wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

twk pancasila

Total questions: 18

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Dalam konteks hukum di Indonesia, Pancasila berfungsi sebagai sumber dari segala sumber hukum dan norma yang berlaku di negara ini. Sebagai fondasi negara, Pancasila menampilkan karakteristik kerohanian yang dipandang sebagai asas hukum Indonesia. Lebih jauh, empat pokok pikiran yang dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Negara Republik Indonesia merupakan ekspresi yang lebih terperinci dari Pancasila itu sendiri. Dengan mempertimbangkan informasi tersebut, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana relasi antara Pancasila dan hukum di Indonesia, serta apa implikasinya terhadap pengaturan norma dan tata tertib di negara ini?

a)

Pancasila hanyalah sebagai simbol nasional yang tidak memiliki dampak substantif terhadap hukum dan norma di Indonesia

b)

Pancasila hanya berfungsi sebagai sebuah teori atau konsep filosofis yang tidak memiliki hubungan langsung dengan praktik hukum di Indonesia.

c)

Pancasila hanya berfungsi sebagai alat historis yang menggambarkan bagaimana hukum dan konstitusi Indonesia berkembang, dan tidak memiliki relevansi dalam konteks hukum saat ini.

d)

Pancasila berfungsi sebagai hukum tertinggi yang mengatur semua aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia, mengalahkan peran Konstitusi.

e)

Pancasila berperan sebagai landasan spiritual dan sumber primer dari hukum dan norma di Indonesia, yang lebih lanjut dijabarkan dalam empat pokok pikiran yang ada dalam Pembukaan Undang-Undang

2.

Udin adalah seorang pedagang beras. Ia sudah lama berjualan beras sebagai pemasok selama lebih dari 5 tahun. Ia selalu menjual dengan memasok tiap agen yang ada di daerahnya, namun pada suatu hari ia pernah ditawari oleh kenalannya bahwa ia bisa mengimpor beras dari negara tetangga dengan harga yang jauh lebih murah. Namun Udin tidak tertarik karena ia berpikir selama ini ia memasok dagangan dari petani-petani lokal. Jika ia mengimpor beras maka petani lokal akan merugi karena tidak ada yang membeli beras mereka. Hal yang dilakukan Udin merupakan pengamalan Pancasila tepatnya pada sila ke…

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

3.

Dalam kajian terhadap sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, dua aspek penting muncul dalam proses pengamalannya. Yang pertama adalah adanya keyakinan dan ketaqwaan individu terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang sejalan dengan agama dan keyakinannya sendiri, berdasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Aspek kedua mencakup penghargaan dan kerja sama di antara individu yang memiliki agama dan keyakinan yang berbeda untuk menciptakan kerukunan hidup. Menimbang karakteristik masyarakat Indonesia yang multikultural dan multiagama, bagaimana pendekatan terbaik untuk memastikan bahwa kedua aspek ini dapat diwujudkan secara optimal dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Mendirikan lembaga pemerintah khusus yang tugasnya adalah untuk memastikan bahwa setiap individu menjalankan agama dan keyakinannya dengan benar

b)

Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pengamalan sila pertama Pancasila kepada masing-masing individu, tanpa intervensi dari masyarakat atau pemerintah

c)

Mewajibkan semua orang untuk mengikuti agama yang sama agar memudahkan proses pengamalan sila pertama Pancasila

d)

Menekankan bahwa agama dan keyakinan individu tidak penting sejauh individu tersebut menjalani hidup yang etis dan moral

e)

Mendorong pendidikan dan pemahaman tentang agama dan keyakinan yang berbeda di antara masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan saling menghargai

4.

Dalam konteks kerangka hukum Indonesia, Pancasila dianggap sebagai sumber politis dan sistem etika yang abstrak dan menjadi norma tertinggi (Grundnorm) yang menjadi dasar untuk penyusunan berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Sistem hukum ini diilustrasikan dalam bentuk piramida oleh Hans Kelsen, dimana norma yang lebih rendah mendapatkan kekuatannya dari norma yang lebih tinggi. Berdasarkan penjelasan ini, bagaimana pengaruh struktur hukum piramida ini terhadap implementasi dan penerapan Pancasila dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia?

a)

Struktur hukum piramida ini berkontribusi pada pergeseran fokus dari Pancasila ke norma-norma yang lebih rendah dan konkret, yang mungkin lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat

b)

