WorksheetsUH KE-2 KESULTANAN ISLAM DI INDONESIA
Total questions: 30
Worksheet time: 3600secs
Kesultanan Samudera Pasai merupakan salah satu kerajaan Islam pertama di Indonesia yang memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara. Salah satu faktor utama yang menyebabkan perkembangan pesat Kesultanan Samudera Pasai adalah lokasinya yang strategis. Berdasarkan informasi tersebut, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan pengaruh lokasi strategis Kesultanan Samudera Pasai terhadap kemajuannya...
Lokasinya yang dekat dengan pusat pemerintahan di Pulau Jawa memungkinkan hubungan politik yang kuat dengan kerajaan lain
Terletak di jalur perdagangan internasional, sehingga menjadi tempat persinggahan pedagang dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok
Lokasi Samudera Pasai yang jauh dari pengaruh kerajaan Hindu-Buddha membuatnya lebih cepat menerima Islam
Keberadaan Samudera Pasai di kawasan pedalaman Sumatra Utara mempermudah akses ke sumber daya alam
Lokasinya yang berbatasan langsung dengan Kesultanan Malaka memberikan keuntungan dalam hal militer dan perdagangan
Kesultanan Samudera Pasai memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Nusantara. Salah satu cara yang digunakan adalah...
Menyediakan beasiswa bagi masyarakat lokal untuk belajar Islam di Timur Tengah
Membangun pusat pendidikan agama seperti masjid dan pesantren
Melarang kebudayaan lokal yang bertentangan dengan Islam
Mengirimkan misionaris Islam ke wilayah-wilayah Nusantara lainnya
Mengintegrasikan Islam ke dalam ritual Hindu dan Buddha
Kesultanan Samudera Pasai berhasil menjadi pusat perdagangan internasional karena memiliki...
Hubungan dagang eksklusif dengan pedagang dari Eropa
Pelabuhan yang strategis di jalur perdagangan dunia
Kebijakan perdagangan bebas tanpa pajak
Komoditas utama berupa hasil laut
Armada laut yang menguasai seluruh wilayah Asia Tenggara
Kesultanan Samudera Pasai dikenal sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam pertama di Nusantara. Faktor yang paling mendukung perkembangan ini adalah...
Sistem pemerintahan feodal yang diterapkan oleh Sultan
Produksi lada yang melimpah sebagai komoditas utama ekspor
Posisi strategisnya di Selat Malaka yang menghubungkan perdagangan internasional
Kebijakan isolasi budaya untuk menjaga keaslian tradisi lokal
Dukungan dari kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di sekitarnya
Perhatikan data di bawah ini:
1) Perebutan kekuasaan di antara keluarga
2) Pindahnya pusat perdagangan ke Malaka
3) Munculnya kerajaan baru, seperti Aceh dan Malaka
4) Serangan Portugis (1521)
Berdasarkan data di atas, yang termasuk ke dalam faktor penyebab Kesultanan Samudera Pasai mengalami kemunduran adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Peristiwa yang menandai permusuhan Kesultanan Ternate dengan Portugis adalah…
Pembunuhan Sultan Hairun oleh Portugis
Perang melawan Kesultanan Tidore
Perjanjian Saragosa yang merugikan Ternate
Perebutan Benteng Victoria oleh Spanyol
Kerjasama Belanda dengan Sultan Baabullah
Bangsa asing yang pertama kali datang ke Maluku dan menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Ternate adalah…
Belanda
Inggris
Spanyol
Portugis
Prancis
Kesultanan Ternate mulai menganut Islam secara resmi sejak masa pemerintahan…
Sultan Hairun
Sultan Zainal Abidin
Sultan Baabullah
Sultan Nuku
Sultan Hasanuddin
Perhatikan data di bawah ini:
1) Benteng Tolukko
2) Masjid Sultan Ternate
3) Benteng Kastela
4) Makan Sultan Malik As-Saleh
Berdasarkan data di atas, yang termasuk ke dalam peninggalan Kesultanan Ternate adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
"Kesultanan Ternate berdiri pada tahun 1257 dengan pemimpin pertamanya bernama Baab Mashur Malamo. Pada awalnya, kerajaan ini menganut kepercayaan lokal sebelum akhirnya menerima Islam sebagai agama resmi pada abad ke-15. Proses Islamisasi di Ternate dipengaruhi oleh pedagang dan ulama dari Arab, Gujarat, dan Malaka. Sultan Zainal Abidin (1486–1500) adalah sultan pertama yang secara resmi memeluk Islam. Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-16 di bawah pemerintahan Sultan Baabullah (1570–1583), yang dikenal sebagai pemimpin tangguh melawan penjajahan bangsa Barat".
