wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS KODET 100 AMIN

Total questions: 58

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

Menurut pasal 45 yang dimaksud dengan penelitian adalah:

a)

Suatu rangkaian proses secara sistematis berdasar pengetahuan yang bertujuan memperoleh fakta dan/atau menguji teori dan/atau menguji intervensi yang menggunakan metode ilmiah.

b)

Suatu rangkaian proses secara sistematis berdasar pengetahuan yang bertujuan memperoleh fakta dan/atau menguji teori dan/atau menguji intervensi

c)

Suatu rangkaian proses secara sistematis berdasar pengetahuan yang bertujuan memperoleh fakta dan/atau menguji teori dan/atau menguji intervensi yang menggunakan metode ilmiah dengan cara mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data

d)

Penyusunan program Pendidikan dan/atau pelatihan berdasarkan teori-teori dan buktibukti ilmiah dan berorientasi pada kesejahteraan peserta Pendidikan.

2.

Seorang psikolog asing ingin menggunakan alat tes yang dikembangkannya di situasi Indonesia. Ia kemudian meminta seorang penterjemah untuk menterjemahkan alat tesnya dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Alat tes yang diterjemahkan terdiri dari pertanyaanpertanyaan dan norma tes yang dipergunakan di negaranya tersebut. Setelah diterjemahkan, karena keterbatasan waktu, ia kemudian langsung menggunakan alat tesnya tersebut. Psikolog asing tersebut telah melanggar kode etik karena :

a)

Tidak memenuhi aturan professional dan ketentuan yang berlaku, baik dalam perencanaan dan pelaksanaan.

b)

Tidak memberi perlindungan terhadap hak dan kesejahteraan partisipan penelitian atau pihak-pihak lain yang terkait.

c)

Tidak memperhatikan kewenangan

d)

Tidak memberikan gambaran tentang apa yang akan dilakukan.

3.

Seorang Sarjana Psikologi yang banyak mempelajari rancangan penelitian dan biopsikologi diminta oleh perusahaan besaryang memproduksi makanan sereal Kesehatan. Perusahaan tersebut meminta sarjana paikologi untuk menguji efektivitas sereal dalam mengurangi gangguan Kesehatan umum dan mengurangi absen kerja. Perusahaan setuju untuk membayar sejumlah uang, jika sarjana paikologi tersebut dapat merancang penelitian yang mendukung pemasaran produk perusahaan. Sarjana psikologi menyetujuinya, namun mengajukan persyaratan bahwa ia harus melihat dan menyetujui langsung bunyi iklan yang menggunakan hasil penelitiannya. Ia tidak secara langsung terlibat dalam pengumpulan data, akan tetapi ia menjamin bahwa penelitian dilakukan sesuai dengan yang diminta. Meskipun ia hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang nutrisi. Ia memiliki keyakinan bahwa latar belakangnya dibidang rancangan ekspemrimental dan biopsikologi memadai untuk menghasilkan penelitian yang handal. Apa yang harus dilakukan oleh sarjana psikologi tersebut? :

a)

a. Memahami batas kemampaun dan kewenangan.

b)

b. Berkonsultasi dengan pihak-pihak yang lebih ahli di bidang penelitian yang sedang dilakukan sebagai bagian dari proses implementasi penelitian.

c)

Menolak tawaran, karena tidak memahami bidang nutrisi.

d)

a dan b adalah langkah yang tepat.

4.

Interaksi antara partisipan penelitian dengan psikolog dan/atau ilmuwan psikologi ditentukan hanya di lokasi penelitian. Hal ini dilakukan dengan tujuan :

a)

Melindungi partisipan.

b)

Agar tidak terjadi bias dalam hasil penelitian.

c)

Agar tujuan dari penelitian tercapai.

d)

Menjaga harmonisasi partisipan dengan peneliti.

5.

Di dalam buku kode etik pasal 45 apabila psikolog dan/atau ilmuwan psikologi yang melaksanakan penelitian, maka langlah-langkah yang harus dilalui adalah :

a)

Membuat desain penelitian dan melaksanakan.

b)

Membuat desain penelitian, mengumpulkan data dan menganalisis data.

c)

Membuat desain penelitian, melaksanakan, melaporkan hasilnya yang disusun sesuai dengan standar atau kompetensi ilmiah dan etika penelitian.

d)

Membuat desain penelitian, membuat kajian ilmiah, melaporkan hasil.

6.

