Font size
Worksheetsbab 13: hadis mardud MATERI SABTU 7 DESEMBER PERTEMUAN 8
Total questions: 74
Worksheet time: 40mins
مَا فَقَدَ شَرْطًا فَأَكْثَرَ مِنْ شُرُوْطِ الْحَدِيْثِ الْحَسَنِ
definisi hadis dhaif
definisi hadis hasan
definisi hadis maqbul
definisi hadis maudhu'
hadis mardud ada dua macam
maudhu' dan munkar
dhaif dan maudhu'
mardud lidzatih dan mardud lighairih
mu'dhal dan mursal
hadis jika dilihat dari sisi diterima dan ditolaknya terbagi menjadi
lima
tiga
dua
semua jawaban salah
hadis dilihat dari sisi diterima dan ditolaknya terbagi menjadi
maqbul dan mardud
maudhu' dan dhaif
mursal dan muallaq
mardud dan maudhu'
secara umum Hadis dhaif terbagi menjadi dua
Pertama: Jika dilihat dari sebab kedhaifan yang beraneka ragam.
Kedua: Jika dilihat dari kuat dan tidaknya kedhaifan yang terletak pada Hadis.
pertama: dilihat dari perawinya. jujur atau tidak.
kedua: dilihat dari kondisi perawinya, adil atau fasik
pertama: dilihat dari dhabit atau tidak.
kedua: dilihat dari adil atau tidaknya.
semua jawaban benar
Jika kedhaifan hadis karena gugurnya perawi pada sanad. maka terbagi menjadi
empat
lima
enam
tiga
(مَا أَضَافَهُ التَّابِعِيُّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَا وَاسِطَةٍ)
definisi hadis mursal
hadis muallaq
hadis mu'dhal
hadis munqathi'
al muthlaq adalah
makna bahasa dari mursal
makna bahasa dari muallaq
makna bahasa dari mu'dhal
makna bahasa dari munqathi'
Jika seorang tabi'in berkata: "Rasulullah SAW bersabda ini dan itu," atau "mengerjakan ini dan itu."
gambaran hadis mu'allaq
gambaran hadis mu'dhal
gambaran hadis palsu
gambaran hadis mursal
مَنْ ضَرَبَ أَبَاهُ فَاقْتُلُوْهُ
semua jawaban salah
misal bagi hadis mursal
misal bagi hadis mu'dhal
misal bagi hadis muallaq
mengapa hadis mursal adalah dhaif: Karena kita tidak mengetahui (a) ini meriwayatkan Hadis dari siapa.
Al-Maraasiil karya Abu Dawud.
kitab yang menghimpun hadis-hadis mursal
kitab yang menghimpun hadis-hadis maudhu'
kitab yang menghimpun hadis-hadis muallaq
semua jawaban salah
yang digantungkan.
makna bahasa dari munqathi'
makna bahasa dari mursal
makna bahasa dari muallaq
makna bahasa dari mu'dhal
Jika penyusun membuang gurunya saja. Atau membuang seluruh sanad kecuali sahabat, atau membuang seluruh sanad dan hanya mengatakan: "Rasulullah SAW bersabda."
gambaran hadis muallaq
gambaran hadis mu'dhal
gambaran hadis munqathi'
gambaran hadis mursal
مَا حُذِفَ مِنْ مَبْدَأِ إِسْنَادِه رَاوٍ فَأَكْثَرُ
pengertian hadis muallaq
pengertian hadis mursal
pengertian hadis mu'dhal
semua jawaban benar
maksud permulaan sanad adalah
pihak penyusun
pihak sahabat
pihak tabiin
semua jawaban benar
Hadis muallaq yang terdapat dalam Ash-Shahihain:
diterima
ditolak
semua jawaban salah
((لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمـَعَازِفَ))
"Akan terdapat dari kaumku beberapa orang yang menghalalkan kemaluan (zina), sutera, khamar, dan alat-alat musik.
hadis ini dhaif karena muallaq
hadis ini sahih karena ada dalam sahih bukhari
hadis ini sahih tapi tidak harus diamalkan
hadis ini palsu
الحِر
artinya adalah
zina
keledai
sutra
orang merdeka
المعازف
alat-alat musik
zina
khamar
sutra
وَيُذْكَرُ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ السَّائِبِ قَرَأَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم الْـمُؤْمِنُونَ فِى الصُّبْحِ حَتَّى إِذَا جَاءَ ذِكْرُ مُوسَى وَهَارُونَ أَوْ ذِكْرُ عِيسَى، أَخَذَتْهُ سَعْلَةٌ فَرَكَعَ
hadis muallaq dengan sighat tamridh
hadis muallaq dengan sighat jazam
hadis mursal
hadis palsu
((لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمـَعَازِفَ))
hadis muallaq dengan sighat jazam
hadis muallaq dengan sighat tamridh
hadis muallaq dhaif
hadis mursal yang sahih
دَاءٌ عُضَالٌ
berkaitan dengan hadis munqathi'
berkaitan dengan hadis muallaq
berkaitan dengan hadis mursal
berkaitan dengan hadis mu'dhal
مَا سَقَطَ مِنْ إِسْنَادِهِ اِثْنَانِ فَأَكْثَرُ، عَلَى التَّوَالِيْ
definisi hadis munqathi'
definisi hadis muallaq
definisi hadis mu'dhal
definisi hadis mursal
seorang perawi meriwayatkan Hadis dari seseorang yang tidak pernah menyampaikan Hadis kepadanya, kemudian setelah itu diketahui dari sanad yang lain bahwa di antara keduanya terdapat dua orang perawi atau lebih.
salah satu gambaran hadis mu'dhal
salah satu gambaran hadis mursal
salah satu gambaran hadis palsu
salah satu gambaran hadis muallaq
آخِرُ مَا أَوْصَانِيْ بِهِ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ وَضَعْتُ رِجْلِي فِي الْغَرْزِ أَنْ قَالَ: ((أَحْسِنْ خُلُقَكَ لِلنَّاسِ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ))
diriwayatkan imam muslim dalam kitab sahihnya
diriwayatkan imam abu dawud dalam kitab assunan
hadis ini diriwayatkan imam malik dalam kitab al muwattha'
diriwayatkan imam abu dawud dalam kitab al maraasiil
آخِرُ مَا أَوْصَانِيْ بِهِ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ وَضَعْتُ رِجْلِي فِي الْغَرْزِ أَنْ قَالَ: ((أَحْسِنْ خُلُقَكَ لِلنَّاسِ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ))
contoh hadis mu'dhal
contoh hadis mursal
contoh hadis muallaq
contoh hadis munqathi'
آخِرُ مَا أَوْصَانِيْ بِهِ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ وَضَعْتُ رِجْلِي فِي الْغَرْزِ أَنْ قَالَ: ((أَحْسِنْ خُلُقَكَ لِلنَّاسِ يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ))
yang menjadikan hadis ini sebagai mu'dhal, karena imam malik meriwayatkan langsung dari muadz bin jabal
yang menjadikan hadis ini mu'dhal, karena imam malik meriwayatkannya langsung dari Nabi Muhammad SAW
karena ada kedhaifan pada sanadnya
semua jawaban salah
al-maushul
lawan kata munqathi'
lawan kata maqthu'
semua jawaban salah
semua jawaban benar
كُلُّ خَبَرٍ لَمْ يَتَّصِلْ إِسْنَادُهُ عَلَى أَيِّ وَجْهٍ كَانَ اِنْقِطَاعُهُ
pengertian umum dari maqthu'
pengertian khusus dari maqthu'
pengertian umum dari munqathi'
pengertian khusus dari munqathi'
Berdasarkan pengertian umum maka munqathi’ mencakup mursal, muallaq, dan mu’dhal.
benar
salah
Berdasarkan pengertian khusus maka munqathi’ mencakup mursal, muallaq, dan mu’dhal.
salah
benar
semua jawaban benar
semua jawaban salah
(كُلُّ خَبَرٍ سَقَطَ مِنْ إِسْناَدِهِ رَاوٍ وَاحِدٌ، فِيْ مَوْضِعٍ وَاحِدٍ، أَوْ أَكْثَرَ غَيْرِ الصَّحَابِيِّ وَشَيْخِ الْمـُصَنِّفِ)
pengertian hadis mursal
pengertian hadis maqthu'
pengertian khusus dari munqathi'
pengertian umum dari munqathi'
(كُلُّ خَبَرٍ لَمْ يَتَّصِلْ إِسْنَادُهُ عَلَى أَيِّ وَجْهٍ كَانَ اِنْقِطَاعُهُ)
pengertian hadis munqathi'
pengertian hadis mu'dhal
pengertian hadis muallaq
pengertian hadis mursal
«إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ فَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَكَ فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْـمَلاَئِكَةِ».
hadis ini dhaif
hadis ini sahih
«إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ فَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَكَ فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْـمَلاَئِكَةِ».
hadis ini wajib diamalkan karena sahih
wajib tidak diamalkan karena dhaif
yang sunnah ketika mendatangi orang sakit
kita minta padanya untuk mendoakan kita, karena doanya seperti doa malaikat
kita mendoakan untuknya:
أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك
kita mendoakan untuknya:
بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا
semua jawaban salah
«إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ فَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَكَ فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْـمَلاَئِكَةِ».
contoh hadis munqathi' dalam makna umum
contoh hadis munqathi' dalam makna khusus
contoh hadis mursal
contoh hadis maqthu'
«إِذَا دَخَلْتَ عَلَى مَرِيضٍ فَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَكَ فَإِنَّ دُعَاءَهُ كَدُعَاءِ الْـمَلاَئِكَةِ».
sebab munqathi'nya karena maimun bin mehran tidak pernah ketemu umar bin khattab
Karena Maimun bin Mehran tidak pernah berjumpa Nabi SAW
Karena Maimun bin Mehran tidak pernah berjumpa Abu Hurairah
Karena Maimun bin Mehran tidak pernah berjumpa Umar Al-Mukhtar
dhaif karena aib pada perawi
muall
mu'dhal
mursal
muallaq
Macam-macam dhaif karena aib pada perawi
syadz
mu'dhal
mursal
maqthu'
dhaif karena gugurnya perawi
muallaq
syadz
muall
ziyadat tsiqah
مَا رَوَاهُ الْـمَقْبُوْلُ مُخَالِفًا لِمَنْ هُوَ أَرْجَحُ مِنْهُ
pengertian hadis syadz
pengertian hadis mursal
pengertian hadis muall
pengertian ziyadah tsiqah
hadis syadz adalah
Hadis riwayat perawi maqbul, tapi menyalahi perawi lain yang lebih rajih darinya.”
Hadis riwayat perawi mardud, tapi menyalahi perawi lain yang lebih rajih darinya.”
Hadis riwayat perawi dhaif, tapi menyalahi perawi lain yang lebih rajih darinya.”
Hadis riwayat perawi shaduq, tapi menyalahi perawi lain yang lebih rajih darinya.”
makna lebih rajih kecuali
lebih sempurna keadilannya
Lebih lama dalam bermulazamah kepada guru
Lebih sempurna kedhabitannya
lebih banyak muridnya
contoh hadis syadz
((أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْصُرُ فِي السَّفَرِ وَيُتِمُّ، وَيُفْطِرُ وَيَصُوْمُ))
((أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا دُونَ ذَلِكَ))
((أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ))
yang sunnah ketika safar adalah
mengqashar shalat
terkadang mengqashar atau itmam
hanya itmam
yang saat safar terkadang lanjut puasa dan itmam shalat adalah
Nabi Muhammad SAW
Aisyah radhiyallahu anha
Utsman bin Affan RA
semua jawaban salah
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْصُرُ فِي السَّفَرِ وَيُتِمُّ، وَيُفْطِرُ وَيَصُوْمُ
yang benar ini adalah mauquf kepada Aisyah
yang benar ini marfu' kepada Nabi SAW
kedua jawaban benar
kedua jawaban salah
yang sunnah ketika wudhu adalah
mengusap kedua telinga dengan air baru
mengusap kedua telinga dengan air sisa mengusap kepala
yang sunnah ketika takbiratul ihram adalah
mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu
mengangkat kedua tangan tidak sampai bahu.
yang sunnah ketika takbiratul ihram adalah mengangkat kedua tangan sampai bahu dan jari jemari tangan rapat menghadap kiblat
salah
benar
sama saja
semua jawaban salah
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
dibaca setelah wudhu
dibaca sehabis shalat
ketika bertaubat
dibaca setelah membaca Al-Quran
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
صدق الله العظيم
اللهم ارحمني بالقرآن
اللهم اجعل القرآن ربيع قلوبنا
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
doa kaffaratul majelis ini adalah sahih
doa kaffaratul majelis ini adalah dhaif
أَنَّهُ أَخَذَ لِأُذُنَيْهِ مَاءً خِلَافَ الْـمَاءِ الَّذِيْ أَخَذَهُ لِرَأْسِهِ
menunjukkan ketika wudhu harus mengambil air baru untuk mengusap kedua telinga
menunjukkan ketika berwudhu tidak perlu mengambil air baru saat mengusap kedua telinga cukup dengan air sisa mengusap kepala
semua jawaban salah
أَنَّهُ أَخَذَ لِأُذُنَيْهِ مَاءً خِلَافَ الْـمَاءِ الَّذِيْ أَخَذَهُ لِرَأْسِهِ
hadis dhaif
hadis sahih
مَسَحَ بِرَأْسِهِ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ
hadis sahih
hadis dhaif
Karena perawinya dari ibnu Wahb adalah tsiqah tapi menyalahi perawi yang lebih banyak jumlahnya.
أَنَّهُ أَخَذَ لِأُذُنَيْهِ مَاءً خِلَافَ الْـمَاءِ الَّذِيْ أَخَذَهُ لِرَأْسِهِ
مَسَحَ بِرَأْسِهِ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْصُرُ فِي السَّفَرِ وَيُتِمُّ، وَيُفْطِرُ وَيَصُوْمُ
yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Zaid
مَسَحَ بِرَأْسِهِ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا دُونَ ذَلِكَ
hadis yang sahih adalah
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ
((أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا دُونَ ذَلِكَ))
mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu dan jari-jari tangan rapat sembari menghadap kiblat pada empat kondisi:
1.takbiratul ihram. 2.takbir mau ruku'. 3. takbir saat i'tidal (angkat kepala dari ruku'). 4. saat bangkit menuju rakaat ketiga
benar
salah
Jika tambahan datang dari perawi tsiqah dan tidak menyalahi riwayat perawi lain
maka diterima
maka ditolak
Jika tambahan datang dari perawi tsiqah dan tidak menyalahi riwayat perawi lain maka diterima.
ziyadat tsiqah
hadis muall
hadis syadz
Jika tambahan datang dari perawi tsiqah, jika tambahannya menyalahi perawi lain, yang lebih banyak hafalan darinya, atau lebih tsiqah darinya maka tambahan (a)
Jika tambahan datang dari perawi bukan (a) maka tidak diterima
اَلْحَدِيْثُ الَّذِيْ وُجِدَ فِيْهِ عِلَّةٌ تَقْدَحُ فِيْ صِحَّتِهِ، مَعَ أَنَّ الظَّاهِرَ اَلسَّلاَمَةُ مِنْهَا
muall
syadz
mursal
ziyadat tsiqah
سَبَبٌ غَامِضٌ خَفِيٌّ قَادِحٌ فِي الْحَدِيْثِ، مَعَ أَنَّ الظَّاهِرَ السَّلَامَةُ مِنْهُ
illah
syadz
muall
ziyadat tsiqah
Karena illah adalah sebab tersembunyi maka ia hanya terletak
pada sanad
pada matan
pada sanad dan matan
لاَ تَقْرَأِ الحَائِضُ، وَلاَ الجُنُبُ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ
hadis ini dhaif
hadis ini sahih
لاَ تَقْرَأِ الحَائِضُ، وَلاَ الجُنُبُ شَيْئًا مِنَ القُرْآنِ
Secara lahir, sanad Hadis ini kelihatan sahih. Tapi terdapat illah, bahwasanya riwayat Ismail dari ulama' (a) adalah dhaif
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
hadis ini dhaif
hadis ini sahih
Di sisi lain Hadis ini memiliki (a) . Ketika Muslim memasukkan Hadis ini dalam kitab sahihnya menunjukkan bahwa Hadis ini sahih dan illahnya tidak merusak
Di sisi lain Hadis ini memiliki (a) . Ketika Muslim memasukkan Hadis ini dalam kitab sahihnya menunjukkan bahwa Hadis ini sahih dan illahnya tidak merusak
