WorksheetsPengadministrasi perkantoran KISI KISI
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 40mins
Apa yang dimaksud dengan prosedur administrasi?
Prosedur administrasi hanya berlaku untuk instansi pemerintah.
Prosedur administrasi adalah langkah-langkah yang diikuti dalam pengelolaan tugas administratif.
Prosedur administrasi adalah dokumen yang harus diarsipkan selamanya.
Prosedur administrasi adalah cara untuk mengelola keuangan perusahaan.
Sebutkan langkah-langkah dalam memproses dokumen!
1. Pengumpulan dokumen, 2. Pengecekan kelengkapan, 3. Klasifikasi dokumen, 4. Pemindaian atau digitalisasi, 5. Penyimpanan dalam sistem, 6. Pengarsipan, 7. Pemeliharaan dan pemantauan.
1. Hanya menyimpan dokumen, 2. Mengabaikan pengecekan, 3. Menghapus dokumen yang tidak perlu
Mengapa tertib administrasi penting dalam pengelolaan dokumen?
Tertib administrasi penting untuk menjaga organisasi, efisiensi, dan akurasi dalam pengelolaan dokumen.
Tertib administrasi tidak berpengaruh pada pengelolaan dokumen.
Tertib administrasi hanya penting untuk keperluan hukum.
Tertib administrasi menghambat proses pengelolaan dokumen.
Apa saja jenis dokumen yang perlu diproses sesuai prosedur?
Dokumen elektronik yang tidak resmi.
Dokumen pribadi seperti foto dan catatan harian.
Dokumen resmi seperti surat, laporan, kontrak, dan dokumen keuangan.
Dokumen yang tidak memerlukan tanda tangan.
Bagaimana cara memastikan dokumen yang diproses sesuai dengan standar yang ditetapkan?
Menyimpan dokumen tanpa pemeriksaan.
Mengabaikan standar yang ditetapkan.
Lakukan pemeriksaan dokumen menggunakan checklist berdasarkan standar yang relevan.
Mengandalkan ingatan untuk memverifikasi dokumen.
Langkah pertama dalam memproses dokumen yang diterima di kantor adalah:
Mendistribusikan dokumen ke departemen terkait
Memeriksa kelengkapan dokumen
Menyimpan dokumen di arsip
Menandai dokumen sebagai rahasia
Menghapus dokumen lama
Prosedur yang harus dilakukan untuk memastikan dokumen tertib administrasi adalah:
Menyusun dokumen sesuai warna
Mengelompokkan dokumen berdasarkan tanggal
Menyusun dokumen secara acak
Melampirkan dokumen tambahan tanpa verifikasi
Menyalin dokumen sebanyak mungkin
Apa yang dimaksud dengan 'tertib administrasi' dalam pengelolaan dokumen?
Menyusun dokumen berdasarkan ukuran
Menata dokumen agar mudah ditemukan dan digunakan
Memprioritaskan dokumen berdasarkan pentingnya warna
Menyingkirkan dokumen yang sudah tidak relevan
Menggandakan dokumen secara otomatis
Setelah dokumen selesai diproses, langkah yang tepat untuk menjaga tertib administrasi adalah:
Membuang dokumen yang tidak diperlukan
Mengarsipkan dokumen sesuai dengan kategori yang ditentukan
Menyimpan dokumen di meja kerja untuk digunakan nanti
Memberikan dokumen kepada semua staf tanpa pengecekan
Menggandakan dokumen sebanyak mungkin
Dalam memproses dokumen, prosedur yang harus dilakukan untuk dokumen yang salah adalah:
Membiarkan dokumen tersebut tetap dalam sistem
Menghapus dokumen tanpa catatan
Melakukan koreksi sesuai prosedur yang berlaku
Menyerahkan dokumen kepada pihak lain tanpa penjelasan
Menyimpan dokumen dengan tanda 'proses ulang'
Salah satu fungsi utama pemrosesan dokumen sesuai prosedur adalah:
Mengurangi jumlah dokumen dalam organisasi
Mempermudah akses dan penggunaan dokumen
Menghapus dokumen lama secara acak
Mengelola dokumen secara rahasia tanpa arsip
Menyimpan dokumen di tempat tersembunyi
Manfaat utama dari pengelolaan dokumen yang tertib administrasi adalah:
Mengurangi beban kerja pegawai
Memastikan dokumen tersedia saat dibutuhkan
Mengurangi jumlah dokumen yang perlu diarsipkan
Mempermudah pembagian dokumen ke luar organisasi
Membuat dokumen lebih menarik secara visual
Apa yang harus dilakukan jika dokumen memerlukan tanda tangan pihak tertentu?