Salah satu syarat pembuatan informed consent dalam penelitian adalah :

a)

Bahasa yang sederhana.

b)

Istilah mudah dipahami.

c)

Bahasa yang digunakan sederhana dengan istilah-istilah yang mudah dipahami oelh masyarakat umum.

d)

Calon partisipan boleh menolak.

7.

Isi dari informed consent untuk penelitian eksperimental, kecuali :

a)

Perlakukan yang akan dilaksanakan.

b)

Pelayanan yang tersedia bagi partisipan.

c)

Biaya keuangan untuk berpartisipasi.

d)

Tidak melibatkan individu secara pribadi

8.

Penelitian yang tidak harus memerlukan persetujuan partisipan, kecuali :

a)

Penyebaran kuesioner anonym

b)

Perekaman

c)

Penelitian arsip

d)

Observasi ilmiah.

9.

Kondisi yang harus dihindari oleh psikolog dan/atau ilmuwan psikologi apabila akan melakukan penelitian adalah:

a)

Pemaksaan dengan memberikan daya tarik yang berlebihan.

b)

Meminimalkan resiko terhadap partisipan

c)

Tidak memberi hak partisipan untuk menarik diri

d)

Menjaga kerahasiaan.

10.

Isi atau muatan dari Informed consent penelitian, kecuali:

a)

Tujuan penelitian.

b)

Jangka waktu dan prosedur.

c)

Hak untuk menarik diri.

d)

Debriefing (Jika diperlukan)

11.

Hal yang tidak boleh dilakukan oleh ilmuwan psikologi dan/atau psikolog dalam menggunakan hewan sebagai salah satu objek penelitiannya adalah...

a)

Mengikuti prosedur pembedahan hewan sesuai aturan dan hukum yang berlaku,seperti diberlakukannya bius terlebih dahulu.

b)

Bekerja sama dengan lembaga pengelola kesehatan dan keamanan hewan.

c)

Menjalankan prosedur yang dapat membuat hewan stress dan menderita

d)

Membuat tim eksperimen yang kompeten dan terdaftar resmi dalam HIMPSI maupun lembaga pengelola kesehatan dan keamanan hewan

12.

Sesuai yang tercantum dalam pasal 53 Kode Etik Psikologi Indonesia HIMPSI, yaitu mengenai Pelaporan dan Publikasi Hasil Penelitian terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh psikolog atau ilmuwan psikologi, yang bukan termasuk dalam hal tersebut adalah...

a)

Psikolog atau ilmuwan psikologi tidak diperbolehkan melakukan plagiarism

b)

Psikolog atau ilmuwan psikologi perlu memperbaiki kesalahan data yang dipublikasikan

c)

Psikolog atau ilmuwan psikologi tidak mempublikasikan dalam bentuk original data yang pernah dipublikasikan sebelumnya

d)

Psikolog atau ilmuwan psikologi tidak diperbolehkan menggunakan hewan sebagai subjek penelitian

13.

Psikolog forensic adalah psikolog yang tugasnyamemberikan bantuan professional psikologi berkaitan dengan permasalahan hukum, khususnya :

a)

perdata

b)

hukum waris

c)

pidana

d)

tata usaha negara

14.

beberapa kegiatan yang dilakukan oleh psikolog forensic, kecuali:

a)

konsultan dan terapi di Lembaga pemasyarakatan.

b)

Program asesmen

c)

Pengamat penyelidikan kasus pembunuhan

d)

Evaluasi kompetensi hak pengasuhan anak.

15.

Berdasarkan pada pasal 61 terkait dengan pernyataan melalui media terkait dengan Psikologi Forensik bahwa ketika memberikan pernyataan di media seorang psikolog harus mempertimbangkan beberapa hal, di bawah ini yang termasuk hal-hal tersebut adalah, kecuali...

a)

Mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

b)

Mempertimbangkan batasan kerahasiaan.

c)

Mempertimbangakan azas praduga tak bersalah.

d)

Mempertimbangkan nilai-nilai social.

16.

Pasal 60 berisi tentang peran majemuk dan profesional psikolog dan/ilmuwan psikolog. Berdasarkan pasal tersebut seorang Psikolog dan/ Ilmuwan Psikologi harus berpegang teguh pada asas profesionalitas, objektivitas serta mencegah dan meminimalkan kesalahpahaman. Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila terpaksa melakukan peran majemuk, kecuali :

a)

Menghindar untuk melakukan peran majemuk dalam hal forensik

b)

Mempertahankan objektivitas dan profesionalisme

c)

Memahami dan menjalankan pekerjaan sesuai dengan kode etik yang berlaku

d)

Mempertahankan pemikiran yang rasional dan subjektif

17.

