wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

bahasa indonesia xii ipa 2

Total questions: 50

Worksheet time: 4mins

Name
Class
Date
1.

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!


Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

a)

kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu

b)

kebingungan tokoh menghadapi sesuatu

c)

kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

d)

nostalgia tokoh di masa lampaunya

e)

penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

2.

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!


Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.

"Jangan kemari lagi."

Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.

"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.

"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.

Jodoh, A.A, Navis


Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .

a)

Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.

b)

Kemarahan Lena kepada Badri.

c)

Badri sering membawa Rosni me nonton film.

d)

Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.

e)

Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.

3.

Bacalah kutipan novel berikut ini!


Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.

(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)


Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ... .

a)

mudah goyah

b)

senang belajar di Jakarta

c)

menyia-nyiakan hidup

d)

hanya mendalami agama

e)

teguh pendirian

4.

“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)


Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...

a)

Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

b)

Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.

c)

Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

d)

Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.

e)

Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.

5.

Cermati kutipan novel berikut!


“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.

Lasi tetap membeku.

“Las, kamu ingin makan apa?”

“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”

“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”

“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”

“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”

“Terserah saja.”

“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”

“Apa itu?”

“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”


Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….

a)

sebuah rumah makan

b)

dalam mobil

c)

rumah makan Jepang

d)

rumah makan Arya Duta

e)

Jalan Cikini

6.

Cermati kutipan novel berikut!


Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.

Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.

”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”

Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally. (Jendela Kecil, Souzan Kresida).


Amanat kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.

b)

Hormatilah guru yang telah memberi bekal ilmu kepada para siswa.

c)

Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.

d)

Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.

e)

Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.

7.

Bacalah teks novel berikut!


(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.


Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

8.

Bacalah kutipan novel berikut


Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi.


Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah...

a)

Gunda

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

9.

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.


Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...

a)

Egois

b)

Ceroboh

c)

Lemah

d)

Penyabar

e)

Peragu

10.

Cermati kutipan novel berikut!

Rumah idaman di kampung melayu yang tidak dapat dinamakan besat, sudah disambung dengan pelampang ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang merumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampung, tiap-tiap ada perhelatan.

Unsur Intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah ....

a)

Alur cerita

b)

Tema

c)

Perwatakan

d)

Sudut Pandang

e)

Latar

11.

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!


Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

a)

kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu

b)

kebingungan tokoh menghadapi sesuatu

c)

kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

d)

nostalgia tokoh di masa lampaunya

e)

penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

12.

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!


Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.

"Jangan kemari lagi."

Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.

"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.

"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.

Jodoh, A.A, Navis


Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .

a)

Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.

b)

Kemarahan Lena kepada Badri.

c)

Badri sering membawa Rosni me nonton film.

d)

Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.

e)

Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.

13.

Bacalah kutipan novel berikut ini!


Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.

(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)


Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ... .

a)

mudah goyah

b)

senang belajar di Jakarta

c)

menyia-nyiakan hidup

d)

hanya mendalami agama

e)

teguh pendirian

14.

“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)


Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...

a)

Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

b)

Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.

c)

Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

d)

Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.

e)

Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.

15.

Cermati kutipan novel berikut!


“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.

Lasi tetap membeku.

“Las, kamu ingin makan apa?”

“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”

“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”

“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”

“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”

“Terserah saja.”

“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”

“Apa itu?”

“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”


Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….

a)

sebuah rumah makan

b)

dalam mobil

c)

rumah makan Jepang

d)

rumah makan Arya Duta

e)

Jalan Cikini

16.

Cermati kutipan novel berikut!


Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.

Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.

”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”

Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally. (Jendela Kecil, Souzan Kresida).


Amanat kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.

b)

Hormatilah guru yang telah memberi bekal ilmu kepada para siswa.

c)

Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.

d)

Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.

e)

Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.

17.

Bacalah teks novel berikut!


(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.


Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

18.

Bacalah kutipan novel berikut


Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi.


Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah...

a)

Gunda

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

19.

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.


Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...

a)

Egois

b)

Ceroboh

c)

Lemah

d)

Penyabar

e)

Peragu

20.

Cermati kutipan novel berikut!

Rumah idaman di kampung melayu yang tidak dapat dinamakan besat, sudah disambung dengan pelampang ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang merumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampung, tiap-tiap ada perhelatan.

Unsur Intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah ....

a)

Alur cerita

b)

Tema

c)

Perwatakan

d)

Sudut Pandang

e)

Latar

21.

Di bawah ini yang tidak termasuk dalam unsur intrinsik dari novel adalah

a)

Tema

b)

Alur

c)

Setting

d)

Agama

e)

Sudut pandang

22.

Kamu bisa perhatikan kutipan novel dibawah ini!

Bapak selelalu membanding-bandingkan aku dengan mas jaka abangku yang kuliah di jurusan teknik. Mas jaka selalu baik di mata ibu. ibu selalu membanggakan prestasi mas jaka karena selalu menjadi juara kelas sejak masih smp. Adapun aku meskipun pernah masuk peringkat sepuluh besar tapi nilai raporku tak setinggi nilai rapor milik mas jaka

Watak tokoh Ibu dalam kutipan novel tersebut adalah

a)

Suka membanding-bandingkan

b)

Selalu membela anak yang lebih kecil

c)

Tokoh tidak perhatian pada keluarganya

d)

Membandingkan tokoh aku dengan bagus

e)

Selalu menjadi pencegah di antara anaknya

23.

Kamu bisa perhatikan dua kutipan novel di bawah ini!

Kutipan novel I:

“Bu, saya menjadi yang kena PHK.”

“Saya sudah merasa itu.”

“Kok tahu?”

“Tidak tahu juga, sih, Bu. Cuma merasa saja.”

“Feeling to?”

“Entah. Rasanya sore ini kamu lain saja.”

Kutipan novel II:

Di sebuah jalan yang lapang terlihat bangkai burung yang tergeletak. Kupacu lagi kudaku. Di tempat lain kembali kulihat bangkai burung lagi. Pada setiap jarak tertentu selalu ada bangkai-bangkai burung. Aku tahu. Semua ini adalah perbuatan jahat iblis itu.

Perbedaan karakteristik kedua novel tersebut adalah …

a)

Kutipan novel I tokohnya tidak jelas, novel II ada tokoh protagonis dan ada tokoh antagonis.

b)

Kutipan Novel I alurnya runtut, novel II alurnya tidak runtut

c)

Kutipan Novel I watak disajikan dalam dialog, novel II dijelaskan oleh penulis.

d)

Kutipan Novel I latarnya tampak, novel II punya latar yang tak tampak

e)

Kutipan Novel I latarnya tampak, novel II punya latar yang punya tampak

24.

Jalan cerita yang terdapat dalam novel disebut...

a)

Tema

b)

Latar

c)

Alur

d)

Penokohan

e)

Amanat

25.

Contoh kata temporal dibawah in ini adalah

a)

Memikirkan

b)

Melakukan

c)

Angkat kaki

d)

Ringan tangan

e)

Kemudian

26.

Contoh kata kerja tindakan di bawah ini adalah…

a)

Remuk redam

b)

Membayangkan

c)

Memikirkan

d)

Mengerjakan

e)

Besar kepala

27.

Berikut ini yang merupakan urutan langkah dalam merancang sebuah novel adalah...

a)

Menentukan tokoh dan karakter, tema, alur, latar, dan pesan

b)

Menentukan tema, alur, tokoh dan karakater, latar, dan pesan

c)

Menentukan tema, tokoh dan karakter, alur, latar, dan pesan

d)

Menentukan pesan, tema, tokoh dan karakter, alur, dan latar

e)

Menentukan tema, latar, alur, pesan, tokoh dan karakter

28.

Untuk lebih mudah memahami buku fiksi seperti novel atau cerpen dapat disajikan dalam bentuk…

a)

Peta konsep

b)

Garis besar

c)

Alur/jalan cerita

d)

Hal-hal penting cerita

e)

Mid mapping

29.

Cermati kutipan novel berikut:

Terkadang ia menyandarkan masalahnya pada rakaat-rakaat panjang. Ia hanya dapat berusaha dan berdoa. Semoga segala keresahan dan kegelisahan pergi dari hidup ini. Walaupun terkadang, ia putus asa. Doanya yang telah pergi sore itu, belum juga kembali. Satu-satunya kunci harapan yang akan membebaskannya dari kemelut hidup.

