WorksheetsUnsur-unsur Drama
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 5mins
Cermati bagian-bagian berikut ini!
(1) alur
(2) latar
(3) sutradara
(4) penokohan
(5) penulis naskah
Bagian yang termasuk unsur-unsur drama ditunjukkan dengan nomor ....
(1), (2), (3)
(1), (2), (4)
(2), (3), (5)
(3), (4), (5)
Rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita dalam drama disebut dengan ....
alur
latar
tema
penokohan
Cermati bagian-bagian alur drama berikut ini!
(1) konflik awal
(2) penyelesaian
(3) pengenalan cerita
(4) perkembangan konflik
Urutan alur drama yang tepat adalah ....
(2) - (3) - (4) - (1)
(2) - (3) - (1) - (4)
(3) - (1) - (4) - (2)
(3) - (2) - (1) - (4)
Cara pengarang di dalam menggambarkan karakter tokoh di dalam drama disebut dengan ....
latar
dialog
bahasa
penokohan
Tokoh yang menjadi sentral cerita dalam pementasan drama disebut dengan tokoh ....
utama
figuran
pembantu
sampingan
Tokoh yang dilibatkan atau dimunculkan untuk diperbantukan mendukung jalannya cerita dan memiliki kaitan dengan tokoh utama dsiebut dengan ....
tokoh inti
tokoh pokok
tokoh sentral
tokoh pembantu
Berikut ini yang bukan ciri-ciri tokoh utama dalam drama adalah ....
paling sering muncul dalam setiap adegan
menjadi sentral atau pusat perhatian tokoh-tokoh lain
kejadian yang melibatkan tokoh lain selalu dapat dihubungkan dengan tokoh tersebut
dialog yang didapatkan oleh tokoh utama lebih singkat dibanding tokoh lain
Tokoh yang mengalami perkembangan nasib atau watak selama pertunjukkan, seperti yang awalnya orang baik pada akhirnya menjadi orang jahat disebut dengan tokoh ....
tokoh statis
tokoh serbabisa
tokoh berkembang
tokoh pembantu
Tokoh yang tidak mengalami perubahan karakter dari awal hingga akhir dalam sebuah drama, misalnya tokoh yang berkarakter jahat dari awal sampai akhir drama akan tetap bersifat jahat, disebut dengan tokoh ....
statis
serbabisa
pembantu
berkembang
Berikut ini adalah tiga elemen penting yang ada di dalam dialog sebuah drama, kecuali ....
tokoh
wawancang
kramagung
tata panggung
Berikut ini adalah unsur-unsur pendukung dalam pementasan drama, kecuali ....
kostum
konsumsi
pencahayaan
tata panggung
Dialog atau percakapan yang diucapkan oleh tokoh dalam drama disebut juga dengan istilah ....
wawancang
kramagung
tata panggung
petunjuk lakuan
Petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh, biasanya dituliskan dalam tanda kurung atau dicetak miring disebut dengan istilah ....
dialog
wawancang
kramagung
adegan
Keterangan mengenai ruang dan waktu dalam pemnetasan drama disebut dengan ....
alur
latar
amanat
pesan moral
Inti cerita yang menjadi pusat pengisahan sebuah drama disebut dengan ....
tema
alur
latar
tokoh
Salah satu penanda untuk membedakan jenis drama modern atau tradisional adalah dengan mencermati ....
taat suara
tata cahaya
penggunaan bahasa
siapa nama sutradaranya
Bagian dari drama yang menunjukkan perilaku atau perbuatan yang dilakukan oleh tokoh disebut dengan ....
adegan
gerakan
lakuan
babak
pesan moral yang disampaikan dalam sebuah pementasan drama disebut juga dengan ....
alur
latar
amanat
sudup pandang
Latar waktu pada kutipan tersebut adalah ....
pagi hari
siang hari
sore hari
malam hari
Bagian yang digarisbawahi pada kutipan berkut disebut dengan ....
tokoh
dialog
kramagung
wawancang
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
(1) dan (2)
(1) dan (4)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
Yang BUKAN termasuk unsur intrinsik cerita adalah . . .
Alur cerita
Keadaan penulis
Tema dan Amanat
Latar
Gagasan atau ide yang mendasari suatu cerita disebut . . .
A. Tokoh
B. Tema
C. Setting
D. Alur
Pada zaman dahulu, di kerajan Daha, ada seorang raja bernama Kerta Marta. Sang raja mempunyai dua orang putri. Namanya adalah Dewi Galuh Ajeng dan Candra Kirana. Kedua putri ini mempunyai sifat yang bertolak belakang satu sama lain. Putri Dewi Galuh berperangai kurang menyenangkan karena selalu iri dengan orang lain dan ingin menang sendiri. Sebaliknya, Putri Candra Kirana selain berparas cantik juga mempunyai sifat rajin, suka menolong dan baik hati.
