wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Pengetahuan Urin

Total questions: 49

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Penentuan berat jenis urin menggunakan?

a)

Fotometer

b)

Reflaktometer

c)

Timbangan analitik

d)

Spectrometer

e)

Kromatografi

2.

pH urin segar dapat memberi petunjuk ke arah etiologi pada infeksi saluran kencing oleh E.Coli akan menghasilkan?

a)

urin asam

b)

urin netral

c)

urin basa

d)

urin lindi

e)

urin pekat

3.

Penentuan derajat keasaman dapat dilakukan dengan menggunakan? (kecuali)

a)

kertas nitrazin

b)

lakmus biru

c)

lakmus merah

d)

indicator

e)

carik celup

4.

Penentuan protein dengan metode asam sulfosalicyl membutuhkan urin sebanyak......ml

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

5.

Hasil pemeriksaan protein menunjukan kekeruhan muda dan nampak butir-butir dalam kekeruhan, artinya...

a)

Negative

b)

Positif +

c)

Positif ++

d)

Positif +++

e)

Positif ++++

6.

Protein Bence Jones didapat pada 50% penderita mieloma multipel, tetapi tidak spesifik untuk penyakit itu, kadang-kadang didapat pada...

a)

Ginjal kronis

b)

Hinjal akut

c)

Tumor tulang

d)

Kanker kolon

e)

ISK

7.

Penetapan jumlah protein jika dilakukan dengan timed specimen, biasanya dipakai urin...

a)

PAGI

b)

MIDSREAM

c)

SUPRAPUBIK

d)

24 JAM

e)

MALAM (20-23)

8.

Penentuan protein dengan cara esbach sumbatan tabung dibolak-balik sebanyak...kali

a)

10

b)

11

c)

12

d)

13

e)

15

9.

Metode Benedict digunakan untuk pemeriksaan........pada urin

a)

Protein

b)

Karbohidrat

c)

Lemak

d)

Asam nukleat

e)

Glukosa

10.

Prosedur carik celup secara umum meliputi...

a)

Celup kan carik hanya sekejap saja dalam urin

b)

Jangan memegang bagian dari carik celup yang mengandung reagen dengan jar

c)

Urin harus dijadikan serba sama sebelum diperiksa

d)

Sedimen terbagi merata

e)

Semua benar

11.

Batas-batas normal pH ialah...

a)

4,5-8,6

b)

4,4-8,4

c)

4,6-8,5

d)

4,7-8,6

e)

4,3-8,3

12.

Bau busuk pada urin disebabkan oleh...

a)

Perombakan zat-zat protein

b)

Perombakan bakteriologi dari ureum

c)

Ketonuria

d)

Obat-obatan

e)

Makanan yang mengandung zat atsiri

13.

Pernyataan yang benar tentang urin amfoter adalah...

a)

Urin yang mengubah Lakmus merah menjadi biru

b)

Urin yang mengubah Lakmus biru menjadi merah

c)

Urin yang beraksi sekaligus dengan asam dan lindi

d)

Urin amfoter tidak ada

e)

Urin lindi, netral dan asam

14.

Jika urin yang akan diperiksa jernih, boleh dipakai. Bagaimana jika urin dalam kondisi keruh?

a)

Urin tidak dapat digunakan

b)

Urin disentrifugasi lalu memakai cairan atas

c)

Urin ditambahkan asam untuk menjernihkan

d)

Urin dibuang lalu meminta urin baru

e)

Urin di filtrasi lalu memakainya langsung

15.

Penentuan protein dengan pemanasan asam asetat digunakan urin sebanyak...

a)

½ tabung reaksi

b)

⅔ tabung reaksi

c)

¾ tabung reaksi

d)

⅓ tabung reaksi

e)

¼ tabung reaksi

16.

Jika dilaboratorium terjadi tumpahan asam dan bahan korosif harus dibersihkan dengan zat yang bersifat netral, yaitu

a)

abu soda atau natrium bikarbonat

b)

Pasir

c)

Kloform

d)

Air suling

17.

