wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Puisi Kelas 8

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 47mins

Name
Class
Date
1.

Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusun larik dan bait, serta penuh makna. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....

a)

Prosa

b)

Karya sastra

c)

Puisi

d)

Cerita pendek

2.

senja yang pilu

membuat hari kian membiru

langit tampak keruh

mengantar kepergianmu pahlawanku

 

gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi

melagukan nada-nada lara hati

saat doa-doa ikut tertanam

bersama bayangmu yang kian tenggelam.

tema puisi tersebut adalah ....

a)

Perjuangan

b)

Politik

c)

Pahlawan

d)

Keagamaan

3.

Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil

Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka

Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.

Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ..

a)

gadis yang membawa kaleng

b)

seorang anak kecil

c)

gadis yang selalu tersenyum

d)

seorang gadis pengemis

4.

Pemilihan kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya disebut ...

a)

Imaji

b)

Tema

c)

Tipografi

d)

Diksi

5.

unsur puisi yang berupa pesan di dalam sebuah puisi disebut.....

a)

Amanat

b)

Tema

c)

Diksi

d)

Kata konkret

6.

Penyajian tinggi rendahnya irama puisi dengan memperhatikan jenis-jenis tekanan dalam membaca puisi adalah...

a)

Irama

b)

Ekspresi

c)

Pelafalan

d)

Intonasi

7.

Karangan Bunga

Tiga anak kecil

Dalam langkah malu-malu

Datang ke Salemba

Sore itu

"Ini dari kami bertiga

Pita hitam dalam karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

siang tadi"

Makna lambang kata "pita hitam" dalam puisi tersebut adalah tanda ....

a)

Bersedih

b)

Berduka

c)

Berdoa

d)

Bermohon

8.

Memikul Keranda

Tikaman keris maut begitu dalam

Tiada suara tiada mengucur darah

Cuma pekik lantang memecah bumi

Satu-satupun tiada mendengar menyahut

Segala menuli dan membisu

Kini kau dibahuku ringan sekali

Kuantarkan pulang, pelabuhan

Berlayar ke pulau jauh

Tiada kelasi kemudi

Sepi sendiri

Dan aku juga kakanda, sampai waktu

Seperti kau ke laut kembali

(D. Zauhiddie)

Nada/suasana jiwa yang tertuang dalam puisi di atas diliputi oleh perasaan...

a)

Keputusasaan

b)

Keraguan

c)

Kesedihan

d)

Kesenduan

9.

Gerimis yang Diam-diam

Pada suatu temaram subuh

Yang dingin oleh perjalanan musim

Adakah kau lihat di atas atap rumah-rumah

Gerimis yang menyebar diam-diam

Datang dari kelam langit

Pada saat itu

Adakah kau cair pikirkan

Bahwa sang mahadurjana

Fitnah yang merajalela di mana-mana

Merasuki tiap jengkal tanah-tanah di bumi

Dari kelam kehidupan diam-diam

Seperti desis gerimis?

Maksud dari isi larik pertama puisi "Gerimis yang Diam-diam" di atas adalah ....

a)

Cuaca dingin yang tidak diharapkan oleh masyarakat

b)

Masyarakat agar waspada akan datangnya hujan deras

c)

Munculnya fenomena kehidupan yang tidak disadari masyarakat

d)

Masyarakat agar menjaga lahan dan rumahnya masing-masing

10.

Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang

Hari mudaku sudah pergi

Sekarang petang datang membayang

Batang usiaku sudah tinggi

 

Aku lalai di hari pagi

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracuni hati

Miskin ilmu, miskin harta

Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna dan lambang ....

a)

Masa tua

b)

Waktu sore hari

c)

Suasana senja

d)

Perasaan manusia

11.

Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang

Hari mudaku sudah pergi

Sekarang petang datang membayang

Batang usiaku sudah tinggi

 

Aku lalai di hari pagi

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracuni hati

Miskin ilmu, miskin harta

Maksud bait kedua puisi tersebut adalah ...

a)

Seseorang yang lengah dipagi hari sehingga hidupnya sangat menderita di usia muda

b)

Seseorang yang menderita hidupnya karena tidak memiliki ilmu dan harta

c)

Seseorang yang miskin harta dan miskin ilmu pada masa muda karena ia lupa waktu

d)

Seseorang yang telah menyia-nyiakan masa mudanya dalam menuntut ilmu sehingga hidupnya menderita di hari tua

12.

Pahlawan Tak Dikenal

Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah lubang peluru buundar di dadanya

Senyum bekunya berkata, kita sedang perang

 

Dia tidak tahu bilamana ia datang

Kedua tangannya memeluk senapan

Dia tidak tahu untuk siapa dia datang

Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang

............................

(Toto Sudarto Bahtiar)

Puisi di atas menuturkan tentang ...

a)

Seseorang yang sedang berjuang di medan perang

b)

Pemimpin perang sedang memimpin pertempuran

c)

Kematian seorang pejuang karena tertembak

d)

Seseorang yang terbaring sakit karena tertembak di medan pertempuran

13.

Bungaku Bersemi Kembali

Bungaku kini bersemi kembali

setelah seminggu terkurung di lembah sunyi

kini bertunas lagi daunnya yang dulu menguning dan [...]

rantingnya yang dulu kering

kini segar kembali

Tidak sia-sia

kusiram bungaku hingga bersemi dan mekar kembali

Diksi yang tepat untuk melengkapi larik puisi tersebut adalah ...

a)

Berjatuhan

b)

Bermunculan

c)

Berguguran

d)

Bertebangan

14.

Karangan Bunga

Tiga anak kecil

Dalam langkah malu-malu

Datang ke Salemba

Ini dari kami bertiga

Pita hitam dalam karanganan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang tertembak mati tadi siang

Karya Taufik Ismail

Tema dalam puisi tersebut adalah ...

a)

Ketuhanan

b)

Kemanusiaan

c)

Percintaan

d)

Religius

15.

Alamku ini

Awan bergerak

seiring waktuku yang kerontang

angin berdiri menepi

sejenak beri kesejukan

kuda berlari terkikik

tinggal jejak kaki

di antara rumputan misteri

alamku ini memang begini

dapat dipastikan perubahan yang terhenti

Makna kias kering kerontang pada bait puisi di atas adalah ...

a)

Penyesalan

b)

Kesunyian

c)

Keputusasaan

d)

Penderitaan

16.

Bila kasihmu ibarat samudra

Sempit lautan tuduh

Tempat ku mandi, mencuci lumut pada diri

Tempat ku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh

Kalau aku ujian kemudian ditanya tentang pahlawan

Nama ku yang ku sebut paling dahulu

Lantaran ku tahu

Engkau ibu dan aku anak mu

 

Isi puisi tersebut menggambarkan ...

a)

Kesedihan seorang anak

b)

Kegelisahan hati seorang anak

c)

Perasaan rindu seorang anak kepada ibunya

d)

Perasaan sayang seorang anak kepada ibunya

17.

Sepuluh November

 

Saat itu

Api yang membakar dadamu

Mengukuhkan semangat juangmu

Saat ini

Meskipun jasmanimu cacat

Jiwamu, pahlawan

Memihak yang benar

Semangat yang benar

Semangat itu bergemuruh di dada

Di hati para pemuda

 

Makna kata yang bergaris bawah dalam puisi di atas adalah . . . .

a)

Semangat

b)

zat yang panas

c)

Suara

d)

Perjuangan

18.

Sahabat

 

            Saat aku mulai mengerti hidup

            Aku butuh seorang sahabat

            Yang selalu ada di dekatku

            Saat jantung berdetak

            Sampai mata tertutup

            Aku akan tertawa dan menangis bersama

            Tak ada kata putus

            Meski masa akan terhapus

 

Kata mata tertutup dalam puisi di atas bermakna …

a)

Tidur

b)

Mengantuk

c)

Meninggal

d)

Pergi

19.