Prosedur evaluasi yang dilaksanakan secara sistematis adalah pengertian dari :

a)

Penelitian

b)

Psikoedukasi

c)

Asesmen

d)

Intervensi

18.

Seorang psikolog asing ingin menggunakan alat tes yang dikembangkannya di situasi Indonesia. Ia kemudian meminta seorang penterjemah untuk menterjemahkan alat tesnya dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Alat tes yang diterjemahkan terdiri dari pertanyaanpertanyaan dan norma tes yang dipergunakan di negaranya tersebut. Setelah diterjemahkan, karena keterbatasan waktu, ia kemudian langsung menggunakan alat tesnya tersebut. Psikolog asing tersebut telah melanggar kode etik :

a)

Pasal 63 ayat 1.

b)

63 Ayat 2

c)

63 Ayat 3

d)

63 Ayat 4

19.

Dalam kondisi relative konstan, maka hasil tes dapat berlaku untuk :

a)

6 bulan

b)

1 tahun

c)

2 tahun

d)

3 tahun

20.

Psikolog dan/atau ilmuwan psikologi bisa saja tidak perlu menggunakan informed consent, berikut kondisi yang memperbolehkan untuk tidak menggunakan informed consent, kecuali…

a)

Pelaksanaan asesmen diatur oleh peraturan pemerintah atau hukum.

b)

Pelaksanaan asesmen dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pendidikan,kelembagaan atau organisasi secara rutin, misal : seleksi, ujian.

c)

Pelaksanaan asesmen digunakan untuk mengevaluasi kemampuan individu yang menjalani pemeriksaan psikologis yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam suatu pekerjaan atau perkara

d)

Pelaksanaan asesmen dilakukan untuk orang terdekat

21.

Alat tes dalam psikodiagnostika di bagi dalam beberapa kategori, yaitu :

a)

2 kategori

b)

3 kategori

c)

4 kategori

d)

5 kategori

22.

Dalam pasal 54 Kode Etik Psikologi Indonesia HIMPSI mengenai berbagi data untuk kepentingan profesional. Dalam wewenangnya ilmuwan psikologi maupun psikolog dapat melakukan pembagian data dengan beberapa ketentuan antara lain, seorang profesional memerlukan data penelitian wajib

a)

melindungi kerahasiaan partisipan penelitian, dan memperhatikan hak legal pemilik data

b)

memberikan data partisipan jika partisipan sudah mengisi lembar ketersediaan

c)

menyembunyikan data yang mendasari kesimpulannya setelah hasil penelitian diterbitkan

d)

menyembunyikan data yang mendasari kesimpulannya setelah hasil penelitian diterbitkan

23.

Terdapat kasus bahwa penulis tidak mencantumkan pustaka yang dikaji dalam pembuatan makalah, hal itu termasuk pada tindakan plagiarisme. Tindakan plagiarisme sendiri terjadi apabila penyaji mengutip karya orang lain dan menyajikannya sebagai karyanya sendiri tanpa mencantumkan pemilik karya yang sebenarnya, seminimalnya dalam catatan kaki. Dari kasus tersebut, sudah diatur dalam pasal …. Kode Etik Psikologi Indonesia HIMPSI

a)

53

b)

54

c)

55

d)

56

24-25.

Kasus untuk no. 24-25 Pada tahun 2011, dunia pengetahuan Belanda dikejutkan dengan kasus penipuan yang dianggap terbesar dalam sejarah. DS, yang saat ini adalah mantan guru besar psikologi sosial, menyusun data-data dan penelitian palsu yang diterbitkan dalam puluhan artikel di majalah ilmu pengetahuan. Guru besar psikologi Universiteit van Tilburg itu dinonaktifkan sejak awal September lalu, setelah ia terbukti menggunakandata palsu untuk publikasi ilmiahnya. Hasil penyelidikan menunjukkan, bahwa Stapel yang juga mengajar di Universiteit Groningen dan Universiteit van Amsterdam, ternyata mempublikasi 30 tulisan di majalah ilmiah dengan datadata palsu. Saat ini penyelidikan juga dilakukan terhadap 130 artikel lainnya di majalah ilmiah dan 24 tulisan di buku-buku ilmiah. Pim Levelt memimpin komisi yang menyelidiki kasus penipuan ini. Ia mengatakan kasus itu sangat besar, membingungkan dan merusak citraBelanda sebagai negara ilmu pengetahuan. Namun, akhirnya kasus ini berhasil dibongkar oleh mahasiswa dari Universiteit van Tilburg. Sehingga hal ini ni menunjukkan sisi positif dari dunia akademis Belanda dimana mahasiswa berani dan diberi ruang untukmengkritik dosen mereka, khususnya dalam membongkar penipuan seorang guru besar. Dan menurut Komisi, mengapa penipuan ini bisa berlangsung begitu lama karena kerja Stapel yang rapi, manipulatif, dan penyalahgunaan kekuasaan. Lalu, akhirnya Stapel mengaku bersalah karena telah memalsukan data dan memohon maaf atas tindakannya tersebut. Menurutnya, ia terpaksa melakukan hal itu karena tekanan dan dorongan dari berbagai pihak agar ia membuahkan hasil penelitian yang baru agar dapat memuaskan semua orang.

24.

Pada bab IX tentang penelitian dan publikasi dalam kode etik HIMPSI pasal berapa yang membahas mengenai pengelabuan/manipulasi dalam penelitian?

a)

40

b)

50

c)

60

d)

70

25.

Berdasarkan kasus tersebut,dinyatakan bahwa DS terbukti menggunakan data palsu untuk publikasi ilmiahnya, menyusun data-data dan penelitian palsu yang diterbitkan dalam puluhan artikel di majalah ilmu pengetahuan. Hal tersebut melanggar kode etik karena melaporkan hasil yang disusun tidak sesuai dengan standar atau kompetensi ilmiah dan etika penelitian. Dalam kode etik HIMPSI hal tersebut berada dalam pasal...

a)

45

b)

16

c)

25

d)

36

26.

Dalam satu persidangan terdapat psikolog forensik bernama Caca dan psikolog forensik bernama Wirawan yang terlibat konflik di peradilan yang ditanganinya.Kemudian, psikolog Caca meminta bantuan kepada HIMPSI untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal yang dilakukan oleh psikolog Caca sesuai dengan kode etik psikologi pasal..ayat…

a)

Pasal 56 ayat 4

b)

Pasal 57 ayat 3

c)

Pasal 58 ayat 1

d)

Pasal 59 Ayat 5

27.

Apabila terdapat lebih dari satu saksi atau saksi ahli yang berasal dari psikolog dan ahli profesi lain dan bila kemungkinan terjadi konflik antara psikolog dengan profesi lain tersebut, maka tindakan yang benar jika ditelaah sesuai dengan Pasal 59 ayat 6 adalah…

a)

Meminta Himpsi menyelesaikan masalahnya dengan mendiskusikannya dengan organisasi profesi dimana profesi lain tersebut bernaung.

b)

Meminta pihak profesi lain menyelesaikan masalahnya sendiri.

c)

Meminta Himpsi menyelesaikan masalahnya dengan memprioritaskan pihak saksi ahli yang berasal dari psikolog.

d)

Meminta Himpsi untuk tidak ikut menyelesaikan masalahnya dengan mendiskusikannya dengan organisasi profesi dimana profesi lain tersebut bernaung.

28.

Psikolog yang menjalin hubungan profesional sebelumnya dengan orang yang menjalani pemeriksaan tidak terhalangi untuk memberi kesaksian maupun menyampaikan pendapatnya selaku saksi ahli yang melakukan pemeriksaan, sejauh diijinkan oleh aturan hukum yang berlaku. Pernyataan ini terdapat pada pasal... ayat ….

a)

60 ayat 3

b)

60 ayat 1

c)

59 ayat 1

d)

60 ayat 2

29.

Pasal berapa saja dalam buku kode etik yang membahas tentang asesmen psikologi...

a)

20,21,22

b)

44,45,46

c)

11,19,15

d)

62,63,64

30.

Jika seorang Psikolog dan atau ilmuan psikolog menyadari kemungkinan konflikantara kebutuhan untuk menyampaikan informasi dan pendapat, dengan keharusan mengikuti hukum, maka Psikolog dan/atau ilmuan Psikologi harus berusahamenyelesaikan konflik tersebut dengan menunjukkan komitmen terhadap kode etik dan mengambil langkahlangkah untuk mengatasi konflik tersebut dengan cara-cara yang dapat diterima, sesuai dengan pasal kode etik nomor….

a)

56 ayat 1

b)

56 ayat 2

c)

56 ayat 3

d)

56 ayat 4

31-32.

Seorang psikolog RS, mempunyai kontrak dengan sebuah sekolah untuk melakukan asesmen terhadap siswa yang akan mengikuti kelas khusus . Salah satu anak yang mengikuti kegiatan asesmen yaitu M , diputuskan sendiri oleh RS untuk diberi tes tambahan (tidak termasuk dalam kontrak). Hasil pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan bahwa M mempunyai kapasitas inteligensi yang memenuhi kriteria untuk mengkuti kelas khusus, tetapi dari tes tambahan juga ditemukan bahwa M mempunyai kelemahan didalam kemampuan konsentrasinya yang menghambat fungsi kapasitas inteligentifnya. Psikolog RS kemudian memanggil orang tua (ibu) M untuk mendiskusikannya. Karena kekuatiran bahwa anaknya tidak memperoleh kesempatan masuk ke kelas khusus, ibu M meminta kepada RS untuk tidak menyampaikan kelemahan anaknya di dalam laporan RS pada pihak sekolah. Hal tersebut disetujui oleh RS. Pada akhir kegiatan asesmen, RS membuat penagihan biaya asesmen pada pihak sekolah. Karena ada tes tambahan kepada M, maka tagihan untuk M lebih tinggi dibandingkan tagihan untuk teman-temannya yang lain. Hal tersebut menjadi pertanyaan pihak sekolah, dan pada akhirnya pihak sekolah tidak menyetujui pembayaran untuk tes tambahan yang tidak tercantum dalam kontrak.

31.

Tindakan RS yang termasuk melanggar kode etik psikologi terkait jasa psikologi adalah :

a)

Memutuskan sendiri untuk memberi tes tambahan

b)

Mendiskusikan hasil asesmen dengan orang tua M tanpa persetujuan pihak sekolah

c)

Menyampaikan penagihan yang tidak sesuai dengan kontrak

d)

Semua yang dilakukan oleh RS (a,b dan c).

32.

Pada kasus di atas, tindakan terbaik yang dapat dilakukan RS adalah :

a)

Tidak memberi tes tambahan kepada M

b)

Mendiskusikan dengan pimpinan sekolah sebelum memberi tes tambahan pada M

c)

Menyampaikan hasil asesmen kepada orangtua M sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kehidupan M

d)

Memberikan tagihan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan.

33.

Perhatikan pernyataan berikut:

1) Melakukan otopsi Psikologi

2) Melakukan intervensi Psikologi untuk pelaku kriminal dalam proses hukum

3) Melakukan investigasi Psikologi pada tersangka

4) Melakukan criminal profiling Psikologi

5) Menyampaikan keterangan sebagai saksi ahli bidang Psikologi Standar kompetensi inti yang harus dimiliki oleh Asisten Psikolog Forensik terdiri dari nomor

a)

1, 2 dan 3

b)

3, 4 dan 5

c)

1, 3 dan 4

34.

Seorang klien mendatangi sebuah kantor praktek seorang psikolog. Namun pada saat itu psikolog tidak berada di tempat, namun di kantor tersebut ada 2 orang asisten psikolog . Asisten psikolog yang melayani menjelaskan bahwa psikolog tidak ditempat, dan untuk pemberian tes biasanya dilakukan oleh asisten. Klien tersebut menyetujui untuk dilakukan tes oleh asisten psikolog. Namun saat hasil tes disampaikan, klien tersebut merasa bahwa hasil tersebut tidak dapat dipercaya, kurang sesuai dan hal tersebut dikarenakan pemberian tes dilakukan oleh asisten.

Untuk menghindari resiko keluhan klien terhadap pelaksanaan asesmen, maka psikolog/asisten psikolog perlu:

a)

Menjelaskan mengenai proses asesmen yang akan dilakukan

b)

Asesmen harus dilakukan oleh mereka yang kompeten

c)

penjelasan detil, dan meminta klien dengan mengisi informed consent

d)

Menjelaskan keakuratan alat tes yang digunakan.

35.

Di dalam pasal 62 ayat 4 dituliskan bahwa “bila usaha asesmen yang dilakukan Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dinilai tidak bermanfaat, Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi tetap diminta mendokumentasikan usaha yang telah dilakukan tersebut” Pernyataan tersebut memberikan arti:

a)

Psikolog dan/ atau ilmuwan psikologi harus tetap menjaga kerahasiaan data, keamanan data

b)

Psikolog dan/atau ilmuwan psikologi menetapkan alat tes yang sesuai dengan populasi.

c)

Psikolog dan/atau ilmuwan psikologi menentukan tujuan yang jelas dari sisi kewenangan

d)

Psikolog dan/atau ilmuwan psikologi menjelaskan kekuatan dan kelemahan alat tes yang digunakan.

36.

Data asesmen psikologi asesmen psikologi adalahdata kasar, respon terhadap pertanyaan atau stimulus, catatan serta rekam psikologi adalah menjadi kewenangan:

a)

Orang tua klien

b)

Psikolog

c)

Pimpinan perusahaan

d)

Klien yang bersangkutan

37.

Ketika melakukan interpretasi hasil asesmen, yang perlu diperhatikan oleh psikolog dan/atau ilmuwan psikologi adalah :

a)

Karakteristik peserta asesmen.

b)

Kemampuan mengambil keputusan.

c)

Kelengkapan sarana prasarana

d)

Waktu penyelenggaraan

38.

Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan seorang psikologi dalam menjelaskan hasil asesmen agar mudah dipahami pengguna jasa seperti yang disebutkan pada pasal 66 ayat 3, kecuali...

a)

Bahasa psikologi

b)

Istilah psikologi

c)

Budaya dan lingkungan

d)

Pakaian

39.

Menurut kode etik psikologi, seorang psikolog harus memastikan bahwa instrumen asesmen yang digunakan adalah...

a)

Hanya diberikan kepada individu yang berhak.

b)

Tidak perlu diverifikasi keabsahannya.

c)

Tidak perlu disesuaikan dengan budaya klien.

d)

Tidak diperlukan persetujuan tertulis dari klien.

40.

Psikolog Y diminta melaksanakan asesmen psikologi untuk mengevaluasi kemampuan para calon pekerja di PT Jaya Selamat, apakah Y harus mendapat persetujuan dari masing-masing calon pekerja?

a)

Wajib meminta persetujuan

b)

Tidak wajib meminta persetujuan

c)

Wajib meminta persetujuan dari calon pekerja beserta keluarganya

d)

Wajib meminta persetujuan namun jika calon pekerja tidak setuju , pekerja tetap harus memberikan persetujuan

41.

Tata merupakan ilmuwan psikologi yang baru menyelesaikan strata satu. Tata mencoba melakukan tes psikologi pada pengguna layanan yang awam tentang kode etik. Apakah hal ini sudah sesuai dengan kode etik psikologi?

a)

Sesuai, selama S1 Tata sudah mendapatkan kompetensi untuk melakukan interpretasi

b)

Sesuai, karena psikotes termasuk jenis tes yang tidak bersifat klinis

c)

Tidak sesuai, karena psikotes membutuhkan kompetensi tentang konstruksi tes dan prosedur tes serta tidak sesuai dengan ketentuan di dalam kode etik.

d)

Sesuai, karena Tata adalah ilmuwan psikologi.

42.

Terdapat beberapa kategori tes yaitu kategori A sampai D. Tes yang membutuhkan pengetahuan tentang konstruksi tes dan prosedur tes untuk penggunaannya dan didukung oleh pengetahuan dan pendidikan psikologi seperti statistik dan perbedaan individu dan bimbingan konseling merupakan tes kategori...

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

43.

Untuk menjaga objektivitas data, seorang psikolog dapat meminta bantuan orang lain untuk melakukan pengolahan data tanpa mengetahui pemilik data tersebut. Siapakah yang dapat diminta bantuan untuk melakukan pengolahan data?

a)

Kolega

b)

Guru

c)

Kerabat dekat

d)

Sahabat

44.

Berdasarkan pasal 63 tentang penggunaan asesmen, pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya asesmen psikologi oleh pihak yang tidak kompeten adalah sebagai berikut, kecuali...

a)

Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dapat menawarkan bantuan jasa asesmen psikologi kepada profesional lain.

b)

Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dapat bekerja sama dengan pihak diluar profesi psikolog demi tercapainya tujuan pencegahan.

c)

Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi harus secara akurat mendeskripsikan tujuan, validitas, reliabilitas, norma termasuk juga prosedur penggunaan dan kualifikasi khusus yang mungkin diperlukan untuk menggunakan instrument tersebut.

d)

Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi yang menggunakan bantuan jasa asesmen psikologi dari Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi lain untuk memperlancar pekerjaannya ikut bertanggung jawab terhadap penggunaan instrumen asesmen.

45.

Suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana berdasar hasil asesmen untuk mengubah keadaan seseorang, kelompok orang atau masyarakat yang menuju kepada perbaikan atau mencegah memburuknya suatu keadaan atau sebagai usahapreventif maupun kuratif. Penjelasan tersebut merupakan pengertian dari…

a)

Psikoedukasi

b)

Konseling Psikologi

c)

Intervensi

d)

Psikoterapi

46.

Psikoedukasi dilakukan untuk...

a)

Membantu orang dengan gangguan psikologis

b)

Menambah gangguan psikologis.

c)

Mengobati gangguan psikologis.

d)

Mencegah munculnya gangguan psikologis.

47.

Ketika menyampaikan informasi kepada klien dalam psikoedukasi, seorang psikolog harus...

a)

Menggunakan bahasa teknis, agar terlihat ilmiah.

b)

Menjauhkan diri dari interaksi personal dengan klien.

c)

Memastikan informasi disampaikan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

d)

Mengabaikan kekhawatiran klien.

48.

Naila dan teman-temannya sedang mengerjakan tugas akhir kesehatan mental membuat psikoedukasi. Timnya memutuskan membuat media psikoedukasi berupa pamflet dan podcast yang akan dibagikan melalui instagram. Apa yang dilakukan Naila dan temannya termasuk psikoedukasi...

a)

Training

b)

Non-training

c)

Langsung

d)

Tidak langsung

49.

Ilmuwan Psikologi A dan timnya akan membuat psikoedukasi terkait apa saja ciri- ciri seseorang mulai mengalami gangguan psikologis guna meningkatkan kesadaran keluarga terkait kesehatan mental dan mencegah terjadinya penanganan yang lambat terkait gangguan psikologis. Psikoedukasi ini dilakukan kepada keluarga di RT X dengan total 55 keluarga. Namun materi yang diberikan oleh Ilmuwan Psikolog A ini, hanya mengutip dari laman browser tanpa referensi yang jelas sehingga terjadi kesalahan terhadap penyampaian materi untuk psikoedukasi tersebut. Berdasarkan Studi kasus diatas, Ilmuwan psikolog tersebut sudah melanggar kode etik pasal...

a)

Pasal 69 butir a

b)

Pasal 68 ayat 3

c)

Pasal 70 ayat 2 butir e

d)

Pasal 70 ayat 2 butir g

50.

Berikut merupakan langkah-langkah pelaksanaan psikoedukasi tanpa pelatihan berdasarkan Pasal 70 : Pelatihan dan Tanpa Pelatihan, kecuali …

a)

Harus melakukan beberapa tahapan meliputi asesmen, perancangan program, implementasi program, monitoring dan evaluasi program.

b)

. Dapat dilakukan oleh psikolog dan/atau ilmuwan psikologi yang memahami metode psikoedukasi maupun masalah yang ada dalam suatu komunitas dan/atau masyarakat.

c)

Kegiatan yang bertujuan membawa kearah yang lebih baik yang dapat dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi, Himpsi, Asosiasi/Ikatan Minat dan/atau Praktik Spesialisasi Psikologi atau Lembaga lain yang kegiatannya mendapat pengakuan dari Himpsi,

d)

Dihentikan jika berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan telah terjadi perubahan positif ke arah kesejahteraan masyarakat yang dapat dipertanggungjawabkan.

51.

Menurut Kode Etik Psikologi Indonesia (HIMPSI, 2010), metode yang digunakan dalam intervensi Psikologi adalah …

a)

Psikoedukasi dan konseling

b)

Terapi dan healing

c)

Psikoedukasi, terapi dan konseling

d)

Healing

52.

Sesampainya di SMA tempatnya bersekolah, Rina menemukan banyak pamflet yang ditempelkan di pilar-pilar sekolah mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba pada kondisi psikis penggunanya. Bentuk intervensi ini merupakan bentuk intervensi...

a)

psikoedukasi dengan pelatihan

b)

konseling

c)

terapi

d)

psikoedukasi tanpa pelatihan

53.

Bagaimanakah cara psikolog menentukan tema pelatihan yang akan dilakukan sebagai upaya untuk melakukan intervensi :

a)

Melakukan asesmen kebutuhan

b)

Membentuk tim

c)

Menentukan alat yang tepat

d)

Menetapkan biaya

54.

Psikoedukasi dilakukan dengan tujuan :

a)

Memulihkan gangguan psikologis atau masalah kepribadian klien.

b)

Membantu mengatasi masalah psikologi klien.

c)

Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan untuk mencegah munculnya atau meluasnya gangguan psikologis.

d)

Mengubah perilaku, pemikiran atau perasaan seseorang.

55.

Konseling psikologi dilakukan dengan tujuan untuk:

a)

Memulihkan gangguan psikologis atau masalah kepribadian klien

b)

Membantu mengatasi masalah psikologi individu yang berfokus pada aktivitas pencegahan dan pengembangan potensi psotif klien dengan menggunakkan prosedur berdasarkan pada teori yang relevan.

c)

Meningkatkan pemahaman dan ketrampilan untuk mencegah munculnya atau meluasnya gangguan psikologis.

d)

Mengubah perilaku, pemikiran atau perasaan seseorang.

56.

Demas, seorang remaja berusia 16 tahun, melalui sesi konselingnya diketahui memiliki fantasi seksual dengan teman lelaki sekelasnya. Suatu hari, ayahnya menelpon konselornya untuk menanyakan apakah konselor tersebut memiliki andil dalam melindungi apa yang ayah Demas anggap sebagai "penyimpangan seksual". Demas memaksakan dirinya untuk mengakui pada ayahnya mengenai orientasi homoseksualnya. Ayahnya sangat kecewa dan mengancam psikolognya apabila Demas masih mendiskusikan hal tersebut di rumah, ia akan menuntut si psikolog karena dituduh mengajarkan anaknya menjadi menyimpang. Berdasarkan Prinsip Beneficence dalam Kode Etik Psikologi Indonesia, bagaimana seorang psikolog seharusnya mengatasi situasi ini?

a)

Mempertimbangkan bahwa sikap paternal ayah dapat diberlakukan pada klien manakala memiliki potensi lebih besar dari pada kerugiannya bagi klien.

b)

Anak sudah kompeten, maka dapat menentukan nasibnya sendiri dan ayah tidak lagi dapat melakukan intervensi.

c)

Perlu diberikan edukasi pada klien mengenai kemungkinan konsekuensi negatif jangka panjang akibat dari pergaulan dan orientasi seksual yang menyimpang.

d)

Klien tidak memiliki otonomi akibat kondisi fisik dan psikologisnya, sehingga keputusan ayah menjadi mutlak.

57.

Psikolog wajib mengakhiri konseling psikologi/psikoterapi ketika orang yangmenjalani terapisangat jelassudah tidak membutuhkan lagi dan/atau tidak memperolehkeuntungan lagi dari terapi tersebut dan/atau bahkan akan dirugikan jika terapi tetap berlangsung. Pernyataan tersebut tercantum dalam Kode Etik Psikologi Indonesial pasal…

a)

Pasal 76 poin b

b)

Pasal 80 ayat 1

c)

Pasal 77 ayat 3

d)

Pasal 80 ayat 3

58.

LO pernah menjalankan terapi sebelum menjalani terapi dengan Psikolog MA. Namun, Psikolog MA tidak memperdulikan fakta tersebut dan langsung menjalankan terapi yang telah disusun tanpa mendiskusikan terlebih dahulu dengan klien dan terapis sebelumnya. Dari kasus diatas, seorang Psikolog telah melanggar pasal berapa dalam kode etik psikologi Indonesia ?

a)

Pasal 77, ayat 1 dan 2

b)

Pasal 79

c)

Pasal 78, ayat 2

d)

Pasal 76, poin b dan c

59.

Ketika melakukan intervensi psikoedukasi non training F mendapatkan hasilmonitoring dan evaluasi yang menunjukkan perubahan positif ke arah kesejahteraan masyarakat yang dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan hasil tersebut, apa yang sebaiknya dilakukan oleh F?

a)

Melanjutkan intervensi psikoedukasi karena menunjukkan hasil positif

b)

Melanjutkan intervensi psikoedukasi karena selalu dibutuhkan oleh masyarakat

c)

Menghentikan intervensi psikoedukasi karena sudah menunjukkan hasil positif

d)

Menghentikan intervensi psikoedukasi karena berupa non training.

60.

Sekelompok mahasiswa Undip melakukan upaya psikoedukasi kepada mahasiswa baru dengan tujuan memberi edukasi tentang pengelolaan stress akibat adaptasi dan memberi moral support kepada mereka. Kegiatan psikoedukasi ini merupakan kegiatan yang dilakukan tanpa pelatihan. Sesuai pasal 70 kode etik psikologi hal ini...

a)

Diperbolehkan, mahasiswa berperan sebagai ilmuwan psikologi yang mengetahui permasalahan di masyarakat dapat melakukan psikoedukasi.

b)

Diperbolehkan, karena mahasiswa baru bisa menjadi sasaran uji coba mahasiswa Undip ini

c)

Diperbolehkan, karena mahasiswa sudah paham dengan masalah yang ada

d)

Tidak perbolehkan, karena mahasiswa dianggap belum bisa bertanggungjawab dari efek psikoedukasi yang diberikannya.