Menyimpan dokumen hingga tanda tangan tidak diperlukan lagi
Mengembalikan dokumen ke pengirim tanpa proses
Menghubungi pihak terkait untuk segera memberikan tanda tangan
Mengarsipkan dokumen meskipun belum lengkap
Menghapus dok
Prosedur untuk dokumen yang sudah selesai diproses biasanya melibatkan:
Menyimpan dokumen di tempat arsip sesuai kategori
Membagikan dokumen kepada semua staf
Menghapus dokumen dari sistem digital
Menyerahkan dokumen kepada pihak lain tanpa dokumentasi
Menggandakan dokumen untuk semua departemen
Dokumen yang tidak sesuai format standar harus:
Langsung dihapus dari sistem
Dilaporkan kepada atasan untuk perbaikan
Disimpan dengan dokumen lainnya
Diproses seperti dokumen lainnya
Dipindahkan ke arsip manual
Jika terjadi kesalahan dalam memproses dokumen, langkah yang harus dilakukan adalah:
Menolak dokumen dan meminta dokumen baru
Melakukan koreksi sesuai prosedur dengan mencatat perubahan
Menghapus dokumen dari daftar arsip
Menyimpan dokumen dengan tanda "salah"
Membiarkan dokumen apa adanya
Apa yang dimaksud dengan dokumen dinamis dalam proses administrasi?
Dokumen yang tidak memiliki fungsi tetap
Dokumen yang aktif digunakan dalam aktivitas sehari-hari
Dokumen yang hanya digunakan untuk arsip
Dokumen yang tidak memerlukan pengelolaan
Dokumen yang hanya bersifat sementara
Langkah terakhir dalam memproses dokumen adalah:
Menyusun dokumen di tempat kerja
Mencatat hasil proses dalam daftar arsip
Menyimpan dokumen secara manual tanpa arsip digital
Membagikan dokumen ke pihak eksternal
Menghapus dokumen dari daftar
Salah satu tujuan utama dari pemrosesan dokumen adalah:
Memastikan dokumen dapat ditemukan dengan cepat
Mengurangi jumlah dokumen di organisasi
Menggandakan dokumen sebanyak mungkin
Menyimpan dokumen tanpa kategori
Menghapus dokumen yang tidak diinginkan
Ketika memproses dokumen digital, langkah penting yang harus dilakukan adalah:
Memberikan nama file yang jelas dan relevan
Menyimpan dokumen di folder mana saja
Membuat salinan dokumen tanpa pengaturan
Mengirim dokumen langsung ke pihak terkait tanpa verifikasi
Menghapus dokumen lama dari sistem
Tujuan utama memilah dokumen sesuai dengan jenisnya adalah:
Memastikan dokumen dikelompokkan secara acak
Memudahkan pencarian dan pengelolaan dokumen
Mengurangi jumlah dokumen di kantor
Menyederhanakan proses penyimpanan tanpa arsip
Menyimpan dokumen tanpa prosedur
Dalam proses memilah dokumen, dokumen yang berisi kontrak kerja termasuk ke dalam kategori:
Dokumen pribadi
Dokumen rahasia
Dokumen umum
Dokumen resmi
Dokumen arsip
Langkah pertama dalam memilah dokumen adalah:
Membagi dokumen berdasarkan tanggal
Memisahkan dokumen berdasarkan tingkat kerahasiaan
Membuang dokumen yang dianggap tidak penting
Menyusun dokumen secara acak
Menyalin dokumen secara manual
Dokumen yang sering digunakan dalam pekerjaan sehari-hari sebaiknya dikelompokkan dalam kategori:
Dokumen arsip
Dokumen dinamis
Dokumen inaktif
Dokumen sementara
Dokumen rahasia
Salah satu cara efektif untuk memilah dokumen adalah dengan mempertimbangkan:
Kebutuhan pengguna dokumen
Warna dokumen
Ukuran kertas dokumen
Jumlah halaman dokumen
Estetika penampilan dokumen
Dokumen yang sudah kadaluarsa tetapi masih diperlukan sebagai arsip termasuk dalam kategori:
Dokumen aktif
Dokumen rahasia
Dokumen inaktif
Dokumen dinamis
Dokumen sementara
Memilah dokumen berdasarkan fungsi penggunaannya dilakukan untuk:
Mempermudah penanganan dokumen yang sering digunakan
Menghapus dokumen yang sudah tidak terpakai
Mengarsipkan dokumen dalam folder rahasia
Mencampur dokumen agar mudah ditemukan
Menyimpan dokumen dalam satu tempat
Dokumen keuangan yang sudah disahkan harus dimasukkan dalam kategori:
Dokumen sementara
Dokumen rahasia
Dokumen resmi
Dokumen arsip
Dokumen umum
Apabila dokumen yang diterima tidak memiliki kategori yang jelas, langkah yang harus diambil adalah:
Menghapus dokumen tersebut
Menentukan kategori berdasarkan fungsi dokumen
Menyimpan dokumen tanpa proses lebih lanjut
Membiarkan dokumen tanpa pengelompo
Langkah yang harus diambil adalah:
Menghapus dokumen tersebut
Menentukan kategori berdasarkan fungsi dokumen
Menyimpan dokumen tanpa proses lebih lanjut
Membiarkan dokumen tanpa pengelompokan
Mengarsipkan dokumen sebagai dokumen sementara
Cara terbaik untuk memilah dokumen dengan volume besar adalah:
Menggunakan teknologi pengelolaan dokumen digital
Mengelompokkannya secara manual tanpa alat bantu
Menyimpan dokumen dalam satu folder
Membagi dokumen ke beberapa departemen tanpa kategori
Membiarkan dokumen disimpan secara acak
Dokumen yang harus segera direspons atau ditindaklanjuti termasuk dalam kategori:
Dokumen dinamis
Dokumen inaktif
Dokumen arsip
Dokumen rahasia
Dokumen umum
Apa yang dimaksud dengan dokumen rahasia?
Dokumen yang dapat diakses oleh siapa saja
Dokumen yang bersifat umum dan tidak terbatas
Dokumen yang hanya boleh diakses oleh pihak tertentu
Dokumen yang sudah tidak relevan untuk digunakan
Dokumen yang tidak memerlukan pengelolaan khusus
Dokumen dengan masa berlaku tertentu, seperti surat izin, termasuk ke dalam kategori:
Dokumen arsip
Dokumen dinamis
Dokumen inaktif
Dokumen sementara
Dokumen rahasia
Setelah memilah dokumen berdasarkan jenisnya, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah:
Menyimpan dokumen sesuai kategori yang telah ditentukan
Menghapus dokumen yang tidak termasuk dalam kategori penting
Membiarkan dokumen tetap dalam tumpukan
Memberikan dokumen kepada semua departemen
Menyusun dokumen dalam urutan acak
Memilah dokumen secara tepat dapat membantu organisasi untuk:
Mengurangi waktu pencarian dokumen yang diperlukan
Menyimpan semua dokumen di satu tempat
Membiarkan dokumen tidak terkelola
Menghapus dokumen yang kurang penting
Menghindari pengelompokan dokumen yang rumit
Dokumen yang perlu disimpan untuk referensi di masa depan termasuk dalam kategori:
Dokumen aktif
Dokumen rahasia
Dokumen sementara
Dokumen inaktif
Dokumen arsip
Proses pengelompokan dokumen berdasarkan jenisnya dapat membantu dalam:
Mengurangi jumlah dokumen yang ada
Membiarkan dokumen tidak terkelola
Menghapus dokumen yang tidak penting
Menyimpan dokumen dalam satu tempat
Meningkatkan efisiensi pencarian dokumen
Dokumen yang tidak lagi digunakan tetapi harus disimpan untuk kepentingan hukum termasuk dalam kategori:
Dokumen arsip
Dokumen rahasia
Dokumen aktif
Dokumen sementara
Dokumen inaktif
Dokumen yang perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan relevansinya termasuk dalam kategori:
Dokumen aktif
Dokumen dinamis
Dokumen sementara
Dokumen inaktif
Dokumen arsip
Dokumen yang berisi informasi sensitif dan hanya boleh diakses oleh pihak tertentu termasuk dalam kategori:
Dokumen aktif
Dokumen arsip
Dokumen resmi
Dokumen rahasia
Dokumen umum
Proses pengelolaan dokumen yang baik dapat membantu organisasi dalam:
Membiarkan dokumen tidak terkelola
Mengurangi jumlah dokumen yang ada
Menyimpan semua dokumen dalam satu tempat
Menghapus dokumen yang tidak penting
Meningkatkan keamanan informasi
Dokumen yang harus disimpan untuk kepentingan audit termasuk dalam kategori:
Dokumen rahasia
Dokumen aktif
Dokumen dinamis
Dokumen arsip
Dokumen sementara
Proses pengelolaan dokumen yang buruk dapat menyebabkan:
Kesulitan dalam menemukan dokumen
Peningkatan keamanan data
Pengelolaan dokumen yang lebih baik
Meningkatkan efisiensi kerja
Pengurangan biaya operasional
Dokumen yang perlu diperbarui secara berkala termasuk dalam kategori:
Dokumen inaktif
Dokumen dinamis
Dokumen arsip
Dokumen sementara
Dokumen rahasia
Folder arsip berfungsi untuk:
Mencetak dokumen
Menyimpan data digital
Mengelompokkan dan menyimpan dokumen secara terorganisir
Mengedit dokumen sementara
Mengapa pengindeksan penting dalam manajemen arsip, dan bagaimana peraturan pemerintah mendukung proses ini di Indonesia?
Pengindeksan penting untuk memastikan dokumen dapat disimpan secara rapi, dan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2012 memberikan pedoman mengenai cara menyusun dokumen tanpa kaidah tertentu.
Pengindeksan berfungsi untuk memastikan akuntabilitas dan ketersediaan dokumen, sedangkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2012 menetapkan pedoman teknis yang mengatur pengindeksan agar dokumen diatur sesuai kaidah kearsipan.
Pengindeksan penting untuk mempermudah penerbitan dokumen, dan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2012 memberi kebebasan penuh dalam pengaturan dokumen tanpa batasan tertentu.
Pengindeksan membantu menyimpan dokumen secara digital, sementara Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2012 menyarankan penggunaan pengindeksan manual untuk seluruh arsip.
Dalam sistem pengindeksan alfabetis, terdapat risiko kesalahan pengindeksan apabila nama yang diindeks memiliki kesamaan. Apa langkah yang harus dilakukan untuk meminimalkan kesalahan ini, dan bagaimana prinsip konsistensi berperan dalam pengindeksan tersebut?
Membuat variasi indeks untuk setiap nama, sehingga mencegah pengulangan; prinsip konsistensi mengharuskan pembuatan indeks berbeda untuk dokumen serupa.
Mengabaikan variasi nama dan hanya menggunakan huruf depan; prinsip konsistensi memastikan bahwa semua dokumen diberi label yang sama.
Menambahkan penanda tambahan seperti tanggal atau nomor untuk membedakan dokumen serupa; prinsip konsistensi memastikan format yang digunakan tetap seragam pada setiap pengindeksan.
Menggunakan kode warna berbeda untuk setiap nama yang serupa; prinsip konsistensi menekankan penggunaan warna yang sama.
Di rumah sakit, sistem pengindeksan memiliki berbagai kategori seperti indeks pasien, indeks dokter, dan indeks diagnosis ICD. Mengapa klasifikasi kode ICD penting dalam pengindeksan ini, dan bagaimana hal ini berperan dalam peningkatan efisiensi layanan kesehatan?
Kode ICD hanya digunakan untuk menentukan tanggal perawatan pasien, tanpa pengaruh terhadap efisiensi.
Penggunaan kode ICD memungkinkan pengelompokan pasien berdasarkan diagnosa kesehatan yang sama, sehingga mendukung analisis data kesehatan.
Kode ICD diimplementasikan hanya untuk mempermudah pembayaran klaim pasien, tanpa memberikan manfaat untuk analisis medis.