Tindakan yang harus dilakukan jika terdapat tumpahan bahan kimia berbahaya, kecuali

a)

Beritahu petugas keamanan laboratorium dan jauhkan petugas yang tidak berkepentingan dari lokasi tumpahan

b)

Nyalakan kipas angin penghisap (exhaus

18.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi tumpahan bahan kimia di laboratorium?

a)

Membiarkannya sampai kering

b)

Mengabaikannya

c)

Menyediakan informasi mengenai cara penanganan yang benar

d)

Menghubungi pihak berwenang datang

19.

Apa syarat penyimpanan bahan beracun?

a)

Ruangannya dingin dan berventilasi

b)

Dapat disimpan di mana saja

c)

Harus disimpan di luar ruangan

d)

Tidak perlu ventilasi

20.

Apa yang harus dilakukan sebelum mengirimkan bahan yang bersifat infeksius kepada lab rujukan diluar daerah kita, kecuali

a)

Menyiapak dokumen pengirim

b)

Koordinasi antara pengirim dan laboratorium penerima

c)

Mengirim data sampel hanya via email terpisah dengan sampel.

d)

Pemberitahuan secara teratur tentang data-data sampel via email

21.

Apa yang harus dilakukan untuk menjamin pengiriman bahan kimia berbahaya dengan aman?

a)

Mengabaikan prosedur pengiriman

b)

Menyiapkan dokumen pengiriman

c)

Mengirim tanpa pemberitahuan

d)

Menyimpan bahan di tempat terbuka

22.

Apa yang harus dilakukan dengan bahan kimia yang mudah terbakar?

a)

Disimpan di ruang terpisah

b)

Dapat disimpan di mana saja

c)

Dibiarkan terbuka

d)

Dikumpulkan bersama bahan lain

23.

Apa yang harus dilakukan jika ada tumpahan bahan kimia di laboratorium?

a)

Membiarkannya sampai kering

b)

Menghubungi pihak berwenang

c)

Mengabaikannya

d)

Menggunakan air untuk membersihkannya

24.

Jenis bahan kimia yang mudah terbakar digolongkan menjadi tiga sub, yaitu:

a)

Zat padat mudah terbakar, zat cair mudah terbakar, gas mudah terbakar

b)

Zat semi padat mudah terbakar, Azida, gas mudah terbakar

c)

zat cair mudah terbakar, gas mudah terbakar dan zat bertekanan

d)

Radioactive Substance, Compressed Gases, Acid Sensitive Substance

25.

Apa yang harus diidentifikasi dalam laporan hasil pemeriksaan?

a)

Identifikasi laboratorium yang menerbitkan laporan

b)

Identifikasi spesimen yang tidak relevan

c)

Identifikasi lokasi laboratorium

d)

Identifikasi jenis kelamin pasien

26.

Berapa lama berkas laboratorium disimpan?

a)

3 tahun

b)

5 tahun

c)

10 tahun

d)

1 tahun

27.

Apa yang harus dilakukan untuk mengendalikan dokumen?

a)

Menyimpannya dalam bentuk elektronik

b)

Membuat prosedur yang jelas

c)

Mengabaikan peraturan

d)

Menyimpan dokumen tanpa batas waktu

28.

Berapa lama berkas laboratorium untuk kasus anak-anak harus disimpan?

a)

Sampai pasien berusia 18 tahun

b)

Sampai batas usia tertentu sesuai ketentuan

c)

Selamanya

d)

5 tahun

29.

Siapa yang bertanggung jawab atas penerimaan hasil pemeriksaan?

a)

Pimpinan laboratorium

b)

Manajemen laboratorium

c)

Petugas administrasi

d)

Teknisi laboratorium

30.

Apa yang harus dicakup dalam sistem informasi laboratorium?

a)

Hanya data keuangan

b)

Data pasien dan hasil pemeriksaan

c)

Hanya data spesimen

d)

Data yang tidak relevan

31.