Nilai yang terdapat dalam kutipan novel di atas adalah…

a)

Nilai agama

b)

Nilai sosial

c)

Nilai pendidikan

d)

Nilai estetika

e)

Nilai moral

30.

Nilai yang berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan,dan hasil karya cipta manusia disebut....

a)

Nilai agama

b)

Nilai sosial

c)

Nilai budaya

d)

Nilai moral

e)

Nilai estetika

31.

Hal yang perlu diwaspadai adalah para remaja Eropa saat merayakan hari valentine. Pada awalnya, hari valentine dirayakan sebagai hari kasih sayang dengan memberikan coklat kepada pasangannya masing-masing. Namun, tidak sedikit mereka merayakannya dengan cara melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan budaya, norma, dan ajaran agama.

Ulasan tersebut mengomentari perilaku remaja yang berkaitan dengan nilai...

a)

Adat

b)

Kepahlawanan

c)

Moral

d)

Estetika

e)

Budaya

32.

Cermati kutipan novel berikut !

Pendidikan budi pekerti perempuan semata-mata ditujukan untuk keperluan laki-laki. Segala sifat lemah itu dijadikan sifat perempuan yang termulia: perempuan mesti sabar, perempuan mesti lemah lembut, dan perempuan mesti pendiam. Berjalan perempuan tiada boleh lekas-lekas , berbicara, dan tertawa tiada boleh keras. Dalam segala hal, ia halus.

Kelebihan isi kutipan novel tersebut terdapat pada...

a)

Memberi nasihat kepada setiap laki-laki agar memahami perempuan.

b)

Menyampaikan pesan kepada para perempuan agar menjadi gemulai.

c)

Berisi pelajaran budi pekerti bagi laki-laki dan perempuan.

d)

Berisi ajaran perilaku yang baik bagi semua orang.

e)

Mengandung nilai moral yang patut dijadikan teladan.

33.

Cermati kutipan novel berikut !

Pendidikan budi pekerti perempuan semata-mata ditujukan untuk keperluan laki-laki. Segala sifat lemah itu dijadikan sifat perempuan yang termulia: perempuan mesti sabar, perempuan mesti lemah lembut, dan perempuan mesti pendiam. Berjalan perempuan tiada boleh lekas-lekas , berbicara, dan tertawa tiada boleh keras. Dalam segala hal, ia halus.

Pada kutipan novel di atas, pengarang menyampaikan pandangannya melalui...

a)

Tokoh laki-laki

b)

Tokoh perempuan

c)

Tokoh laki-laki dan perempuan

d)

Langsung uraian pengarang

e)

Tindakan tokoh perempuan

34.

Musuh sering merupakan kawan yang akrab.

Majas yang sejenis dengan majas di atas adalah…

a)

Ia membeli sebuah chevrolet.

b)

Ayahnya sudah tidak ada di tengah-tengah mereka.

c)

Bibirnya bak delima merekah.

d)

Lelaki buaya darat

e)

Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaannya yang melimpah-ruah.

35.

Dibawah ini yang merupakan contoh novel romansa adalah...

a)

Harry Potter

b)

The Hunger Games

c)

Dilan 1990

d)

Laskar Pelangi

36.

Bacalah kutipan teks novel berikut!


Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu.

Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa.

Semuanya menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B. Kori’un).


Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....

a)

antithesis

b)

metonimia

c)

hiperbola

d)

personifikasi

e)

metafora

37.

Cermati kutipan teks berikut!


Urat kaki Akang Gambang tampak membendul seperti usus ayam membelit-belit betisnya. Napasnya sesak dan mendengus-dengus seperti desus lokomotif sedang langsir. Bola matanya membelalak seperti mata kerbau yang baru disembelih: tulang rusuknya bergerak-gerak seperti turun naik menurut irama nafasnya yang hampir habis itu. Sekujur badannya basah kuyup oleh keringat.


Majas yang paling dominan dalam kutipan teksn tersebut adalah ....

a)

repetisi

b)

pleonasme

c)

litotes

d)

repetisi

e)

asosiasi

38.

Peran lawan yang seringkali menjadi musuh dan menyebabkan konflik itu terjadi disebut...

a)

Protagonis

b)

Antagonis

c)

Tritagonis

d)

Deutragonis

e)

Figuran

39.

1. Bacalah kutipan novel berikut!

Bagi orang-orang di desaku, yang kebanyakan mereka adalah perantau, saat lebaran seperti inilah waktunya untuk berkumpul. Waktu yang tepat untuk  bersilaturahim,  saling  melepas  rindu,  dan  saling  memaafkan.  Dan tentu saja, waktu menikmati hidangan spesial di rumah.

(Surat Kecil Untuk Ayah, Boy Candra)

Keterkaitan peristiwa dalam kutipan novel tersebut dengan kehidupan saat ini

adalah….

a)

berkumpul dengan tetangga

b)

 bersilaturahmi setiap hari

c)

mudik saat lebaran tiba

d)

saling berbagi makanan

e)

 memaafkan orang lain

40.

2. Bacalah kedua kutipan novel berikut!

 Kutipan 1

Seorang pemuda bernama Kacak, yang merasa karena mamaknya adalah kepala desa, mempunyai sifat sombong dan selalu berbuat sekehendak hatinya sehingga kurang disukai oleh orang-orang sekampungnya. Namun, lain halnya dengan Midun, walupun hanya anak seorang petani miskin, tetapi ia mempunyai pendidikan moral dan agama yang baik, sehingga sangat disukai oleh orang-orang di kampungnya.

 Kutipan 2

Tuti dan Maria, anak wedana pensiunan, R. Wiriaatmadja, ketika berada di Gedung Akuarium Jakarta bertemu dengan Yusuf, mahasiswa fakultas kedokteran. Maria siswa HBS, seorang yang lincah dan periang. Sebaliknya Tuti, kakaknya, gadis pemikir yang hanya mempercakapkan hal-hal yang dianggapnya perlu, aktivis organisasiwanita yang gagah memperjuangkankemajuan kaumnya.

Persamaan isi kedua kutipan novel di atas adalah….

a)

sama-sama menggunakan alur maju

b)

mengangkat tema pendidikan

c)

menggunakan susut pandang orang pertama

d)

menggambarkan watak tokoh

e)

menggambarkan latar sosial

41.

5. Bacalah kutipan novel berikut!

Tiap-tiap pemuda yang datang bersekolah di Betawi datang bertamasya di Danau Singkarak atau ke Sawah Lunto dan singgah di Solok, belum pernah mereka melampaui sebuah rumah kecil yang amat bersih rupanya, rumah itu dibeli oleh ibu Hanafidan disanalah ia tinggal bersama Rapiahkarena perlu menyekolahkan Syafei. Rapiah tidak suka lagi bercerai dengan mertuanya yang sudah dipandangnya sebagai ibu kandungnya, sedangkan ibu Hanafi pun berkata hendak menurutkan orang kedua itu kemana perginya.

Rapiah tetap menolak hendak dipersuamikan. Ia berkata tak sampai hati akan memberi ayah tiri pada Syafei.

(Salah Asuhan, Abdul Muis)

 

Keterkaitan isi kutipan novel di atas dengan kehidupan sehari-hari adalah....

a)

bertamasya ke Danau Singkarak atau Sawah Lunto

b)

hendaklah kita mengunjungi saudara kita yang ada di daerah

c)

suatu keluarga menyiapkan hidangan yang baik untuk menjamu tamu

d)

ibu mertua dan anak menantu perempuan selalu bersama dalam melakukan sesuatu

e)

tidak menikah lagi sesudah suaminya meninggal demi masa depan anak yang dicintai.

42.

6.  Bacalah kutipan novel berikut! 

Orang  tuanya  bekerja  sebagai  nelayan  miskin  yang  tidak  hanya  memiliki perahu. Mereka juga memiliki keluarga yang banyak yakni 14 kepala. Dari kejeniusan   nya   lintang   sangat   menyukai   matematika.   Tapi,   Cita-citanya menjadi seorang ahli matematika harus terpangkas karena tuntutan untuk membantu orangtua menafkahi keluarga. Terlebih saat ayahnya meninggal ia harus bekerja keras untuk mencari nafkah padakeluarganya.

(Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi)

Berdasarkan kutipan novel di atas, nilai kehidupan apakah yang hendak disampaikan oleh penulis...

a)

Nilai moral

b)

Nilai sosial

c)

Nilai religius

d)

Nilai patriotik

e)

Nilai pendidikan

43.

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.


Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah ….

a)

a. egois

b)

b. ceroboh

c)

c. lemah

d)

d. peragu

e)

e. penyabar

44.

Bacalah kutipan teks novel berikut!

Aku dan Rangga iseng-iseng mengambil antrean di antara para turis Asia Timur yang sangat percaya dengan mitos semacam itu. Turis-turis itu begitu antusias untuk menyentuh dan berfoto di atas point zero hingga platnya luntur menjadi putih mengkilap. Aku mendengar nama oran lain, berharap bisa kembali lagi ke Paris bersama keluarga, kekasih, atau teman dekat mereka.


(99 Cahaya di Langit Eropa: Hanum Salsabeila Rais dan Rangga Almahendra)

Unsur ekstrinsik yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah nilai ….

a)

a. agama

b)

b. sosial

c)

c. budaya

d)

d. pendidikan

e)

e. ekonomi

45.

Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor, adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)


Tradisi atau kebiasaan yang terungkap di dalam cuplikan novel di atas adalah ….

a)

a. uang sebagai daya tarik pernikahan

b)

b. kelakuan kasar dan bengis dari suami

c)

c. kepandaian sangat utama dalam berumah tangga

d)

d. penampilan penting bagi seseorang yang akan berkeluarga

e)

e. ketaatan seorang istri dan tanggung jawab seorang suami

46.

Kang Lantip tersenyum.

"Karena saya tidak percaya kepada sistem yang melahirkan dan membesarkan penguasa yang begitu kejam seperti Stalin. Sama dengan tidak percaya saya kepada sistem yang melahirkan Hitler dan Mussolini. Dan sudah tentu, juga tidak percaya kepada sistem yang melahirkan Amangkurat yang dengan kejamnya membunug santri-santri. Sistem-sistem seperti itu mengandung bibit-bibit kekerasan yang selalu akan mengambil korban ribuan orang yang tidak bersalah!"

Saya terkejut mendengar suaranya. Lantip, kakang saya, yang lemah lembut, sopan, penuh tata krama, dengan sekali tebas membabat tiga sistem kekuasaan yang besar.


Amanat penggalan novel tersebut adalah...

a)

setiap orang mempunyai kelebihan

b)

kita harus percaya pada seseorang

c)

jangan berprasangka buruk pada seseorang

d)

kekuasaan menghasilkan kesewenang-wenangan

47.

1. Bacalah kutipan novel Laskar Pelangi berikut!

Laskar Pelangi

Namun tak lama kemudian antara tidur dan terjaga aku mendengar suara gemericik air seperti jutaan semut berdatangan.

Kutipan kalimat di atas menggunakan majas …

a)

satire

b)

pras prototo

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

Alegori

48.

Bacalah kutipan teks novel Berikut!

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)


Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ... .

a)

antithesis

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

metonimia

49.

Mengapa penting untuk menyajikan penafsiran pandangan pengarang secara jelas dan ringkas dalam analisis sebuah novel?

a)

Untuk menyoroti kekurangan pengarang.

b)

Untuk menyulitkan pembaca.

c)

Untuk membingungkan pembaca.

d)

Agar pembaca dapat memahami pesan pengarang dengan baik.

50.

Apa tujuan dari analisis kritis terhadap novel "Ronggeng Dukuh Paruk"?

a)

Menghargai keindahan bahasa pengarang.

b)

Menemukan pandangan pengarang dalam aspek sosial, politik, dan budaya.

c)

Menilai penokohan tokoh utama.

d)

Menentukan tema sekunder dalam novel.