Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Pendidikan Pancasila 25

Total questions: 40

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu tantangan utama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di era globalisasi adalah:

a)

Meningkatnya pengaruh budaya lokal yang kuat

b)

Berkembangnya paham individualisme dan materialisme

c)

Semakin tingginya tingkat literasi masyarakat

d)

Dominasi agama tertentu dalam kehidupan berbangsa

e)

Penipisnya semangat nasionalisme di kalangan generasi Z

2.

Kemajuan teknologi digital memberikan tantangan bagi penghayatan nilai Pancasila karena:

a)

Memperluas kesempatan belajar nilai-nilai luhur Pancasila

b)

Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa

c)

Membuka ruang bagi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian

d)

Mengurangi kebutuhan masyarakat terhadap informasi global

e)

Mempermudah interaksi dan komunikasi lintas budaya

3.

Tantangan dalam pelaksanaan sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia," di era digital adalah:

a)

Munculnya ancaman terhadap integrasi bangsa melalui konflik horizontal

b)

Kuatnya dominasi negara asing dalam perdagangan

c)

Ketergantungan masyarakat pada sektor ekonomi agraris

d)

Kurangnya upaya pemberantasan korupsi di Indonesia

e)

Keterbatasan teknologi di daerah terpencil sehingga memudahkan konflik

4.

Salah satu alasan nilai-nilai Pancasila sulit diterapkan di kalangan generasi muda adalah:

a)

Pendidikan formal yang tidak mendukung pengembangan bakat dan karakter

b)

Kurangnya perhatian terhadap pelajaran sains yang mengintegrasikan nilai

c)

Minimnya keteladanan dari pemimpin dan tokoh masyarakat

d)

Generasi muda lebih fokus pada prestasi akademik

e)

Terlalu banyaknya kegiatan yang berbasis kebudayaan lokal

5.

Tantangan dalam pelaksanaan sila kelima Pancasila, "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," antara lain adalah:

a)

Ketimpangan sosial ekonomi yang masih tinggi

b)

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keadilan

c)

Penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi makin berkurang

d)

Adanya penurunan angka kemiskinan secara drastis

e)

Peluang kerja yang makin kurang merata di setiap daerah

6.

Studi Kasus:
Sekelompok mahasiswa dari Universitas Ken Arok melaksanakan proyek community service untuk mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa SMP di desa terpencil. Proyek ini meliputi pengenalan gotong royong melalui kegiatan kerja bakti, pembelajaran toleransi dengan permainan interaktif, dan diskusi tentang keadilan sosial. Namun, tantangan muncul ketika siswa kurang aktif berpartisipasi dalam diskusi, dan beberapa guru merasa tidak dilibatkan dalam persiapan.

Salah satu tujuan utama proyek belajarr Pancasila berbasis community service pada Pendidikan Pancasila di sekolah adalah…

a)

Memberikan nilai akademik tinggi kepada mahasiswa peserta proyek

b)

Menanamkan nilai-nilai Pancasila pada siswa melalui pengalaman langsung

c)

Menggantikan tugas guru dalam mengajar siswa

d)

Mengembangkan interaksi siswa dengan masyarakat luar

e)

Meningkatkan prestasi akademik siswa di sekolah tersebut

7.

Berdasarkan studi kasus sebelumnya, dalam menghadapi siswa yang kurang aktif berpartisipasi dalam diskusi saat kegiatan proyek , langkah terbaik yang dapat dilakukan mahasiswa adalah…

a)

Mengubah kegiatan diskusi menjadi ceramah formal

b)

Membuat diskusi lebih menarik dengan metode interaktif dan relevan

c)

Mengurangi waktu diskusi dan mengganti dengan kegiatan praktik

d)

Menyerahkan kegiatan diskusi sepenuhnya kepada guru

e)

Mengabaikan kendala tersebut dan melanjutkan program seperti biasa

8.

Guru merasa tidak dilibatkan dalam persiapan proyek. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa sebaiknya…

a)

Mengadakan pertemuan dengan guru untuk menyusun rencana bersama

b)

Membiarkan guru hanya menjadi pengamat dalam program

c)

Menghapus kegiatan yang melibatkan guru sepenuhnya

d)

Menyerahkan seluruh tanggung jawab pelaksanaan kepada guru

e)

Mengurangi keterlibatan guru untuk menghindari konflik

9.

Indikator keberhasilan proyek Belajar Berbasis community service (PBCS) dalam mengajarkan nilai Pancasila kepada siswa adalah…

a)

Peningkatan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila melalui praktik nyata

b)

Banyaknya kegiatan yang selesai tepat waktu

c)

Jumlah siswa yang hadir dalam setiap kegiatan

d)

Tingginya penilaian dari dosen pembimbing

e)

Pengurangan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah

10.

