbedaan pendapat dengan rekan kerja melalui hierarki jabatan

97.

Saat menghadapi pasien yang menyampaikan keluhan dengan nada emosional, langkah yang paling tepat bagi petugas kesehatan untuk menjaga emosi dan performa adalah:

a)

Meminta pasien untuk menuliskan keluhan secara tertulis agar lebih formal

b)

Mengalihkan perhatian pasien dengan memberikan informasi tambahan yang tidak relevan

c)

Memberikan tanggapan cepat tanpa mendengarkan seluruh keluhan pasien

d)

Membiarkan pasien menyelesaikan komplainnya sendiri untuk menghindari konflik

e)

Mendengarkan keluhan pasien dengan sikap tenang, menunjukkan empati, dan menawarkan solusi yang konstruktif

98.

Salah satu prinsip pokok dalam pelayanan prima adalah reliability. Sikap atau perilaku yang mencerminkan prinsip ini adalah:

a)

Memberikan layanan hanya kepada pasien yang dianggap prioritas

b)

Mengalihkan tanggung jawab kepada rekan kerja saat menghadapi keluhan pasien

c)

Mengutamakan kecepatan pelayanan meskipun hasilnya kurang memuaskan

d)

Memberikan pelayanan yang konsisten, akurat, dan sesuai dengan janji yang diberikan kepada pasien

e)

Menyelesaikan tugas sesuai prosedur tanpa perlu berkomunikasi dengan pasien

99.

Salah satu perbedaan utama antara pelayanan barang dan jasa dalam konteks pelayanan kesehatan adalah:

a)

Pelayanan barang bersifat tangible, sedangkan pelayanan jasa bersifat intangible dan sangat dipengaruhi oleh interaksi petugas dengan pasien

b)

Pelayanan barang dapat diberikan tanpa memerlukan prosedur administratif, sedangkan pelayanan jasa memerlukan dokumen lengkap

c)

Pelayanan barang selalu memiliki standar kualitas yang sama, sedangkan pelayanan jasa tidak memiliki standar yang dapat diukur

d)

Pelayanan barang hanya melibatkan kebutuhan pasien fisik, sedangkan pelayanan jasa tidak memengaruhi aspek emosional pasien

e)

Pelayanan barang lebih fleksibel dibandingkan pelayanan jasa dalam hal waktu pelaksanaan

100.

Upaya apa yang dapat dilakukan petugas layanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan?

a)

Membatasi inovasi pelayanan agar tetap sesuai dengan rutinitas yang ada

b)

Memberikan pelayanan berdasarkan pengalaman pribadi tanpa pelatihan tambahan

c)

Melibatkan pasien dalam proses evaluasi pelayanan untuk mendapatkan umpan balik yang relevan

d)

Menentukan kebijakan pelayanan tanpa melibatkan rekan kerja atau pimpinan

e)

Mengutamakan tugas administratif tanpa memberikan waktu untuk interaksi pasien

101.

Menurut UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, salah satu tujuan utama dari pelayanan kesehatan adalah:

a)

Meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat

b)

Menurunkan biaya pengobatan di rumah sakit

c)

Meningkatkan jumlah rumah sakit swasta

d)

Memperbanyak tenaga medis di perkotaan

e)

Menjamin pelayanan kesehatan hanya untuk peserta JKN

102.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, istilah promotif merujuk pada:

a)

Upaya untuk mencegah terjadinya penyakit

b)

Pelayanan kesehatan yang hanya untuk pasien rawat inap

c)

Upaya untuk mengobati penyakit yang sudah ada

d)

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di rumah sakit

e)

Pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif

103.

Menurut Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, salah satu kriteria fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kepada peserta JKN adalah:

a)

Menawarkan layanan kesehatan gratis untuk semua pasien

b)

Memiliki fasilitas rawat inap dengan kapasitas minimal 50 tempat tidur

c)

Memiliki dokter spesialis di setiap bidang

d)

Terakreditasi oleh lembaga akreditasi yang diakui

e)

Memiliki laboratorium dengan peralatan canggih

104.

Dalam sistem pelayanan kesehatan, apa yang dimaksud dengan rujukan horizontal?

a)

Rujukan untuk pemeriksaan laboratorium di luar fasilitas kesehatan

b)

Pemindahan pasien antar fasilitas kesehatan dengan tingkat pelayanan yang sama

c)

Rujukan untuk mendapatkan obat di apotek lain

d)

Rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke tingkat lanjut

e)

Pengiriman pasien ke rumah sakit yang lebih jauh

105.

Menurut Permenkes Nomor 71 Tahun 2015, apa yang harus dilakukan jika pasien tidak terdaftar dalam sistem JKN?

a)

Menunda pelayanan hingga data tersedia

b)

Memberikan pelayanan tanpa verifikasi data

c)

Melakukan verifikasi data dengan BPJS Kesehatan terlebih dahulu

d)

Memberikan informasi tentang biaya rawat inap secara mandiri

e)

Mengarahkan pasien untuk mendaftar sebagai peserta JKN

106.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, apa yang dimaksud dengan pelayanan preventif?

a)

Pelayanan yang bertujuan untuk mengobati penyakit yang sudah ada

b)

Pelayanan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit

c)

Pelayanan yang hanya diberikan kepada pasien dengan penyakit kronis

d)

Pelayanan yang dilakukan setelah pasien dirawat inap

e)

Pelayanan yang berfokus pada rehabilitasi pasien

107.

Dalam Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, salah satu tujuan utama dari sistem kesehatan nasional adalah:

a)

Meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat

b)

Memperbanyak rumah sakit swasta di daerah perkotaan

c)

Menurunkan biaya pengobatan untuk pasien BPJS

d)

Meningkatkan jumlah tenaga medis di rumah sakit besar

e)

Memfokuskan pada pengobatan penyakit menular saja

108.

Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, puskesmas diharapkan melakukan kegiatan berikut, kecuali:

a)

Pengawasan terhadap penggunaan obat terlarang

b)

Penyediaan layanan kesehatan mental

c)

Pengobatan penyakit menular

d)

Pengadaan alat olahraga untuk masyarakat

e)

Penyuluhan tentang pola makan sehat

109.

Menurut Permenkes Nomor 27 Tahun 2017, salah satu indikator keberhasilan program kesehatan masyarakat adalah:

a)

Jumlah pasien yang dirawat inap

b)

Jumlah dokter spesialis yang tersedia

c)

Rendahnya angka kematian ibu dan anak

d)

Jumlah rumah sakit yang terakreditasi

e)

Jumlah obat yang tersedia di apotek

110.

Menurut Permenkes Nomor 46 Tahun 2015, rumah sakit harus memiliki sistem informasi yang dapat:

a)

Semua jawaban benar

b)

Mempermudah proses administrasi dan billing

c)

Mendukung pengambilan keputusan klinis

d)

Menjamin kerahasiaan data pasien

e)

Menyediakan akses informasi bagi pasien