NEW
Font size
WorksheetsSoal Cerpen Sejarah
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Sebelum Ibu Hamid meninggal dunia, ia berpesan agar Hamid jangan menikah dengan Zainab karena orang tua Zainab telah menolong mereka memberi nafkah, serta menyekolahkannya. Lagi pula, keluarga Zainab orang kaya dan terpandang. Atas pesan almarhumah ibunya, Hamid menyadari keadaan dirinya dan menjauhi Zainab dengan pergi ke tanah Arab setelah menasehati Zainab agar mau menerima pinangan pemuda pilihan ibu Zainab yang masih saudara.
Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah ....
kasih tak sampai
tahu diri dan mau mendengarkan nasihat
menurut kemauan sendiri
. menuruti kehendak orang yang berjasa
merelakan orang yang dicintai
Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik “bumihangus”. Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Api masih membubung membakar kota. Bandung pun berubah menjadi lautan api. Bukti kutipan tersebut bagian dari rangkaian peristiwa adalah…
mendeskripsikan suasana Kota Bandung
memaparkan peristiwa Bandung Lautan Api
berisi pemaparan alur, tokoh, dan latar yang akan disampaikan dalam peristiwa Bandung Lautan Api
menggambarkan peristiwa sebelum terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api
berisi penjelasan berupa tanda-tanda akan munculnya peristiwa Bandung Lautan Api
Karena menghadapi senjata modern, rakyat Malaka tidak mampu menahan serangan Portugis. Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Sultan Malaka terpaksa menyingkir ke Pulau Bintan, tetapi perlawanan rakyat Malaka terus berkobar dan tidak pernah terhenti, seklaipun sifatnya lokal. Nilai yang terkandung di dalam cuplikan tersebut adalah...
kegigihan
kesabaran
kemandirian
kebengisan
kegagahan
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks cerita sejarah tersebut...
"Tentang apa, Pak?"
"Kita harus bagaimana, Pak?"
"Apakah itu buruk, Pak?"
"Tentang pemerintah, Pak?"
"Tindakan kita apa, Pak?"
Ia ingat kepada pesan gurunya (ayahnya)
"Pencak itu bukan untuk gagah-gagahan dan menindas kepada orang lain yang lebih lemah dari kita. Tetapi untuk membela diri kalau kita benar-benar terdesak dan terpaksa. Selama masih dapat menyelamatkan diri dengan jalan lain, jalan itulah yang kita pakai. Kalau sudah kehabisan akal dan putus langkah, nah, di situ barulah seada-ada yang kita dapat, dipergunakan."
Amanat dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah...
Kita tidak boleh sombong kepada orang lain.
Kita tidak boleh iri dengki kepada orang lain.
Kita tidak boleh semena-mena kepada orang lain.
Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang lain.
Kita tidak boleh memandang rendah orang lain.
Latar tempat pada paragraf kedua kutipan novel sejarah tersebut adalah....
kamar tokoh aku
dalam rumah tokoh aku
halaman rumah tokoh
dalam rumah tokoh Tante Bahar
halaman rumah tokoh Tante Bahar
Watak tokoh Tante Bahar dalam kutipan novel tersebut adalah....
tegas
disiplin
galak
bijaksana
berwibawa