Struktur hukum piramida ini membuat Pancasila menjadi terisolasi dan terpisah dari norma-norma hukum lainnya di Indonesia, sehingga menghambat implementasinya dalam kebijakan publik

c)

Struktur hukum piramida ini memastikan bahwa setiap peraturan dan undang-undang di Indonesia harus selaras dan konsisten dengan nilai-nilai dan prinsip Pancasila, yang merupakan norma tertinggi

d)

Dengan struktur hukum piramida, Pancasila menjadi abstrak dan sulit dipahami, sehingga seringkali tidak diterapkan dengan benar dalam praktik kehidupan sehari-hari di Indonesia

e)

Sebagai norma tertinggi, Pancasila sebenarnya tidak memiliki pengaruh langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, karena norma-norma yang lebih rendah dan lebih konkret adalah yang benar-benar berlaku

5.

Perumusan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia berlangsung pada akhir masa pendudukan Jepang. Situasi ini dipicu oleh janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, yang kemudian tidak terlaksana karena kekalahan Jepang oleh Sekutu. Hal ini mendorong bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri dan memproklamirkan kemerdekaannya. Selama proses ini, Jepang mendirikan BPUPKI, sebuah badan yang bertugas melakukan persiapan untuk kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh penting dalam proses ini termasuk Muh. Yamin, Supomo, dan Sukarno. Berdasarkan penjelasan ini, bagaimana peran berbagai faktor dan tokoh ini dalam pengembangan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia?

a)

Perumusan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara lebih merupakan hasil dari kegagalan Jepang untuk memenuhi janji kemerdekaannya kepada Indonesia, daripada kontribusi aktif dari individu-individu seperti Yamin, Supomo, dan Sukarno.

b)

Jepang dan tokoh-tokoh seperti Muh. Yamin, Supomo, dan Sukarno memiliki peran yang sama dalam pembentukan Pancasila, dengan Jepang memberikan platform melalui BPUPKI dan tokoh-tokoh tersebut mengusulkan dasar negara

c)

Meskipun Jepang mendirikan BPUPKI, peran penting dalam pembentukan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara terletak pada individu seperti Muh. Yamin, Supomo, dan Sukarno yang berani mengusulkan dasar negara tersebut

d)

Jepang, melalui pembentukan BPUPKI, berperan langsung dalam pembentukan Pancasila, meskipun tujuan awal mereka adalah untuk memanfaatkan simpati rakyat Indonesia

e)

Jepang tidak berkontribusi secara signifikan dalam pembentukan Pancasila, dan peran mereka sebatas memberikan dorongan untuk bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya

6.

  Muhammad Yamin, sebagai individu pertama yang menyampaikan gagasan tentang dasar negara Republik Indonesia, membawa lima asas dasar negara dalam pidatonya pada tanggal 29 Mei 1945. Asas-asas tersebut meliputi peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ke-Tuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan sosial. Berdasarkan penjelasan ini, pertanyaannya adalah, bagaimana kontribusi Muhammad Yamin dalam pembentukan Pancasila dapat diinterpretasikan dalam konteks pembangunan dan pemahaman ideologi negara Indonesia saat ini?

a)

Muhammad Yamin berperan dalam mengubah Pancasila menjadi etos nasional dan menjadi dasar dari pemahaman ideologi negara

b)

Muhammad Yamin, melalui penegasan lima asas dasar negara, memainkan peran krusial dalam menetapkan pandangan tentang etos dan nilai-nilai yang mendasari Republik Indonesia

c)

Meskipun Muhammad Yamin adalah yang pertama menyampaikan gagasan tentang dasar negara, peran dia dalam pembentukan Pancasila dapat dianggap minimal

d)

Pidato Muhammad Yamin mengenai lima asas dasar negara merupakan manifestasi dari pandangan individualnya, dan tidak memiliki relevansi signifikan terhadap perkembangan Pancasila

e)

Kontribusi Muhammad Yamin sebatas dalam menyampaikan gagasan, namun tidak berdampak nyata pada pembentukan dan pemahaman ideologi negara

7.