Kode ICD diterapkan untuk mendeteksi lokasi rumah sakit terdekat bagi pasien tertentu.
Dalam prosedur pencatatan surat masuk, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:
Penyimpanan surat di lemari arsip
Distribusi surat kepada penerima
Penerimaan surat dan verifikasi identitas pengirim
Memberi nomor surat sesuai dengan sistem pencatatan
Urutan yang benar dalam siklus hidup pengelolaan arsip elektronik adalah sebagai berikut:
Penciptaan -Pelestarian - Penggunaan - Penyimpanan - Pemusnahan
Penciptaan - Penyimpanan - Pelestarian - Penggunaan - Pemusnahan
Penciptaan - Penyimpanan - Penggunaan - Pelestarian - Pemusnahan
Penciptaan - Penyimpanan - Penggunaan - Pelestarian - Pemusnahan
Langkah pertama dalam mendistribusikan dokumen adalah:
Mengelompokkan dokumen berdasarkan penerima
Menyimpan dokumen terlebih dahulu
Menghapus dokumen yang tidak diperlukan
Mencetak ulang dokumen
Menyerahkan dokumen tanpa pemeriksaan
Dokumen yang harus disampaikan secara cepat dan rahasia sebaiknya didistribusikan melalui:
Media digital dengan pengamanan khusus
Surat biasa tanpa pelacakan
Penyerahan langsung tanpa pemeriksaan
Pos kilat tanpa pengamanan
Platform umum tanpa enkripsi
Dokumen resmi perusahaan seperti surat keputusan sebaiknya didistribusikan ke:
Pihak internal yang berwenang
Semua karyawan tanpa kecuali
Pihak eksternal tanpa batasan
Media sosial untuk publikasi
Arsip tanpa disampaikan terlebih dahulu
Apa yang harus diperhatikan dalam mendistribusikan dokumen elektronik?
Format file dan kompatibilitas penerima
Ukuran kertas dokumen
Jumlah salinan cetak yang diperlukan
Tampilan visual dokumen
Tempat penyimpanan fisik dokumen
Dokumen fisik yang bersifat rahasia sebaiknya didistribusikan dengan:
Amplop tersegel dan tanda tangan penerima
Diserahkan secara terbuka
Dikirim tanpa pengamanan khusus
Ditinggalkan di ruang publik
Disimpan tanpa disampaikan
Untuk memastikan dokumen sampai ke penerima yang tepat, diperlukan:
Daftar penerima dokumen yang jelas
Tanda terima yang ditandatangani oleh pengirim
Alamat pengiriman yang tidak lengkap
Proses pengiriman tanpa verifikasi
Arsip dokumen yang tidak diperbarui
Dokumen yang ditujukan kepada pihak eksternal, seperti klien, sebaiknya dikirimkan melalui:
Saluran resmi seperti pos atau email perusahaan
Media sosial untuk distribusi luas
Metode informal seperti pesan instan pribadi
Penyimpanan di server tanpa pemberitahuan
Pengiriman manual tanpa catatan
Apa yang harus dilakukan jika dokumen tidak sampai ke penerima?
Melakukan pelacakan dokumen atau menindaklanjuti pengiriman
Mengabaikan masalah dan mengirim dokumen lain
Menyimpan dokumen sebagai arsip tanpa tindakan lebih lanjut
Menghapus dokumen dari daftar distribusi
Menyerahkan tanggung jawab kepada penerima
Dalam mendistribusikan dokumen ke banyak penerima, sebaiknya digunakan:
Daftar distribusi atau salinan tembusan
Satu dokumen untuk semua penerima
Metode distribusi manual tanpa pencatatan
Penyimpanan di satu lokasi saja
Pengiriman tanpa pemberitahuan
Dokumen elektronik yang berisi data sensitif harus didistribusikan dengan:
Proteksi kata sandi atau enkripsi
Format file yang umum tanpa pengamanan
Media sosial sebagai sarana distribusi
Dikirim tanpa pemberitahuan
Salinan fisik tanpa proteksi
Apa yang harus dilakukan sebelum mendistribusikan dokumen?
Memastikan dokumen sudah lengkap dan benar
Menyusun dokumen secara acak
Mencetak dokumen tanpa pengecekan
Menghapus dokumen lama
Membiarkan dokumen di ruang penyimpanan
Surat undangan rapat internal sebaiknya didistribusikan melalui:
Email perusahaan atau pesan internal
Media sosial untuk publikasi
Surat fisik melalui jasa pos
Distribusi manual tanpa pemberitahuan
Dokumen arsip tanpa pengiriman
Dokumen yang tidak terkait langsung dengan aktivitas penerima sebaiknya:
Tidak didistribusikan
Dikirim ke semua pihak
Ditempatkan di arsip umum
Diedarkan tanpa pengelompokan
Dibagikan untuk tujuan dokumentasi
Langkah terakhir dalam distribusi dokumen adalah:
Langkah terakhir dalam distribusi dokumen adalah:
Memastikan penerima telah menerima dokumen
Membuat salinan tambahan untuk arsip
Menyimpan dokumen tanpa catatan distribusi
Menghapus dokumen dari daftar pengiriman
Membiarkan dokumen tanpa tindak lanjut
Dokumen penting yang harus dicatat distribusinya memerlukan:
Tanda terima atau catatan distribusi
Penyimpanan tanpa pelacakan
Penyerahan tanpa pencatatan
Penyimpanan di lokasi publik
Salinan digital tanpa arsip fisik
Dokumen yang akan didistribusikan harus:
Sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan penerima
Dicetak ulang tanpa alasan
Disimpan tanpa verifikasi lebih lanjut
Dibagi ke semua pihak tanpa pertimbangan
Didistribusikan hanya dalam format digital
Distribusi dokumen berbasis digital lebih diutamakan karena:
Menghemat waktu dan biaya
Tidak memerlukan pengamanan khusus
Selalu lebih aman daripada dokumen fisik
Tidak perlu melibatkan penerima
Tidak memerlukan konfirmasi penerimaan
Dokumen dengan batas waktu tertentu harus didistribusikan:
Sesuai dengan prioritas waktu yang telah ditentukan
Setelah batas waktu selesai
Tanpa melihat urgensinya
Dalam waktu yang tidak terbatas
Setelah dokumen lainnya didistribusikan
Surat keputusan direksi harus didistribusikan ke:
Penerima yang relevan sesuai jabatan atau tanggung jawab
Semua karyawan tanpa kecuali
Media eksternal tanpa batasan
Arsip tanpa penerima terlebih dahulu
Departemen yang tidak terkait
Apa yang harus dilakukan jika penerima salah menerima dokumen?
Segera mengoreksi pengiriman dan memberikan dokumen yang benar
Membiarkan penerima menyimpan dokumen tersebut
Menghapus dokumen dari daftar pengiriman
Menggandakan dokumen untuk didistribusikan ulang
Membuat dokumen baru tanpa revisi
Dokumen legal seperti perjanjian kontrak harus disampaikan dengan cara:
Menggunakan kurir khusus dengan tanda terima
Dikirim melalui pesan instan pribadi
Diserahkan melalui jalur informal
Ditinggalkan di ruang publik
Disimpan tanpa distribusi
Catatan distribusi dokumen digunakan untuk:
Melacak dokumen yang telah dikirim dan diterima
Menyimpan dokumen tanpa proses distribusi
Menghapus dokumen setelah pengiriman
Mencampurkan dokumen dengan kategori lainnya
Membuat dokumen baru untuk arsip
Dokumen berbentuk fisik dapat didistribusikan dengan:
Amplop khusus yang berlabelkan tujuan
Media digital tanpa salinan fisik
Ditinggalkan di ruang kerja tanpa pengamanan
Menggunakan kurir tanpa alamat lengkap
Dikirim melalui email tanpa scanning
Prosedur yang harus dilakukan setelah dokumen diterima oleh penerima adalah:
Mencatat penerimaan untuk memastikan distribusi selesai
Membiarkan dokumen tanpa catatan
Menghapus dokumen dari daftar pengiriman
Menyerahkan dokumen lain tanpa proses lanjutan
Tidak melakukan tindakan lebih lanjut
Jika dokumen harus disampaikan secara darurat, langkah yang diambil adalah:
Menggunakan metode pengiriman tercepat yang aman
Membiarkan dokumen dalam antrian distribusi
Menyimpan dokumen untuk distribusi di kemudian hari
Mengirim dokumen tanpa pemberitahuan
Mengabaikan urgensi dokumen
Jangka waktu penyimpanan dokumen yang dimiliki oleh kantor sejak akhir tahun buku kantor yang bersangkutan maksimal ......... tahun.
10 tahun
15 tahun
20 Tahun
25 Tahun
5 Tahun
Dokumen berupa surat-surat berharga yang dipakai sebagai pembuktian peristiwa penting yang terjadi pada peristiwa jual beli/dunia perdagangan disebut dengan dokumen...
Dokumen pribadi
Dokumen sejarah
Dokumen niaga
Dokumen pemerintah
Dokumen privat
Klasifikasi penyimpanan warkat, sehingga warkat dapat ditempatkan pada klasifikasinya yang tepat atau sesuai. Langkah tersebut merupakan salah satu prosedur filling yang dinamakan dengan langkah …
Pemeriksaan surat
Pengumpulan surat
Pengindeksan surat
Penyortiran surat
Penyimpanan surat
Lemari arsip yang terdiri dari beberapa laci, antara 1-6 laci; tetapi yang paling banyak adalah 4 dan 5 laci, merupakan alat kearsipan dari …
Filling cabinet
Rotary cabinet
Cupboard cabinet
Stapler
Perforator
Berikut ini adalah jenis dokumen berdasarkan pemakaiannya, kecuali ......
dokumen pribadi
dokumen sejarah
dokumen pemerintah
dokumen biasa
dokumen niaga
Kumpulan surat – surat keputusan dibidang kepegawaian yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang, disimpan dalam susunan yang teratur dan tertib sehingga dapat ditemukan dan dipergunakan apabila diperlukan disebut ...
A. naskah kepegawaian
B. arsip kepegawaian
C. surat kepegawaian
D. fisik kepegawaian
E. digital kepegawaian
Bagaimana cara menjadi pendengar yang baik ketika konsumen complain?
Mendengarkan namun tidak terlalu menyimak isi pembicaraan konsumen
Memberikan gift kepada konsumen lalu biarkan mereka mengemukakan keluhannya
Mendengarkan terlebih dahulu kemudian memotong pembicaraan apabila kata-kata konsumen terlalu kasar
Membiarkan konsumen berbicara sampai selesai tanpa memotong pembicaraannya dan menjelaskan permasalahan dan meminta maaf
Mengajak konsumen duduk lalu biarkan konsumen bercerita
Dalam rangka hari pelanggan nasional, perusahaan mengadakan kegiatan yang sifatnya tidak wajib dilakukan, yaitu memberikan apresiasi berupa merchandise (bingkisan) kepada customer yang loyal (syarat dan ketentuan sudah ditentukan oleh management), traffic cukup tinggi karena sedang berlangsug juga promo 'Hari Pelanggan', apa yang akan kamu lakukan saat handling customer?
A. Handling customer secara taktis, fokus pada kuantitas agar SLA tidak turun
B. Apresiasi tidak menjadi hal utama karena traffic tinggi dan management pun memahami hal ini
C. Skala prioritas disesuaikan dengan kondisi
D. Fokus utama pada kualitas layanan, apresiasi sebagai tambahan
Apa yang dimaksud dengan peminjaman dokumen?
Peminjaman dokumen adalah proses meminjam dokumen dari perpustakaan atau institusi lain.
Peminjaman dokumen adalah proses menghapus dokumen dari perpustakaan.
Peminjaman dokumen adalah kegiatan membaca dokumen di tempat.
Peminjaman dokumen adalah proses membeli dokumen dari perpustakaan.
Sebutkan langkah-langkah dalam proses peminjaman dokumen!
Mengisi formulir pengembalian, 2. Menyerahkan dokumen tanpa identitas, 3. Menerima dokumen tanpa konfirmasi petugas.
1. Mengisi formulir peminjaman, 2. Menunjukkan identitas diri, 3. Menyerahkan formulir dan identitas kepada petugas, 4. Menunggu konfirmasi dari petugas, 5. Menerima dokumen yang dipinjam, 6. Mengembalikan dokumen sesuai waktu yang ditentukan.
Apa saja syarat yang diperlukan untuk meminjam dokumen?
Bukti pembayaran tagihan
Identitas diri yang valid, formulir peminjaman, dan biaya peminjaman (jika ada).
Surat rekomendasi dari atasan
Dokumen identitas orang lain
Bagaimana cara mengisi formulir peminjaman dokumen?
Hanya perlu menuliskan nama peminjam.
Isi formulir dengan nomor telepon dan alamat email saja.
Isi formulir dengan data pribadi, judul dokumen, dan tanda tangan.
Tanda tangani formulir tanpa mengisi data lainnya.
Apa yang harus dilakukan jika dokumen yang dipinjam hilang?
Coba cari dokumen di tempat yang tidak relevan.
Biarkan dokumen hilang tanpa tindakan lanjut.
Tunggu hingga dokumen ditemukan oleh orang lain.
Laporkan kehilangan kepada pihak berwenang dan ikuti prosedur yang ditetapkan.
Sebutkan jenis-jenis dokumen yang dapat dipinjam!
Buku, majalah, jurnal, dokumen resmi.
Surat izin, laporan keuangan, foto pribadi
Berapa lama waktu peminjaman dokumen biasanya?
1 hingga 4 minggu
1 hingga 2 hari
5 hingga 6 minggu
1 hingga 2 bulan
Apa yang dimaksud dengan denda keterlambatan peminjaman?
Biaya yang dikenakan untuk pengambilan barang pinjaman.
Biaya yang dikenakan karena keterlambatan pengembalian barang pinjaman.
Biaya yang dikenakan untuk pendaftaran peminjaman.
Biaya yang dikenakan untuk perpanjangan waktu peminjaman.
Bagaimana cara memperpanjang masa peminjaman dokumen?
Hanya perlu mengisi formulir online.
Kembalikan dokumen tanpa perpanjangan.
Perpanjang masa peminjaman dengan membayar denda.
Kunjungi perpustakaan atau platform peminjaman dan ikuti prosedur perpanjangan.
Apa yang harus dilakukan jika dokumen yang dipinjam rusak?
Biarkan dokumen tetap rusak tanpa tindakan.
Hancurkan dokumen dan buat yang baru.
Kembalikan dokumen tanpa melaporkan kerusakan.
Laporkan kerusakan kepada pihak peminjam dan ikuti prosedur yang ditentukan.
Sebutkan tempat-tempat yang menyediakan layanan peminjaman dokumen!
Kantor pos
Perpustakaan, lembaga pendidikan, pusat dokumentasi
Restoran
Taman kota
Apa perbedaan antara peminjaman dokumen fisik dan digital?
Peminjaman dokumen fisik dapat dilakukan secara online.
Dokumen digital tidak memerlukan koneksi internet untuk dipinjam.
Peminjaman dokumen fisik lebih cepat daripada digital.
Peminjaman dokumen fisik memerlukan interaksi langsung dan pengembalian fisik, sedangkan peminjaman dokumen digital dilakukan secara online tanpa pengembalian fisik.
Bagaimana cara mengembalikan dokumen yang telah dipinjam?
Kunjungi lokasi peminjaman dan serahkan dokumen kepada petugas.
Membiarkan dokumen di tempat peminjaman tanpa memberi tahu siapa pun.
Mengirim dokumen melalui pos tanpa konfirmasi dari petugas.
Menghubungi petugas melalui telepon untuk mengembalikan dokumen.
Apa yang harus diperhatikan saat meminjam dokumen?
Hanya meminjam dokumen yang baru dicetak
Tidak perlu mengembalikan dokumen
Mengabaikan kebijakan peminjaman yang ada
Periksa kondisi dokumen, ketahui batas waktu pengembalian, dan pahami kebijakan peminjaman.
Sebutkan manfaat dari peminjaman dokumen bagi mahasiswa!
Mengurangi waktu belajar
Meningkatkan biaya pendidikan
Manfaat peminjaman dokumen bagi mahasiswa antara lain akses informasi, dukungan penelitian, penghematan biaya, dan penyelesaian tugas akademik.
Membatasi akses ke sumber informasi
