wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ASESMEN FORMATIF II - KRITIK DAN ESAI

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Cermati kutipan berikut!

Begitulah, maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampung. Tiap kali, kalau kebetulan aku lewat di muka rumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan, tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, aku yang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu. Lagi pula, ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.

Sumber: Djamil Suherman, “Jadi Santri”

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut ialah …

a)

Cerpen sulit dipahami, karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkan keindahan.

b)

Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.

c)

Cerpen itu kurang menarik, karena menggunakan “akuan‟

yang jarang ditemukan dalam cerita lain.

d)

Cerpen tersebut sulit dipahami, karena memakai kata progresif dan banyak kata asing lainnya.

e)

Latar yang tidak jelas membuat Cerpen tersebut tidak menarik si pembaca dan tidak bermakna.

2.

Esai dapat melukiskan sebuah subjek atau objek apa saja yang menarik perhatian pengarang.

Tipe esai jenis ini ialah .…

a)

esai deskriptif

b)

esai tajuk

c)

esai cukilan watak

d)

esai kritik

e)

esai pribadi

3.

Bacalah paragraf esai berikut!

Jika saya katakan, penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir Hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan, apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif, berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata ....

Kalimat yang tepat melengkapi paragraf esai tersebut ialah ...

a)

Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.

b)

Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.

c)

Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.

d)

Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.

e)

Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.

4.

Berikut ini tidak termasuk prinsip yang perlu diperhatikan oleh kritikus ialah ....

a)

menguasai teknik menulis

b)

membaca karya secara serius

c)

mempunyai data penunjang

d)

mengungkapkan kelemahan

e)

menggunakan kajian teori

5.

Bacalah petikan esai berikut!

Pascamaraknya sajak-sajak sosial, sejak awal tahun 2000 hingga kini, perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing-masing penyair dalam mencipta. Gaya dan tema sajak-sajak Indonesia mutakhir dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar, majalah, jurnal puisi, serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam. Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia. Akhir-akhir ini, muncul sajak-sajak naratif yang panjang, seperti banyak dimuat di harian umum. Sajak-sajak pendek juga tetap muncul di rubik-rubik sastra. Selain itu, masih ada kesan kuat, bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif, seperti diungkap oleh Budi Darma, ketika melihat maraknya buku-buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990-an.

Kesimpulan teks esai di atas ialah ...

a)

Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir.

b)

Sajak-sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini.

c)

Antologi puisi semakin marak di Indonesia.

d)

Awal tahun 2000 hingga kini, dunia perpuisian mengalami perubahan tren.

e)

Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai perpuisian Indonesia.

6.

Cermatilah kutipan novel berikut!

“Dia bibi saya, Bu.” Jelas Teja seperti mengerti kebingungan Ratna.

“Ibu saya menjadi TKW di Arab Saudi, sejak saya berusia 2 tahun. Sampai sekarang, ibu saya tidak pernah pulang, kirimannya pun sudah terhenti sejak 6 tahun lalu. Ayah tidak pernah berhasil mencari tahu keberadaan ibu.” Jelas Teja.

Kemudian, dengan suara yang semakin bergetar, Teja melanjutkan pembicaraannya.

“Mungkin, Ibu tidak betah tinggal dan mengajar di sini. Padahal, kami suka belajar dengan Ibu, walaupun susah, tetapi kami ingin bisa. Tolong Bu, beri kesempatan kami bisa belajar dengan Ibu lebih lama lagi!” ucap Teja sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan perasaannya.

“Maafkan ibu, Ja, tapi .…”

“Tapi, Ibu merasa terkekang di sini. Di sini, Ibu tidak bisa mewujudkan cita-cita Ibu, begitu kan?” serobot Teja lagi.

Ratna tak mengira muridnya punya keberanian berbicara seperti itu.

Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut ialah …

a)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan guru yang ditempatkan di pedesaan, cerita ini mampu menampilkan konflik batin sang guru. Bahasa yang digunakan lugas dan jelas.

b)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan di desa, cerita ini mengisahkan seorang guru yang ditugaskan di desa. Ia hidup di tengah masyarakat desa yang hidup serbakekurangan.

c)

Tema cerita ini terlalu biasa, yaitu tentang kehidupan di desa yang serbakekurangan. Tentunya, dapat dipahami, jika di desa serbakekurangan karena tempatnya jauh.

d)

Orang desa memang banyak yang menjadi TKW, karena kehidupan di desa serbakekurangan. Jadi, hal ini tidak menarik untuk dijadikan bahan cerita.

e)

Sosok Teja adalah seorang siswa yang begitu menyayangi gurunya. Karena gurunya mengajar penuh kasih, seperti ibunya. Ia sangat kecewa, ketika ia mengetahui, bahwa gurunya berniat pindah.

7.

Bacalah dengan cermat paragraf esai sastra berikut!

Karya rekaan atau karya sastra merupakan analisis dan pengamatan pengarang terhadap realitas sosial suatu masyarakat. Suatu realitas kondisi masyarakat dengan permasalahan yang begitu kompleks dan tak pernah usai. Suka duka kehidupan dan cara manusia mengatasinya dikemas pengarang dengan sentuhan imajinasi. ….

Kalimat yang sesuai untuk melengkapi paragraf esai tersebut ialah …

a)

Hal inilah yang dapat menjadikan sebuah karya sastra lebih bermakna, sehingga dapat pula menjadi renungan bagi pembaca.

b)

Memang karya rekaan itu merupakan cermin rekaman kehidupan manusia.

c)

Karya rekaan atau karya sastra dapat dijadikan sebagai sarana mencari

hiburan sekaligus pengetahuan tentang kehidupan.

d)

Karya sastra merupakan hasil imajinasi pengarangnya.

e)

Memang, karya rekaan atau karya sastra merupakan paduan antara realitas kehidupan dan imajinasi pengarangnya.

8.

Bacalah dengan cermat kutipan esai berikut!

Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar, bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi, bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang Superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa, kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut ialah …

a)

Penulis sastra kontekstual bukanlah Superman.

b)

Sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan.

c)

Sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu.

d)

Penulis tidak kecewa, bila tidak mendapat hadiah.

e)

Sastra

kontekstual adalah jenis sastra tertentu.

9.

Cermati kutipan berikut!

Ketika dengan malu-malu Bejo menemuinya, dengan lagak bijak, paman Bablas berkhotbah.

”Bejo? Jadi Pilot? Jadilah pedagang. Kalau sudah berhasil seperti aku, heh dapat menjadi politikus. Setiap saat bisa menyogok dan mendirikan maskapai penerbangan sendiri. Kalau perlu, kelas bohong-bohongan.”

Mungkin karena wajah Bejo kocak, Paman Bablas tidak sampai hati menolak. Maka, semua biaya pendidikan Bejo di akademi pilot ditanggung oleh Paman Bablas. Kendati otak Bejo sama sekali tidak cemerlang, akhirnya lulus, dan resmi mempunyai hak menjadi pilot.

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan tersebut ialah ...

a)

Isi cerita hidup dan sajiannya sangat lucu, sehingga membuat pembaca tidak bosan dan akan menyelesaikan membaca cerita sampai akhir.

b)

Isi cerita sangat berani mengungkapkan kebenaran fakta dalam kehidupan. Namun, nama "Bejo" sebaiknya diganti agar tidak menyiratkan suku tertentu.

c)

Tokoh "Bejo" dalam cerita mewakili salah satu tokoh yang ditemukan dalam kehidupan yang memiliki prilaku, seperti "Bejo", yaitu pemberani, tebal muka, dan ambisius.

d)

Keberanian seorang "Bejo" dapat ditemukan dalam kehidupan nyata. Namun, keberaniannya tidak memikirkan dampak yang ditimbulkannya.

e)

Kisah ini sangat menarik dibaca sebagai bacaan ringan yang hanya bernilai hiburan dan ceritanya hanya khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

10.

Cermati paragraf berikut!

“Maaf Bu, seminggu yang lalu, ketika Ibu sedang keluar kelas sebentar, saya buka buka buku paket. Maksud saya ingin mencontek jawaban soal latihan, tidak sengaja saya melihat tulisan di halaman belakang buku tersebut.”

