wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Soal Ekonomi XII

Total questions: 15

Worksheet time: 1hrs 11mins

Name
Class
Date
1.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan fiskal berupa menambah anggaran subsidi BBM  sebesar Rp 1.500 per liter dari sebelumnya. Akibat kebijakan tersebut akan berdampak ….

a)

Harga BBM menjadi lebih mahal dan pendapatan negara bertambah Rp 1.500 per liter

b)

Harga  BBM  menjadi  lebih mahal dan pendapatan negara berkurang  Rp 1.500 per liter

c)

Harga  BBM  menjadi  lebih mahal dan belanja negara berkurang  Rp 1.500 per liter

d)

Harga  BBM  menjadi  lebih murah dan belanja negara bertambah  Rp 1.500 per liter

e)

Harga  BBM  menjadi  lebih murah dan belanja negara berkurang  Rp 1.500 per liter

2.

Di bawah ini beberapa pernyataan tentang APBN dan APBD:

1.Tahun anggaran APBN dIawali bulan Maret dan diakhiri bulan April setiap tahunnya.

2.APBD tingkat II di susun oleh DPRD Tingkat II  dan disahkan oleh Bupati atau Walikota.

3.APBN dirancang oleh pemerintah dan disahkan oleh DPR

4.APBD tingkat I di susun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I  dan disahkan oleh DPRD Tingkat I

5.APBD tingkat II di susun Pemerintah Daerah Tingkat II dan disahkan oleh DPRD Tingkat II

 

Pernyataan di atas yang benar adalah....

a)

1, 2 dan 3

b)

1, 3 dan 5

c)

2, 3 dan 4

d)

2, 3 dan 5

e)

3, 4 dan 5

3.

Ridho bekerja di salah satu perusahaan otomotif di Jakarta. Setiap buian Ridho menerima gaji yang sudah dipotong dengan pajak. Tindakan ini sesuai dengan sistem pemungutan pajak yaitu ......

a)

semi-self assessment system

b)

official assessment system

c)

self assessment system

d)

with regulator system

e)

with holding system

4.

Tuan Ahmad seorang karyawan PT. Libels mempunyai penghasilan bersih/neto sebesar Rp20.000.000,00 sebulan dengan PTKP sebesar Rp 63.000.000. Berdasarkan data di atas maka besarnya pajak penghasilan terhutang Tn Ahmad setahun adalah....

a)

Rp 0,-

b)

Rp 8.850.0000,-

c)

Rp 17.550.000,-

d)

Rp 26.550.000,-

e)

Rp 177.000.000,-

5.

Tuan Chandra enempati rumah dengan luas tanah 200 m² dengan nilai jual Rp 400.000/m², luas bangunan 100 m², dengan nilai jual Rp 600.000/m². Nilai jual objek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP) Rp 12.000.000. Maka besarnya PBB terutang per tahun tuan Candra adalah…

a)

128.000

b)

140.000

c)

256.000

d)

1.280.000

e)

2.560.000

6.

Perhatikan potngan artikel nerikut ini!

 

Direktorat Jenderal Pajak memang mengaku telah mencium praktek nakal pelaporan pajak perusahaan properti. "Selama ini ada praktek-praktek di sektor properti, bahwa harga jual yang mereka laporkan di dokumen mereka bukan harga yang sebenarnya. Mereka menggunakan NJOP, NJOP biasanya 30 persen dari harga yang mereka jual. Mungkin ada juga yang NJOP 50 persen dari harga sebenarnya, ada yang 60 persen," kata Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany kepada Tempo, Selasa, 2 Juli 2013.

 

Berdasarkan artikel di atas,  tantangan pemungutan pajak termasuk  adalah ....

a)

Perlawanan aktif  oleh perusahaan sektor properti, karena adanya usaha dan perbuatan  yg secara langsung bertujuan untuk menghindari, melalaikan dan mengelak dari pajak

b)

Perlawanan aktif  oleh Perusahaan sektor properti, karena dengan sengaja tidak ada usaha dan perbuatan  yg secara langsung untuk melaporkan pajak kepada pihak pajak

c)

Perlawanan aktif  oleh Perusahaan sektor property sebagai akibat lemahnya  kontrol pajak, sosialisasi UU perpajakan oleh pihak perpajakan

d)

Perlawanan pasif, karena keengganan Perusahaan sektor property  untuk membayar pajak karena pajak yang dibayarkan dampaknya tidak diterima langsung

e)

Perlawanan pasif, karena  Perusahaan sektor property  memperoleh hambatan karena tidak mempunyai petugas untuk melakukan pengurusan pajak

7.

Perhatikan gambar di bawa ini!

Berdasarkan gambar di atas, pernyataan yang benar adalah ....

a)

Dengan kebijakan kouta berdampak pada kenaikan produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri

b)

Dengan kebijakan kouta berdampak pada penurunan konsumsi dalam negeri sehingga terjadi kekurangan kebutuhan dalam negeri

c)

Dengan kebijakan kouta berdampak pada penurunan konsumsi dalam negeri sehingga kekurangan kebutuhan dalam negeri dan pemenuhannya dengan kenaikan produksi dalam negeri

d)

Dengan kebijakan tarif berdampak pada penurunan konsumsi dalam negeri sehingga terjadi kekurangan kebutuhan dalam negeri dan  pemenuhannya dengan kenaikan produksi dalam negeri

e)

Dengan kebijakan tarif berdampak pada penurunan konsumsi dan kenaikan biaya produksi dalam negeri  sehingga terjadi kekurangan pemenuhan kebutuhan dalam negeri karena ketidakmampuan daya beli masyarakat

8.

