wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan PSA

Total questions: 40

Worksheet time: 55mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

nilai moral

b)

nilai budaya

c)

nilai sosial

d)

nilai agama

e)

nilai pendidikan

2.

Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Kata arkais yang digarisbawahi "dititahkan" pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

diusir

b)

diperintah

c)

diharapkan

d)

diminta

e)

diizinkan

3.

Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....

a)

cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya

b)

kesaktian dan keunggulan ceritanya

c)

kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya

d)

kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya

e)

kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya

4.

Bacalah kutipan hikayat berikut! Kemudian, panglima peringgi berjalan di atas titian menuju dermaga bunga melur kembang cina. Ia berdiri diujung titi menunggu kedatangan gadis cik inam sedangkan raja petukal dan hulubalang yang bertujuh menunggu di geladak kapal dipangkal titi. Raja petukal menunggu gadis cik inam dengan perasaan gelisah.sebentar-sebentar ia memanjang lehernya memendang keujung jalan untuk mebelum.kadang-kadang ia merasa gerah. Ia meminta sebuah kipas dari pengawalnya, lalu berkipas sendiri. ”Jangan lupa tugas masing-masing,” hardik raja petukal mengingatkan hulubang yang bertujuh satu persatu. ”Kalau kalian berbuat bodoh,aku penggal leher kalian.mengerti?” “mengerti,tuanku,” mereka menyahut dengan suara gemetar. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut......

a)

Berbicaralah dengan sopan kepada orang lain

b)

Berkatalah jujur kepada pimpin

c)

Jangan melakukan sesuatu seorang diri

d)

Berlakulah adil kepada bawahan

e)

Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti

5.

Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?

a)

kemustahilan

b)

kesaktian tokoh-tokohnya

c)

anonim

d)

keunikan

e)

menggunakan alur berbingkai/ cerita berbingkai.

6.

Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....

a)

kata-kata baku

b)

kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan

c)

kata-kata yang sudah jarang digunakan

d)

kata-kata resapan dari bahasa asing

e)

kata-kata yang tidak terdapat di kamus

7.

Bacalah penggalan hikayat tersebut!

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"

Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

setelah itu

d)

maka

8.

Berikut nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat adalah.... (Jawaban lebih dari satu)

a)

Nilai religius

b)

Nilai cinta

c)

Nilai kejahatan

d)

Nilai pendidikan

e)

Nilai uang

9.

(1) bersifat imajinasi

(2) mengisahkan tentang kerajaan

(3) nama penciptanya tidak diketahui

(4) bersifat menyindir

(5) bersifat menghibur


Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?

a)

a. 1,3,5

b)

b. 2,4,5

c)

c. 1,2,3

d)

d. 1,4,5

10.

Urutan struktur teks hikayat yang benar adalah …

a)

Abstraksi - Resolusi - Orientasi - Evaluasi - Komplikasi - Koda

b)

Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Evaluasi - Resolusi - Koda

c)

Orientasi - Komplikasi - Resolusi

d)

Abstraksi - Resolusi - Komplikasi - Evaluasi - Koda - Komplikasi

e)

Abstraksi - Orientasi - Evaliasi - Komplikasi - Resolusi - Koda

11.

Majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang menonjol disebut…..

a)

Majas metafora

b)

Majas antonomasia

c)

Majas hiperbola

d)

Majas simile

e)

Majas perbandingan

12.

Kata beroleh, titah, buluh, mahligai, inang, upeti, bejana merupakan contoh dari penggunaan…..

a)

Konjungsi

b)

Kata arkais

c)

Majas

d)

Kata kausal

e)

Kata baku

13.

Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

antonomasi

b)

metafora

c)

hiiperbola

d)

personifikasi

e)

simile

14.