MELATI

Kau datang dengan menari, tersenyum simpul,

Seperti dewi, putih kuning, ramping halus,

Menunjukan diri, seperti bunga yang bagus.

Dalam sinar matahari, membuat timbul,

Di dalam hati berahi yang suci-permai,

Jiwa termenung, terlena dalam samadi,

O, Melati, memandang kau seperti Pamadi,

Kebakaan kurasa, luas, tenang, dan damai.

Engkau tinggal sebagai bunga dalam taman,

Kenang-kenangan: dipetik tidak ‘kan dapat,

Biar warna dan wangi engkau berikan.

Engkau seperti bintang di balik awan,

Terkadang-kadang sejurus berkilat-kilat,

Tapi jauh, takkan pernah tercapai tangan. …………………………..

(Sanusi Pane)

Nada/suasana jiwa yang dilukiskan dalam puisi di atas adalah ….

a)

Kesedihan

b)

Kesenduan

c)

Keresahan

d)

Kegembiraan

20.

Sinar

Di sudut hitam itu

Kulihat betapa tajam sinarmu

Menusuk hati dan jiwaku

Namun apa daya

Ketika kucoba menangkapnya

Sinar itu menghilang bagai ditelan badai

Hari ini pun meredup

Bagai malam ditinggalkan sang rembulan

Tak ada harapan

Tak ada sinar

Dan sinar itu tak akan kembali

(Karya Rian Ardiani)

Maksud larik terakhir dari puisi di atas adalah ....

a)

Harapan untuk memiliki seseorang yang dikagumi dan dicintai

b)

Keinginan untuk mencintai seseorang, tetapi banyak hambatan

c)

Usaha untuk memiliki orang yang dicinta mendapatkan tantangan

d)

Kekecewaan seseorang karena gagal mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

21.

Karangan Bunga

Tiga anak kecil

Dalam langkah malu-malu

Datang ke Salemba

Sore itu

"Ini dari kami bertiga

Pita hitam dalam karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi"

Maksud dari puisi tersebut adalah ...

a)

Menggambarkan peristiwa kedukaan

b)

Menceritakan tiga anak kecil datang 

c)

Menggambarkan anak kecil yang malu

d)

Menceritakan peristiwa sore itu

22.

Karangan Bunga

Tiga anak kecil

Dalam langkah malu-malu

Datang ke Salemba

Sore itu

"Ini dari kami bertiga

Pita hitam dalam karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

siang tadi"

Amanat dari puisi berjudul "Karangan Bunga" di atas adalah ....

a)

Perjuangan sekelompok anak kecil yan ikut berduka

b)

Segeralah ke Salemba untuk menuntut keadilan

c)

Berjuanglah untuk mempertahankan golongan tertentu

d)

Hendaklah kita menghargai pengorbanan yang membela kebenaran

23.

Sinar

Di sudut hitam itu

Kulihat betapa tajam sinarmu

Menusuk hati dan jiwaku

Namun apa daya

Ketika kucoba menangkapnya

Sinar itu menghilang bagai ditelan badai

Hari ini pun meredup

Bagai malam ditinggalkan sang rembulan

Tak ada harapan

Tak ada sinar

Dan sinar itu tak akan kembali

(Karya Rian Ardiani)

Makna lambang kata sinar dalam puisi tersebut adalah

a)

Cahaya terang

b)

Tujuan hidup

c)

Kecerahan hidup

d)

Tantangan hidup

24.

KAU

Kau ajari aku memetik gitar kehidupan

Agar tercipta kasih yang lama tak kudengarkan

Kau yang ajari aku mengeja nama Tuhan

Yang lama tersingkur dalam benak

Tahukah kau?

Semua itu membuat

Kekagumanku tandas untukmu

Kau izinkan aku duduk di beranda hatimu

Agar cukup kudongakkan kepalaku

Untuk melihat apa yang disimpan di sana

Dan mengambil sebongkah cinta untukku

Kau yang ajari aku sisa hidup

Menghitung karunia yang tak terhingga

Bersama sapu tangan jingga di langit biru

Dan

Marilah kita bersandar

Di setiap kasih yang kita tegakkan

Mari kita berteduh

Di bawah pilar kebersamaan yang kita bangun

Gaya romantisme pengarang dalam puisi tersebut tergambar secara dominan pada bait ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

25.

AKU

Kalau sampai waktuku

Kumau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Karya Chairil Anwar).

Objek yang dibbicarakan dalam puisi tersebut adalah ....

a)

Kekecewaan si Aku karena dikucilkan oleh lingkungan

b)

Ketidakpuasan si Aku dalam menjalankan masa remajanya

c)

Pemberontakan si Aku atas ketidakbebasan yang dialaminya

d)

Keinginan si Aku dalam hidup seribu tahun lagi

26.

AKU

Kalau sampai waktuku

Kumau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Karya Chairil Anwar).

Isi puisi Aku tersebut adalah ....

a)

Kekerasan hati si Aku dalam menghadapi keberhasilan hidup

b)

Kekecewaan si Aku karena orang-orang sekitarnya tidak peduli

c)

Kebebasan si Aku dalam megarungi kehidupan

d)

Ketulusan si Aku dalam menghadapi cobaan hidup

27.

Saat bebatuan mulai memanggilmu.

Tersenyum manis kala bersentuhan dengan alam.

Yang tak akan bosan menyapamu.

Awan pun akan menangis merindukan hadirmu.

Majas yang terkandung dalam puisi diatas adalah……

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Metonimia

d)

Perumpamaan

28.

Berjalan menunggu sepi

Bagai tidur di padang mimpi

Haruskah menjual hidup ini

Demi mempertahankan diri

Majas dalam puisi tersebut adalah...

a)

Personifikasi

b)

Metafora

c)

Simile

d)

Eufimisme

29.

BENCANA

Deras hujan mendera

Gemuruh sungai meluap

[...]

hanyutkan harapan

yang tersimpan di dada

Desa Pandan Sari tercinta

Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut agar memiliki kesatuan makna adalah...

a)

Air mengalir

b)

Menelan jutaan korban

c)

Membanjiri perkampungan

d)

Mengairi sawah ladang

30.
a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

31.
a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

1 dan 3

d)

2 dan 4

32.
a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

33.
a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

34.
a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

35.

Belakangan ini udara terasa menusuk tulang

Majas yang terkandung dalam kalimat di atas adalah

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Litotes

d)

Metonimia

36.

Virus Corona

Karya : Bryan Utama Rasyad


Sekarang sedang wabah Virus Corona

Virus ini sangat berbahaya

Virus ini membuat banyak kematian

Membuat aku menjadi ketakutan


Kini aku di rumah saja

Belajar dan bermain di rumah

Semoga Corona cepat tiada

Karena aku rindu ke sekolah


==============================


Rima pada bait kedua puisi tersebut adalah....

a)

a-a-a-a b-b-b-b

b)

a-a-b-b b-b-a-a

c)

a-a-b-b a-b-a-b

d)

a-a-a-a a-b-b-a

37.

Corona

Karya : Lumina Z. Saragih


Wahai Corona

Namamu bergema dimana-mana

Kau adalah virus yang berbahaya

Menjauhlah kau Corona


Masker akan menghalaumu

Kebersihan akan membunuhmu

Makanan bergizi menjadi pertahananku

Kau tak bisa mendekatiku


=======================


Jumlah larik dalam puisi tersebut adalah....

a)

2

b)

4

c)

6

d)

8

38.

INGIN MENJADI GURU

Karena guru kami menjadi Tahu

........................................................................

Bukan sekedar ilmu

Tetapi juga karakter yang baik

Kalimat yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada puisi di atas adalah..

a)

Bagaimana cara memasak

b)

Kapan kita akan berangkat

c)

Mana yang baik dan yang buruk

d)

cara memperbaiki televisi

39.

Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....

a)

Karya sasrta hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.

b)

Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.

c)

Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.

d)

Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.

e)

Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair

40.

Maksud puisi tersebut adalah……

a)

Cinta bertepuk sebelah tangan

b)

.Cinta tanpa restu orang tua

c)

Rasa cinta yang dalam

d)

Cinta yang sempurna

41.

Berkenalan dengan sepi

(…)

Jalanan berderu tak berhenti

Lewat nasip menatapnya


Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …

a)

Pada malam aku terkenang

b)

Gelap di malam dingin

c)

Sepi yang diam seribu bahasa

d)

Melewati jalanan yang berbatu

42.

.........


Ini dari kami bertiga

Pita hitam pada karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kakak yang ditembak mati

Siang tadi


Suasana yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ....

a)

Marah

b)

Bingung

c)

Sedih

d)

Gembira

43.

.....................

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tidak bisa berpaling


Makna dalam bait puisi tersebut adalah .....

a)

seseorang yang ingin bertaubat

b)

seseorang yang selalu berbuat salah

c)

seseorang yang mengetuk pintu

d)

seseorang yang ikhlas terhadap takdirnya

44.

Cermatilah puisi berikut!

Taman punya kita berdua

tak lebar luas, kecil saja

satu tak kehilangan lain dalamnya.


Chairil Anwar


Makna kata "taman" dalam larik pertama puisi tersebut adalah...

a)

rumah

b)

wisma

c)

kebun

d)

tempat

e)

pekarangan

45.

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kata bercetak miring dalam penggalan puisi di atas mengandung imaji . . . .

a)

pendengaran

b)

penglihatan

c)

penciuman

d)

perasa

e)

peraba

46.

Dialah sang sutradara

Dan kita semua para […]

Maka persoalan yang utama

Bagaimana memainkan peran kita

Karena kita tidak bisa memilih

Mari bermain dalam bimbinganNya


Diksi yang tepat untuk melengkapi larik ke-2 puisi tersebut adalah ….

a)

oratornya

b)

aktornya

c)

penontonnya

d)

penulisnya

e)

pembicaranya

47.

Deretan bukit menghijau

Hamparan kerikil dan batu

Air sungai gemericik merdu

Di sanalah tempat kami bersatu

Sungguh indah dikenangkan

Takkan mungkin terlupakan

Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

48.

Berkenalan dengan sepi

(…)

Jalanan berderu tak berhenti

Lewat nasip menatapnya


Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …

a)

Pada malam aku terkenang

b)

Gelap di malam dingin

c)

Sepi yang diam seribu bahasa

d)

Melewati jalanan yang berbatu

49.

Masa kecilku begitu penuh ceria

Kala itu yang ada hanyalah nyata

Dan tak ada sedikit pun pura-pura

Salah satunya

Saat aku diboncengkan sepeda

Oleh ayah tercinta

Penuh kasih kami bergembira

Melihat alam penuh pesona

Sawah menguning sebagai pertanda

Sebentar lagi panen akan tiba

Semua pun menyambutnya dengan sukacita


Isi puisi tersebut adalah ...

a)

Menceritakan seorang petani yang akan panen

b)

Menggambarkan keindahan alam di sebuah desa

c)

Menceritakan masa kecil yang penuh kegembiraan

d)

Menggambarkan seorang sedang menyambut panen

50.

Memandang senja bersama jingganya

Menikmati pasir putihnya dengan manja

Mendengar riuh ombak yang pulang

Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda

Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya

Bagi insan yang mempunyai rasa


Isi puisi tersebut adalah ....

a)

seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai

b)

seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai

c)

seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai

d)

seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai