Font size
WorksheetsSurveilans PD3I
Total questions: 10
Worksheet time: 6mins
Kontak erat Difteri adalah
Orang yang kontak 10 hari sebelum pasien sakit menelan sampai 2 hari setelah mendapat pengobatan Difteri dgn jarak minimal 1 meter
Orang yang kontak dengan pasien 3 hari sebelum sakit menelan dgn jarak minimal 1 meter
Anak-anak yang rentan yang terkena droplet pasien sakit dgn jarak minimal 1 meter
Orang yang kontak 10 hari sebelum pasien sakit menelan serta anak-anak yang rentan tertular
Pasangkan form pelaporan berikut dengan penyakitnya
DIF-1
DIFTERI
MR-01
CAMPAK
FP-1
AFP
PERT-01
PERTUSIS
TN-01
TETANUS NEONATORUM
Berikut alur pelaporan Difteri yang benar adalah
- Melapor ke EBS (<24 jam) dan IBS SKDR
- Melapor ke Dinkes kab/kota dan Dinkes Provinsi (<24 jam)
- Mengisi form konsultasi (WA) beserta foto (tonsil terlihat dan tampak leher bila ada bullneck)
- Melapor ke Dinkes Kab/kota dan Dinkes Provinsi (<24 jam)
- Melapor ke EBS (<24 jam) dan IBS SKDR
- Mengisi form konsultasi (WA) beserta foto (tonsil terlihat dan tampak leher bila ada bullneck)
- Langsung PE dan melaporkan ke kapus (<24 jam)
- Mengisi form konsultasi (WA) beserta foto (tonsil terlihat dan tampak leher bila ada bullneck)
- Melaporkan ke Dinkes Kab/kota dan Dinkes Provinsi (< 24 jam)
- Menyebarluaskan data pasien ke sosial media
Tatalaksana pemberian profilaksis kasus pertusis dan difteri adalah
- Eritromisin 4 x 250 mg (dewasa) selama 7 hari
- Eritromisin 50mg/kbBB/hari dalam 4 dosis (anak) selama 7 hari
Eritromisin hanya diberikan untuk yang bergejala
- Eritromisin 4 x 500 mg (dewasa) selama 3 hari
- Eritromisin 50mg/kbBB/hari dalam 4 dosis (anak) selama 3 hari
- Eritromisin 3 x 500 mg (dewasa) selama 7 hari
- Eritromisin 50mg/kbBB/hari dalam 3 dosis (anak) selama 7 hari
- Eritromisin 4 x 500 mg (dewasa) selama 7 hari
- Eritromisin 50mg/kbBB/hari dalam 4 dosis (anak) selama 7 hari
Form DIF-2 adalah Monitoring Harian Kontak Erat Minum Kemoprofilaksis, Kelompokkan yang ditanyakan dalam form tersebut
Data KE
Riwayat hidup KE
Status Imunisasi
Jadwal imunisasi di posyandu
Nama obat
Alergi obat
Ceklist minum obat
Definisi Operasional Suspek Campak adalah
Demam dan ruam vesikel
Demam, ruam dan nyeri menelan
Demam dan ruam makulopapular
Demam dan ruam lebih dari 3 hari
Spesimen untuk pemeriksaan campak-rubella adalah
Serum darah
Usap tenggorok
Urin
Semua benar
Berikut adalah hal yang SALAH tentang usap tenggorok dan urin untuk spesimen campak
Diambil dalam rentang waktu 0-5 hari setelah onset ruam dan diterima di laboratorium dalam kondisi dingin
Setiap tahun kab/kota mengirimkan minimal 1 spesimen uusap tenggorok atau urin ke laboratorium rujukan
Pasien khas campak dengan minimal dengan 1 gejala tambahan (batuk pilek atau konjungtivitis)
Diambil untuk penetapan pelaksanaan ORI
Plilihlah kriteria KLB yang SALAH masing-masing penyakit berikut?
KLB Suspek Campak : Adanya 5 atau lebih kasus suspek campak berhubungan epid
KLB Pertusis: 1 kasus klinis Pertusis
KLB Difteri: 1 kasus Difteri Konfirmasi Laboratorium
KLB Difteri: suspek Difteri yang mempunyai hubungan epidemiologi dengan kasus Difteri Konfirmasi Laboratorium
KLB Campak: Minimum 2 spesimen positif IgM campak berhubungan epid
Setelah memenuhi KLB Campak atau KLB Suspek Campak, berapa jumlah spesimen maksimal yang dapat dikirimkan dari wilayah tersebut
10 spesimen
5 spesimen
20 spesimen
tidak perlu dikirimkan karena sudah KLB