Di bawah ini, yang termasuk ke dalam bukti keberhasilan Sultan Baabullah membawa Kesultanan Ternate pada puncak kejayaan diantaranya adalah...
menjadi pusat penyebaran agama Islam di Tanah Jawa dan memperluas kekuasaan hingga ke Jawa bagian timur dan barat
memperluas kekuasaan hingga separuh Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga merintis pembangunan sebuah kesultanan di Banten, mengembangkan kesenian batik dengan motif khas (seperti parang rusak, megamendung, dan macan ali)
membangun kelenteng di Pelabuhan Banten pada tahun 1673 sebagai simbol kebebasan beragama, menentang VOC dan melakukan perlawanan gerilya
mengusir penjajah Portugis (1575) dan membawa kesultanan menjadi pusat perdagangan Cengkih di Maluku
menjadi pusat perkembangan agama Islam di Nusantara serta memperkenalkan koin emas dirham sebagai alat pembayaran
,"Kesultanan Cirebon adalah kerajaan Islam yang berdiri pada abad ke-15 dan 16 Masehi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Kesultanan ini didirikan pada tahun 1479 M oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang memerintah sejak tahun 1479–1568. Ia juga merupakan salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Pada masa pemerintahannya, Kesultanan Cirebon mencapai puncak kejayaan. Sebelumnya, Cirebon merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Pajajaran yang bercorak Hindu-Buddha dan setelah runtuh, Kesultanan Cirebon terpecah menjadi tiga kesultanan, yaitu Kesultanan Kasepuhan, Kesultanan Kanoman, dan Kesultanan Kacirebonan".
Di bawah ini, yang termasuk ke dalam bukti keberhasilan Sunan Gunung Jati membawa Kesultanan Cirebon pada puncak kejayaan diantaranya adalah...
menjadi pusat penyebaran agama Islam di Tanah Jawa dan memperluas kekuasaan hingga ke Jawa bagian timur dan barat
memperluas kekuasaan hingga separuh Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga merintis pembangunan sebuah kesultanan di Banten, mengembangkan kesenian batik dengan motif khas (seperti parang rusak, megamendung, dan macan ali)
membangun kelenteng di Pelabuhan Banten pada tahun 1673 sebagai simbol kebebasan beragama, menentang VOC dan melakukan perlawanan gerilya
mengusir penjajah Portugis dan membawa kesultanan menjadi pusat perdagangan Cengkih di Maluku
menjadi pusat perkembangan agama Islam di Nusantara serta memperkenalkan koin emas dirham sebagai alat pembayaran
Perhatikan data berikut ini:
1) Vihara Avalokitesvara
2) Masjid Agung Sang Cipta Rasa
3) Keraton Surosowan
4) Makan Sunan Gunung Jati
Berdasarkan data di atas, yang termasuk ke dalam peninggalan Kesultanan Cirebon adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Perhatikan pernyataan berikut ini:
1) Campur tangan Kesultanan Mataram dan Kesultanan Banten
2) Konflik internal antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji
3) Fitnah Sultan Amangkurat I terhadap Panembahan Ratu II
4) Politik adu domba (Devide et Impera) VOC
Berdasarkan pernyataan di atas, yang termasuk ke dalam faktor yang menyebabkan Kesultanan Cirebon mengalami kemunduran adalah...
