WorksheetsADFAR ST. PEL FA DAN PIO
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Name
Class
Date
1.
Dasar hukum pelayanan kefarmasian adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian. Pekerjaan kefarmasian adalah ……
a)
Pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional
b)
Suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien
c)
Menyediakan dan memberikansediaan farmasi dan alat Kesehatan disertai informasi, agar masyarakat mendapat kan manfaat terbaik
d)
Perlindungan kepada pasien dan masyarakat dalam memperoleh dan atau menetapkan sediaan farmasi dan jasa kefarmasian
e)
Tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian.
2.
Sementara yang dimaksud dengan pelayanan kefarmasian adalah ……………
a)
Pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional
b)
Suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien
c)
Menyediakan dan memberikansediaan farmasi dan alat Kesehatan disertai informasi, agar masyarakat mendapat kan manfaat terbaik
d)
Perlindungan kepada pasien dan masyarakat dalam memperoleh dan atau menetapkan sediaan farmasi dan jasa kefarmasian
e)
Tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian.
3.
Yang dimaksud dengan Tenaga Kefarmasian adalah ……….
a)
Pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional
b)
Suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien
c)
Menyediakan dan memberikansediaan farmasi dan alat Kesehatan disertai informasi, agar masyarakat mendapat kan manfaat terbaik
d)
Perlindungan kepada pasien dan masyarakat dalam memperoleh dan atau menetapkan sediaan farmasi dan jasa kefarmasian
e)
Tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian.
4.
Standar pelayanan kefarmasian di apotek meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat Kesehatan dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinis. Yang termasuk dalam pengelolaan sediaan farmasi adalah :
a)
Perencanaan dan pengadaan
b)
Penerimaan dan penyimpanan
c)
Pemusnahan dan penarikan
d)
Pengendalian, pencatatan dan pelaporan
e)
Semua benar
5.
Obat atau bahan obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik. Dalam hal pengecualian atau darurat Ketika isi dipindahkan pada wadah lain, maka harus dicegah terjadinya kontaminasi dan harus ditulis informasi yang jelas pada wdah baru. Sistem penyimpanan dilakukan dengan memperhatikan bentuk sediaan dan kelas terapi serta disusun alfabetis. Pengeluaran obat memakai system FEFO artinya ………
a)
Obat yang pertama kali datang ke apotek maka akan dikeluarkan terlebih dahulu
b)
Obat yang terakhir kali datang ke apotek maka akan dikeluarkan terlebih dahulu
c)
Obat yang memiliki expire date lebih pendek akan dikeluarkan terlebih dahulu
d)
Obat yang memiliki expire date lebih lama akan dikeluarkan terlebih dahulu
e)
Bukan salah satu diatas
6.
Obat/bahan obat harus disimpan dalam wadah asli dari pabrik. Dalam hal pengecualian atau darurat Ketika isi dipindahkan pada wadah lain, maka harus dicegah terjadinya kontaminasi dan harus ditulis informasi yang jelas pada wdah baru. Sistem penyimpanan dilakukan dengan memperhatikan bentuk sediaan dan kelas terapi serta disusun alfabetis. Pengeluaran obat memakai system FIFO artinya ………
a)
Obat yang pertama kali datang ke apotek maka akan dikeluarkan terlebih dahulu
b)
Obat yang terakhir kali datang ke apotek maka akan dikeluarkan terlebih dahulu
c)
Obat yang memiliki expire date lebih pendek akan dikeluarkan terlebih dahulu
d)
Obat yang memiliki expire date lebih lama akan dikeluarkan terlebih dahulu
e)
Bukan salah satu diatas
7.
Pengendalian obat di apotek dilakukan untuk mempertahankan jenis dan jumlah persediaan sesuai kebutuhan pelayanan, melalui pengaturan system pesanan atau pengadaan, penyimpanan dan pengeluaran. Pengendalian persediaan dilakukan menggunakan ……………..
a)
Surat Pesanan
b)
Faktur
c)
Kartu Stock
d)
Nota
e)
Struk Penjualan
8.
Sementara pelayanan farmasi klinik yang dilakukan di apotek meliputi :………..
a)
Pengkajian resep dan dispensing
b)
MESO
c)
PIO dan PTO
d)
Home pharmacy care
e)
Semua Benar
9.