Pada tanggal 4 Desember 44 tahun lalu, Tgk Hasan Muhammad Ditiro alias Hasan Tiro mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Deklarasi kelompok separatis dari Indonesia itu dilakukan Hasan Tiro di Gunung Halimon, Kabupaten Pidie, pada 1976 silam.Perlawanan itu berakhir setelah ada kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan kelompok GAM lewat Perjanjian Helsinki pada 2005 silam. GAM yang semula kelompok separatis pun bertransformasi menjadi partai lokal di tengah otonomi khusus dari pemerintahan Indonesia. Meskipun telah bertransformasi, elemen GAM masih tetap ingin merayakan milad atau lahirnya eksistensi pergerakan tersebut saban 4 Desember. Mantan Panglima GAM Muzakkir Manaf menerangkan momentum peringatan milad GAM diharap menjadi ajang refleksi bagi seluruh kombatan. Peringatan 4 Desember, kata dia, adalah sebuah sejarah yang terjadi di Aceh dan wajib dikenang dengan menyantuni anak yatim, zikir, hingga ibadah bersama lainnya. (sumber cnnindonesia.com) Jika seandainya dahulu GAM berhasil mencapai misinya untuk keluar dari NKRI, aksi tersebut melanggar Pancasila pada sila…

a)

empat

b)

lima

c)

tiga

d)

dua

e)

satu

8.

Pancasila, sebagai ideologi bangsa Indonesia, merupakan refleksi dari nilai-nilai fundamental yang berakar dalam masyarakat. Pancasila memiliki dimensi-dimensi realitas, idealitas, dan fleksibilitas yang mempengaruhi aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks Pancasila sebagai ideologi, pertimbangkan dimensi realitas, idealitas, dan fleksibilitas sebagai unsur konseptual dalam interpretasinya. Dengan mempertimbangkan bahwa nilai-nilai Pancasila berasal dari nilai-nilai yang nyata dan hidup dalam masyarakat dan dipelihara dalam adat-istiadat, budaya, agama dan keyakinan masyarakat Indonesia terhadap TYME, mana yang paling akurat menggambarkan dimensi dan sifat dari Pancasila?

a)

Pancasila sebagai ideologi menggambarkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, yang berbasis pada adat-istiadat, budaya, agama, dan keyakinan terhadap TYME, mempengaruhi semua aspek kehidupan, dan dapat beradaptasi dengan perkembangan dan perubahan zaman.

b)

Pancasila sebagai ideologi hanya berlaku untuk orang Indonesia dan tidak memiliki relevansi atau makna bagi orang-orang dari budaya atau negara lain.

c)

Pancasila sebagai ideologi yang bersumber dari masyarakat, mencerminkan nilai-nilai tradisional, namun memiliki kekakuannya dan tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman

d)

Pancasila, sebagai ideologi berbasis pada realitas, idealitas, dan fleksibilitas, hanya mencerminkan nilai-nilai masyarakat Indonesia yang eksotis dan tidak berlaku dalam konteks global

e)

Pancasila sebagai ideologi terlalu kompleks dan rumit untuk dipahami dan diterapkan dalam masyarakat modern dan beragam

9.

Pancasila, sebagai ideologi, mencakup dimensi realitas, idealitas, dan fleksibilitas. Mengingat Pancasila sebagai pengejawantahan idealitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia, serta tujuan bangsa Indonesia yang jelas diuraikan dalam Alinea II Pembukaan UUD 1945 yang juga merupakan tujuan dari Proklamasi Kemerdekaan. Berdasarkan dimensi idealitas dari Pancasila sebagai ideologi, bagaimana pernyataan cita-cita yang tercantum dalam Alinea II Pembukaan UUD 1945 dapat diartikan sebagai pengejawantahan dari cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan implikasinya pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara?

a)

Cita-cita yang tercantum dalam Alinea II Pembukaan UUD 1945 mencerminkan idealitas Pancasila, yang menghubungkan dan memperjelas tujuan Proklamasi Kemerdekaan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

b)

Cita-cita yang dicantumkan dalam Alinea II Pembukaan UUD 1945 menggambarkan Pancasila hanya dalam dimensi idealitas dan tidak mencakup dimensi realitas dan fleksibilitas

c)

Alinea II Pembukaan UUD 1945 hanya mencakup cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan tidak berhubungan dengan Pancasila atau aspek lain dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

d)

Pancasila dan Alinea II Pembukaan UUD 1945 adalah konsep yang saling bertentangan dan tidak dapat dipadukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

e)

Cita-cita Proklamasi Kemerdekaan tidak relevan dengan dimensi idealitas Pancasila dan tidak ada hubungannya dengan Alinea II Pembukaan UUD 1945

10.

