WorksheetsMenerapkan Keselamatan Kerja di laboratorium/lingkungan kerja
Total questions: 10
Worksheet time: 30mins
Tanda peringatan adalah simbol atau isyarat yang digunakan untuk memberikan peringatan tentang bahaya atau risiko tertentu. Menandakan adanya bahaya yang dapat menyebabkan cedera atau kematian merupakan tanda peringatan jenis
Tanda perhatian
Tanda larangan
Tanda peringatan
Tanda bahaya
Tanda bebas
1. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
2. Menerima upah dan tunjangan yang layak.
3. Mengikuti prosedur dan kebijakan perusahaan.
4. Mendapatkan pelatihan dan pengembangan karir.
5. Menyelesaikan tugas tepat waktu.6. Menghormati rekan kerja dan atasan
Beberapa kegiatan di atas merupakan peran, hak dan tanggungjawab secara pribadi dalam menjalankan tugas di perusahanaan/industri. Hak secara pribadi ditunjukkan pada nomor
1 dan 3
2 dan 4
4 dan 6
3 dan 5
2 dan 6
Bahaya adalah suatu kondisi atau situasi yang dapat menyebabkan cedera, kerusakan, atau kematian. Jenis bahaya ada beberapa macam diantaranya
1. Jatuh dari ketinggian
2. Paparan bahan kimia toksik
3. Kebisingan dan getaran
4. Kecemasan dan depresi
5. Paparan debu dan partikel
Yang termasuk bahaya fisik ditunjukkan oleh nomor
2 dan 4
4 dan 5
1 dan 3
2 dan 3
1 dan 5
Alat Pelindung Diri (APD) adalah peralatan yang digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya di tempat kerja. Lokasi penggunaan APD bergantung pada jenis pekerjaan. Penggunaan Helm pengaman, kacamata pelindung, masker debu atau respirator, sarung tangan khusus, dan sepatu pelindung adalah jenis APD yang digunakan untuk pekerja
Pekerja Medis
Pekerja Konstruksi
Pekerja Pabrik
Industri Pertambangan
Pekerjaan di Ketinggian
Alat Pelindung Diri (APD) dalam penggunaannya harus memenuhi persyaratan pada saat digunakan. Hal ini penting karena untuk jenis pekerja berbeda APD yang digunakan. Yang bukan merupakan persyaratan penggunaan pakaian pelindung adalah
Pastikan pakaian pelindung dan peralatan pribadi (P3) sesuai dengan jenis pekerjaan dan bahaya yang dihadapi.
Gunakan P3 sebelum memulai pekerjaan
Ganti bagian yang rusak atau aus.
Pastikan P3 dalam kondisi baik dan tidak rusak
Jangan membagikan P3 kepada orang lain
Dalam bekerja di industri keselamatan kesehatan kerja menjadi yang utama agar pekerja selalu aman dan selamat dalam bekerja. Beberapa bahaya atau insiden bisa saja terjadi pada saat kita bekerja. Berikut adalah beberapa prosedur pelaporan jika terjadi bahaya atau insiden.
1. Pelaporan kepada atasan atau petugas K3.
2. Pengisian formulir pelaporan K3 (Formulir K3-1).
3. Pengumpulan informasi (tanggal, waktu, lokasi, korban, penyebab).
4. Identifikasi dan analisis insiden.
5. Penyelidikan dan analisis penyebab.
Urutan prosedur pelaporan jika terjadi bahaya atau insiden adalah
4, 3, 1, 2 dan 5
1, 2, 4, 5 dan 3
2, 4, 3, 1 dan 5
1, 3, 5, 2 dan 4
2, 4, 1, 3 dan 5
Evakuasi adalah proses pengosongan atau pemindahan orang dari suatu lokasi ke lokasi lain yang lebih aman, biasanya karena adanya bahaya atau ancaman. Langkah-langkah evakuasi keadaan darurat adalah
jangan panik dan segera berlari
tinggalkan gedung mengikuti arah jalur evakuasi
jangan utamakan anak-anak, ibu hamil dan lansia
peralatan listrik boleh dalam keadaan hidup
jangan amankan barang-barang berharga dan segera ke titik kumpul
Atasan adalah seseorang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk mengawasi, mengarahkan dan mengelola pekerjaan bawahan. Atasan memilik peran, hak dan tanggungjawab. Mengambil keputusan strategis dan mengalokasikan wewenang dan tanggung jawab merupakan salah satu contoh dari
Peran atasan
Tanggungjawab atasan
Kehendak atasan
Prinsip atasan
Hak atasan
Pekerja adalah individu yang melakukan aktivitas kerja untuk mendapatkan upah, gaji atau penghasilan. Jenis pekerja ada berbagai macam, ada pekerja medis, pekerja pabrik, pekerjaan di ketinggian. Alat pelindung diri yang paling tepat digunakan jika pekerjaan dilakukan di area ketinggian adalah
Helmet dan kacamata
Pelindung telinga dan sarung tangan
Masker dan sepatu safety
Helm pengaman dan sabuk pengaman
Sabuk pengaman dan sarung tangan
Pada saat melakukan pengamatan keselamatan kerja alat Boiler pada pabrik rumput laut di SMK SMTI Makassar. Ancaman bahaya yang terjadi pada saat boiler dioperasikan ada kemungkinan beberapa bahaya yang bisa terjadi. Ancaman bahaya yang bisa terjadi adalah kecuali
Bahaya tergelincir
Bahaya kebakaran
Bahaya korsleting listrik
Bahaya terkena panas
Bahaya Ledakan
