NEW
Font size
WorksheetsQuiz tentang Konflik dan Kekerasan
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial yang terjadi ketika:
Dua kelompok bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Individu atau kelompok berusaha mencapai tujuan dengan menentang pihak lain.
Masyarakat hidup damai tanpa masalah.
Semua pihak saling membantu dan mendukung.
Konflik selalu menghasilkan kebaikan bersama.
Apa hubungan antara konflik dan kekerasan?
Konflik tidak pernah menghasilkan kekerasan.
Kekerasan adalah akibat dari konflik yang tidak dikelola dengan baik.
Konflik selalu terjadi tanpa adanya kekerasan.
Kekerasan dan konflik tidak memiliki hubungan.
Konflik dan kekerasan selalu berdampak positif.
Di sebuah kota, terdapat kesenjangan ekonomi antara kaya dan miskin. Para buruh mengeluhkan upah rendah sementara pemilik pabrik hidup mewah. Akhirnya, terjadi unjuk rasa yang berujung kerusuhan.
Apa kondisi sosial yang memungkinkan timbulnya kerusuhan?
Hubungan harmonis antara buruh dan pemilik pabrik.
Kesetaraan ekonomi di masyarakat.
Kesenjangan ekonomi antara kelompok sosial.
Kehidupan masyarakat yang stabil dan damai.
Adanya subsidi dari pemerintah.
Seorang pedagang sering dipalak oleh preman, hingga akhirnya melakukan perlawanan dan akhirnya melumpuhkan preman. Tahapan kekerasan tersebut adalah...
Ketegangan struktural.
Tekanan sosial dari lingkungan sekitarnya.
Generalisasi keyakinan.
Faktor pemicu eksternal.
Keadaan normal di sekolah.
Di sebuah desa, dua kelompok masyarakat saling bersaing untuk memperebutkan sumber daya air. Ketidakpuasan berkembang menjadi kebencian ketika salah satu kelompok merasa diperlakukan tidak adil.
Faktor apa yang menjadi pemicu berkembangnya perasaan kebencian?
Kehidupan damai antara kelompok.
Persaingan sehat dalam penggunaan sumber daya.
Ketidakadilan yang dirasakan oleh salah satu kelompok.
Kerja sama antara kelompok masyarakat.
Distribusi sumber daya yang merata.
Setelah insiden kekerasan di sebuah pasar, sekelompok orang mulai mengajak warga lainnya untuk melakukan aksi protes besar-besaran terhadap pemerintah. Tahapan apa yang sedang terjadi dalam teori Neil J. Smelser?
Ketegangan Struktural.
Faktor Pemicu.
Mobilisasi untuk Beraksi.
Struktur Kondusif.
Normalisasi.
Di sebuah kota, pemerintah setempat mengadakan dialog terbuka dengan masyarakat untuk mengatasi potensi konflik akibat perbedaan pendapat terkait kebijakan. Tindakan pemerintah tersebut adalah contoh dari:
Faktor pemicu konflik.
Ketegangan struktural.
Kontrol sosial untuk mencegah konflik.
Mobilisasi kelompok masyarakat.
Perasaan kebencian yang berkembang.
Seorang siswa yang sering diejek teman-temannya di sekolah akhirnya menjadi agresif dan menyerang teman-temannya. Menurut teori faktor individu, penyebab utama kekerasan tersebut adalah:
Lingkungan sekolah yang damai.
Ketegangan yang dirasakan secara pribadi.
Perasaan kebersamaan di antara siswa.
Kontrol sosial yang terlalu ketat.
Ketidakadilan sistem pendidikan.
Sekelompok suporter sepak bola terlibat kerusuhan setelah tim mereka kalah dalam pertandingan. Mereka merasa identitas kelompok mereka direndahkan oleh lawan. Menurut teori kelompok, penyebab kerusuhan tersebut adalah:
Ketegangan struktural di masyarakat.
Tekanan individu dalam kelompok.
Identitas kelompok yang terancam.
Kontrol sosial yang kuat.
Perasaan kebersamaan yang tinggi.
Dalam sebuah demonstrasi, kelompok yang awalnya hanya berniat menyampaikan pendapat berubah menjadi agresif setelah provokasi dari beberapa anggotanya. Apa penyebab utama dalam teori dinamika kelompok?
Ketegangan struktural dalam masyarakat.
Perubahan perilaku individu saat berada dalam kelompok.
Kontrol sosial yang efektif.
Struktur kondusif untuk konflik.
Mobilisasi tanpa arah yang jelas.
