NEW
Font size
WorksheetsPAS Kelas 7
Total questions: 80
Worksheet time: 55mins
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal berikut!
Telah lebih dari satu dasawarsa ku lalui hidupku di rumah besar ini. Rumah di atas bukti kecil di wilayah Tegal Alang. Tepatnya di sebelah kiri jalan menuju Kintamani. Tidak di tepi jalan raya, tetapi di antara sawah dan terasering. Tak seperti rumah di sekitarnya yang tetap tradisional melebar, rumah bercat putih ini berlantai dua, bergaya kolonial. Seperti sebuah kesendirian yang telah di rancang sejak mula, rumah ini sangat tidak menyatu dengan lingkungannya.
(Sumber: "Pengakuan Rusmini', disarikan dari Kompas, Minggu, 20 Maret 2016, Wina Bojonegoro)
Hal yang dominan dibahas pada cerpen tersebut adalah ....
latar
alur
penokohan
perwatakan
amanat
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal berikut!
Telah lebih dari satu dasawarsa kulalui hidupku di rumah besar ini. Rumah di atas bukti kecil di wilayah Tegal Alang. Tepatnya di sebelah kiri jalan menuju Kintamani. Tidak di tepi jalan raya, tetapi di antara sawah dan terasering. Tak seperti rumah di sekitarnya yang tetap tradisional melebar, rumah bercat putih ini berlantai dua, bergaya kolonial. Seperti sebuah kesendirian yang telah di rancang sejak mula, rumah ini sangat tidak menyatu dengan lingkungannya.
(Sumber: "Pengakuan Rusmini', disarikan dari Kompas, Minggu, 20 Maret 2016, Wina Bojonegoro)
Hal yang dibahas dalam cerpen tersebut adalah ....
cerita tokoh aku tentang keadaan rumah di daerahnya
rumah yang ditempati tokoh aku sangat besar
kehidupan yang dihadapi aku untuk tinggal di rumah besar
kebahagiaan tokoh aku tentang rumah besarnya
cerita tokoh aku tentang kehidupannya di rumah besar
Cermati bagian buku berikut ini untuk menjawab soal berikut!
Judul Buku : Di Bawah Lindungan Ka'bah
Penulis : Prof. Dr. (Buya) Hamka
Penerbit : PT Bulan Bintang
Tahun Terbit : Jumadil Awal 1422 / Agustus 2001
Catatan Ke- : 25
Tebal Buku : 80 Halaman
Bagian buku tersebut tergolong ....
identitas
kelebihan dan kekurangan
sinopsis
ulasan
memo
"Kamu mengapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya."
Amanat penggalan cerpen tersebut adalah...
Jangan melawan kepada orang tua.
Kita harus menuruti nasihat orang tua.
Janganlah memetik mangga sembarangan.
Janganlah makan mangga yang masih kecil.
Makanlah makanan yang bersih
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
tempat parkir
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.
Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”
Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...
Pencurian
Kesedihan
Kekhawatiran
Kelalaian
kecerobohan
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
ceroboh, telaten, kaya
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
2, 3
Setiap saat anak-anak selalu bemain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik
pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.
Konflik pada cerita anak tersebut adalah …
Tokoh aku dijauhi teman-temanya.
Tokoh aku malu bermain dengan Tuning.
Teman-teman Tuning membenci karena penyakitan
Tuning tidak diajak bermain oleh teman-temannya karena penyakitan.
Tokoh aku suka menyendiri
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang ketiga sebagai pengamat
campuran
Pada paragraf Induktif, kalimat utama terletak pada ....
awal paragraf
akhir paragraf
tengah paragraf
awal dan akhir paragraf
semua kalimat
(1) Bangsa Indonesia memiliki enam agama resmi. (2) Keenam agama tersebut adalah Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. (3) Keragaman agama di Indonesia tidak membuat bangsa Indonesia terpecah belah. (4) Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan sesuai dengan semboyannya, “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya “ meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.(5) menjaga isu SARA adalah hal no 1 yang diutamakan
Gagasan pokok paragraf di atas terdapat pada kalimat nomor ....