1, 2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Perhatikan data berikut ini:
1) Mengislamkan masyarakat Sunda tanpa menentang budaya lokal secara langsung
2) Berperan dalam Islamisasi Kesultanan Banten melalui anaknya, Maulana Hasanuddin
3) Membangun Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Banten sebagai pusat dakwah
4) Berusaha mengislamkan Kerajaan Pajajaran, tetapi ditentang oleh Prabu Siliwangi
Berdasarkan pernyataan di atas, sosok Wali Songo yang dimaksud ialah...
Sunan Ampel (Raden Rahmat) – Lahir sekitar 1401 M
Sunan Giri (Raden Paku) – Lahir sekitar 1442 M
Sunan Kalijaga (Raden Said) – Lahir sekitar 1450 M
Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim) – Lahir sekitar 1465 M
Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) – Lahir sekitar 1448 M
Salah satu faktor yang menyebabkan hubungan antara Kesultanan Cirebon dan Banten mengalami ketegangan adalah…
Kesultanan Banten ingin memperluas pengaruhnya dan mencoba menguasai Cirebon
Kesultanan Cirebon menolak Islam dan beraliansi dengan kerajaan Hindu-Buddha
Kesultanan Cirebon bergabung dengan VOC dan melawan Kesultanan Banten
Kesultanan Banten meminta bantuan Portugis untuk menyerang Cirebon
Kesultanan Cirebon mendukung Mataram dalam pertempuran melawan Banten
Perhatikan data berikut ini:
1) Pintu Bledeg
2) Keraton Kasunanan Surakarta
3) Makan Sunan Kalijaga
4) Taman Sari
Berdasarkan data di atas, yang termasuk ke dalam peninggalan Kesultanan Demak adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Perhatikan pernyataan berikut ini:
1) Perang saudara pasca wafatnya Sultan Trenggono
2) Pengaruh kolonialisme Belanda (VOC)
3) Pemindahan pusat kekuasaan atau Ibu Kota ke Pajang
4) Konflik Internal dan campur tangan pihak lain yang berakhir dengan adanya Perjanjian Giyanti (1755)
Berdasarkan pernyataan di atas, yang termasuk ke dalam faktor penyebab Kesultanan Demak mengalami kemunduran adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Kesultanan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kesultanan ini didirikan oleh Raden Patah (keturunan Majapahit, Raja Brawijaya V). Puncak kejayaan Kesultanan Demak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Trenggono (1521-1546). Adapun bukti keberhasilan Sultan Trenggono ketika menjadi pemimpin Kesultanan Demak diantaranya adalah...
menjadi pusat penyebaran agama Islam di Tanah Jawa dan memperluas kekuasaan hingga ke Jawa bagian timur dan barat
memperluas kekuasaan hingga separuh Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga merintis pembangunan sebuah kesultanan di Banten, mengembangkan kesenian batik dengan motif khas (seperti parang rusak, megamendung, dan macan ali)
membangun kelenteng di Pelabuhan Banten pada tahun 1673 sebagai simbol kebebasan beragama, menentang VOC dan melakukan perlawanan gerilya
mengusir penjajah Portugis dan membawa kesultanan menjadi pusat perdagangan Cengkih di Maluku
menjadi pusat perkembangan agama Islam di Nusantara serta memperkenalkan koin emas dirham sebagai alat pembayaran
Perhatikan pernyataan berikut ini:
"... salah satu dari Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Jawa. Ia dikenal dengan metode dakwahnya yang halus, akomodatif, dan berbasis budaya lokal, sehingga Islam dapat diterima tanpa pertentangan besar dari masyarakat Jawa. Menyebarkan Islam Lewat Budaya dengan cara menggunakan wayang kulit, tembang Jawa (Ilir-Ilir, Gundul-Gundul Pacul), dan seni ukir sebagai media dakwah. Mengembangkan Tradisi Islam dengan menciptakan Sekaten dan Grebeg Maulud agar Islam lebih diterima masyarakat Jawa. Dakwah Secara Damai dengan tidak menentang budaya lama secara langsung, tetapi menyesuaikannya dengan ajaran Islam."
