WorksheetsUjian Tahap 3 - Pilihan Ganda - IdealdiaFX
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 5mins
Data ekonomi seperti GDP dan tingkat pengangguran dapat memengaruhi harga emas karena:
Memengaruhi minat terhadap aset aman seperti emas.
Menentukan nilai emas secara langsung.
Mengubah struktur pasar emas.
Menentukan cadangan emas dunia.
Saat nilai dolar AS menguat, harga emas biasanya:
Naik tajam.
Turun.
Tetap stabil.
Tidak terpengaruh.
Apa dampak inflasi tinggi terhadap harga emas?
Harga emas cenderung turun.
Harga emas tetap sama.
Harga emas cenderung naik.
Harga emas bergantung pada nilai mata uang lain.
Dalam konteks kebijakan moneter, emas menjadi kurang menarik ketika:
Suku bunga naik.
Inflasi naik.
Suku bunga turun.
Tingkat pengangguran turun.
Hubungan antara emas dan USD sering kali bersifat:
Positif.
Negatif.
Tidak ada hubungan
Tidak konsisten.
Kalender ekonomi digunakan untuk:
Membeli emas secara langsung.
Melacak rilis data ekonomi utama.
Memengaruhi keputusan bank sentral.
Mengatur perdagangan emas fisik.
Dalam kalender ekonomi, hasil aktual dibandingkan dengan:
Prediksi dan hasil sebelumnya.
Hanya hasil sebelumnya.
Hanya prediksi.
Harga emas saat ini.
Jika keputusan FOMC bersifat "hawkish," biasanya harga emas akan:
Naik.
Turun.
Tidak terpengaruh.
Naik kemudian turun.
Data inflasi yang tinggi biasanya:
Membuat emas kurang menarik.
Mendorong harga emas naik.
Tidak memengaruhi harga emas.
Menurunkan nilai USD.
Peristiwa geopolitik seperti perang sering kali membuat harga emas:
Stabil.
Turun.
Naik.
Tidak berubah.
Ketika pasar saham jatuh, harga emas biasanya:
Ikut jatuh.
Tetap stabil.
Naik.
Tidak terpengaruh.
Hubungan emas dengan perak biasanya:
Negatif.
Positif.
Tidak ada hubungan.
Tidak konsisten.
AUD/USD sering berkorelasi positif dengan emas karena:
Australia adalah produsen emas utama dunia.
Australia memiliki pasar emas terbesar.
AUD tidak terkait dengan emas.
USD tidak memengaruhi harga emas.
Indikator fundamental utama yang memengaruhi harga emas adalah:
GDP, inflasi, dan tingkat suku bunga.
Produksi emas dunia.
Volume perdagangan emas.
Cadangan emas bank sentral.
Ketika suku bunga diturunkan, investor cenderung:
Beralih dari emas ke obligasi.
Beralih ke emas sebagai alternatif investasi.
Menjual emas untuk membeli saham.
Tidak mengubah posisi emas.
Ketika harga emas meningkat, ini sering disebabkan oleh:
Penurunan harga minyak.
Ketidakstabilan ekonomi global.
Kebijakan moneter ketat.
Kenaikan nilai USD.
Peristiwa politik seperti Brexit memengaruhi harga emas dengan:
Membuat emas lebih likuid.
Meningkatkan permintaan emas sebagai aset aman.
Menurunkan volatilitas emas.
Menghilangkan korelasi dengan USD.
Jika indeks saham seperti S&P 500 naik, harga emas cenderung:
Naik juga.
Tetap stabil.
Turun.
Tidak terpengaruh.
Korelasi negatif antara emas dan USD berarti:
Jika USD naik, emas turun.
Jika USD naik, emas juga naik.
Tidak ada hubungan antara keduanya.
Emas hanya dipengaruhi oleh inflasi.
Dalam membuat laporan fundamental, langkah pertama adalah:
Membuka posisi trading.
Mengidentifikasi data ekonomi utama.
Menganalisis volume perdagangan.
Menentukan level resistance.
Harga emas sering menjadi acuan saat terjadi:
Krisis politik global.
Kebijakan moneter ketat.
Penurunan inflasi.
Peningkatan suku bunga.
Jika inflasi diperkirakan akan naik, strategi trading emas yang umum adalah:
Sell di dekat resistance.
Buy di dekat support.
Sell di breakout.
Tidak melakukan trading.
Peristiwa seperti pandemi biasanya:
Membuat harga emas turun.
Meningkatkan harga emas karena investor mencari safe haven.
Menurunkan korelasi emas dengan USD.
Tidak memengaruhi pasar emas.
Kalender ekonomi sering mencatat berita berdampak tinggi dengan:
Ikon bintang atau warna tertentu.
Grafik teknikal yang rumit.
Prediksi harga emas harian.
Komentar dari analis pasar.
Trading plan berdasarkan berita ekonomi melibatkan:
Analisis teknikal murni.
Identifikasi berita utama dan level penting.
Menutup semua posisi sebelum berita dirilis.
Mengabaikan berita fundamental.