Pada kamar hitung, penghitungan eritrosit dilakukan di kotak mana dan bagaimana perbedaannya dengan penghitungan leukosit dan trombosit?

4 lines
32.

Di kotak mana dan bagaimana perbedaannya dengan penghitungan leukosit dan trombosit?

a)

Eritrosit dihitung di seluruh kotak besar, leukosit dihitung di seluruh kotak kecil, trombosit dihitung di 5 kotak besar.

b)

Eritrosit dihitung di 5 kotak besar di tengah, leukosit dihitung di 4 kotak besar di luar, trombosit dihitung di kotak kecil.

c)

Eritrosit dihitung di seluruh kotak besar, leukosit dihitung di 4 kotak kecil, trombosit dihitung di 4 sudut kotak besar.

d)

Eritrosit dihitung di 5 kotak besar di tengah, leukosit dihitung di 4 sudut kotak besar, trombosit dihitung di seluruh kotak besar.

e)

Eritrosit dihitung di 5 kotak besar di tengah, leukosit dihitung di 4 sudut kotak besar, trombosit dihitung di seluruh kotak kecil.

33.

Pada pembacaan eritrosit di kamar hitung, digunakan lensa objektif dengan pembesaran:

a)

4x

b)

10x

c)

40x

d)

100x

34.

Bagaimana cara membaca eritrosit pada kamar hitung?

a)

Membaca seluruh kotak besar pada kamar hitung.

b)

Membaca eritrosit di 5 kotak besar area tengah dengan pola zigzag.

c)

Membaca eritrosit di 4 kotak besar pada sudut-sudut grid besar.

d)

Membaca eritrosit di seluruh kotak kecil pada semua area kamar hitung.

35.

Apa syarat utama objek glass yang digunakan untuk pembuatan apusan darah?

a)

Objek glass harus bersih, bebas debu, dan tidak terkontaminasi minyak.

b)

Objek glass harus halus dan bebas dari goresan yang dapat mengganggu distribusi darah.

c)

Objek glass harus transparan dan tidak berkilau agar darah tidak terlihat jelas.

d)

Objek glass harus kasar agar darah lebih mudah menempel pada permukaannya.

e)

Objek glass harus licin dan berwarna gelap untuk mempermudah pengamatan.

36.

Apa sudut kemiringan yang ideal saat membuat apusan darah?

a)

15-20 derajat

b)

30-45 derajat

c)

50-55 derajat

d)

60-65 derajat

37.

Apa yang mungkin terjadi jika sediaan apusan darah terlalu lambat dalam proses pengeringannya?

a)

Sel darah akan mudah rusak

b)

Sediaan akan mengering tidak merata dan menyebabkan sel darah menyatu.

c)

Sel darah akan rusak karena pengeringan yang terlalu cepat.

d)

Sediaan menjadi terlalu kering sehingga struktur sel sulit terlihat.

e)

akan mengalami perubahan morfologi eritrosit

38.

Ciri-ciri sediaan apusan darah yang baik adalah:

a)

Sediaan tipis, merata, dan tidak ada sel yang pecah.

b)

Sediaan tipis, merata, dengan sedikit sel yang hancur.

c)

Sediaan tebal, merata, dan sel darah tersebar dengan baik.

d)

Sediaan tipis, tidak merata, dan sel darah tidak terdistribusi dengan baik.

e)

Sediaan tipis, merata, dan ada beberapa sel yang saling tumpang tindih.

39.

Pada pembuatan apusan darah, nomor kaca penutup (cover glass) yang umumnya digunakan adalah:

a)

No. 0

b)

No. 1

c)

No. 1.5

d)

No. 2

e)

No. 3

40.

Berapa lama apusan darah dibiarkan setelah diberi larutan pewarna Wright sebelum diteteskan larutan penyanggah?

a)

1 menit

b)

2 menit

c)

3 menit

d)

5 menit

e)

10 menit

41.

Kenapa pada proses pembuatan apusan darah, sediaan awalnya dibilas dengan air mengalir kecil terlebih dahulu, baru kemudian air mengalir besar?

4 lines
42.

ya dibilas dengan air mengalir kecil terlebih dahulu, baru kemudian air mengalir besar?

a)

Agar sediaan darah tetap basah tanpa mengganggu struktur sel.

b)

Untuk menghilangkan sisa-sisa pewarnaan yang berlebihan secara bertahap.

c)

Agar darah tidak cepat mengering dan sel tetap utuh.

d)

Untuk menghindari terjadinya pengelupasan sel darah pada saat pembilasan.

e)

Agar sediaan tetap terjaga warnanya selama proses pewarnaan.

43.

Mengapa tidak perlu melakukan fiksasi tersendiri pada proses pewarnaan Wright?

a)

Karena pewarnaan Wright sudah cukup untuk mempertahankan sel darah.

b)

Karena pewarnaan Wright mengandung metilalkohol dalam konsentrasi tinggi yang berfungsi sebagai fiksatif.

c)

Karena fiksasi hanya diperlukan pada pewarnaan jenis lain.

d)

Karena proses pewarnaan Wright sudah cukup untuk memperbaiki sel darah yang rusak.

e)

Karena fiksasi dilakukan setelah pewarnaan selesai.

44.

Pada proses pewarnaan Giemsa, langkah pertama yang harus dilakukan setelah apusan darah dikeringkan adalah:

a)

Menyiram apusan darah dengan larutan metanol.

b)

Membilas apusan darah dengan air mengalir.

c)

Menyemprotkan larutan Giemsa ke apusan darah.

d)

Membiarkan apusan darah terpapar udara selama 10 menit.

e)

Menambahkan larutan penyanggah dengan pH sekitar 7.4.

45.

Untuk mempelajari parasit darah, pewarnaan yang paling disarankan adalah:

a)

Pewarnaan Wright

b)

Pewarnaan Giemsa

c)

Pewarnaan Gram

d)

Pewarnaan Ziehl-Neelsen

e)

Pewarnaan Hematoxylin-Eosin

46.

Pewarnaan Sudan Black digunakan untuk:

a)

Mendeteksi granula basofil dalam darah.

b)

Mewarnai lemak dan lipid dalam jaringan.

c)

Mendiagnosis infeksi parasit darah.

d)

Mewarnai bakteri dalam sampel klinis.

e)

Mengidentifikasi sel darah putih dalam apusan darah.

47.

Pewarnaan Periodic Acid-Schiff (PAS) digunakan untuk:

a)

Mewarnai lemak dan lipid dalam jaringan.

b)

Mengidentifikasi glikogen dan karbohidrat dalam jaringan.

c)

Mendiagnosis infeksi parasit darah.

d)

Mewarnai asam nukleat dalam sel.

e)

Mendeteksi granula basofil dalam darah.

48.

Pewarnaan Peroksidase digunakan untuk:

a)

Mendeteksi infeksi parasit dalam darah.

b)

Mewarnai bakteri dalam jaringan.

c)

Mendiagnosis kelainan pada sel darah putih, terutama untuk mengidentifikasi aktivitas enzim peroksidase.

d)

Mewarnai asam nukleat dalam sel.

e)

Mewarnai lemak dan lipid dalam jaringan.

49.

Pewarnaan Giemsa digunakan untuk:

a)

Mewarnai sel darah putih dan mengidentifikasi jenis parasit dalam darah.

b)

Mewarnai sel-sel kanker untuk pemeriksaan histopatologi.

c)

Mendiagnosis infeksi bakteri dalam darah.

d)

Mewarnai jaringan otot untuk pemeriksaan mikroskopis.

e)

Mewarnai lemak dalam jaringan untuk pemeriksaan mikroskopik.