Font size
Worksheetsbahasa indonesia q3
Total questions: 80
Worksheet time: 1hrs 17mins
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
Di kelas, tadi, Beningnya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.
(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)
Watak tokoh Beningnya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
A. suka menghayal
B. cerdas
C. pemberani
D. peduli
Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.
“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.
Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.
Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. pagi hari
B. siang hari
C. sore hari
D. malam hari
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (5)
D. (3) dan (4)
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
A. kamar tidur
B. dapur
C. ruang tamu
D. ruang makan
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
Nisan namamu merindingkan bulu kuduk yang menghantam ulu hatiku, sahabat. Seharusnya, aku tak telat untuk segera mengantarmu, mencium gumpalan tanah terakhirmu. Sedetik saja, maka akan kucium kening pucatmu untuk yang terakhir. Peristiwa kematianmu ini, akan membuatku terus mengingatmu. Aku jatuh mengenangmu, sahabat. Tidak ada yang sepeduli kau di kehidupan ini. Aku benci pada tanah yang mengurukmu.
Latar tempat pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. pasar
B. gudang
C. candi
D. kuburan
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …
percaya diri
rajin berusaha
sombong
mudah terpengaruh
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di perkampungan.
di hutan rimba.
di rumah singgah.
di bawah pohon rindang.
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, rumah
Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya.
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
religius
bijaksana
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Bobi suka sekali membaca majalah. Dia tidak mau diganggu. Setiap hari ia selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan. Ternyata yang ditulis sebuah cerpen
Watak Bobi pada cuplikan cerita tersebut adalah ....
sombong, tidak mau bergaul, keras kepala
acuh tak acuh, egois, idealis
pendiam, malas bekerja, kepala batu
rajin, suka membaca, berkemauan keras
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang dalam cerpen adalah pengertian dari ...
tema
amanat
alur
penokohan
Penggambaran tokoh dalam cerita disebut ....
Watak
Latar
Amanat
Alur
Di bawah ini yang termasuk unsur-unsur intrinsik adalah ....
amanat, latar, dan fiksi
fiksi, judul, dan sage
penokohan, tema dan mitos
tema, latar dan alur
Dikisahkan pada suatu hari yang cerah, ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia merasa sangat bahagia karena bisa bertemu dengan berbagai hewan di sana.
Latar tempat yang sesuai dengan teks di atas yaitu ....
hutan
taman
laut
sungai
Suatu hari ada kupu-kupu bersayap hitam yang terbang melintas. Tuvi dengan sombongnya mengejek kupu-kupu tersebut karena memiliki sayap hitam yang jelek. Kupu-kupu tersebut kemudian menangis, dia merasa sangat sedih dan malu. Bahkan dia tidak berani lagi terbang dan bermain di sekitar taman bunga.
Watak tokoh Tuvi adalah ....
pemberani
penyayang
sombong
pembohong
Ternyata, sifat iri tidak memberikan keuntungan apa-apa. Semua sudah diberikan sesuai kebutuhan masing-masing.
Kutipan di atas termasuk bagian dari unsur intrinsik, yaitu ....
tema
alur
latar
amanat
Pesan pesan moral atau pelajaran yang disampaikan oleh pengarang bisa secara tersurat atau tersirat, disebut ..
amanat
latar
mitos
alur
Tiga jenis latar atau setting terdapat dalam pilihan di bawah, kecuali ..
Suasana
Sosial
Waktu
Tempat
Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Latar waktu cerita rakyat di atas adalah ….
esok hari
malam hari
sore hari
pagi hari
"Sebentar Nak, sebentar lagi. Lihat, langit sudah mulai memerah. Itu pertanda matahai mau tenggelam dan magrib tiba. Kau sudah mulai lapar?”
Latar waktu pada penggalan cerpen di atas adalah ….
pagi hari
siang hari
sore hari
malam hari
”Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan semena-mena. Tidaklah sepatutnya hal itu kulaporkan?”
”Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara.”
(Gerhana, Muhammad Ali)
Unsur intrinsik yang paling dominan dalam cerita di atas adalah
latar
tokoh
alur
amanat
Ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen merupakan pengertian....
Tema
Alur
Latar
Gaya Bahasa
Urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis dalam menyampaikan cerita merupakan pengertian dari....
Tema
Latar
Tokoh
Alur
Di bawah ini yang bukan jenis latar adalah....
Latar tempat
Latar hari
Latar waktu
Latar suasana
Dibawah ini yang bukan jenis tokoh yang digambarkan dalam cerpen adalah....
Protagonis
Antagonis
Pitagonis
Tritagonis
Tokoh yang memiliki watak negatif seperti iri, dengki, sombong, angkuh, congkak adalah tokoh....
Pitagonis
Tritagonis
Protagonis
Antagonis
Posisi atau pandangan pengarang dalam menyampaikan cerita merupakan pengertian....
Tokoh
Sudut pandang
Tema
Gaya bahasa
Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
sudut pandang orang pertama
sudut pandnag orang kedua
sudut pandang orang jamak
sudut pandang orang tunggal
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (5)
D. (3) dan (4)
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.
Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”
Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...
Pencurian
Kesedihan
Kekhawatiran
Kelalaian
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Upik masih saja cemberut dari kemarin karena tidak tidak dibelikan kue stroberi di toko dekat rumahnya. Walau ibunya sudah menasihati, Upik tetap saja merengek-rengek kepada ibunya. Ibunya tahu bahwa Upik tidak suka makanan yang manis masam seperti kue stroberi yang dimintanya.
Penggalan cerpen tersebut berisi tentang ….
Setting/Latar
Tema
ALur
Penokohan
Pagi itu indah sekali di Puncak Pas.Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon cemara yang kelihatan hijau. Sepanjang mata memandang , tampak kebun teh yang hijau segar. Langit sangat bersih dan berwarna biru cerah, menjadi pemandangan yang sungguh indah.
Pembuka cerpen di atas berisi tentang ….
Latar
Tema
Alur
Penokohan
Unsur dari luar sebuah cerita disebut ....
Implisit
Eksplisit
Intrinsik
Ektrinsik
Unsur dalam yang membangun cerita disebut ....
Ekstrinsik
Intrinsik
Eksplisit
Implisit
Rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita disebut ....
Latar
Alur
Tokoh
Dialog
Keterangan mengenai ruang dan waktu dalam pemnetasan drama disebut dengan ....
alur
latar
amanat
pesan moral
Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata bermakna konotasi adalah….
Harga kambing hitam itu sangat mahal.
Dalam peristiwa itu, dia dijadikan kambing hitam.
Kambing hitam kesayangannya akan dijual ayahnya.
Dalam upacara adat itu dikorbankan seekor kambing hitam.
Prestasi yang ia raih membuat semua orang angkat topi kepadanya.
Makna kata angkat topi adalah ....
kagum
hormat
melecehkan
iri
Anggap saja ucapannya itu sebagai angin lalu.
makna dari kata angin lalu adalah ....
kebohongan
sesuatu yang tidak dianggap
ocehan
hal yang penting
Tak kuat menahan emosi ia akhirnya gelap mata.
Makna kata gelap mata adalah ....
buta
marah-marah
pergi meninggalkan
hilang kesabaran
Seorang kuli tinta sedang melakukan peliputan berita.
makna kata kuli tinta adalah ....
jurnalis
ilmuan
reporter
pelajar
Orangtua sudah banyak makan asam garam kehidupan.
Makna kata makan asam garam adalah ....
banyak pengalaman
banyak kegagalan
banyak keberhasilan
banyak kesedihan
Kalimat berikut yang mengandung makna konotasi adalah ...
Ayah mempunyai dua ekor ayam jago merah
Rumah Ijat ludes terbakar oleh si jago merah
Andi membeli ayam jago berbulu merah
Ibu memasak ayam jago merah milik Ayah
Kalimat berikut yang mengandung makna denotasi adalah ...
Polisi yang telah bertugas 24 jam itu tidur pulas karena kecapekan
Jalan di depan rumahku akan dipasang polisi tidur
"Hati-hati, jalan di depan banyak polisi tidur" kata Udin
Polisi tidur dibangun supaya kendaraan tidak melaju kencang
"Jalan depan rumahku akan dipasang polisi tidur"
Polisi tidur pada kalimat diatas berarti ...
Polisi yang sedang tidur
Jalan akan dicat
Jalan akan diberi gundukan
Jalan akan diaspal
"Ibu Riana sedang berbadan dua" kalimat diatas termasuk kalimat ....
Denotasi
Demokrasi
Konotasi
Konfrontasi
Kalimat berikut yang mengandung makna konotasi adalah ...
Ayah pulang membawa buah tangan berupa martabak
Buah semangka sangat enak dimakan di siang hari
Ibu membawa buah duku ditangan kanan
Adik senang makan buah mangga
Ayah pulang membawa buah tangan berupa martabak.
Buah tangan pada kalimat diatas berarti...
Martabak buah
Buah berbentuk tangan
Oleh-oleh
Martabak manis
Sinchan memiliki kepala yang lebih besar dibandingkan dengan temannya. kalimat diatas bermakna ...
konotasi
konfrontasi
denotasi
demonstrasi
Kak Andien sedang menantikan kelahiran buah hatinya.
Kalimat diatas bermakna ...
Denotasi
Konotasi
Sebenarnya
Harfiah
Kalimat di bawah yang mengandung makna konotasi adalah ….
Adik kecilku suka menggigit jari.
Hafidz mengangkat tangannya ketika dipanggil ibu guru.
Kambing hitam Pak Ali sudah terjual di pasar hewan.
Jamilah merupakan anak emas dalam keluarganya.
Pak Joko seorang buruh bangunan. Ia selalu bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Ia tidak menghiraukan cuaca yang terjadi. Hujan dan panas tidak dapat menghalanginya untuk bekerja. Keringat yang membasahi tubuhnya, tidak membuatnya putus asa dalam menjalani kehidupannya.
Ungkapan yang sesuai dengan ilustrasi cerita di atas adalah….
kepala dingin
banting tulang
keras kepala
naik pitam
berikut ini merupakan kata bermakna denotasi, kecuali...
keras kepala
daun pintu
detak jantung
kepala budi
Kata/gabungan kata yang memiliki makna/arti bukan sebenarnya/kiasan disebut ...
Konfrontasi
Denotasi
Konotasi
Denominasi
Kata atau gabungan kata yang memiliki makna/arti yang sebenarnya disebut ....
Denominasi
Konotasi
Konfrontasi
Denotasi
"Gadis itu menjadi kembang desa di kampungnya."
Kalimat diatas memiliki arti bahwa ...
Gadis itu harum seperti bunga
Gadis paling cantik di kampungnya
Gadis yang suka menanam bunga
Gadis yang bernama kembang
Makna kiasan atau konotasi dapat memiliki arti negatif seperti dalam kalimat ...
Rutin makan hati ayam sangat menyehatkan bagi tubuh.
Dini anak yang baik hati dan suka menolong.
Ia adalah gadis yang sangat rendah hati.
Pria itu selalu bersikap tinggi hati karena kekayaannya.
Kata 'tangan kanan' memiliki makna konotasi yaitu ...
Tangan untuk bersalaman
Orang yang dianggap kurang baik
Tangan sebelah kanan
Orang kepercayaan
Kata 'besar kepala' bermakna konotasi terdapat dalam kalimat berikut ...
Jika dibandingkan, besar kepalaku dan adik hampir sama.
Besar kepala kucing dan harimau sangat jauh berbeda.
Kepalanya membesar karena ada benjolan.
Dudi tidak ingin menjadi besar kepala karena sering dipuji oleh teman-temannya.
Berikut ini kalimat yang memiliki makna yang sebenarnya yaitu ...
Dia menjadi besar kepala karena sering dipuji.
Andi menjadi tangan kanan atasannya di kantor.
Aku paling suka makan hati ayam buatan ibu.
Rini dalah anak emas di keluarganya.
Ibu Parki memandang buah hatinya dengan cemas
(a)
Ibu Parki memandangi anaknya dengan hati cemas
(a)
Sekarang, aku merasakan penyesalanku
(a)
Sekarang aku merasakan akibat keras kepalak-ku sendiri
(a)
Sopir mengendarai bus seakan sedang di arena balapan
(a)
Sopir mengendarai bus dengan kencang
(a)
Jalanan sesunyi kuburan pagi
(a)
Jalanan sepi sekali pagi ini
(a)
Ketika banya pikiram, sekusut kain lap
(a)
Jalanan sepi sekali pagi ini
(a)