Bacalah hikayat berikut!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

e)

hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

15.
Apa yang dimaksud dengan Hikayat?
a)
A. Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.
b)
B. Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.
c)
C. Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.
d)
D. Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.
e)
E. Bentuk karya sastra yang terikat oleh nada, rima dan mimik serta penghayatan.
16.
Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Nilai budaya yang ditunjukkan dalam penggalan hikayat di atas adalah … .
a)
A. Memperkenalkan ilmu saat anak sudah cukup umur
b)
B. Mewariskan gelar raja pada keturunan
c)
C. Mempelajari ilmu agama
d)
D. Menemukan buluh perindu
e)
E. Memilih penerus raja melalui sayembara
17.
Kata arkais adalah ….
a)
A. Kata populer saat ini
b)
B. Kata baku yang resmi
c)
C. Kata sulit yang tidak dimengerti
d)
D. Kata unik yang baru muncul
e)
E. Kata yang sudah jarang digunakan
18.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

b)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

d)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

e)

Persahabatan antara burang dan kura-kura

19.

Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!


Mendengar ramalan yang demikian, Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda mereka dengan mengatakan, jikalau Jaya Langkara ada dalam negeri, negeri akan binasa, beras padi juga akan menjadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Langkara dengan bundayanya dari negeri.


Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas adalah…

a)

Nilai sosial

b)

Nilai Budaya

c)

Nilai estetika

d)

Nilai Edukasi

e)

Nilai Moral

20.

Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!


Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.


Nilai yang dapat kita ambil dalam kutipan hikayat di atas adalah…

a)

Nilai Sosial

b)

Nilai Budaya

c)

Nilai Edukasi

d)

Nilai Religius

e)

Nilai Estetika

21.

Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!


Sekali peristiwa, bapanya itu sakit dan hampir mati. Ia meminta Abu Nawas mencium telinganya. Telinga sebelah kanannya sangat harum baunya, sedangkan telinga kiri sangat busuk. Bapanya menerangkan bahwa semasa ia menjadi kadi dan membicarakan perkara dua orang, dia pernah mendengar aduan seorang dan tiada mendengar aduan yang lain.


Nilai moral apa yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas?

a)

Seorang yang hampir meninggal harus memiliki pesan kepada anaknya.

b)

Seorang anak harus menuruti kemauan orang tua.

c)

Sebagai penengah kita harus berperilaku adil.

d)

Tidak perlu mendengarkan perkataan orang tua yang berperilaku tidak baik.

e)

Seorang anak harus mendoakan orang tuanya.

22.

Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!


Telah dilihatnya anak raja itu, maka kata katak, “Hai orang muda! Lepaskan apalah hamba ini daripada ular itu; karena Allah kiranya tuan hamba menolong hamba! Karena hamba mencari rezeki akan anak-bini hamba.”

Maka anak raja itu pun berkata kepada ular itu, “Hai ular! Pintalah aku katak daripadamu itu.”

Maka kata ular itu, “Hai anak raja! Akan katak itu sedialah rezeki hamba juga akan memberi makan anak-istri hamba. Jikalau tuan hamba hendak melepaskan katak inim berilah tukarannya oleh tuan hamba.”

Maka kata anak raja itu, “Apakah ada kepada kamu, hanyalah dagingku, itulah yang ada padaku.” Maka kara ular itu, “Baiklah!”

Maka kata oleh anak raja itu pun diirisnya daging pahanya sebesar katak itu juga.


Sifat tokoh anak raja dalam kutipan hikayat tersebut adalah....

a)

Iri hati

b)

Kecil hati

c)

Buta hati

d)

Besar hati

e)

Murah hati

23.

Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!


Tiba-tiba dadanya berdeburan kencang. Ternyata titik-titik hitam makin lama semakin terlihat jelas dan membesar. Dalam kabut pagi titik-titik hitam tampak bagai pulau-pulau kecil yang bergerak perlahan-lahan menuju pantai. Dan semakin lama jumpah titik-titik hitam itu semakin banyak.


Latar yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah...

a)

Pagi hari, pantai, menegangkan

b)

Pagi hari, laut, mengharukan

c)

Siang hari, dermaga, menegangkan

d)

Siang hari, laut, mengharukan

e)

Pagi hari, dermaga, mengharukan

24.

