NEW
Font size
WorksheetsAPHP 1
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 mengatur tentang:
Pajak Pertanian dan Kehutanan
Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Regulasi Ekspor Pangan
Perdagangan Produk Hasil Ternak
Salah satu prinsip utama dalam UU No. 19 Tahun 2013 adalah:
Liberalisasi harga pangan
Ketahanan pangan nasional
Pengurangan peran pemerintah dalam distribusi
Privatisasi tanah pertanian
Salah satu upaya pemberdayaan petani dalam UU No. 19 Tahun 2013 adalah:
Peningkatan akses teknologi pertanian
Pembatasan impor bahan baku
Penurunan harga pupuk
Pengenaan pajak ekspor
Jabatan fungsional analis pasar hasil pertanian memiliki tanggung jawab utama dalam:
Mengevaluasi kebijakan impor
Menganalisis tren pasar dan pergerakan harga hasil pertanian
Membuat kebijakan subsidi
Mengelola anggaran pangan
UU No. 19 Tahun 2013 mengatur tentang asuransi pertanian untuk:
Melindungi petani dari risiko gagal panen
Menurunkan biaya produksi
Meningkatkan ekspor pertanian
Mengatur perdagangan internasional
Early Harvest Scheme (EHS) adalah program yang bertujuan untuk:
Menunda impor produk pangan
Meningkatkan pendapatan petani
Memberikan keuntungan cepat pada petani
Mempercepat implementasi perjanjian perdagangan
Inflasi usaha tani dipengaruhi oleh:
Harga pupuk sintetis
Tingkat suku bunga
Keseimbangan pasar
Semua jawaban benar
Bahan sintetis dalam pertanian digunakan untuk:
Meningkatkan efisiensi produksi
Mengurangi dampak lingkungan
Menurunkan harga jual
Semua jawaban benar
Markas besar FAO berada di:
Roma
Jenewa
Washington DC
Paris
Salah satu fokus RCEP adalah:
Harmonisasi regulasi perdagangan
Pembatasan kuota impor
Subsidi petani kecil
Proteksi pasar lokal
Penghapusan tarif perdagangan dalam perjanjian RCEP berdampak pada:
Penurunan harga produk impor
Peningkatan ekspor lokal
Pengurangan biaya produksi
Semua jawaban benar
Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) melibatkan:
Negara - negara Asia dan Mitra Dagang
Negara - negara ASEAN dan Mitra Dagang
Negara - negara asia - afrika
Negara-negara berkembang
Pasar monopsoni adalah jenis pasar di mana:
Banyak penjual dan pembeli
Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli
Sedikit pembeli dan penjual
Hanya ada satu pembeli dan banyak penjual
Pasar monopolistik memiliki ciri-ciri utama berikut, kecuali:
Produk yang dijual terdiferensiasi
Bebas masuk dan keluar pasar
Hanya ada satu penjual di pasar
Persaingan dalam iklan sangat ketat
Dalam pasar oligopsonistik, kekuatan pasar lebih besar berada di tangan:
Penjual
Pembeli
Regulator
Konsumen Akhir
Pasar monopsoni cenderung menyebabkan:
Penurunan harga produk dari penjual
Harga jual produk yang lebih tinggi
Persaingan ketat di antara pembeli
Ketidakstabilan harga di pasar
Pasar monopolistik sering ditemukan di sektor berikut, kecuali:
Makanan cepat saji
Perhotelan
Barang elektronik generik
Pasar logam mulia
Salah satu contoh pasar oligopsoni di Indonesia adalah:
Pasar layanan keuangan
Pasar ritel pakaian di mall
Pasar mobil bekas
Perusahaan penggilingan padi yang membeli gabah dari petani
Salah satu dampak negatif dari pasar oligopsoni adalah:
Konsumen tidak memiliki banyak pilihan
Penjual dipaksa menerima harga rendah
Adanya keragaman produk yang terlalu banyak
Terjadinya kartel antar pembeli
Perbedaan utama antara pasar monopsoni dan oligopsoni adalah:
Tingkat regulasi pemerintah
Jumlah penjual yang kompetitif
Jumlah pembeli dominan
Sifat produk yang dijual
