NEW
Font size
WorksheetsPre Test-10
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Kesalahan histeresis terjadi karena:
Kesalahan karena lingkungan ekstrem.
Perbedaan hasil pengukuran saat input naik dan turun.
Ketidakmampuan alat dalam mendeteksi perubahan kecil.
Penyimpangan akibat komponen aus.
Zero offset pada alat ukur listrik adalah:
Penyimpangan akibat suhu tinggi.
Nilai awal alat tidak menunjukkan nol meskipun tanpa input.
Kesalahan karena nilai input yang terlalu kecil.
Gangguan akibat fluktuasi tegangan.
Kesalahan nonlinieritas pada alat ukur dapat diperbaiki dengan:
Mengganti alat dengan yang baru.
Kalibrasi berkala menggunakan alat referensi linier.
Mengurangi suhu sekitar alat.
Mengubah arah pengukuran.
Faktor utama yang menyebabkan drift dalam pengukuran adalah:
Perubahan tekanan atmosfer.
Penggunaan sensor yang salah.
Perubahan parameter alat seiring waktu.
Kesalahan operator.
Kesalahan akibat pengaruh lingkungan sering terjadi pada:
Alat digital dengan daya internal stabil.
Alat yang digunakan dalam lingkungan ekstrem seperti suhu tinggi.
Alat yang sudah melalui proses kalibrasi standar.
Semua alat ukur yang memiliki layar digital.
Langkah pertama dalam mengoreksi kesalahan zero offset adalah:
Memastikan lingkungan tetap stabil.
Menyetel ulang posisi nol alat ukur.
Mengganti kabel penghubung.
Memasang filter arus.
Standar ISO 17025 berkaitan dengan:
Keselamatan pengguna alat ukur listrik.
Prosedur kalibrasi dan pengujian laboratorium.
Efisiensi energi pada alat ukur.
Pembuatan sensor listrik baru.
Kesalahan drift dapat diatasi dengan:
Menggunakan alat ukur sekali pakai.
Kalibrasi berkala dan pemeliharaan rutin alat.
Mengubah metode pengukuran.
Menyambungkan alat ke sumber arus rendah.
Penerapan metode komparatif dalam pengukuran bertujuan untuk:
Menghemat waktu pengukuran.
Meningkatkan ketepatan dengan membandingkan alat dengan referensi.
Mengurangi konsumsi daya alat.
Menurunkan suhu operasional alat.
Kesalahan histeresis dapat diminimalkan dengan:
Menggunakan alat ukur linier tanpa komponen mekanik.
Mengurangi tegangan yang diukur.
Mempercepat proses pengukuran.
Mengubah frekuensi input secara berkala.