1
2
3
4
5
Para petani banyak diuntungkan dengan memanfaatkan pupuk organik. Jangka waktu kesuburan tanah menjadi semakin lama. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pupuk juga semakin murah. Hasil panennya pun lebih menyehatkan apabila dikonsumsi. Harga jual hasil panen dengan pupuk organik di pasaran lebih tinggi. Dengan demikian, petani mendapatkan keuntungan yang berlipat.
Ide pokok bacaan di atas adalah ... .
keuntungan petani yang berlipat
manfaat pembuatan pupuk organik
hasil panen pupuk organik
keuntungan memakai pupuk organik
harga jual pupuk organik
Cermatilah kutipan berikut!
Orang mengatakan...... gua di Indonesia banyak yang sudah rusak..... kurangnya pengawasan dan perhatian...... gua-gua itu tidak dilestarikan.
Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah....
bahwa, karena, sehingga
bahwa, maka, bagaimana
jika, maka, sebab
karena, maka, sehingga
bila, karena, atau.
Bacalah paragraf berikut.
Setelah dilakukan penilaian terhadap ulangan bahasa Indonesia kelas X, yang memperoleh nilai 80 sebanyak 25 orang, nilai 70 sebanyak 4 orang, dan 60 hanya 1 orang. Jumlah siswa 30 orang.
Simpulan paragraf tersebut adalah......
Dapat dikatakan nilai mereka baik.
Belum dapat dikatakan mereka pintar.
Mereka belum dikatakan siswa yang pandai.
Jadi, guru mereka boleh berbangga.
Memang mereka anak yang rajin-rajin.
Bacalah paragraf berikut.
Pada suatu waktu, sebuah batang pohon akan mengeluarkan cabang baru. Cabang-cabang baru itu kemudian mengeluarkan ranting-ranting baru yang lebih kecil, demikian seterusnya. Begitu pula dalam bahasa, suatu bahasa proto menjadi dua bahasa atau lebih. Setiap bahasa baru itu dapat bercabang pula menjadi bahasa-bahasa kecil yang jumlahnya banyak.
Kalimat simpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf analogi tersebut adalah.....
Jadi, pohon-pohon bisa tumbuh subur dan mengeluarkan cabang-cabang baru bila setiap hari disiram dan diberi pupuk.
Jadi, bahasa dapat tumbuh dan berkembang menjadi bahasa yang banyak, seperti halnya pohon yang bercabang dan beranting.
Jadi, bahasa harus dipupuk dan disirami, terus dengan cara menggunakannya agar tumbuh dengan subur.
Jadi, menggunakan bahasa dengan baik dan benar merupakan cara yang baik dalam melestarikannya.
Jadi, kita harus selalu menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar sesuai dengan rantingnya.
Pada hakikatnya pekerja adalah aset perusahaan yang perlu mendapat perlindungan mengenai keselamatan dan kesehatan kerjanya. Pada masa lalu program keselamatan kerja bersifat mangatasi kecelakaan yang sudah terjadi, tetapi sekarang lebih bersifat preventif yakni memperkirakan apa yang akan terjadi. Akibat kerja dapat dihindarkan perlu dilakukan upaya kuratif dan rehabilitatif. Pekerja yang mengalami cacat kerja akan dievaluasi serta ditetapkan tingkat kecelakaannya sebelum menerima BPJS Ketenagakerjaan.
Gagasan utama paragraf tersebut adalah ... .
Pekerja adalah aset perusahaan yang perlu perlindungan
Keselamatan dan kesehatan pekerja perlu dijaga.
Program keselamatan kerja dulu bersifat mengatasi kecelakaan.
Program keselamatan kerja sekarang bersifat produktif.
Pekerja yang mengalami kecelakaan kerjamenerima BPJS Ketenagakerjaan
Seluruh pegolf putri Indonesia yang saat ini telah ikut serta dalam pemusatan pelatihan nasional untuk SEA Games Thailand, di akhir tahun ini mereka menampilkan penampilan yang buruk pada babak pertama turnamen Indonesia Open ke-30 yang dilangsungkan di Dumai Indah Jakarta.