Berikut ini tabel produksi per orang per tahun:

 

Berdasarkan data diatas, pernyataan yang benar adalah . . .

a)

Negara A memiliki keunggulan komparatif atas padi

b)

Negara A memiliki keunggulan mutlak atas kain

c)

Negara B memiliki keunggulan komparatif atas padi

d)

Negara B mendapat keuntungan atas kain sebanyak 10 m bila terjadi pertukaran internasional

e)

Negara A mendapat keuntungan atas kain sebanyak 20 m bila terjadi pertukaran internasional

9.

Berikut data hasil produksi Karpet dan Kayu negara Qatar dengan Indonesia :

 

Jika Indonesia spesialisasi pada kayu dan Qatar pada karpet akan melakukan pertukaran antara kedua negara, maka keuntungan yang diperoleh Indonesia jika menukarkan 15 unit kayu ke Qatar  adalah ....

a)

1,5 unit Karpet

b)

2,0 unit Karpet

c)

2,0 unit Kayu

d)

2,5 unit Kayu

e)

2,5 unit Karpet

10.

Berikut transaksi perdagangan antara Negara Indonesia dengan  Negara Korea Selatan :

1)Negara  Korea Selatan  menjual mobil ke negara Indonesia sebesar Rp 570.000.000.000,-

2)Negara Indonesia menggunakan jasa angkutan barang untuk perdangangan dari  negara Korea Selatan  Rp 225.000.000.000,-

3)Negara Indonesia menjual kayu lapis ke  negara Korea Selatan Rp 300.000.000.000,- 

4)Negara Indonesia menjual migas ke  negara Korea Selatan Rp 510.000.000.000,-

 

Jika kurs yang berlaku 1 US$ = Rp 15.000, maka pernyataan yang benar berikut ini adalah …..

a)

Negara   Indonesia melakukan ekspor sebesar US$ 53.000.000 dan negara Korea Selatan ekspor sebesar US$ 54.000.000

b)

Negara    Korea Selatan  melakukan impor sebesar US$ 53.000.000 dan negara  Indonesia impor sebesar US$ 54.000.000

c)

Negara  Korea Selatan  mengalami surplus perdagangan dengan  negara Indonesia sebesar US$ 1000.000

d)

Negara   Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan  negara Korea Selatan   sebesar US$ 1.000.000

e)

Negara   Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan  negara Korea Selatan   sebesar US$ 1.000.000

11.

Perhatikan gambar di bawah ini!

 

Berdasarkan gambar di atas,  Cara Pembayaran Perdagangan Internasional yang benra adalah ….

a)

Pembayaran wesel internasional

b)

Pembayaran Konsinyasi

c)

Pembayaran Letter of credit

d)

Pembayaran Kompensasi Pribadi

e)

Pembayaran dimuka

12.

Perhatikan akun-akun berikut:

1.Impor barang dan jasa

2.Ekspor barang dan jasa

3.pembayaran bunga dan dividen

4.penerimaan cicilan utang

5.penerimaan bunga dan dividen

Akun-akun yang termasuk ke dalam transaksi kredit adalah ...

a)

1, 2, 3

b)

1, 3, 4

c)

1, 3, 5

d)

2, 3, 5

e)

2, 4, 5

13.

Berikut ini adalah neraca pembayaran Negara X pada tahun 2022 (dalam milliar dollar):

 

Ekspor                                          + 900

Impor                                            - 700

Neraca perdagangan                  +200

Pinjaman akomodatif                 -  80

Stok nasional (cadangan devisa) -120

Saldo                                                  0

 

Surplus atau Defisit neraca pembayaran Negara X adalah ….

a)

Surplus 200

b)

Surplus 400

c)

Berimbang

d)

Defisit 200

e)

Defisit  120

14.

Pada tahun 2023 pemerintah negara BB  defisit APBN 0,8 % dari produk domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp. 20 trilyun. Hal itu bersumber dari belanja negara sebesar Rp. 460 Trilyun sementara penerimaan negara dan hibah hanya Rp 440 Trilyun

 

Berdasarkan pernyataan di atas bahwa APBN-P 2023 merupakan kebijakan anggaran......

a)

Fleksibel

b)

Surplus

c)

Berimbang

d)

Minus

e)

Dinamis

15.

Pada tahun 2023 negara AA mencatat penerimaan pajak penghasilan (PPh) Rp1.980 miliar, bea impor dan ekspor Rp1.230 miliar, penerimaan minyak bumi dan gas Rp3.004 miliar, penerimaan sektor kehutanan Rp790 miliar, laba BUMN Rp1.740 miliar, serta hibah dari negara lain Rp80 miliar.

 

Penerimaan negara bukan pajak berdasarkanilustrasi tersebut antara lain....

a)

PPh, sektor kehutanan, dan laba BUMN

b)

sektor kehutanan, laba BUMN, dan hibah

c)

bea ekspor dan impor, PPh, serta minyak bumi dan gas

d)

hibah, bea impor dan ekspor, serta sector kehutanan

e)

penerimaan minyak bumi dan gas, laba BUMN serta sektor kehutanan