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

Hikayat di atas menceritakan tentang .....

a)

mendahulukan kepentingan umum

b)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

c)

membantu orang yang sedang bersedih hati

d)

menghormati orang lain

e)

menolong orang yang sedang menderita

25.

Maka datang pada suatu hari, hujan pun turunlah dengan angin ribut, taufan, kelam kabut, gelap gulita dan tiada kelihatan barang suatu pun.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

repetisi

c)

Personifikasi

d)

Hiperbola

e)

simile

26.

Teks anekdot biasanya berisi ...

a)

humor dan lelucon berdasarkan khayalan penulis

b)

sebuah permasalahan yang diakhiri dengan persetujuan atau kesepakatan.

c)

humor bersifat menghibur tanpa berisi kritik atau pun saran.

d)

saran yang disampaikan melalui cerita lucu.

e)

kritik sosial mengenai kehidupan sehari-hari.

27.

Struktur teks anekdot terdiri dari...

a)

orientasi-abstraksi-krisis-koda-reaksi

b)

abstraksi-orientasi-reaksi-krisis-koda

c)

orientasi-abstraksi-reaksi-koda-krisis

d)

abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda

e)

abstraksi-reaksi-orientasi-krisis-koda

28.

Bacalah kutipan teks berikut!

Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya kembali ke masjid untuk mencari pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi karena warga mencurigainya sebagai pencuri. Andi pun dihakimi oleh massa.

"Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya yang hilang," sahut Andi.

Adiknya hanya diam ketakutan.

"Bagaimana, apakah kita lanjutkan hukuman ini?" kata kepala kampung.

"Lanjutkan saja, hajar dia supaya dia kapok mencuri sandal di masjid kita!" seru warga.

Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ...

a)

banyaknya kasus pencurian sandal di masjid

b)

anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal

c)

kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri

d)

kepala kampung yang mengayomi warganya

e)

hukuman untuk pencuri sandal

29.

kalimat retoris adalah

a)

kalimat yang tidak memerlukan jawaban

b)

kalimat yang tidak mengandung unsur perintah

c)

kalimat yang hanya menggunakan konjungsi

d)

kalimat yang perlu menggunakan jawaban

e)

kalimat yang mengandung unsur tanya

30.

Bagian yang tidak boleh dihilangkan dari cerita teks anekdot adalah ...

a)

Kelucuan dan nilai didiknya

b)

Pelaku dan alurnya

c)

Panjang cerita dan bagusnya

d)

Gaya bercerita

e)

Model tulisannya

31.

Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.

"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"

tanya Andi kepada petugas.

"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.

"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.


Penyebab kelucuan anekdot tersebut adalah ...

a)

Andi kehilangan sepeda motor

b)

Setelah tiga bulan tidak ada kabar dari kepolisian

c)

Andi mendapat kabar nahwa motornya sudah ditemukan

d)

Petugas polisi mendapatkan upah terima kasih dari Andi

e)

Petugas menyerahkan berkas dengan berat hati

32.

Tikus berekor panjang memang ganas, ... lebih ganas tikus berdasi.


Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kalimat tersebut adalah ...

a)

Sedangkan

b)

Lalu

c)

Tetapi

d)

Dan

e)

Kemudian

33.

Bacalah teks berikut ini!

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Pada anekdot tersebut, reaksi yang menjadi koda adalah …

a)

Tiba-tiba seorang anak berkomentar.

b)

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

c)

Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya

d)

Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya

e)

Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi

34.
Bacalah teks anekdot tersebut!
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT : “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT : “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari teks anekdot di atas, makna tersiratnya adalah...
a)
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
b)
Pemulung dilarang masuk!
c)
Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
d)
Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
e)
Ternyata masih banyak pemulung disekitar kita.
35.

Hari itu Pak Bahagio sedang mengendarai mobil mewahnya di suatu tempat. Tiba-tiba Pak Bahagio merasa heran ketika ada seorang ibu-ibu yang terlihat makan rumput. Pak Bahagio memutuskan untuk berhenti dan ia ingin bertanya kenapa ibu itu memakan rumput. Selama ini Pak Bahagiao tahunya manusia makan nasi, bukan malah makan rumput.


Penggalan teks anekdot tersebut termasul ke dalam struktur ...

a)

Abstraksi

b)

Orientasi

c)

Krisis

d)

Reaksi

e)

Koda

36.

Terdapat krisis dalam struktur teks anekdot. Pemaknaan krisis dalam teks anekdot adalah ...

a)

merupakan penutup atau simpulan sebagai pertanda berakhirnya cerita.

b)

merupakan pendahuluan yang menyatakan latar belakang atau gambaran umum tentang isi suatu teks.

c)

merupakan bagian dari inti peristiwa suatu anekdot. Pada bagian krisis itulah terdapat kekonyolan yang menggelitik dan mengundang tawa.

d)

merupakan bagian cerita yang mengarah pada terjadinya suatu krisis, konflik, atau peristiwa utama. Bagian inilah yang menjadi penyebab timbulnya krisis.

e)

merupakan tanggapan atau respons atas krisis yang dinyatakan sebelumnya. Reaksi yang dimaksud dapat berupa sikap mencela atau menertawakan.

37.

Teks anekdot berikut untuk soal nomor 1 dan 2.

Advokat

Suatu sore dua mahasiswa Fakultas Hukum sedang terlibat diskusi kecil. Mereka adalah Fredi dan Ibrahim.

Fredi : Apa kepanjangan dari Advokat?

Ibrahim : Ada duit advokasi All out!

Fredi : Hah…!!

Disadur dari: http://tamao-feryzawa: blogspot.com/2013/09/contoh-anekdot-hukum-politik.html

Aspek kelucuan atau kekonyolan teks tersebut adalah ….

a)

Dua mahasiswa sedang berdiskusi

b)

Diskusi dilakukan pada suatu sore

c)

Pengkreasian kepanjangan advokat

d)

Mereka bernama Fredy dan Ibrahim

e)

Fredi bertanya kepanjangan advokat.

38.

Bacalah dengan cermat kutipan berikut.

Seekor anak harimau bertanya kepada ayahnya, “Ayah, apakah aku bisa mempunyai uang?”

Ayahnya menjawab, “Tentu saja bisa.”

“Kapan aku bias mempunyai uang?” Tanya anak harimau.

“Kamu akan mempunyai uang setelah kamu diolah menjadi jaket dan dompet,” jawab sang ayah harimau.

Disadur dari: http://www.ketawa.com/2014/06/10182-kapan-buaya-bisa-punya-uang,html

Aspek yang dikritik anekdot tersebut adalah …

a)

Kawasan hutan tempat hidup harimau semakin sempit.

b)

Harimau adalah binatang buas yang berbahaya bagi manusia.

c)

Banyak perburuan harimau untuk diambil kulitnya.

d)

Banyak harimau kelaparan masuk desa dan memangsa manusia.

e)

Habitat harimau di hutan semakin berkurang karena seleksi alam.

39.

Bacalah kalimat berikut!


Seorang pengusaha kaya berkunjung ke rumah temannya, sesama bisnisman sukses. Alangkah terkejutnya saat dia mendapatkan sang kawan sedang ngepel lantai rumahnya.


Konjungsi yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah ...

a)

Pengusaha

b)

Berkunjung

c)

Alangkah

d)

Mendapatkan

e)

Sedang

40.

Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.

Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.

Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)

Sopir : "Itu jelas salahmu!"

Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)

Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"


Nilai didik pada kutipan anekdot tersebut adalah ...

a)

Emosi harus terkendali saat menghadapi persoalan

b)

Jangan lekas marah kepada orang lain jika belum tahu persoalan yang sebenarnya

c)

Semua orang tidak boleh marah

d)

Seorang sopir yang marah

e)

Budi seorang pemarah