Kritikan yang benar pada isi paragraf tersebut adalah …
Seharusnya pegolf tersebut menjaga citra pegolf putri Indonesia jangan sampai berpenampilan buruk bagaimanapun caranya
Namanya juga manusia pastilah sekali-kaliakan jatuh juga
Penampilan buruk tersebut wajar karena mereka tampil tanpa persiapan
SEA Games di negara Thailand
Memang semua pegolf putri selaluberpenampilan buruk
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
penakut
jujur
pemalu
Voldemort, penyihir paling jahat, membunuh orang tua Harry tetapi secara misterius menghilang setelah mencoba membunuh Harry. Saat dunia sihir merayakan kejatuhan Voldemort, Professor Dumbledore, Professor McGonagall dan Rubeus Hagrid menempatkan anak yatim piatu berumur satu tahun ini dalam perawatan bibi dan paman Muggle (bukan penyihir)–nya, Vernon dan Petunia Dursley.
Selama sepuluh tahun, mereka dan anak laki-laki mereka Dudley memperlakukan Harry dengan keras. Suatu hari sebelum ulang tahun kesebelas Harry, sebuah surat tiba, dialamatkan kepada Harry tetapi dihancurkan oleh pamannya sebelum Harry bisa membacanya. Akibatnya, setumpukan surat menghujan dikirimkan oleh sekelompok burung Hantu ke dalam rumah pada celah yang terbuka, meskipun kecil, dan untuk melarikan diri, Vernon Dursleya membawa keluarganya ke pulau terpencil. Saat mereka sedang tenang, Hagrid menghancurkan pintu untuk menceritakan kepada Harry apa yang telah disembunyikan keluarga Dursley darinya: Harry adalah seorang penyihir dan telah diterima di Sekolah Hogwarts untuk tahun mendatang.
Termasuk dalam apakah penggalan cerita diatas ?
Fiksi
Non Fiksi
Pengayaan
Motivasi
Kalimat yang tepat untuk melengkapi surat pribadi tersebut adalah ...
Senang dapat bersilaturahmi denganmu via surat.
Kuharap kamu selalu dalam keadaan bahagia.
Hai, Cantika, bagaimana kabarmu sekarang?
Hai,Puspita keluargamu baik-baik saja bukan?
Oh ya, Tati, bagaimana kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu? Apakah kamu ikut? Kalau aku masih seperti dulu. masih aktif dalam pramuka.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Salam manis,
Dora
Kalimat penutup surat yang tepat agar Tati segera membalas surat Dora adalah …
Atas perhatianmu, kuucapkan terima kasih. Aku bangga bersahabat denganmu.
Tat, sampai di sini dulu surat dariku. Balasan surat darimu selalu kutunggu.
Demikianlah surat dariku Dora, semoga tidak mengganggu belajar.
Kiranya surat dariku cukup sampai di sini. Tat, kapan-kapan kusambung lagi.
Perhatikan struktur surat berikut
1. Kepala Surat 2. Nomor Surat 3. Tanggal surat 4. Lampiran 5. Perihal 6.Alamat surat 7. Salam Pembuka
8. Isi surat 9.paragrap penutup 10. Nama dan tanda tangan penulis 11. Nama dan tanda tangan pihak yang memperkuat surat 12. Tembusan
Yang merupakan bagian dari struktur surat pribadi adalah ….
3, 6,7, 8, 9,dan 10
3, 6, 8, dan 11
1, 3, 8, dan 11
1, 5, 8, dan 10
Saya dengar dari Wawan kamu akan tes sekolah di Malang, dan sedang sibuk mencari kos yang cocok, singgahlah ke rumah saya. Sebelum kamu dapat tempat kos yang cocok, kamu bisa tinggal di rumah saya. Kedua orang tua pun sangat senang.
Isi dari kutipan surat pribadi di atas adalah …………..
Undangan
Pemberitahuan
Peringatan
Peringatan
Dengan ini kami beri tahukan bahwa pengurus OSIS SMPN I Upau bermaksud mengadakan studi banding ke SMPN 2 Murung Pudak.
…………………..
Sehubungan dengan kegiatan tersebut, kami berharap Bapak/Ibu berkenan menerima kedatangan kami. Agar kegiatan berjalan sesuai dengan yang kami rencanakan, kami tunggu balasan Bapak/ Ibu
………………………
Kutipan surat tersebut, termasuk dalam jenis surat ….
Pribadi
Pribadi
tidak resmi
Dinas
Perhatikan kutipan alamat surat berikut!
Kepada
Yth. Bapak/Ibu Direktur PT Angin Topan
Jalan angkasa baru No.50
Jakarta Timur
Perbaikan penulisan alamat surat tersebut yang tepat adalah…
Yth. Direktur PT Angin Topan
Jalan angkasa baru No.50
Yth. Direktur PT Angin Topan
Jalan Angkasa Baru 50
Jakarta Timur
Yth.Ibu Direktur PT Angin Topan
Jalan Angkasa Baru No.50
Jakarta Timur
Yth. Bapak Direktur PT Angin Topan
Jl. Angkasa Baru 50
Jakarta Timur
Bagian penutup yang tepat untuk melengkapi surat
tersebut adalah . . .
Demikian permohonan ini disampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
Demikian informasi ini disampaikan. Atas kehadiran tepat waktu, kami ucapkan terima kasih.
Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perkenan Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Tanggal surat resmi yang tepat adalah . …
12 Nopember 2018
12 November 2018
Jakarta, 12 November 2018
Jakarta, 12 Nopember 2018
Penulisan lampiran pada surat resmi yang benar adalah…
Lampiran: 1 Eksemplar
Lampiran.1 Eksemplar
Lampiran:Satu Eksemplar
Lampiran: Satu eksemplar
Penulisan salam pembuka surat resmi yang benar adalah…
Dengan Hormat,
Dengan hormat:
Dengan Hormat.
Dengan hormat,
Isi surat pribadi berkaitan dengan...
Masalah pribadi
masalah kelompok
masalah teman
masalah orang
Surat pribadi adalah bentuk komunikasi interaksi antara...
Pengirim dan penerima
Penerima dan yang memberikan
Individu dan kelompok
Kelompok dan kelompok
Surat dinas berisi tentang keperluan dinas yang bersifat...
Individu
Kelompok
Resmi
Tidak resmi
Salam pembuka yang tepat untuk surat izin tidak masuk sekolah adalah...
Dengan hormat,
Hormat saya,
Hallo,
Salam Sejahtera,
Penulisan nomor surat yang tepat adalah....
012/OSIS.V/2020.
012/OSIS/V/2020,
012/OSIS.V/2020;
012/OSIS.V/2020
Penulisan tempat dan tanggal surat pribadi yang tepat adalah...
25 Februari 2020
25-02-2020
25/02/2020
25 Pebruari 2020
Ciri bahasa surat pribadi adalah...
Pilihan kata sapaan bersifat pribadi
Menggunakan kata yang tidak baku
Bertele-tele
singkat
Ciri bahasa surat dinas adalah...
Bahasa bersifat formal
Menggunakan sapaan
Menggunakan sapaan
singkat
Ciri bahasa surat dinas adalah...
Bahasa bersifat formal
Menggunakan sapaan
Menggunakan sapaan
singkat
Berdasarkan bagian-bagian surat di atas merupakan bagian....
Paragraf pembuka
Paragraf penutup
Paragraf isi
Salam pembuka
Berikut adalah contoh gurindam yang tepat ...
buah salak buah kedongdong
rasanya asam sebelum matang
buah manggis
buah nangka
Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru
buah nangka manis rasanya
anak baik tak boleh menangis baik budinya
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
Setelah datang keesokan hari
Baginda berangkat diiringkan menteri
Setelah sampai di istana sendiri
Langsung masuk mendapatkan putri
Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi itu digolongkan ke dalam ....
pantun
syair
gurindam
bidal
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Puisi di atas menjelaskan ....
kehidupan petani
cara memelihara puyuh
kehidupan seseorang
pentingnya taat kepada Tuhan
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Kata lalai bermakna ....
lengah
santai
malas
lemah
Mengenal orang yang baik perangai
Lihat ketika dengan orang ramai
Dalam pantun, bagian ini disebut ....
larik
bait
isi
sampiran
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Rima akhir puisi di atas berpola ....
a - b - a - b
a - a - a - a
b - b - b - b
a - b - c - d
Aduh-aduh si bunga 1 [...]
Daunnya lebat seperti 2 [...]
Aku sering mendengar 3 [...]
Abang punya sahabat 4 [...]
Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
(1) melati, (2) duri, (3) cerita, (4) hati
(1) mawar, (2) waru, (3) kabar, (4) baru
(1) mawar, (2) sapu, (3) suara, (4) pujaan
(1) anggrek, (2) hujan, (3) lagu, (4) dayang
Dari Jakarta, menuju Semarang
Jangan lupa beli sutra
Engkau senang, aku senang
Karena kita memang Saudara
Balasan yang tepat untuk pantun tersebut adalah ....
Buah lengkung enak rasanya
Beli murah di Temanggung
Kita memang bersaudara
Susah senang kita tanggung
Makan gulai di atas batu
Kerasnya batu tak terasakan
Jika boleh aku bertamu
Datang bertamu sambil berjalan
Jika kenyang karena makan
Janganlah lupa akan minumnya
Jika datang dengan ancaman
Akan kuterima dengan gembira
Jika engkau pergi ke Pati
Belikan aku sekilo duku
Jika engkau berbaik hati
Bantulah aku bawakan buku
(1) Kalau Anda ingin cerdas
(2) Pergi ke pasar beli talas
(3) Sebelum makan rebus dahulu
(4) Siang malam baca buku
Larik-larik kalimat acak tersebut akan menjadi pantun apabila disusun dengan urutan ....
1-4-3-2
2-3-1-4
3-2-1-4
4-2-1-3
Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Apabila kelakuan baik berbudi
Hidup menjadi indah tak akan merugi
Makna hubungan antarbaris yang terdapat pada gurindam tersebut adalah ….
Hubungan syarat
Hubungan tujuan
Hubungan sebab akibat
Hubungan soal-jawab
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Makna hubungan baris ketiga dan keempat pada kutipan syair tersebut adalah ….
Syarat
Tujuan
Sebab akibat
Perbandingan
Jalan-jalan ke kota Paris,
Lihat rumah berbaris-baris.
Biarpun mati di ujung keris,
Asal dapat si hitam manis.
Komentar yang tepat atas kutipan pantun tersebut adalah...
Pantun ini belum sempurna karena belum bersajak silang.
Pantun ini perlu diubah sampirannya.
Isi pantun ini tidak bagus ditiru.
makna kalimat tiap baris tidak padu
Usaha yang selalu ada
Dapat mengubah nasib sengsara
Karena Tuhan Maha Pemurah
Selalu mendengar doa dan pinta
Bait puisi di atas disebut syair dengan alasan berikut, kecuali . . . .
baitnya terdiri atas empat baris
terdiri dari 8-14 suku kata
terdiri dari sampiran dan isi
rima akhir berpola a-a-a-a
Sungguh indah pulau Pinang,
banyak kolam juga taman.
Tempat yang pas untuk berenang,
melihat bunga yang tumbuh di taman.
Perbaikan atas kesalahan yang terdapat dalam kutipan pantun tersebut adalah ....
baris pertama dan kedua seharusnya menjadi sampiran
baris ketiga dan keempat seharusnya berupa isi pantun
rima akhir pantun tersebut seharusnya bersajak silang
nama kota di baris pertama seharusnya huruf kecil
Ambillah kapas menjadi benang
Ambillah benang menjadi kain
Kalau kamu ingin dikenang
Berbuat baiklah kepada orang lain
Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, maka pernyataan yang salah adalah ….
Larik 1 dan 2 menggunakan kalimat perintah
Larik 3 dan 4 menggunakan pola hubungan syarat
Larik 3 dan 4 merupakan kalimat majemuk
Larik 1 dan 2 menggunakan kalimat ajakan
Bunga kenanga di atas kabur,
pucuk sari pandan jawa.
Apa guna sombong dan takabur,
rusak hati badan binasa.
Teks pantun tersebut termasuk jenis pantun . . . .
Jenaka
Agama
Adat
Anak-anak
Wahai ananda intan pilihan
Berterus terang janganlah segan
Apa yang benar engkau katakan
Apa yang salah engkau tunjukkan
Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, maka pernyataan yang benar adalah ….
baris pertama menggunakan kalimat ajakan
baris kedua menggunakan kalimat larangan
baris ketiga merupakan kalimat majemuk
baris keempat menggunakan pola hubungan cara
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah....
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....
Namun tiba-tiba…
Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Ia sangat menyesal.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....
“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."
Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!
Lebah dan Semut
Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.
Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.
Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....
judul dikembangkan berdasarkan latar cerita
judul berasal dari nama tokoh
judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh
judul diambil dari tema
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....
Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.
Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat
baik.
Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.
Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!
Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.
Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....
diawali dengan konflik fisik
diawali dengan konflik batin
diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh
diawali dengan deskripsi latar
Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....
pesan eksplisit
pesan implisit
pesan moral
pesan tersirat
Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!
Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.
Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....
fabel alami
fabel dengan koda
fabel tanpa koda
fabel adaptasi
Bacalah kutipan fabel berikut!
“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.
Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang
karena ia berjalan.
Pola pengembangan watak tokoh pada kutipan fabel di atas adalah....
deskripsi fisik tokoh
kegiatan tokoh
dialog tokoh dengan diri sendiri
dialog dengan tokoh lain
Bacalah kutipan fabel berikut!
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....
dihutan, di saat, di ajak
di hutan, di tubuhnya, disaat
di hutan, di tubuhnya, di saat
dihutan, disaat, di ajak
Bacalah kutipan fabel berikut!
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....
Landak, Landa
landak, landa
Landak, landa
landak, Landa
Bacalah kutipan fabel berikut!
Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”
Variasi pola pengembangan orientasi ceritas tersebuta diawali dengan....
deskripsi latar
latar dan kegiatan tokoh
latar di masa lalu
perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Bacalah dengan saksama teks berikut!
(1) Ada beberapa cara menanam buah naga yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika ingin menikmati buah naga secara gratis tanpa harus membelinya, kamu dapat menanam buah naga pada pot yang sekaligus dapat kamu jadikan sebagai hiasan di depan rumah.
(2) Di sebuah telaga di daerah Kalimantan Barat, tersebutlah seekor tupai bersahabat denganseekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah erat.Pada suatu hari si ikan gabus jatuh sakit. Badannya sangat lemas. Dengan setia, si tupai menunggui temannnya itu. Sudah beberapa hari si ikan gabus tidak enak makan si tupai berusaha membujukknya untuk makan. Namun, si ikan gabus hanya mau makan kalo diberi makan hati ikan Yu. Mendengar permintaan si ikan gabus, si tupai menjadi sangat sedih sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan Yu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup di lautan lepas.
(3) Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya.
(4) Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.
Yang merupakan teks fabel ditandai dengan nomor ....
1
2
3
4
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut!
1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.
2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.
3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.
4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.
6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.
Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....
4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6
4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5
4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6
4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5
Bacalah teks berikut!
Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi
Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....
waktu
tempat
suasana
sosial
Setelah melewati pegunungan salju dan pegunungan api selama tiga hari tiga malam, barulah ia sampai di Bukit Matahari, sebuah istana yang indah sekali. Dengan perlahan ia memasuki pintu gerbang. Di sebelah timur pintu gerbang ada sebuah pintu masuk ke sebuah ruangan. Dengan mantap ia masuk ke ruangan itu.
Unsur teks cerita fabel yang menonjol pada kutipan tersebut adalah . . .
LATAR
ALUR
TOKOH
TEMA