Ujar Teja sambil terisak-isak memberi keterangan dengan lugunya. Wajahnya ia tutup dengan kain sarung bututnya penuh rasa bersalah.

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan Cerpen tersebut ialah …

a)

Cerpen menceritakan kehidupan guru di pedesaan dengan segala permasalahannya.

b)

Cerita ini sebenarnya menarik. Namun, dalam kenyataan, mungkinkah seorang murid berani membuka-buka buku milik guru, apalagi dengan tujuan mencontek. Bagian ini jelas menunjukkan kurang logisnya jalinan cerita yang disajikan.

c)

Bahasa yang digunakan pengarang sangat sederhana. Dengan menggunakan bahasa sehari-hari, Cerpen mudah diikuti jalinan ceritanya.

d)

Tokoh Teja diceritakan dalam Cerpen ini sebagai seorang siswa yang berani, kurang jujur, tetapi sangat menyayangi gurunya. Ia sangat sedih, ketika mengetahui bahwa gurunya akan pindah.

e)

Kisah kehidupan di desa memang sangat menarik untuk disimak, apalagi cerita yang diangkat Cerpen ini menceritakan konflik batin seorang guru yang berasal dan kota, tetapi ditugaskan di desa.

11.

Harga BBM pada tingkat internasional menurun, pemerintah baru akan mengambil kebijakan menurunkan harga BBM bersubsidi di dalam negeri sesuai tingkat yang wajar. Langkah ini ditempuh untuk meringankan beban masyarakat.

Kritik terhadap isi paragraf tersebut ialah …

a)

Sudah kewajiban pemerintah untuk menurunkan harga BBM.

b)

Pemerintah harus konsekuen menurunkan harga BBM.

c)

Pemerintah tidak perlu menunggu untuk menurunkan harga BBM.

d)

Sudah sewajarnya pemerintah menurunkan harga BBM.

e)

Pemerintah harus cepat mengambil tindakan.

12.

Dokter Sukartono yang beristrikan Sumartini, rumah tangganya dilanda krisis. Keduanya sudah tidak ada lagi komunikasi yang baik. Tini seorang wanita cantik, lincah, sibuk dengan keorganisasiannya. Sedangkan Tono sebagai dokter sibuk mengurusi pasiennya. Bila Tono pulang ke rumah, tidak pernah mendapatkan sambutan ramah dan istrinya. Tono menuduh Tini sebagai seorang istri yang tidak setia, Tini dianggap angkuh, tidak mau menuruti perintah suami. Keduanya sama-sama egois tidak ada yang mau mengalah.

Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan tersebut ialah …

a)

Cerita ini tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman, karena dalam rumah tangga yang harmonis harus ada saling pengertian.

b)

Tema cerita berkisar krisis sosial manusia golongan intelektual, yaitu seorang dokter tidak dapat mengatasi kehidupan rumah tangganya.

c)

Pelukisan ceritanya sedemikian realistis cenderung kepada ekspresionisme. Ini terlihat pada pelukisan keadaan secara blak-blakan antara tokoh Tono dan Tini.

d)

Dalam novel ini dijelaskan sikap tokoh Tono yang selalu berusaha mencintai istrinya dengan baik, lemah lembut, dan sabar.

e)

Seharusnya, kaum intelektual memberikan contoh yang baik kepada generasi muda, bukan memberikan contoh yang negatif.

13.

Tahap awal dalam menyusun kritik sastra ialah ....

a)

tahap deskripsi

b)

tahap penafsiran

c)

tahap analisis

d)

tahap evaluasi

e)

tahap tesis

14.

Cermati paragraf berikut!

Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.

(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)

Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut ialah ...

a)

Danarto dikenal sebagai penulis Cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh Cerpen yang telah ditulisnya.

b)

Menuntut pembaca harus lebih cermat memahami isi cerita, karena banyak menggunakan kata-kata lambang.

c)

Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat Cerpen ini diminati pembacanya.

d)

Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius, sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.

e)

Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita.

15.

Perhatikan cuplikan berikut!

