Worksheetsmikrobio virus dan bakteri KULIT
Total questions: 17
Worksheet time: 10mins
kondisi kultur staphylococcus aureus
aerob dan aerob fakultatif
aerob dan mikroaerofilik
anaerob dan mikroareofilik
aerob dan anaerob
karakteristik staphylococcus aureus
memfermentasi karbohidrat
menonjol dari permukaan sel
menghasilkan asam laktat
tidak menghasilkan gas
mempengaruhi fagositosis
staphylococcus aureus dapat diinhibasi oleh
HCL
Hexachlorophene 3%
B-lactamase
exfoliatin
suatu pigmen karoten sehingga koloni berwarna kuning
katalase
koagulase
staphyloxantin
H2O2 sebagai faktor virulensi karena
menginaktivasi efek mikrobisidal
bersifat mikrobisida
mengurangi kemampuan netrofil untuk membunuhnya
membentuk clot fibrin
Berikatan dengan Fc dari IgG pada situs pengikatan komplemen à menghambat aktivasi komplemen krn C3b tidak dihasilkan dan menghambat opsonisasi dan fagositosis, merupakan fungsi dari
asam teikoat
kapsul polisakarida
reseptor permukaan
protein A (protein mayor)
imunogenik yang buruk sehingga sulit untuk membuat vaksin yang efektif
asam teikoat
kapsul polisakarida
reseptor permukaan
protein mayor
yang dapat menstimulasi makrofag untuk menghasilkan sitokin dan mengaktivasi komplemen dan kaskade koagulasi à syok septik
asam teikoat
kapsul polisakarida
reseptor permukaan
peptidoglikan yang mengandung Endotoxin
Karakteristik exfoliatin
dapat membunuh leukosit
menyebabkan scalded skin syndrome pada anak-anak
Bersifat epidermolitik dan bekerja sebagai protease yang memecah desmoglein dalam desmosom
menyebabkan kerusakan pada membran sel sehinga sel rusak
Berperan sebagai spreading factor pada infeksi kulit (selulitis) adalah
Hyaluronidase
streptodornase
DNAse
Mprotein
menonjol dari permukaan terluar sel dan mempengaruhi fagositosis (antifagositik)
Kapsul polisakarida
asam teikoat
M protein
hyaluronidase
Antibodi terhadap DNase B meningkat pada
selulitis
pyoderma
impetigo
erysipelas
Tahapan awal terjadinya komedo dan acne adalah
penumpukan asam lemak
pertumbuhan abnormal sebum
peningjatan sekresi sebum
respon infllamasi
Permukaannya mengandung hemaglutinin
Rubeola
rubella
HHV
HZV
Manifestasi rubella dikulit berupa
eksantema (german measless)
icosahedral
Rubella bereplikasi di organ limfoid pada port d'entree di
limpa
nesofaring
faring
viremia
Envelope memiliki 2 jenis spike
hemaglutinasi
fusi sel dan hemolisis
fagositosis
menginfeksi saluran respatori
