NEW
Font size
WorksheetsSumatif Teks Cerpen Kelas 8F Th 2425
Total questions: 50
Worksheet time: 40mins
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Solusi
Resolusi
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
di sekolah, siang hari, suasana gelisah
di sekolah, malam hari, suasana panik
di rumah, malam hari, suasana panik
di rumah, sore hari, suasana gelisah
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Tokoh polisi tidak peduli dengan masalah yang dihadapi tokoh Aku
Tokoh Guru kurang simpati dengan hilangnya salah satu muridnya
Tokoh polisi tidak bisa tidur karena belum menemukan anak yang hilang
Tokoh Aku beserta istrinya panik dan sedih karena anaknya hilang
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....
Pemberani
Baik
Egois
Sombong
Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Pagi ini Ibu menyuruhku berbelanja sedikit lebih banyak. Ada warga asing yang datang. Home stay. Orang Jepang. Sebetulnya dari mana pun itu aku tak peduli. Ada atau tidaknya orang baru di sekitarku, aku tak pernah menghiraukan. Toh mereka pun tak akan merasakan keberadaanku. Hari-hariku selain membantu Ibu kuhabiskan di dalam kamar. Menatap lambaian pepohonan kelapa dari balik jendela.
Latar suasana penggalan cerpen tersebut adalah ....
Terharu
Sunyi
Sedih
Senang
Setelah sarapan dengan pakaian sebagus-bagusnya, saya pergi sembahyang hari raya ke masjid Sultan. Waktu itu, saya masih muda, jadi rupa saya belum seburuk sekarang. Tidak banyak tetapi ada juga tampang raja-raja. Saya dapati orang-orang sudah banyak di sana dengan pakaiannya yang bagus-bagus dan bau-bauan yang semerbak.
Latar dari penggalan cerpen di atas adalah ....
pagi
siang
sore
malam
Bacalah kutipan cerpen berikut! Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....
Pemberani
Baik
Egois
Sombong
(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa watak Andi sombong ditunjukkan kalimat nomor ....
(5)
(6)
(7)
(8)
(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Amanat kutipan cerpen di atas adalah ....
Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!
Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!
Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!
Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, terminal
siang hari, perjalanan
pagi hari, rumah
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks novel tersebut adalah …
Bapak memotret senja itu.
Bapak tertidur Karen alelah.
Bapak selalu menikmatinya.
Bapak dan ibu duduk berdua.
Berikut ini yang bukan merupakan unsur pembangun dalam cerpen adalah ....
judul
tema
latar
alur
Cerpen merupakan bagian dari naratif/narasi yang berarti....
peristiwa
fakta
kejadian
kisah
Ide yang mendasari sebuah cerita disebut ....
latar
alur
tokoh
tema
Orang yang memainkan lakon/peran dalam cerita disebut ....
tema
latar
tokoh
alur
Rangkaian peristiwa/kejadian dalam cerita disebut ....
alur
penokohan
sudut pandang
latar
Karakter/watak tokoh dalam cerita disebut ....
tokoh
penokohan
tema
latar
Cara penulis/pengerang menempatkan dirinya di dalam cerita disebut ....
alur
tema
sudut pandang
gaya bahasa
Pesan yang ingin disampaikan penulis melalui cerita disebut ....
petuah
amanat
sudut pandang
gaya bahasa
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "Dino" di dalam cerita. Artinya pengarang menggunakan sudut pandang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
Kalimat yang menunjukkan bahwa tokoh utama (Darko) seorang yang ikhlas dalam bekerja adalah ....
Dia akan berhenti ketika seseorang memanggilnya.
Melayani pelanggannya dengan tulus dan sama rata, tanpa pernah memandang suatu apa pun.
Serta yang membuat kami semakin hormat, tidak pernah sekali pun mematok harga.
Dengan biaya murah, bahkan terkadang hanya dengan mengganti sepiring nasi dan teh panas.
Hal yang membuat Darko dekat dengan orang-orang kampung adalah ....
Darko bersikap ramah dan suka menceritakan kisah lucu.
Melayani pelanggannya dengan tulus dan sama rata, tanpa pernah memandang suatu apa pun.