PBCS sebaiknya menjadi program bersama untuk memastikan keberlanjutan program, mahasiswa sebaiknya…

a)

Melatih guru untuk melanjutkan kegiatan berbasis nilai Pancasila

b)

Menyelesaikan proyek tanpa evaluasi

c)

Membatasi program hanya untuk satu angkatan mahasiswa

d)

Menyerahkan semua kegiatan kepada kepala sekolah tanpa tindak lanjut

e)

Fokus hanya pada pengajaran teori nilai Pancasila

11.


Proyek Belajar Pemerintahan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, untuk memastikan keberlanjutan program, mahasiswa sebaiknya…

a)

Membatasi program hanya untuk satu kelompok proyek
dan berusaha ada program lanjutan

b)


Mengintegrasikan nilai-nilai pancasila dalam pengajaran pada mata pelajaran

c)

Menyerahkan semua kegiatan kepada kepala sekolah agar dapat ditindak lanjuti

d)

Menyelesaikan proyek dengan evaluasi

e)

Melatih kader siswa untuk melanjutkan kegiatan berbasis nilai Pancasila

12.

Sekelompok mahasiswa dari Universitas Pancasila menjalankan program community service di sebuah sekolah menengah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep sains, seperti energi terbarukan dan daur ulang. Program ini melibatkan kegiatan seperti eksperimen ilmiah sederhana, proyek pembuatan panel surya dari bahan bekas, dan pembuatan komposter organik. Salah satu tujuan utama dari mengintegrasikan community service dengan bidang sains di sekolah adalah…

a)

Meningkatkan nilai ujian sains siswa baik dalam penguasaan teori maupun praktik

b)

Memberi pengalaman lapangan Mahasiswa sehingga mendapatkan nilai akhir maksimal

c)

Meningkatkan pemahaman siswa tentang penerapan sains dalam kehidupan nyata

d)

Memperkenalkan eksperimen sains yang lebih komplek dan menambah wawasan siswa

e)

memberikan pengetahuan dan keterampilan yang belum pernah diberikan guru

13.

Dalam kegiatan community service yang melibatkan eksperimen sains, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan oleh mahasiswa adalah…

a)

Menyusun rencana lengkap tentang eksperimen

b)

Mengidentifikasi eksperimen sains yang mudah dipahami oleh siswa

c)

Menyusun soal ujian sains untuk siswa baik pre tes maupun post tes

d)

melaksanakan eksperimen dan praktikum yang memberikan pengalaman nyata siswa

e)

Memberikan sosialisai tentang sains

14.

Ketika melakukan proyek pembuatan panel surya dari bahan bekas dalam community service, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk…

a)

Mengajarkan siswa cara membuat panel surya komersial

b)

Menunjukkan penerapan sains dalam solusi ramah lingkungan

c)

Memberikan siswa materi sains yang sulit dipahami

d)

Meningkatkan pembuatan energi terbarukan di sekolah

e)

Mengajarii penggunaan teknologi dalam kegiatan sehari-hari

15.

Untuk memastikan bahwa proyek community service sains yang melibatkan pembuatan komposter organik berhasil, mahasiswa sebaiknya…

a)

Meminta siswa membuat kompos tanpa penjelasan sebelumnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan aawalnya

b)

Menunjukkan contoh kompos hasil proyek dan menugaskan siswa membuatnya di rumah

c)

Memberikan penjelasan tentang pentingnya daur ulang dan cara membuat kompos dengan benar

d)

mengajarkan teori membuat kompos, tanpa melibatkan siswa dalam praktik langsung karena memakan waktu

e)

Memberikan tes awal untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang pembuatan komposter

16.

Jika kegiatan community service sains di sekolah mendapatkan tanggapan positif dari siswa, langkah yang dapat diambil oleh mahasiswa di waktu mendatang adalah…

a)

Menghentikan kegiatan tersebut setelah lulus mata kuliah Pendidikan Pancasila

b)

Merencanakan bersama timnya untuk melakukan kegiatan serupa yang lebih melibatkan masyarakat

c)

Mengembangkan pelaksanaan eksperimen sains pada kelas lain di sekolah sasaran

d)

Mengembangkan hasil proyek untuk diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

e)

Menghentikan penggunaan eksperimen sains setelah mata kuliah selesai

17.

Apa tantangan utama Pancasila di era disrupsi teknologi?

a)

Menjaga nilai-nilai tradisional dengan memanfaatkan teknologi.

b)

Meningkatnya ketimpangan sosial sebagai dampak teknologi digital.

c)

Mempertahankan relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan global.

d)

Mengadopsi budaya asing sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

e)

mengadaptasi dan mengadopsi inovasi teknologi untuk memajukan Pancasila

18.