Salah satu tokoh yang ada di dalam penggalan cerita tersebut adalah ....
Putri Candra Galuh
Putri Candra Kirana
Patih Gajahmada
Prabu Siliwangi
Pada zaman dahulu, di kerajan Daha, ada seorang raja bernama Kerta Marta. Sang raja mempunyai dua orang putri. Namanya adalah Dewi Galuh Ajeng dan Candra Kirana. Kedua putri ini mempunyai sifat yang bertolak belakang satu sama lain. Putri Dewi Galuh berperangai kurang menyenangkan karena selalu iri dengan orang lain dan ingin menang sendiri. Sebaliknya, Putri Candra Kirana selain berparas cantik juga mempunyai sifat rajin, suka menolong dan baik hati.
Sifat atau watak dari Putri Candra Kirana adalah ....
suka menabung, pekerja keras, rendah hati
sombong, iri, dan ingin menang sendiri
cantik, rajin, suka menolong dan baik hati
keras, pandai, licik
Lalang adalah seekor burung elang yang tinggal di sebuah hutan. Suatu hari, Lalang baru saja menempuh perjalanan jauh. Ketika tiba kembali di hutan, ia sangat terkejut karena melihat banyak pohon yang tumbang. Lalang bergegas mencari pohon tempat tinggalnya. Ia pun bertanya kepada Loreng, si Harimau, “Di mana pohon tempat tinggalku ?” Loreng menjawab dengan sedih, “Banyak manusia datang ke hutan dan menebang pohon-pohon di hutan. Mereka menebang habis pohon-pohon yang ada di sini.” Lalang sangat sedih karena kehilangan tempat tinggalnya.
Tokoh utama di dalam cerita tersebut adalah ....
Lalang
Loreng
Lirung
Lorong
Lalang adalah seekor burung elang yang tinggal di sebuah hutan. Suatu hari, Lalang baru saja menempuh perjalanan jauh. Ketika tiba kembali di hutan, ia sangat terkejut karena melihat banyak pohon yang tumbang. Lalang bergegas mencari pohon tempat tinggalnya. Ia pun bertanya kepada Loreng, si Harimau, “Di mana pohon tempat tinggalku ?” Loreng menjawab dengan sedih, “Banyak manusia datang ke hutan dan menebang pohon-pohon di hutan. Mereka menebang habis pohon-pohon yang ada di sini.” Lalang sangat sedih karena kehilangan tempat tinggalnya.
Tokoh pembantu atau pendukung di dalam cerita tersebut adalah ....
Lalang
Loreng
Lirung
Lorong
Anto dan adiknya sedang berjalan-jalan di taman. Mereka menemukan dompet yang terjatuh. Di dalam dompet tersebut terdapat tanda pengenal. Ternyata, dompet tersebut milik Pak Budi, tetangga mereka. Anto dan adiknya segera mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya.
Sifat Anto pada cerita tersebut adalah ....
Jujur
Sombong
Iri hati
Suka berbohong
Saat menuliskan pendapat mengenai suatu cerita, kita harus menggunakan kalimat yang ....
berantakan
tidak teratur
terpadu
sopan dan santun
Di sebuah hutan, ada seekor kelinci yang terkenal mampu berlari sangat cepat. Namun, sayang, kemampuannya itu membuat dia menjadi sombong. Pada suatu hari, kura-kura, keong dan bekicot sedang bercakap-cakap. Tiba-tiba, kelinci datang menghampiri mereka dengan berlari sangat cepat. Debu yang beterbangan membuat tiga hewan tersebut batuk-batuk.
Latar tempat dari penggalan cerita di atas adalah ....
di dalam rumah
di sekolah
di sungai
di hutan
Di sebuah hutan, terdapat seekor serigala yang sedang lapar. Saat mencari makan, ia menemukan sarang burung puyuh. Di dalamnya terdapat 3 butir telur. "Hmm, telur ini sungguh lezat. Aku akan memakannya!" Gumam serigala. Setelah selesai, serigala itu pun pergi. Tak lama kemudian, burung puyuh kembali ke sarangnya dan kaget bahwa telurnya menghilang. Burung puyuh pun menangis sedih. Setelah itu, burung puyuh menceritakan kejadian tersebut kepada kancil.
Dari penggalan cerita diatas, yang termasuk tokoh antagonis adalah ....
serigala
burung puyuh
telur puyuh
kancil
Komang bersahabat dengan Devi. Mereka selalu saling menolong. Mereka sering belajar bersama. Meskipun bersahabat, mereka tidak pernah saling menyontek saat ulangan. mereka percaya pada kemampuan diri sendiri. Mereka dapat membedakan sikap yang baik dan sikap yang tidak baik.