Tentu saja, cara ini bukan tanpa resiko. Rangkaian peristiwa yang membangun alur cerita jadinya terasa agak lambat. Ia juga boleh jadi akan mendatangkan masalah bagi pembaca yang tidak bisa menikmati kalimat panjang.

Cuplikan tersebut termasuk ....

a)

artikel

b)

esai

c)

kritik

d)

resensi

e)

ringkasan

16.

Siapa yang tidak ingin bekerja? Orang tua membiayai anaknya sekolah sampai tingkat tinggi, bahkan kalau mampu, hingga bertitel profesor doktor. Tujuannya agar dapat bekerja dan mencari nafkah. Akan tetapi, jika si anak sekolahnya gagal, orang tua pasti marah dan kecewa. Bukankah orang tua rela membiayai pendidikan agar anaknya hidup bahagia?

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut ialah …

a)

Para orang tua menginginkan anak mereka bersekolah agar mudah mendapat pekerjaan.

b)

Orang tua pasti marah dan kecewa jika anaknya gagal sekolah.

c)

Setiap orang tua pasti ingin anaknya bersekolah dan bertitel.

d)

Orang tua rela membiayai pendidikan anaknya agar mencapai gelar yang tinggi.

e)

Salah satu upaya untuk mencapai kebahagiaan dengan bersekolah dan bekerja.

17.

Bacalah kutipan teks berikut!

Di antara rangkaian peristiwa yang dibangun dan dihidupkan oleh setiap tokohnya, menyelusup pula mitos tentang manusia harimau, potret bersahaja masyarakat pinggiran, dan keakraban kehidupan mereka. Sebuah pesona yang disampaikan lewat narasi yang rancak yang seperti menyihir pembaca untuk terus mengikuti kelak-kelok peristiwa yang dihadirkannya.

Kutipan tersebut merupakan contoh tulisan ....

a)

resensi

b)

kritik

c)

esai

d)

artikel

e)

ringkasan

18.

Bacalah kutipan teks berikut!

.... Sebuah novel yang juga masih memendam semangat eksperimen. Berbeda dengan cantik itu. Luka yang mengandalkan kekuatan narasi yang seperti lepas kendali dan deras menerjang apa saja. Lelaki harimau

memperlihatkan penguasaan diri narator yang dingin terkendali, penuh pertimbangan, dan kehati-hatian.

Kutipan tersebut termasuk ...

a)

sistematia esai (pernyataan pendapat)

b)

sistematika kritik (pernyataan pendapat)

c)

sistematika kritik (argumentasi)

d)

sistematika esai (argumentasi)

e)

sistematika esai (penegasan ulang)

19.

Bacalah kutipan teks berikut!

Walhasil, akhirnya selalu harus ada kesadaran akan batas tafsir. Akan selalu ada yang tak akan terungkap—dan bersama itu, akan selalu ada Gotham yang terancam kekacauan dan keambrukan. Itu sebabnya dalam “The Dark Knight Rises”, Inspektur Gordon tetap mau menjaga misteri Batman, biarpun dikabarkan Bruce Wayne sudah mati. Dengan demikian, bahkan penjahat yang tecerdik sekalipun tak akan bisa mengklaim ”aku tahu”.

Kutipan tersebut termasuk ...

a)

sistematika esai (pernyataan pendapat)

b)

sistematika kritik (argumentasi)

c)

sistematika esai (argumentasi)

d)

sistematika kritik (penegasan ulang)

e)

sistematika esai (penegasan ulang)

20.

Bacalah kutipan teks berikut!

Oleh karena itu, berhadapan dengan novel model ini, kita (pembaca) mesti memulainya tanpa prasangka dan menghindar dari jejalan pikiran yang berpretensi pada sejumlah horison harapan. Bukankah banyak pula novel kanon yang peristiwa-peristiwa awalnya dibangun melalui narasi yang lambat?

kutipan teks tersebut termasuk contoh kaidah kebahasaan ....

a)

menggunakan pernyataan yang menyatakan fakta untuk mendukung atau membuktikan kebenaran argumentasi penulis/penuturnya

b)

menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif

c)

menggunakan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari

d)

menggunakan istilah teknis berkaitan dengan topik yang dibahas

e)

menggunakan kata kerja mental