Bagaimana prinsip "Persatuan Indonesia" menghadapi tantangan di era disrupsi?

a)

Dengan membatasi penggunaan media sosial untuk menghindari hoaks.

b)

Dengan memperkuat toleransi dan dialog di tengah keberagaman pendapat secara online.

c)

Dengan menolak semua pengaruh budaya asing yang dapat menghancurkan persatuan

d)

Dengan menghindari teknologi modern yang dapat memecah belah bangsa

e)

Dengan menghapus keberagaman budaya dalam komunitas digital.

19.

Dalam konteks ekonomi digital, bagaimana nilai "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia" dapat diwujudkan?

a)

Dengan memusatkan seluruh keuntungan teknologi pada sektor urban dan kelompok miskin perkotaan

b)

Dengan memberikan akses internet kepada pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan

c)

Dengan memastikan akses teknologi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia.

d)

Dengan mendorong perusahaan teknologi besar untuk mewujudkan kesejahteraan.

e)

Dengan mengutamakan pengguna teknologi di perkotaan maupun diperdesaan

20.

Apa peran "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" dalam menghadapi tantangan informasi palsu (hoaks) di era disrupsi?

a)

Membatasi kebebasan berbicara di media sosial.

b)

Mengedukasi masyarakat untuk berpikir kritis dan menyaring informasi.

c)

Mebatasi platform media sosial dari Indonesia.

d)

Mengabaikan peran teknologi dalam menyebarkan informasi.

e)

Mengelola hoaks yang menyebar sebagai bentuk kebebasan berpendapat.

21.

Bagaimana nilai "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan" dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan di era digital?

a)

Dengan mengikuti suara mayoritas di media sosial untuk di analisis lebih lanjut.

b)

Dengan memanfaatkan teknologi untuk memperluas partisipasi masyarakat secara bijaksana.

c)

Dengan menghindari penggunaan teknologi dalam proses demokrasi.

d)

Dengan mempertahankan masukan dari masyarakat meskipun tidak melek digital.

e)

Dengan menyerahkan semua keputusan kepada teknologi kecerdasan buatan (AI).

22.

Bagaimana mahasiswa mengamalkan nilai "Ketuhanan Yang Maha Esa" dalam menjaga etika akademik?

a)

Menjunjung kejujuran dan integritas dalam setiap tugas dan ujian.

b)

Menggunakan cara apapun untuk mendapatkan nilai yang tinggi.

c)

Menjaga pentingnya etika akademik demi hasil yang cepat.

d)

Menipu dosen dengan memberikan alasan palsu untuk tugas yang terlambat

e)

Memalsukan referensi untuk mempercepat penyelesaian tugas mata kuliah

23.

Apa sikap yang mencerminkan penerapan nilai "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia" dalam etika akademik?

a)

Memastikan akses yang setara terhadap bahan belajar bagi semua teman.

b)

Menyimpan sumber daya belajar untuk menyelesaikan tugas untuk mendapat nilai maksimal

c)

Memberikan bantuan kepada teman-teman terdekat untuk menyelesaikan tugas

d)

Memperhatikan kebutuhan teman yang kesulitan belajar.

e)

Mengutamakan diri sendiri dalam mendapatkan fasilitas akademik.

24.

Dalam pelaksanaan nilai "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan," bagaimana mahasiswa menjunjung etika akademik?

a)

Mengambil keputusan kelompok melalui berdiskusi dengan anggota.

b)

Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dengan menghargai masukan dari semua anggota.

c)

Menyebarkan informasi yang diverifikasi dalam diskusi kelas.

d)

Mendengarkan opini yang berbeda saat diskusi akademik.

e)

Memaksakan pendapat pribadi dalam diskusi kelompok

25.

Bagaimana mahasiswa menerapkan nilai "Persatuan Indonesia" dalam menjaga etika akademik?

a)

Menghormati pendapat teman meskipun berbeda dalam diskusi kelas.

b)

Menghargai diskusi dengan mahasiswa dari daerah yang sama

c)

Melobi bekerja sama dengan mahasiswa yang memiliki pandangan berbeda.

d)

Menghargai teman berdasarkan latar belakang budaya yang sama.

e)

Mementingkan kelompoknya dalam tugas bersama.

26.

Apa sikap yang menunjukkan mahasiswa menjunjung tinggi etika akademik sebagai wujud pelaksanaan nilai "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab"?

a)

Mencontek saat ujian karena semua orang melakukannya.

b)

Memberikan kredit kepada sumber asli saat mengutip dalam karya ilmiah.

c)

Mengabaikan pelanggaran etika akademik yang dilakukan teman pokok dirinya jujur

d)

Menyebarkan karya ilmiah orang lain tanpa izin.

e)

Memalsukan data dalam penelitian agar terlihat baik.

27.

Bagaimana mahasiswa dapat menerapkan nilai "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan" di kampus?
A. Memaksakan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan pandangan orang lain.
B. Berpartisipasi aktif dalam organisasi kampus untuk membangun budaya musyawarah.
C. Mengabaikan proses demokrasi dalam pengambilan keputusan organisasi.
D. Menghindari diskusi yang melibatkan isu-isu penting di kampus.
E. Mendukung keputusan tanpa mempertimbangkan kebaikan bersama.

a)

Memperjuangkan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan pandangan orang lain

b)

Berpartisipasi aktif dalam organisasi kampus untuk membangun budaya musyawarah.

c)

Mengikuti proses demokrasi dalam pengambilan keputusan organisasi.

d)

Menghindari diskusi yang melibatkan isu-isu penting di kampus.

e)

Mendukung keputusan demi mempertimbangkan kebaikan bersama

28.

Dalam mendukung nilai "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," apa peran mahasiswa?

a)

Membiarkan konflik sosial terjadi tanpa campur tangannya karena bukan urusannya

b)

Mengabaikan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.

c)

Menyebarkan informasi setelah memverifikasi kebenarannya pada komunitas tertentu.

d)

Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

e)

Aktif terlibat dalam kegiatan yang mempromosikan empati dan solidaritas.

29.

Apa yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mewujudkan nilai "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia"?

a)

fokus pada kepentingan akademik untuk menyiapkan diri sebagai SDM berkualitas

b)

Mengikuti kegiatan sosial yang membantu masyarakat rentan

c)

Memahami isu-isu kesenjangan sosial di lingkungan sekitarnya

d)

Mendukung eksploitasi sumber daya tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

e)

Menggunakan media sosial untuk menyebarkan berita sensasional yang mendatangkan uang

30.

Dalam era globalisasi, bagaimana mahasiswa dapat menjaga nilai "Persatuan Indonesia"?

a)

Dengan menghindari budaya asing sepenuhnya.

b)

Dengan memperkuat solidaritas antarmahasiswa dari berbagai latar belakang.

c)

Dengan bergaul dengan kelompok yang memiliki kesamaan budaya.

d)

Dengan mengetahui tradisi lokal demi modernisasi.

e)

Dengan peduli terhadap permasalahan di masyarakat.

31.

Apa saja upaya utama dalam mengarusutamakan Pancasila di Indonesia?
(1) Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan.
(2) Menyebarkan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial.
(3) Membatasi akses terhadap budaya asing.
(4) Memperkuat peran lembaga negara dalam sosialisasi Pancasila.
(5) Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan kebangsaan.

a)

(1), (2), dan (3)

b)

(1), (2), dan (4)

c)

(1), (2), dan (5)

d)

(1), (4), dan (5)

e)

(1), (3), dan (5)

32.

Apa dampak pengarusutamaan Pancasila terhadap pembangunan nasional?
(1) Memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
(2) Membentuk pola pikir masyarakat yang berorientasi pada kebangsaan.
(3) Menghilangkan budaya lokal yang dianggap tidak sesuai.
(4) Memperkuat kesadaran tentang pentingnya keadilan sosial.
(5) Menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan publik.

a)

(1), (2), dan (3)

b)

(1), (4), dan (5)

c)

(1), (2), dan (4)

d)

(2), (4), dan (5)

e)

(3), (4), dan (5)

33.

Apa tantangan dalam mengarusutamakan Pancasila di era globalisasi?
(1) Pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
(2) Kurangnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya Pancasila.
(3) Dominasi teknologi yang tidak mendukung sosialisasi Pancasila.
(4) Kesenjangan implementasi nilai Pancasila di masyarakat.
(5) Kurangnya partisipasi pemerintah dalam penguatan Pancasila.

a)

(1), (2), dan (4)

b)

(1), (3), dan (4)

c)

(2), (3), dan (5)

d)

(1), (2), dan (5)

e)

(3), (4), dan (5)

34.

Bagaimana cara efektif untuk mengarusutamakan Pancasila di lingkungan pendidikan?
(1) Menjadikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan.
(2) Menggunakan teknologi digital untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila.
(3) Mendorong keterlibatan siswa dalam kegiatan berbasis nilai kebangsaan.
(4) Menanamkan doktrin Pancasila secara sepihak tanpa dialog.
(5) Mengintegrasikan nilai Pancasila dalam ekstrakurikuler dan kehidupan sekolah.

a)

(1), (2), dan (4)

b)

(1), (3), dan (5)

c)

(2), (3), dan (5)

d)

(2), (4), dan (5)

e)

(3), (4), dan (5)

35.

Apa peran pemerintah dalam pengarusutamaan Pancasila di Indonesia?
(1) Membentuk lembaga khusus untuk sosialisasi nilai-nilai Pancasila.
(2) Menyediakan program pembinaan ideologi Pancasila bagi masyarakat.
(3) Mendorong keterlibatan masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila.
(4) Mengontrol setiap aktivitas budaya untuk memastikan kesesuaiannya dengan Pancasila.
(5) Mengintegrasikan nilai Pancasila ke dalam kebijakan pembangunan nasional.

a)

(1), (2), dan (4)

b)

(1), (3), dan (5)

c)

(2), (3), dan (5)

d)

2), (4), dan (5)

e)

(3), (4), dan (5)

36.

Apa saja upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk melestarikan Pancasila secara utuh demi mendukung Indonesia Emas?
(1) Menghidupkan kembali budaya gotong royong di setiap lapisan masyarakat.
(2) Mengutamakan dialog untuk menyelesaikan konflik di tengah perbedaan.
(3) Meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
(4) Mengetahui nilai-nilai tradisional dalam kehidupan sehari-hari.
(5) Berperan aktif dalam program-program pembangunan nasional.

a)

(1), (2), dan (3)

b)

(1), (3), dan (5)

c)

(2), (4), dan (5)

d)

(1), (2), dan (5)

e)

(3), (4), dan (5)

37.

Apa peran pemerintah dalam melestarikan Pancasila untuk mewujudkan Indonesia Emas?
(1) Membentuk kebijakan yang berpihak pada nilai-nilai Pancasila.
(2) Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya persatuan dan toleransi.
(3) Memperkuat kelembagaan yang berfokus pada pembinaan ideologi Pancasila.
(4) Meningkatkan eksploitasi sumber daya alam tanpa mempertimbangkan keadilan sosial.
(5) Menanamkan nilai Pancasila dalam pembangunan nasional secara berkelanjutan.

a)

(1), (2), dan (3)

b)

(1), (3), dan (4)

c)

(1), (3), dan (5)

d)

(2), (4), dan (5)

e)

(3), (4), dan (5)

38.

Apa saja tantangan yang harus diatasi untuk menjaga keutuhan Pancasila dalam mendukung visi Indonesia Emas?
(1) Arus globalisasi yang membawa budaya asing.
(2) Ketimpangan ekonomi antar wilayah.
(3) Meningkatnya intoleransi di kalangan masyarakat.
(4) Tingginya tingkat pendidikan karakter berbasis Pancasila.
(5) Kurangnya komitmen terhadap nilai-nilai dasar Pancasila.

a)

(1), (2), dan (3)

b)

(1), (2), dan (5)

c)

(2), (3), dan (5)

d)

(1), (3), dan (5)

e)

(1), (4), dan (5)

39.

Bagaimana cara mahasiswa dapat berkontribusi dalam melestarikan Pancasila untuk mendukung Indonesia Emas?
(1) Berpartisipasi aktif dalam organisasi yang mempromosikan nilai-nilai Pancasila.
(2) Memperjuangkan keadilan sosial di lingkungan sekitar.
(3) Menjaga toleransi terhadap perbedaan agama dan budaya di kampus.
(4) Menyebarkan informasi yang diverifikasi untuk membangun opini publik.
(5) Mendukung program-program pembangunan yang berbasis nilai kebangsaan.

a)

(1), (2), dan (4)

b)

(2), (3), dan (5)

c)

(1), (3), dan (5)

d)

(2), (4), dan (5)

e)

(1), (3), dan (4)

40.

Apa saja langkah yang dapat dilakukan untuk melestarikan Pancasila demi mewujudkan Indonesia Emas?
(1) Mengintegrasikan nilai Pancasila dalam pengambilan kebijakan nasional.
(2) Meningkatkan pendidikan karakter berbasis Pancasila di sekolah dan kampus.
(3) Mengembangkan budaya gotong royong di masyarakat.
(4) Mengadopsi sepenuhnya budaya asing tanpa penyesuaian.
(5) Membangun kesadaran tentang pentingnya persatuan di era globalisasi.

a)

(1), (2), dan (3)

b)

(1), (3), dan (5)

c)

(1), (2), dan (5)

d)

(2), (3), dan (4)

e)

(2), (4), dan (5)