Berdasarkan pernyataan di atas, sosok wali songo yang dimaksud ialah...
Sunan Ampel (Raden Rahmat) – Lahir sekitar 1401 M
Sunan Giri (Raden Paku) – Lahir sekitar 1442 M
Sunan Kalijaga (Raden Said) – Lahir sekitar 1450 M
Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim) – Lahir sekitar 1465 M
Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) – Lahir sekitar 1448 M
Raden Patah dikenal sebagai pendiri Kesultanan Demak. Salah satu langkah strategis yang ia lakukan untuk memperkuat kekuasaannya adalah…
Menjalin hubungan dagang dengan Portugis di Malaka untuk memperkuat ekonomi Demak
Mengangkat para Wali Songo sebagai penasihat kerajaan dalam menyebarkan Islam
Menggandeng Majapahit sebagai sekutu utama dalam mengusir pengaruh asing
Memindahkan pusat pemerintahan dari Demak ke Mataram agar lebih strategis
Menggunakan sistem pemerintahan berbasis Hindu-Buddha agar lebih mudah diterima rakyat
Kesultanan Banten adalah salah satu kerajaan Islam yang berdiri di wilayah barat Pulau Jawa, Indonesia. Kesultanan ini berkembang pesat pada abad ke-16 hingga ke-17 sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam. Kesultanan Banten didirikan oleh Maulana Hasanuddin pada tahun 1526, putra dari Sunan Gunung Jati. Awalnya, Banten adalah wilayah Kerajaan Pajajaran, tetapi berhasil ditaklukkan oleh Maulana Hasanuddin sebagai bagian dari penyebaran Islam. Sultan Ageng Tirtayasa adalah raja ke-6 Kesultanan Banten yang berkuasa pada tahun 1651-1683. Ia merupakan pahlawan nasional yang gigih melawan Belanda dan berhasil membawa Kesultanan Banten ke puncak kejayaannya.
Di bawah ini, yang termasuk ke dalam bukti keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa membawa Kesultanan Banten pada puncak kejayaan diantaranya adalah...
menjadi pusat penyebaran agama Islam di Tanah Jawa dan memperluas kekuasaan hingga ke Jawa bagian timur dan barat
memperluas kekuasaan hingga separuh Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, hingga merintis pembangunan sebuah kesultanan di Banten, mengembangkan kesenian batik dengan motif khas (seperti parang rusak, megamendung, dan macan ali)
membangun kelenteng di Pelabuhan Banten pada tahun 1673 sebagai simbol kebebasan beragama, menentang VOC dan melakukan perlawanan gerilya
mengusir penjajah Portugis dan membawa kesultanan menjadi pusat perdagangan Cengkih di Maluku
menjadi pusat perkembangan agama Islam di Nusantara serta memperkenalkan koin emas dirham sebagai alat pembayaran
Perhatikan data berikut ini:
1) Vihara Avalokitesvara
2) Masjid Agung Sang Cipta Rasa
3) Keraton Surosowan
4) Makan Sunan Gunung Jati
Berdasarkan data di atas, yang termasuk ke dalam peninggalan Kesultanan Banten adalah...
1,2, dan 3
1dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Perhatikan pernyataan berikut ini:
1) Campur tangan Kesultanan Mataram dan Kesultanan Banten
2) Konflik internal antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji
3) Fitnah Sultan Amangkurat I terhadap Panembahan Ratu II
4) Politik adu domba (Devide et Impera) VOC
Berdasarkan pernyataan di atas, yang termasuk ke dalam faktor yang menyebabkan Kesultanan Banten mengalami kemunduran adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Salah satu alasan Kesultanan Banten berkembang menjadi lebih kuat dibandingkan Kesultanan Cirebon adalah…
Letak geografisnya yang strategis sebagai pusat perdagangan di Selat Sunda
Dukungan penuh dari Kesultanan Cirebon dalam setiap ekspansi wilayahnya
Kesultanan Banten menguasai Cirebon sepenuhnya dalam bidang politik dan militer
Kesultanan Banten mendapat bantuan dari Portugis untuk melawan Cirebon
Kesultanan Cirebon menyerang Banten dan berhasil merebut wilayahnya
Kesultanan Banten awalnya merupakan bagian dari wilayah…
Kesultanan Cirebon yang kemudian berkembang menjadi kesultanan sendiri
Kerajaan Pajajaran yang ditaklukkan oleh Kesultanan Demak
Kesultanan Aceh yang memperluas wilayahnya ke barat Pulau Jawa
Kekaisaran Cina yang mengendalikan perdagangan di Selat Sunda
Kerajaan Tarumanegara yang berubah menjadi kerajaan Islam
Kesultanan Mataram Islam adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang berdiri pada akhir abad ke-16. Kesultanan ini didirikan oleh Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya. Kesultanan Mataram Islam mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645). Pada tahun 1755, Kesultanan Mataram Islam dibagi menjadi dua kekuasaan, yaitu Nagari Kasultanan Ngayogyakarta dan Nagari Kasunanan Surakarta. Pembagian ini terjadi setelah ditandatangani Perjanjian Giyanti bersama VOC.
Di bawah ini, yang bukan termasuk ke dalam bukti keberhasilan Sultan Agung membawa Kesultanan Mataram Islam pada puncak kejayaan diantaranya adalah...
Menetapkan aturan pajak yang tidak membebani rakyat
Menetapkan aturan sesuai hukum Islam
Menaklukkan Madura dan sebagian pesisir Surabaya
Membuat Kalender Jawa yang merupakan kombinasi kalender Saka dan Hijriah
menjadi pusat perkembangan agama Islam di Nusantara serta memperkenalkan koin emas dirham sebagai alat pembayaran
Perhatikan data berikut ini:
1) Pintu Bledeg
2) Keraton Kasunanan Surakarta
3) Makan Sunan Kalijaga
4) Taman Sari
Berdasarkan data di atas, yang termasuk ke dalam peninggalan Kesultanan Mataram Islam adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Perhatikan pernyataan berikut ini:
1) Perang saudara pasca wafatnya Sultan Trenggono
2) Pengaruh kolonialisme Belanda (VOC)
3) Pemindahan pusat kekuasaan atau Ibu Kota ke Pajang
4) Konflik Internal dan campur tangan pihak lain yang berakhir dengan adanya Perjanjian Giyanti (1755)
Berdasarkan pernyataan di atas, yang termasuk ke dalam faktor penyebab Kesultanan Mataram Islam mengalami kemunduran adalah...
1,2, dan 3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Perhatikan pernyataan di bawah ini:
"... merupakan perlawanan yang terjadi di Pulau Jawa pada kisaran abad ke-17 M, dipimpin oleh Pangeran Madura melawan kekuasaan Kesultanan Mataram Islam yang saat itu berada di bawah pemerintahan Amangkurat I. Salah satu penyebab munculnya perlawanan dikarenakan ketidakpuasan terhadap Sultan Amangkurat I yang dianggap sebagai raja otoriter dan dekat dengan VOC (Belanda), sehingga banyak bangsawan dan rakyat merasa tidak puas."
Berdasarkan pernyataan di atas, pemberontakan yang dimaksud adalah...
Pemberontakan Sultan Baabullah (1570–1583)
Pemberontakan Trunojoyo (1674–1680)
Pemberontakan Sultan Ageng Tirtayasa (1677–1683)
Pemberontakan Pangeran Mangkubumi (1749–1755)
Pemberontakan Datuk Makota Alam (1872–1875)
Dampak utama dari Perjanjian Giyanti (1755) terhadap Kesultanan Mataram Islam adalah…
Melemahnya kekuasaan politik Mataram dan semakin besarnya pengaruh VOC
Penyatuan kembali Mataram dan terbentuknya kerajaan Islam yang lebih kuat
Mataram berhasil mempertahankan seluruh wilayahnya tanpa intervensi asing
Kesultanan Mataram mendapatkan bantuan militer dari VOC untuk mengusir Belanda
Sultan Hamengkubuwono I menyerahkan tahtanya kepada Sunan Pakubuwono III