Darko tidak pernah sekali pun dia mematok harga.
Darko berasal dari kampung yang jauh di kaku gunung.
Berikut ini yang bukan merupakan karakter tokoh utama Darko adalah ....
ramah
ikhlas
supel
murah senyum
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu.
Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....
bangunan tempat memproduksi barang
bangunan tempat berjualan
bangunan tempat menitipkan barang
bangunan tempat menumpuk barang
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Setiap saat anak-anak selalu bemain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik
pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.
Konflik pada cerita anak tersebut adalah …
Tokoh aku dijauhi teman-temanya.
Tokoh aku malu bermain dengan Tuning.
Teman-teman Tuning membenci karena penyakitan
Tuning tidak diajak bermain oleh teman-temannya karena penyakitan.
“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…
Diceritakan pengarang
Diceritakan tokoh lain
Tindakan tokoh
Dialog antartokoh
(1) Setiap pagi dari jendela kendaraan Papa, Rani selalu mngucapkan terima kasih dan berpesan agar tidak mengebut dan tidak lupa makan siang. (2) Papa yang harus melanjutkan perjalanan ke kantor, selalu tersenyum cerah mendengar pesan Rani. (3) Ia merasa sangat bangga pada karakter putrinya. (4) Rani, putri semata wayang yang sangat membanggakan kedua orang tuanya.
Bukti watak tokoh Rani penyayang dalam cerpen tersebut tergambar pada nomor …
1
2
3
4
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Banyak bangsal yang kosong
Susahnya menjadi orang miskin
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang ketiga sebagai pengamat
Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ....
komplikasi
orientasi
evaluasi
koda
Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ....
pendidikan
budaya
agama
moral
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....
tema
penokohan
amanat
nilai kehidupan
Alur
Pernyataan di bawah ini yang menunjukkan perbedaan cerpen dan novel adalah ….
novel tidak ada konflik sedangkan cerpen ada konflik
novel tidak berbentuk prosa sedangkan cerpen berbentuk prosa
novel bercerita tentang seorang tokoh sedang cerpen bercerita tentang pengalaman hidup
cerpen bercerita tidak sampai menimbulkan perubahan nasib, sementara novel sebaliknya
novel tidak ada penyelesaian masalah sedangkan cerpen ada
Cerita kurang dari 10.000 kata yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam situasi atau suatu ketika disebut ....
novel
puisi
dongen
legenda
cerpen
Berikut ini ciri-ciri cerpen, kecuali ....
bersifat rekaan
bersifat naratif
memiliki kesan tunggal
ceritanya pendek
rangkaian cerita tentang kehidupan seorang tokoh yang berkelanjutan pada generasi berikutnya
Bacalah kutipan teks berikut
Nerissa meraih kuas yang tergeletak di lantai, tapi ia tidak langsung melukis. Ia ragu-ragu untuk memulainya. Ia belum pernah melukis manusia sebelumnya. Ia selalu menggambar pemandangan dan hewan saja.
Cuplikan tersebut bertema tentang ....
keraguan Nerissa ketika akan melukis
gambar pemandangan dan hewan karya Nerissa
kebiasaan Nerissa dalam melukis
kuas milik Nerissa
Bobi suka sekali membaca majalah. Dia tidak mau diganggu. Setiap hari ia selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan. Ternyata yang ditulis sebuah cerpen
Watak Bobi pada cuplikan cerita tersebut adalah ....
sombong, tidak mau bergaul, keras kepala
acuh tak acuh, egois, idealis
pendiam, malas bekerja, kepala batu
rajin, suka membaca, berkemauan keras
Ternyata waktu begitu singkat. Besok keluargaku akan menjemputku kembali ke Jakarta. Pagi-pagi sekali sebuah mobil kijang warna metalik sudah berdiri di pinggir pantai. Dari sana ayah, ibu, dan adikku melambaikan tangan. Paman bergegas mengambil kapal tempel dan menjemputnya. “Baru beberapa hari di sini kamu sudah jadi gemuk. Makan ikan terus ya?” ledek Ayah. Aku tersipu.