Pada pelayanan resep di sarana pelayanan kefarmasian perlu adanya pengkajian resep. Pengkajian resep terdiri atas ……., Kecuali
a)
Kajian administrative
b)
Kajian kesesuaian farmaseutik
c)
Pertimbangan klinik
d)
Kompatibilitas
e)
Harga
10.
Dalam playanan farmasi klinis di Rumah Sakit terdapat perbedaan dengan pelayanan farmasi klinis di apotek, pelayanan farmasi klinis di RS terdapat pelayanan ……………yang merupakan kegiatan kunjungan ke pasien rawat inap yang dilakukan apoteker secara mandiri
a)
PIO
b)
PTO
c)
Konseling
d)
Visite
e)
MESO
11.
Dalam pelayanan kefarmasian di RS dalam pengelolaan sediaan farmasi juga terdapat perbedaan dengan pelayanan farmasi di apotek yaitu terdapat …………
a)
Penerimaan
b)
Pengadaan
c)
Penyimpanan
d)
Penarikan
e)
Pendistribusian
12.
Dalam proses pendistribusian obat di RS terdapat istilah floor stock yang artinya ………..
a)
System persediaan lengkap diruangan
b)
System resep perseorangan
c)
System unit dosis
d)
System kombinasi
e)
Bukan salah satu diatas
13.
Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas meliputi pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai yang terdiri dari …….., Kecuali
a)
Perencanaan kebutuhan dan permintaan
b)
Penerimaan dan penyimpanan
c)
Pendistribusian, pemusnahan dan penarikan
d)
Pengendalian, Administrasi dan pemantauan evaluasi pengelolaan
e)
Melakukan pengadaan dari PBF atau apotek mitra
14.
Pada sebuah apotek terdapat obat yang sudah memasuki masa kadaluarsanya, maka obat tersebut harus dilakukan ……..
a)
Penarikan
b)
Pemusnahan
c)
Penyimpanan
d)
Pendistribusian
e)
Pengadaan
15.
Penyimpanan sediaan obat harus dapat menjamin kualitas dan keamanan sediaan farmasi, alat Kesehatan dan bahan medis habis pakaisesuai dengan persyaratan kefarmasian yang berlaku. Penyimpanan sediaan farmasi yang penampilan penamaan yang mirip, dengan istilah LASA yang artinya ………
a)
Terlihat sama
b)
Diucapkan menghasilkan suara yang sama
c)
Terlihat dan diucapkan sama
d)
Terlihat tidak sama
e)
Diucapkan tidak sama
16.
Jika di sebuah rumah sakit terdapat obat yang mengalami perubahan atau terjadi kerusakan padahal penyimpanan sudah sesuai dengan instruksi dari produsennya, maka apa yang dapat dilakukan oleh RS tersebut adalah ……
a)
Di musnahkan
b)
Di berikan saja kepada pasien
c)
Di biarkan saja
d)
Dinformasikan kepada distributornya agar dilakukan penarikan
e)
Bukan salah satu diatas
17.
Dalam pengelolaan sediaan farmasi di Rumah Sakit perlu adanya kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan sediaan farmasi sesuai dengan hasil kegiatan pemilihan untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan efisien. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan ……
a)
Perencanaan kebutuhan
b)
Pengadaan
c)
Penerimaan
d)
Penyimpanan
e)
Pendistribusian
18.
Dalam pengelolaan sediaan farmasi di Rumah Sakit yang merupakan kegiatan yang berkesinambungan dimulai dari pemilihan, penentuan jumlah, yang dibutuhkan, penyesuaian antara kebutuhan dan dana, pemilihan metode, pemilihan pemasok, penentuan spesifikasi kontrak, pemantauan dan pembayaran. Merupakan kegiatan …….
a)
Perencanaan kebutuhan
b)
Pengadaan
c)
Penerimaan
d)
Penyimpanan
e)
Pendistribusian
19.
Dalam pengelolaan sediaan farmasi di Rumah Sakit yang merupakan kegiatan untuk menjamin kesesuaian jenis, spesifikasi, jumlah, mutu, waktu, penyerahan dan harga yang tertera dalam kontrak atau surat pesanan dengan kondisi fisik yang diterima, merupakan kegiatan ………….
a)
Perencanaan kebutuhan
b)
Pengadaan
c)
Penerimaan
d)
Penyimpanan
e)
Pendistribusian
20.
Kriteria pasien yang memerlukan Pemantauan Terapi Obat (PTO) adalah ……….
a)
Anak-anak, lanjut usia dan Wanita hamil
b)
Pasien yang menerima lebih dari 5 obat
c)
Adanya multidiagnosis
d)
Pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal
e)
Benar semua
21.
Kriteria pasien yang harus dilakukan konseling adalah …………
a)
Pasien yang menggunakan obat dengan intruksi khusus
b)
Pasien yang menggunakan obat dengan indeks terapi sempit
c)
Pasien dengan tingkat kepatuhan rendah
d)
Pasien dengan terapi jangka Panjang
e)
Benar semua
22.
Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh apoteker dalam penyediaan dan pemberian informasi mengenai obat yang tidak memihak, dievaluasi dengan kritis dan dengan bukti terbaik dalam segala aspek penggunaan obat kepada profesi kesehatan lain, pasien atau Masyarakat. Sasaran Pelayanan Informasi Obat adalah ……
a)
Keluarga Pasien
b)
Dokter
c)
Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian
d)
Masyarakat
e)
Semua benar
23.
Pelayanan Informasi Obata yang bersifat pasif adalah sebagai berikut …..
a)
Menjawab pertanyaan pasien atau keluarganya
b)
Leaflet tentang penggunaan antibiotika yang benar
c)
Penyuluhan penyimpanan obat di POSYANDU
d)
Penyuluhan obat pada pasien di PUSKESMAS
e)
Brosur tentang penggunaan obat tradisional yang baik dan benar
24.
Ruang lingkup kegiatan Pelayanan Informasi Obat bidang Pelayanan meliputi berikut ini, Kecuali ……
a)
Pembuatan Leaflet
b)
Pembuatan brosur
c)
Menjawab pertanyaan pasien
d)
Pendidikan berkelanjutan bagi apoteker
e)
Memberikan penyuluhan kepada masyarakat
25.
Ruang lingkup kegiatan Pelayanan Informasi Obat bidang Pendidikan meliputi berikut ini, Kecuali ……
a)
Penyuluhan kepada pasien di PUSKESMAS
b)
Penyidikan
c)
Penyajian informasi obat melalui seminar
d)
Membimbing Praktek Kerja Lapangan
e)
Pendidikan berkelanjutan bagi perawat
26.
Ruang lingkup kegiatan Pelayanan Informasi Obat bidang Penelitian meliputi berikut ini, Kecuali ……
a)
PenelitianEvaluasi Penggunaan Obat
b)
Penelitian penggunaan obat baru
c)
Penelitian penggunaan obat secara mandiri
d)
Penyajian informasi terbaru mengenai obat dalam bentuk seminar
e)
Kegiatan program jaminan mutu
27.
Dalam menjalankan Pelayanan Informasi Obat perlu didukung oleh sumberdaya manusia yang mendukung. Sumberdaya tenaga Kesehatan meliputi :
a)
Dokter
b)
Dokter Gigi
c)
Perawat
d)
Apoteker
e)
Semua benar
28.
Untuk mendukung Pelayanan Informasi Obat perlu didukung juga dengan tersedianya sumber informasi yang dapat dipercaya atau disebut juga sumber Pustaka. Yang merupakan Sumber Pustaka Primer adalah :
a)
Laporan kasus
b)
International Pharmaceutical Abstract
c)
Informasi Spesialite Obat
d)
Informasi Obat Nasional Indonesia
e)
Medline
29.
Untuk mendukung Pelayanan Informasi Obat perlu didukung juga dengan tersedianya sumber informasi yang dapat dipercaya atau disebut juga sumber Pustaka. Yang merupakan Sumber Pustaka Sekunder adalah :
a)
Laporan kasus
b)
International Pharmaceutical Abstract
c)
Informasi Spesialite Obat
d)
Informasi Obat Nasional Indonesia
e)
Farmakope Indonesia
30.
Untuk mendukung Pelayanan Informasi Obat perlu didukung juga dengan tersedianya sumber informasi yang dapat dipercaya atau disebut juga sumber Pustaka. Yang merupakan Sumber Pustaka Tersier adalah :
a)
Laporan kasus
b)
International Pharmaceutical Abstract
c)
Jurnal Ilmiah
d)
Informasi Obat Nasional Indonesia
e)
Medline
31.
Yang tidak termasuk Pertanyaan yg diajukan pada pasien sebelum menggunakan obat, pada saat melakukan Pelayanan Informasi Obat adalah ….
a)
Apakah anda sedang hamil?
b)
Apakah anda alergi terhadap obat?
c)
Apakah anda sedang menyusui?
d)
Apakah anda menggunakan kendaraan saat berangkat berobat?
e)
Apakah anda mengalami kesulitan dalam mengingat obat ?
32.
Dalam memberikan informasi tentang penyimpanan obat, informasi apa yang harus diberikan kepada pasien untuk sediaan obat cair, yang lebih tepat adalah …
a)
Jangan simpan obat dekat pencucian didapur
b)
Jaga obat dari pembekuan
c)
Jangan letakkan di kamar mandi
d)
Jangan disimpan ditempat lembap
e)
Jangan menggunakan obat yang sudah kadaluarsa
33.
Dalam PIO perlu adanya penjelasan tentang aturan pakai obat, penjelasan Informasi obat yang lebih tepat untuk sediaan obat oral Long Acting adalah …..
a)
Obat ini ditelan dengan segelas air minum
b)
Obat ini digunakan dengan sendok takaran
c)
Obatini jangan di belah atau dihancurkan
d)
Obat ini digunakan pada saat makan
e)
Obat ini digunakan 2 jam setelah makan
34.
Dalam PIO perlu adanya penjelasan tentang aturan pakai obat, penjelasan Informasi obat yang lebih tepat untuk sediaan obat oral berupa cairan adalah …..
a)
Obat ini ditelan dengan segelas air minum
b)
Obat ini digunakan dengan sendok takaran
c)
Obatini jangan di belah atau dihancurkan
d)
Obat ini digunakan pada saat makan
e)
Obat ini digunakan 2 jam setelah makan
35.
Dalam menggunakan obat bentuk sediaan yang ditempel pada kulit, ada hal yang sangat penting untuk disampaikan pada pasien yaitu ….
a)
Kocok dahulu
b)
Jangan memotong obat tempel untuk tujuan mengatur dosis
c)
Jangan memegang bagian dalam dari obat tempel
d)
Obat tempel boleh ditempel Dimana saja sesuai keinginan pasien
e)
Bersihkan dan keringkan dengan cermat
36.
Pada penggunaan obat Inhaler agar dapat masuk kedalam paru-paru dengan sempurna, informasi apa yang harus disampaikan pada pasien tersebut ……
a)
Cuci tangan sebelum menggunakan obat
b)
Buanglah napas melalui mulut
c)
Kocok terlebih dahulu
d)
Tahan napas selama 10 detik
e)
Tarik napas perlahan selama 3-5 detik
37.
Dalam memberikan informasi obat tetes mata ada hal penting yang perlu diperhatikan, seperti pada informasi kadaluarsa setelah kemasan dibuka yaitu :
a)
1 minggu
b)
2 minggu
c)
3 minggu
d)
4 minggu
e)
5 minggu
38.
Sementara pada sediaan antibiotika syrup kering, perlu diinformasikan bahwa kadaluarsa obat setelah rekonstitusi adalah ….
a)
1 minggu
b)
2 minggu
c)
3 minggu
d)
4 minggu
e)
5 minggu
39.
Informasi obat untuk pasien yang mendapatkan Antibiotik adalah …..
a)
Penggunaan dalam sehari
b)
Penggunaan setelah atau sebelum makan
c)
Penggunaan obatnya harus sampai habis
d)
Efek samping yang akan terjadi
e)
Mulai minum obat
40.
Proses membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah didapat pasien disebut dengan …...
a)
PIO
b)
PTO
c)
Konseling
d)
Rekonsiliasi
e)
MESO
100 %