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki lima sila yang mewakili nilai-nilai yang dipegang teguh oleh bangsa ini. Dalam konteks nilai 'Persatuan Indonesia', ditekankan pentingnya persatuan, kesatuan, dan kepentingan serta keselamatan bangsa dan negara yang diletakkan di atas kepentingan pribadi dan golongan. Ditambah lagi, nilai ini juga mengharuskan individu untuk siap dan rela berkorban bagi kepentingan negara dan bangsa, serta mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa serta rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, bagaimanakah terapan praktis dari nilai 'Persatuan Indonesia' dalam Pancasila dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari yang mencakup rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air, serta rela berkorban untuk negara dan bangsa jika diperlukan?

a)

Nilai 'Persatuan Indonesia' tidak perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan hanya relevan dalam situasi darurat atau konflik

b)

Pancasila dan nilai 'Persatuan Indonesia' adalah konsep yang tidak perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan hanya relevan dalam konteks akademik atau teoretis.

c)

Nilai 'Persatuan Indonesia' hanya mengharuskan individu untuk merasa cinta dan bangga kepada Indonesia, tetapi tidak memerlukan pengorbanan bagi kepentingan negara dan bangsa

d)

Nilai 'Persatuan Indonesia' dalam Pancasila hanya relevan dalam konteks politik dan hukum, dan tidak berdampak pada kehidupan individu sehari-hari

e)

Terapan praktis dari nilai 'Persatuan Indonesia' dapat diamati dalam bentuk rasa patriotisme, solidaritas, toleransi, dan kerjasama antar individu dan kelompok dalam masyarakat, yang mencerminkan penekanan pada kepentingan dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

11.

Disintegrasi bangsa berarti adanya perpecahan yang terjadi antar masyarakat dalam negara berdaulat, baik secara de facto maupun de jure. Kondisi inilah yang menjadi ancaman dalam pembangunan skala nasional, lantaran setiap orang memiliki komitmen tersendiri dalam pelaksanaannya. Melalui makna ini tentu saja disintegrasi akan menjadi penyebab rusaknya persatuan dan kesatuan dalam masyarakat yang terjadi karena perbedaan kepentingan antara individu dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, ataupun individu dengan individu lainnya yang dapat menimbulkan beragam jenis konflik sosial. Adapun beberapa dampak yang diakibatkan dari disintegrasi bangsa antara lain sebagai berikut, kecuali ...

a)

Rusaknya integrasi sosial yang disebabkan oleh setiap orang yang lebih

mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum

b)

Timbulnya konflik sosial sebagai akibat ketidakpuasan antara masyarakat

satu dengan lainnya

c)

Meningkatnya interaksi sosial yang muncul lantaran masyarakat

seperti mengalami kemudahan dalam melakukan proses komunikasi

d)

Tidak tercapainya pembangunan nasional sebagai fakta yang menunjukkan

bahwa disintegrasi bangsa akan menjadi polemik bagi masyarakat dan

sistem pemerintahan yang ada

e)

Terganggunya hubungan sosial yang terjadi dengan serangkaian akibat yang

menjadi penyebab setiap golongan mementingkan peran dan kekuasaannya

masing-masing

12.

Terdapat sebuah permasalahan politik dalam konteks Pemilihan Bupati

Musi Rawas Utara Tahun 2025. Pasangan Calon No. Urut 3 H.M Syarif dan

Surian, yang merupakan calon petahana, menggugat keputusan KPU Musi

Rawas Utara yang menetapkan Pasangan Calon No. Urut 1 Devi Suhartono

dan Innayatullah sebagai pemenang Pemilihan Bupati Musi Rawas Utara

Tahun 2020 dengan alasan melanggar asas pemilu yang luber dan jurdil.

Mengambil perspektif sila keempat Pancasila, "Kerakyatan yang Dipimpin

oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan",

bagaimana kita harus memahami dan menilai tindakan Pasangan Calon No.

Urut 3 ini?

a)

Pasangan Calon No. Urut 3 sedang melaksanakan hak mereka sebagai

warga negara dan masyarakat dengan mencari keadilan melalui saluran

hukum, dan ini adalah pengamalan sila keempat Pancasila.

b)

Meskipun Pasangan Calon No. Urut 3 mungkin merasa tidak adil,

mereka seharusnya menerima hasil pemilihan dengan itikad baik dan rasa

tanggung jawab, sesuai dengan sila keempat Pancasila

c)

Tindakan Pasangan Calon No. Urut 3 sebenarnya melanggar sila

keempat Pancasila, karena mereka mencoba memaksakan kehendak mereka

sendiri dan tidak menghargai proses demokrasi

d)

Pasangan Calon No. Urut 3 menerapkan prinsip musyawarah dalam

mengambil keputusan dengan melibatkan hukum dan proses konstitusional

untuk menyelesaikan perselisihan, sesuai dengan sila keempat

Pancasila

e)

Dalam kasus ini, Pasangan Calon No. Urut 3 mungkin

melaksanakan hak mereka untuk menggugat hasil pemilihan, namun

mereka juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan

keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi

kepentingan bersama

13.

Pembukaan UUD 1945 dan Pasal-Pasal UUD 1945 mencerminkan hubungan antara Pancasila sebagai dasar negara dan konstitusi Indonesia. Didalamnya, terkandung empat pokok pikiran, yaitu persatuan, keadilan sosial, kedaulatan rakyat, dan Ketuhanan Yang Maha Esa atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Masing-masing pokok pikiran tersebut merupakan perwujudan dari sila-sila Pancasila dan memiliki pengertian tersendiri dalam konteks negara dan pemerintahan Indonesia. Dengan mengingat konteks tersebut, bagaimanakah interaksi antara pokok-pokok pikiran dalam UUD 1945 dan sila-sila Pancasila berkontribusi dalam pembentukan identitas dan praktek politik di Indonesia?

a)

Interaksi tersebut menciptakan paradoks dalam praktek politik di

Indonesia karena masing-masing sila Pancasila dan pokok pikiran UUD

1945 memiliki interpretasi yang berbeda

b)

Interaksi tersebut berfungsi sebagai dasar untuk menciptakan sistem

politik yang seimbang dan adil, di mana setiap individu dan kelompok

memiliki hak dan kewajiban yang sama

c)

Interaksi tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap praktek politik

di Indonesia karena ada faktor-faktor lain yang lebih dominan dalam

membentuk identitas dan praktek politik di Indonesia

d)

Interaksi tersebut mempengaruhi identitas politik Indonesia

dengan menciptakan kerangka kerja yang mendukung persatuan,

keadilan sosial, kedaulatan rakyat, dan penghormatan terhadap semua

agama dan keyakinan

e)

Interaksi tersebut menciptakan konflik dalam praktek politik Indonesia

karena sila-sila Pancasila dan pokok pikiran UUD 1945 seringkali

bertentangan satu sama lain

14.

Radikalisme adalah sebuah paham yang berkonotasi negatif yang terlihat

dari beberapa tindakan berikut, kecuali ...

a)

Menolak adanya perbedaan pilihan dalam kontestasi politik

b)

Menuntut perubahan secara drastis serta menggunakan kekerasan

c)

Bertindak anarkis atas nama agama tertentu terhadap kelompok tertentu

d)

Mobilisasi masa untuk kepentingan tertentu yang berujung konflik

15.

Pasal 1 ayat (2) dan Pasal 36A. Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar sistem demokrasi konstitusional dan menjadi landasan etika dalam kehidupan politik bangsa Indonesia. Lebih jauh, Pancasila berfungsi sebagai norma hukum dalam pembentukan dan pelaksanaan kebijakan publik, dan menjadi petunjuk bagi aktivitas sosial politik sektor masyarakat seperti organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan media massa. Dalam konteks ini, bagaimanakah peran Pancasila dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara sektor pemerintah dan sektor masyarakat, dan bagaimana hal ini bisa membantu mewujudkan "clean government" dan "good governance" untuk masyarakat yang adil dan makmur?

a)

Pancasila membantu menciptakan hubungan yang harmonisantara

sektor pemerintah dan sektor masyarakat dengan memandusektor

masyarakat dalam memberikan masukan yang baik kepadasektor

pemerintah, dan sektor pemerintah menghasilkan kebijakanyang pro

rakyat dan bertanggung jawab

b)

Pancasila hanya berfungsi sebagai dasar etika dan norma hukum, tetapi

tidak memiliki peran yang signifikan dalam membentuk hubungan antara

sektor pemerintah dan sektor masyarakat

c)

Pancasila hanya berfungsi sebagai landasan etika dan norma hukumbagi

sektor pemerintah, tetapi tidak berlaku untuk sektor masyarakat

d)

Pancasila membantu mewujudkan "clean government" dan "good

governance" dengan membatasi kegiatan politik dan memaksa sektor

pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan yang adil dan

bertanggung jawab

e)

Pancasila tidak berperan dalam mewujudkan "clean government" dan

"good governance", tetapi sebaliknya menjadi penghalang dalam proses

ini.

