NEW
Font size
WorksheetsMajas Puisi
Total questions: 30
Worksheet time: 22mins
Kami naik kijang tahun 1992 menuju kotamu.
Digolongkan majas ....
Repetisi
Metonimia
Personifikasi
Hiperbola
Sunyi itu duka, sunyi itu gelap, sunyi itu lupa.
Digolongkan majas ....
Personifikasi
Litotes
Hiperbola
Repetisi
kata yang menimbulkan khayalan atau imajinasi dalam teks puisi termasuk dalam ciri bahasa....
majas
pengimajian
kata berlambang
irama
Daun kelapa itu, melambai-lambai diterpa oleh angin kencang.
Digolongkan majas ....
Personifikasi
Simile
Repetisi
Litotes
Suaranya menggelegar sampai gendang telingaku mau pecah rasanya.
Digolongkan Majas ....
Hiperbola
Personifikasi
Litotes
Metonimia
"Parasmu terlalu rupawan untuk aku yang buruk rupa ini." termasuk majas Litotes.
Benar
Salah
"Kendaraannya mengalami ciuman ringan dengan tiang lampu." termasuk majas Eufimisme.
Benar
Salah
"Lautan cinta di matamu begitu dalam, lebih dalam dari samudra yang tak terhingga." termasuk majas Metafora.
Benar
Salah
"Siapa yang tidak ingin hidup bahagia?" termasuk majas Retorik.
Benar
Salah
"Dia menangis tersedu-sedu, merintih-rintih, dan meraung-raung." termasuk majas Pleonasme.
Benar
Salah
Lihatlah semua tua-muda, miskin- kaya
berpadu dalam kemeriahan kota
Majas yang tampak pada baris pertama puisi tersebut adalah ...
paradoks
personifikasi
antitesis
pleonasme
Kalimat berikut memakai majas hiperbola, kecuali ....
Anak itu nakal sekali, setan pun takut padanya
Hampir saja jantungku copot gara-gara perbuatanmu
Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang melimpah
Suara Sri membela angkasa
Ia setiap hari membanting tulang untuk kleuarganya
Oh guruku…..
Kau laksana pelita dalam gulita
Entah kata apa yang pantas kuucap
Sebagai tanda terimakasih
Majas pada kutipan puisi diatas terletak pada larik ....
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Bacalah puisi dibawah ini!
Saat dedaunan mulai memanggilmu.
Tersenyum manis kala bersentuhan dengan alam.
Yang tak akan bosan menyapamu.
Awan pun akan menangis merindukan hadirmu.
Majas yang terkandung dalam puisi diatas adalah……
Majas hiperbola.
Majas personifikasi.
Majas pararelisme.
Majas metonimia
Majas perumpamaan.
Bangunlah bangsaku,
bangunlah negeriku,
bangunlah dan tidur yang panjang.
Penggalan puisi tersebut menggunakan majas ...
repetisi
klimaks
antiklimaks
pararelisme
Tono menjadi tulang punggung keluarganya.
Metafora
Simile
Personifikasi
hiperbola
Kenangan bersamamu seumpama mimpi di dalam mimpi.
Metafora
Simile
Personifikasi
hiperbola
Daun-daun pepohonan berbisik lembut tertiup angin sepoi-sepoi.
Kalimat tersebut mengandung majas ...
Metafora
Perumpamaan
Simile
Personifikasi
Dirimu laksana bulan yang menyinari kegelapan.
Kalimat tersebut mengandung majas ...
Simile
Antitesis
Metafora
Hiperbola
Personifikasi
Engkau seperti ayam yang kehilangan induknya.
Metafora
Simile
Personifikasi
Wajahnya bagaikan pinang dibelah dua.
Metafora
Simile
Personifikasi
Kenangan bersamamu seumpama mimpi di dalam mimpi.
Metafora
Simile
Personifikasi
hiperbola
Raja hutan merupakan satwa yang harus kita lindungi.
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Alegori
Api unggun melindungiku dari dingin.
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Alegori
Tikus berdasi itu disidang dalam kasus tipikor.
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Perbandingan
"Siapa yang tidak ingin hidup bahagia?" termasuk majas Retorik.
Benar
Salah
"Dia menangis tersedu-sedu, merintih-rintih, dan meraung-raung." termasuk majas Pleonasme.
Benar
Salah
"Parasmu terlalu rupawan untuk aku yang buruk rupa ini." termasuk majas Litotes.
Benar
Salah
"Kendaraannya mengalami ciuman ringan dengan tiang lampu." termasuk majas Eufimisme.
Benar
Salah
"Lautan cinta di matamu begitu dalam, lebih dalam dari samudra yang tak terhingga." termasuk majas Metafora.
Benar
Salah
