Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BAB 1 - KONSEP, TUJUAN, DAN FUNGSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Mengapa pendidikan kewarganegaraan dianggap penting dalam membentuk karakter mahasiswa di perguruan tinggi?

a)

Karena setiap mahasiswa harus memahami sejarah negaranya.

b)

Karena pendidikan kewarganegaraan mengajarkan nilai-nilai dasar demokrasi dan kebangsaan.

c)

Karena mahasiswa perlu mengetahui hak-haknya sebagai warga negara.

d)

Karena pendidikan kewarganegaraan membahas peraturan hukum.

2.

Bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan di Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama?

a)

Dengan meregulasi kehidupan warga negara sehingga memiliki budaya yang sama.

b)

Dengan menanamkan pemahaman tentang pentingnya menghargai perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

c)

Dengan mengajarkan bahwa keberagaman tidak relevan dalam sistem demokrasi.

d)

Dengan menekankan bahwa satu budaya harus lebih dominan dibanding yang lain.

3.

Mengapa pendidikan kewarganegaraan perlu berbasis pada Pancasila dan UUD 1945 dalam membentuk karakter warga negara?

a)

Karena Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar hukum tertinggi di Indonesia.

b)

Karena tanpa dasar tersebut, tidak ada panduan bagi masyarakat dalam berperilaku.

c)

Karena nilai-nilai dalam Pancasila dan UUD 1945 mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.

d)

Karena pemerintah mewajibkan setiap mata kuliah untuk berlandaskan Pancasila.

4.

Bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi?

a)

Dengan memberikan pemahaman bahwa mahasiswa harus mengikuti semua kebijakan pemerintah tanpa kritik.

b)

Dengan mengajarkan bahwa hanya pejabat negara yang memiliki peran dalam demokrasi.

c)

Dengan membekali mahasiswa keterampilan berpikir kritis dan kemampuan untuk menyampaikan aspirasi secara konstitusional.

d)

Dengan mengajarkan bahwa demokrasi tidak membutuhkan partisipasi aktif warga negara.

5.

Mengapa sikap kritis penting dalam menghidupkan demokrasi?

a)

Agar mahasiswa dapat menentang kebijakan pemerintah yang dianggap menyimpang.

b)

Agar mahasiswa mampu memproduksi fikiran alternatif dan membaca realitas kuasa lebih presisi.

c)

Agar mahasiswa tidak terjebak dalam permasalahan sosial dan politik.

d)

Agar mahasiswa dapat mempengaruhi opini publik.

6.

Bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat mencegah radikalisme dan intoleransi?

a)

Dengan mengajarkan bahwa hanya satu ideologi yang boleh dianut oleh seluruh warga negara.

b)

Dengan memberikan pemahaman bahwa perbedaan adalah ancaman bagi negara.

c)

Dengan menanamkan nilai-nilai toleransi, dialog, dan pemahaman yang mendalam tentang hak asasi manusia.

d)

Dengan menghindari pembahasan tentang isu-isu sensitif dalam masyarakat.

7.

Mengapa mahasiswa perlu memahami konsep kewarganegaraan global dalam pendidikan kewarganegaraan?

a)

Karena dunia semakin terhubung dan tantangan kewarganegaraan tidak hanya bersifat lokal.

b)

Karena warganegara perlu menyadari kedudukannya dalam pergaulan dunia.

c)

Karena konsep kewarganegaraan Indonesia harus dikembangkan dengan mencerap perkembangan gagasan secara global.

d)

Karena kehidupan umat manusia semakin bergeser menjadi tatanan dunia baru dengan konsep global village.

8.

Bagaimana cara mahasiswa dapat melatih kemampuan kewarganegaraan dalam kehidupan kampus?

a)

Dengan menunjukan sikap positif terhadap kebijakan dan amenjunjung tinggi etika yang berlaku di lingkungan kampus.

b)

Dengan aktif dalam kegiatan sosial, diskusi kebijakan, dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan di lingkungan kampus.

c)

Dengan berfokus pada pengembangan diskusi isu sosial dan politik.

d)

Dengan turut serta dalam sebuah aksi massa dan senantiasa melakukan protes terhadap kebijakan yang dirasa tidak berkeadilan.

9.

Bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat membantu mahasiswa menghadapi tantangan globalisasi?

a)

Dengan mengajarkan kebesaran bangsa-bangsa di dunia dari sejarah sampai aktualitasnya.

b)

Dengan membatasi akses mahasiswa terhadap informasi internasional yang berpotensi menyerang martabat bangsa Indonesia.

c)

Dengan melakukan penyaringan segala bentuk pengaruh global agar nilai-nilai lokal tetap terjaga.

d)

Dengan membekali mahasiswa keterampilan berpikir kritis, kesadaran sosial, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan global.

10.

Bagaimana mahasiswa dapat berperan dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan kampus atau masyarakat?

a)

Dengan amemperbincangkan isu-isu terkait penyalahgunaan kekuasaan baik di kampus atau di masyarakat.

b)

Dengan menerima semua kebijakan tanpa mempertanyakannya.

c)

Dengan memahami tugas dan kewenangan pengambil keputusan serta berani menyuarakan pendapat secara konstitusional jika menemukan penyimpangan.

d)

Dengan terlibat dalam organisasi mahasiswa dan hadir dalam setiap kegiatan.