Komentar yang sesuai dengan cuplikan itu adalah ....
Cuplikan itu menghadirkan konflik yang cukup kuat.
Gambaran tentang perilaku tokoh aku di dalam cuplikan itu cukup jelas.
Alur cerita itu cukup rumit sehingga agak sulit dipahami pembacanya.
Latar di dalam cuplikan itu meliputi latar tempat dan waktu saja.
Hari pertama menjadi murid baru setelah pindah sekolah begitu menegangkan. Aku melangkahkan kakiku dengan berat hati. Kikuk dengan segala hal baru membayangi pikiranku. Ah, tiba-tiba aku begitu rindu dengan suasana kelas, teman-teman, dan guru-guru di sekolah lama. Bagaimana jika aku tidak memiliki teman, bagaimana jika teman sebangku tidak ramah, bagaimana jika guru-gurunya tidak bersahabat, bagaimana jika ini dan itu?
Cuplikan cerpen di atas merupakan bagian dari ....
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
"Sama sekali tidak," sahut saya. "Menurut kami, disamping menaruhkan takdir di tangan Tuhan, si penderita tetap mesti berjuang untuk mendapatkan kesehatannya kembali. Dan seperti Tuan katakan, dengan kekuatan yang kami peroleh dari sumber Ketuhanan itu, kami memang percaya bisa sembuh kembali sebab dokter yang paling pandai dan obat yang paling manjur tidak akan ada artinya, bila jiwa lemah diseret penyakit
Nilai dari kutipan cerpen yang dapat digunakan pada masa sekarang adalah...
selalu bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan sehari-hari
selalu berusaha dan memasrahkan diri terhadap takdir Tuhan
selalu percaya dan mengharap kebaikan Tuhan Yang Maha Esa
selalu optimis dan yakin menghadapi berbagai masalah
Paman dan Bibi menyuguhi kami ikan bakar yang sangat harum dan gurihbrasanya. Aku sudah berkali-kali menyantap makanan itu sehingga aku hapal betul kelezatannya.
“Apa yang paling menarik bagimu di sini?” tanya Ayah.
“Menyambut dan mengantar matahari pulang,” jawabku pendek.
“Memang di Jakarta tidak ada matahari? tanya Paman.
Ciri kebahasaan yang tampak dominan pada cuplikan itu adalah ....
penggunaan keterangan waktu
penggunaan kutipan langsung
adanya konjungsi penyebaban
kata kerja mental yang dominan
(1) “Aku memiliki beberapa benda peninggalan nenek moyangku. (2) Salah satunya adalah buku harian milikmu. Jadi, kau adalah nenek moyangku. (3) Menurut buku harianmu, kau memiliki taman bunga yang indah. (4) Oleh karena itu, aku ingin sekali kemari. (5) Di masa yang akan datang nanti, kami tidak punya lagi kebun bunga seperti ini, “ kata Zephytra sedih.
Kalimat yang menggunakan kata ganti orang kedua ditandai dengan kalimat ....
(1), (2)
(2), (3)
(3), (4)
(4), (5)
1) Hari jam satu malam. 2) Cuaca gulita dan murung. 3) Hujan terus turun selembut embun, namun cukup membasahkan. 4) Hati-hati Kasim memimpin anak buahnya menuruni tebing yang curam dan licin. 5) Ia sendiri berjalan sangat hati-hati, Ia menggendong seorang bayi pada panggulnya sebelah kiri
Penggunaan majas terdapat pada kalimat nomor....
1), dan 2)
2) dan 3)
3) dan 4)
4) dan 5)
1. Arya lalu berjalan menuju ruang belajar.
2. Perlahan-lahan dibukanya pintu ruangan itu.
3. Besok Ibu akan memberi ulangan matematika.
4. Di ruang itulah biasanya Ibu mempersiapkan soal-soal
ulangan.
Susunan kalimat yang benar agar menjadi cerita yang baik adalah ....
(1) - (3) - (4) - (2)
(1) - (4) - (2) - (3)
(3) - (1) - (2) - (4)
(3) - (4) - (1) - (2)