Tema dari penggalan cerita di atas adalah ....
kekeluargaan
saudara
persahabatan
pemerintahan
Pesan moral yang dapat diambil dari cerita "Malin Kundang" adalah ....
persahabatan yang kuat dibangun dengan ketulusan
kita sebagai anak harus menghormati orang yang lebih tua dari kita
jangan suka mencuri
jangan sombong
Di pagi hari yang indah, terdengar kicauan burung yang saling bersahut-sahutan. Tak jauh dari tempat itu terlihat seseorang yang membawa cangkul dan bakulnya di tengah-tengah pematang sawah. Terlihat senyum gembira di wajahnya.
Latar waktu dari penggalan cerita di atas adalah ....
di sore hari
di malam hari
di pagi hari
di siang hari
Dikisahkan pada suatu hari yang cerah, ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia merasa sangat bahagia karena bisa bertemu dengan berbagai hewan di sana.
Latar tempat yang sesuai dengan teks di atas yaitu ....
hutan
taman
laut
sungai
Suatu hari ada kupu-kupu bersayap hitam yang terbang melintas. Tuvi dengan sombongnya mengejek kupu-kupu tersebut karena memiliki sayap hitam yang jelek. Kupu-kupu tersebut kemudian menangis, dia merasa sangat sedih dan malu. Bahkan dia tidak berani lagi terbang dan bermain di sekitar taman bunga.
Watak tokoh Tuvi adalah ....
pemberani
penyayang
sombong
pembohong
Pagi ini, ibu duduk termenung dan merasa sedih dengan kepergian Temon ke medan perang.
Latar suasana ditunjukkan pada kalimat ...
pagi itu
ibu duduk
Temon ke medan perang
ibu duduk termenung dan merasa sedih
Di sebuah desa hiduplah sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani. Keduanya hidup tenteram dan bahagia. Suatu hari mereka menemukan seorang bayi di sawah kemudian diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Bayi tersebut sekarang sudah besar. Dia diberi nama si Jebul.
Latar tempat cerita secara utuh adalah ...
desa
dusun
kota
hutan
6. Dalam pementasan drama di sekolah, kakak memerankan seseorang yang bersifat sombong, serakah, dan iri hati. Kakak memerankan tokoh
utama
tritagonis
protagonis
antagonis
10. Berdasarkan wataknya, seorang tokoh yang memerankan sifat – sifat baik dan terpuji disebut
antagonis
protagonis
tritagonis
pelengkap
Unsur intrinsik adalah . . .
unsur yang membangun cerita dari dalam
unsur yang membangun cerita dari luar
unsur yang mempengaruhi terbentuknya cerita
karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang
Gagasan atau ide yang mendasari suatu cerita disebut . . .
Tokoh
Tema
Setting
Alur
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
sudut pandang orang pertama
sudut pandang orang kedua
sudut pandang orang jamak
sudut pandang orang tunggal
“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.
“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.
(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")
Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....
penakut
pemberani
ragu-ragu
tidak percaya diri
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
(1) dan (2)
(1) dan (4)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
“Huek, pahit, Nek. Dinda nggak suka. Nggak mau kopi ah!”
Nenek Aida tetap tersenyum. Ia teruskan kegiatannya membuat kopi. Setelah dua cangkir kopi itu jadi, dengan enggan kubantu nenek membawa salah satu cangkir kopi itu ke ruang tamu.
“Dinda nggak mau kopinya, Nek... pahit... kopi Dinda buat Nenek aja deh....”
“Dalam kehidupan ini mungkin kita mengalami berbagai kejadian. Tahukah Dinda, semua kepedihan dan kebahagiaan itu menjadikan hidup lebih istimewa. Mengerti?”
Pesan dalam kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. Dalam kehidupan ini kita akan mengalami berbagai kejadian yang menyenangkan.
B. Hidup yang istimewa adalah hidup yang dapat menerima kepedihan.
C. Kita harus menerima kenyataan bahwa dalam hidup ada peristiwa membahagiakan dan menyedihkan.
D. Dalam hidup dengarkanlah nasehat orang tua yang sudah berpengalaman dalam hidup.
Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah....
Sabrina merasa malu dengan temannya
Sabrina menganggap angin lalu terhadap cemoohan temannya
Alisa membujuk Sabrina agar masuk sekolah
Sabrina menuruti Alisa untuk masuk sekolah
Yang BUKAN termasuk unsur intrinsik cerita adalah . . .
Alur cerita
Keadaan penulis
Tema dan Amanat
Latar
Jika sudut pandang orang ketiga penulis tidak terlibat dalam suatu karya sastra, sudut pandang orang pertama memakai subjek _______
kami
aku
dia
kita
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