16.

Berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 30

Ayat (1), setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan dan pertahanan keamanan negara. Peran ini tidak hanya terbatas pada keterlibatan dalam tindakan fisik, tetapi juga mencakup partisipasi dalam menentukan kebijakan pertahanan melalui lembaga-lembaga perwakilan yang ditentukan oleh UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Dalam konteks ini, bagaimanakah seharusnya masyarakat melaksanakan hak dan kewajibannya dalam upaya pembelaan negara dan bagaimana hal ini berkaitan dengan profesi dan kemampuan mereka?

a)

Masyarakat seharusnya hanya terlibat dalam upaya pertahanan fisik,

karena ini adalah inti dari pembelaan negara

b)

Masyarakat tidak perlu terlibat secara langsung dalam pembelaan

negara, karena tugas ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah

dan militer

c)

Masyarakat seharusnya membatasi partisipasi mereka dalam pembelaan

negara hanya pada ranah politik, karena ini adalah area di mana mereka

dapat memberikan kontribusi terbesar

d)

Masyarakat dapat melaksanakan kewajiban bela negara mereka

melalui berbagai cara, termasuk tetapi tidak terbatas pada tindakan

fisik, partisipasi politik, dan kontribusi profesional sesuai dengan

kemampuan dan profesi mereka

e)

Masyarakat tidak memiliki peran dalam pembelaan negara, dan konsep

bela negara hanya relevan untuk institusi seperti militer dan

pemerintah

17.

Berdasarkan bacaan, Tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Salah satu cara dalam pelaksanaan tugas pokok ini adalah melalui operasi militer untuk perang. Dalam konteks ini, bagaimana sebaiknya TNI menyeimbangkan antara tugas pokok tersebut dengan kewajiban untuk mematuhi hukum internasional, khususnya hukum yang mengatur konflik bersenjata?

a)

TNI harus selalu mematuhi hukum internasional, meski hal ini berarti

mengorbankan sebagian tugas pokoknya

b)

TNI harus mematuhi hukum internasional hanya ketika konflik

bersenjata melibatkan aktor internasional lainnya, dan bukan ketika

melawan ancaman domestik

c)

TNI harus selalu fokus pada tugas pokoknya dan tidak perlu

mempertimbangkan hukum internasional dalam tindakannya

d)

TNI sebaiknya tidak terlibat dalam konflik bersenjata dan seharusnya

fokus pada tugas pokoknya dalam mempertahankan keutuhan NKRI

e)

TNI harus selalu mematuhi hukum internasional, tapi juga harus

memprioritaskan tugas pokoknya dalam menegakkan kedaulatan dan

keutuhan NKRI, serta melindungi bangsa Indonesia

18.

Tanah Papua masih belum juga dapat lepas dari serangkaian konflik bersenjata. Dari sejak era Orde Baru hingga Reformasi telah berjalan, rangkaian kejadian kekerasan yang melibatkan aparat keamanan dan kelompok separatis pendukung kemerdekaan Papua masih terus terjadi. Tak sedikit warga sipil yang justru jadi korban. Salah satu konflik besar yang terjadi di Papua sejak Era Reformasi yaitu kasus Wasior Juni 2001. Pada 13 Juni 2001 di Desa Wonoboyo, Wasior, empat orang penduduk sipil yaitu atas nama Daud Yomaki, Felix Urban, Henok Marani, dan Guntur Samberi dinyatakan tewas. Dari catatan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mereka diduga tewas oleh aparat keamanan yang melakukan pembunuhan di luar hukum. Selain itu, 39 orang mengalami penyiksaan dalam peristiwa ini, 5 orang dihilangkan secara paksa, dan 1 orang mengalami pelecehan seksual. Kasus ini digolongkan Komnas HAM sebagai salah satu kasus pelanggaran HAM berat pasca reformasi. Namun hingga kini, kasusnya masih juga belum ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Agung. Terkait dengan tindakan yang dilakukan berupa pelanggaran HAM terhadap penduduk sipil merupakan pelanggaran Pancasila tepatnya pada sila….

a)

Ketuhanan yang Maha Esa

b)

Kemanusiaan yang adil dan beradab

c)

Persatuan Indonesia

d)

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyarawatan perwakilan

e)

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia