NEW
Font size
WorksheetsPuisi Kelas 8
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 47mins
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusun larik dan bait, serta penuh makna. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
Prosa
Karya sastra
Puisi
Cerita pendek
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam.
tema puisi tersebut adalah ....
Perjuangan
Politik
Pahlawan
Keagamaan
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ..
gadis yang membawa kaleng
seorang anak kecil
gadis yang selalu tersenyum
seorang gadis pengemis
Pemilihan kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya disebut ...
Imaji
Tema
Tipografi
Diksi
unsur puisi yang berupa pesan di dalam sebuah puisi disebut.....
Amanat
Tema
Diksi
Kata konkret
Penyajian tinggi rendahnya irama puisi dengan memperhatikan jenis-jenis tekanan dalam membaca puisi adalah...
Irama
Ekspresi
Pelafalan
Intonasi
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
"Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
siang tadi"
Makna lambang kata "pita hitam" dalam puisi tersebut adalah tanda ....
Bersedih
Berduka
Berdoa
Bermohon
Memikul Keranda
Tikaman keris maut begitu dalam
Tiada suara tiada mengucur darah
Cuma pekik lantang memecah bumi
Satu-satupun tiada mendengar menyahut
Segala menuli dan membisu
Kini kau dibahuku ringan sekali
Kuantarkan pulang, pelabuhan
Berlayar ke pulau jauh
Tiada kelasi kemudi
Sepi sendiri
Dan aku juga kakanda, sampai waktu
Seperti kau ke laut kembali
(D. Zauhiddie)
Nada/suasana jiwa yang tertuang dalam puisi di atas diliputi oleh perasaan...
Keputusasaan
Keraguan
Kesedihan
Kesenduan
Gerimis yang Diam-diam
Pada suatu temaram subuh
Yang dingin oleh perjalanan musim
Adakah kau lihat di atas atap rumah-rumah
Gerimis yang menyebar diam-diam
Datang dari kelam langit
Pada saat itu
Adakah kau cair pikirkan
Bahwa sang mahadurjana
Fitnah yang merajalela di mana-mana
Merasuki tiap jengkal tanah-tanah di bumi
Dari kelam kehidupan diam-diam
Seperti desis gerimis?
Maksud dari isi larik pertama puisi "Gerimis yang Diam-diam" di atas adalah ....
Cuaca dingin yang tidak diharapkan oleh masyarakat
Masyarakat agar waspada akan datangnya hujan deras
Munculnya fenomena kehidupan yang tidak disadari masyarakat
Masyarakat agar menjaga lahan dan rumahnya masing-masing
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu, miskin harta
Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna dan lambang ....
Masa tua
Waktu sore hari
Suasana senja
Perasaan manusia
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu, miskin harta
Maksud bait kedua puisi tersebut adalah ...
Seseorang yang lengah dipagi hari sehingga hidupnya sangat menderita di usia muda
Seseorang yang menderita hidupnya karena tidak memiliki ilmu dan harta
Seseorang yang miskin harta dan miskin ilmu pada masa muda karena ia lupa waktu
Seseorang yang telah menyia-nyiakan masa mudanya dalam menuntut ilmu sehingga hidupnya menderita di hari tua
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru buundar di dadanya
Senyum bekunya berkata, kita sedang perang
Dia tidak tahu bilamana ia datang
Kedua tangannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang
............................
(Toto Sudarto Bahtiar)
Puisi di atas menuturkan tentang ...
Seseorang yang sedang berjuang di medan perang
Pemimpin perang sedang memimpin pertempuran
Kematian seorang pejuang karena tertembak
Seseorang yang terbaring sakit karena tertembak di medan pertempuran
Bungaku Bersemi Kembali
Bungaku kini bersemi kembali
setelah seminggu terkurung di lembah sunyi
kini bertunas lagi daunnya yang dulu menguning dan [...]
rantingnya yang dulu kering
kini segar kembali
Tidak sia-sia
kusiram bungaku hingga bersemi dan mekar kembali
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik puisi tersebut adalah ...
Berjatuhan
Bermunculan
Berguguran
Bertebangan
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karanganan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang tertembak mati tadi siang
Karya Taufik Ismail
Tema dalam puisi tersebut adalah ...
Ketuhanan
Kemanusiaan
Percintaan
Religius
Alamku ini
Awan bergerak
seiring waktuku yang kerontang
angin berdiri menepi
sejenak beri kesejukan
kuda berlari terkikik
tinggal jejak kaki
di antara rumputan misteri
alamku ini memang begini
dapat dipastikan perubahan yang terhenti
Makna kias kering kerontang pada bait puisi di atas adalah ...
Penyesalan
Kesunyian
Keputusasaan
Penderitaan
Bila kasihmu ibarat samudra
Sempit lautan tuduh
Tempat ku mandi, mencuci lumut pada diri
Tempat ku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
Kalau aku ujian kemudian ditanya tentang pahlawan
Nama ku yang ku sebut paling dahulu
Lantaran ku tahu
Engkau ibu dan aku anak mu
Isi puisi tersebut menggambarkan ...
Kesedihan seorang anak
Kegelisahan hati seorang anak
Perasaan rindu seorang anak kepada ibunya
Perasaan sayang seorang anak kepada ibunya
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang bergaris bawah dalam puisi di atas adalah . . . .
Semangat
zat yang panas
Suara
Perjuangan
Sahabat
Saat aku mulai mengerti hidup
Aku butuh seorang sahabat
Yang selalu ada di dekatku
Saat jantung berdetak
Sampai mata tertutup
Aku akan tertawa dan menangis bersama
Tak ada kata putus
Meski masa akan terhapus
Kata mata tertutup dalam puisi di atas bermakna …
Tidur
Mengantuk
Meninggal
Pergi
MELATI
Kau datang dengan menari, tersenyum simpul,
Seperti dewi, putih kuning, ramping halus,
Menunjukan diri, seperti bunga yang bagus.
Dalam sinar matahari, membuat timbul,
Di dalam hati berahi yang suci-permai,
Jiwa termenung, terlena dalam samadi,
O, Melati, memandang kau seperti Pamadi,
Kebakaan kurasa, luas, tenang, dan damai.
Engkau tinggal sebagai bunga dalam taman,
Kenang-kenangan: dipetik tidak ‘kan dapat,
Biar warna dan wangi engkau berikan.
Engkau seperti bintang di balik awan,
Terkadang-kadang sejurus berkilat-kilat,
Tapi jauh, takkan pernah tercapai tangan. …………………………..
(Sanusi Pane)
Nada/suasana jiwa yang dilukiskan dalam puisi di atas adalah ….
Kesedihan
Kesenduan
Keresahan
Kegembiraan
Sinar
Di sudut hitam itu
Kulihat betapa tajam sinarmu
Menusuk hati dan jiwaku
Namun apa daya
Ketika kucoba menangkapnya
Sinar itu menghilang bagai ditelan badai
Hari ini pun meredup
Bagai malam ditinggalkan sang rembulan
Tak ada harapan
Tak ada sinar
Dan sinar itu tak akan kembali
(Karya Rian Ardiani)
Maksud larik terakhir dari puisi di atas adalah ....
Harapan untuk memiliki seseorang yang dikagumi dan dicintai
Keinginan untuk mencintai seseorang, tetapi banyak hambatan
Usaha untuk memiliki orang yang dicinta mendapatkan tantangan
Kekecewaan seseorang karena gagal mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
"Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi"
Maksud dari puisi tersebut adalah ...
Menggambarkan peristiwa kedukaan
Menceritakan tiga anak kecil datang
Menggambarkan anak kecil yang malu
Menceritakan peristiwa sore itu
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
"Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
siang tadi"
Amanat dari puisi berjudul "Karangan Bunga" di atas adalah ....
Perjuangan sekelompok anak kecil yan ikut berduka
Segeralah ke Salemba untuk menuntut keadilan
Berjuanglah untuk mempertahankan golongan tertentu
Hendaklah kita menghargai pengorbanan yang membela kebenaran
Sinar
Di sudut hitam itu
Kulihat betapa tajam sinarmu
Menusuk hati dan jiwaku
Namun apa daya
Ketika kucoba menangkapnya
Sinar itu menghilang bagai ditelan badai
Hari ini pun meredup
Bagai malam ditinggalkan sang rembulan
Tak ada harapan
Tak ada sinar
Dan sinar itu tak akan kembali
(Karya Rian Ardiani)
Makna lambang kata sinar dalam puisi tersebut adalah
Cahaya terang
Tujuan hidup
Kecerahan hidup
Tantangan hidup
KAU
Kau ajari aku memetik gitar kehidupan
Agar tercipta kasih yang lama tak kudengarkan
Kau yang ajari aku mengeja nama Tuhan
Yang lama tersingkur dalam benak
Tahukah kau?
Semua itu membuat
Kekagumanku tandas untukmu
Kau izinkan aku duduk di beranda hatimu
Agar cukup kudongakkan kepalaku
Untuk melihat apa yang disimpan di sana
Dan mengambil sebongkah cinta untukku
Kau yang ajari aku sisa hidup
Menghitung karunia yang tak terhingga
Bersama sapu tangan jingga di langit biru
Dan
Marilah kita bersandar
Di setiap kasih yang kita tegakkan
Mari kita berteduh
Di bawah pilar kebersamaan yang kita bangun
Gaya romantisme pengarang dalam puisi tersebut tergambar secara dominan pada bait ....
1
2
3
4
AKU
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Karya Chairil Anwar).
Objek yang dibbicarakan dalam puisi tersebut adalah ....
Kekecewaan si Aku karena dikucilkan oleh lingkungan
Ketidakpuasan si Aku dalam menjalankan masa remajanya
Pemberontakan si Aku atas ketidakbebasan yang dialaminya
Keinginan si Aku dalam hidup seribu tahun lagi
AKU
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Karya Chairil Anwar).
Isi puisi Aku tersebut adalah ....
Kekerasan hati si Aku dalam menghadapi keberhasilan hidup
Kekecewaan si Aku karena orang-orang sekitarnya tidak peduli
Kebebasan si Aku dalam megarungi kehidupan
Ketulusan si Aku dalam menghadapi cobaan hidup
Saat bebatuan mulai memanggilmu.
Tersenyum manis kala bersentuhan dengan alam.
Yang tak akan bosan menyapamu.
Awan pun akan menangis merindukan hadirmu.
Majas yang terkandung dalam puisi diatas adalah……
Personifikasi
Hiperbola
Metonimia
Perumpamaan
Berjalan menunggu sepi
Bagai tidur di padang mimpi
Haruskah menjual hidup ini
Demi mempertahankan diri
Majas dalam puisi tersebut adalah...
Personifikasi
Metafora
Simile
Eufimisme
BENCANA
Deras hujan mendera
Gemuruh sungai meluap
[...]
hanyutkan harapan
yang tersimpan di dada
Desa Pandan Sari tercinta
Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut agar memiliki kesatuan makna adalah...
Air mengalir
Menelan jutaan korban
Membanjiri perkampungan
Mengairi sawah ladang
1
2
3
4
1 dan 2
2 dan 3
1 dan 3
2 dan 4
A
B
C
D
A
B
C
D
A
B
C
D
Belakangan ini udara terasa menusuk tulang
Majas yang terkandung dalam kalimat di atas adalah
Personifikasi
Hiperbola
Litotes
Metonimia
Virus Corona
Karya : Bryan Utama Rasyad
Sekarang sedang wabah Virus Corona
Virus ini sangat berbahaya
Virus ini membuat banyak kematian
Membuat aku menjadi ketakutan
Kini aku di rumah saja
Belajar dan bermain di rumah
Semoga Corona cepat tiada
Karena aku rindu ke sekolah
==============================
Rima pada bait kedua puisi tersebut adalah....
a-a-a-a b-b-b-b
a-a-b-b b-b-a-a
a-a-b-b a-b-a-b
a-a-a-a a-b-b-a
Corona
Karya : Lumina Z. Saragih
Wahai Corona
Namamu bergema dimana-mana
Kau adalah virus yang berbahaya
Menjauhlah kau Corona
Masker akan menghalaumu
Kebersihan akan membunuhmu
Makanan bergizi menjadi pertahananku
Kau tak bisa mendekatiku
=======================
Jumlah larik dalam puisi tersebut adalah....
2
4
6
8
INGIN MENJADI GURU
Karena guru kami menjadi Tahu
........................................................................
Bukan sekedar ilmu
Tetapi juga karakter yang baik
Kalimat yang tepat untuk melengkapi titik-titik pada puisi di atas adalah..
Bagaimana cara memasak
Kapan kita akan berangkat
Mana yang baik dan yang buruk
cara memperbaiki televisi
Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....
Karya sasrta hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.
Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.
Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.
Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair
Maksud puisi tersebut adalah……
Cinta bertepuk sebelah tangan
.Cinta tanpa restu orang tua
Rasa cinta yang dalam
Cinta yang sempurna
Berkenalan dengan sepi
(…)
Jalanan berderu tak berhenti
Lewat nasip menatapnya
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …
Pada malam aku terkenang
Gelap di malam dingin
Sepi yang diam seribu bahasa
Melewati jalanan yang berbatu
.........
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Suasana yang terkandung dalam puisi tersebut adalah ....
Marah
Bingung
Sedih
Gembira
.....................
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Makna dalam bait puisi tersebut adalah .....
seseorang yang ingin bertaubat
seseorang yang selalu berbuat salah
seseorang yang mengetuk pintu
seseorang yang ikhlas terhadap takdirnya
Cermatilah puisi berikut!
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Chairil Anwar
Makna kata "taman" dalam larik pertama puisi tersebut adalah...
rumah
wisma
kebun
tempat
pekarangan
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kata bercetak miring dalam penggalan puisi di atas mengandung imaji . . . .
pendengaran
penglihatan
penciuman
perasa
peraba
Dialah sang sutradara
Dan kita semua para […]
Maka persoalan yang utama
Bagaimana memainkan peran kita
Karena kita tidak bisa memilih
Mari bermain dalam bimbinganNya
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik ke-2 puisi tersebut adalah ….
oratornya
aktornya
penontonnya
penulisnya
pembicaranya
Deretan bukit menghijau
Hamparan kerikil dan batu
Air sungai gemericik merdu
Di sanalah tempat kami bersatu
Sungguh indah dikenangkan
Takkan mungkin terlupakan
Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Berkenalan dengan sepi
(…)
Jalanan berderu tak berhenti
Lewat nasip menatapnya
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …
Pada malam aku terkenang
Gelap di malam dingin
Sepi yang diam seribu bahasa
Melewati jalanan yang berbatu
Masa kecilku begitu penuh ceria
Kala itu yang ada hanyalah nyata
Dan tak ada sedikit pun pura-pura
Salah satunya
Saat aku diboncengkan sepeda
Oleh ayah tercinta
Penuh kasih kami bergembira
Melihat alam penuh pesona
Sawah menguning sebagai pertanda
Sebentar lagi panen akan tiba
Semua pun menyambutnya dengan sukacita
Isi puisi tersebut adalah ...
Menceritakan seorang petani yang akan panen
Menggambarkan keindahan alam di sebuah desa
Menceritakan masa kecil yang penuh kegembiraan
Menggambarkan seorang sedang menyambut panen
Memandang senja bersama jingganya
Menikmati pasir putihnya dengan manja
Mendengar riuh ombak yang pulang
Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda
Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya
Bagi insan yang mempunyai rasa
Isi puisi tersebut adalah ....
seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai
seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai
seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai
seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai
