Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Politik Agraria Masa Kolonial

Total questions: 19

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang menjadi penyebab utama Pemberontakan Petani di Indonesia pada masa kolonial?

a)

Penindasan oleh pemerintah kolonial Belanda dan sistem tanam paksa.

b)

Pemberontakan dipicu oleh pengaruh budaya asing.

c)

Pemberontakan karena kelaparan akibat gagal panen.

d)

Pemberontakan disebabkan oleh persaingan antar petani.

2.

Sebutkan salah satu kebijakan politik agraria yang diterapkan oleh VOC!

a)

Sistem pajak pertanian

b)

Sistem tanam paksa (cultuurstelsel)

c)

Sistem pertanian berkelanjutan

d)

Sistem sewa tanah

3.

Apa dampak positif dari politik agraria yang diterapkan oleh VOC?

a)

Peningkatan produktivitas pertanian dan pengenalan teknik pertanian baru.

b)

Penurunan kualitas tanah akibat eksploitasi berlebihan.

c)

Peningkatan pajak bagi petani lokal.

d)

Pengurangan akses petani terhadap pasar internasional.

4.

Jelaskan dampak negatif dari politik agraria masa VOC!

a)

Pemberian hak tanah kepada petani lokal

b)

Pembangunan infrastruktur pertanian yang modern

c)

Dampak negatif dari politik agraria masa VOC termasuk penguasaan tanah oleh kolonial, kehilangan hak petani, beban ekonomi akibat tanam paksa, dan penurunan kualitas hidup masyarakat.

d)

Peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan

5.

Bagaimana politik agraria berubah selama masa penjajahan Jepang?

a)

Peningkatan kesejahteraan petani melalui program pemerintah Jepang.

b)

Pengembalian tanah kepada pemilik asli setelah penjajahan.

c)

Fokus pada produksi pangan lokal untuk ekspor ke negara lain.

d)

Politik agraria berubah dengan penguasaan tanah oleh Jepang, penerapan sistem sewa yang merugikan petani, dan fokus pada produksi untuk kebutuhan perang.

6.

Apa yang dimaksud dengan politik padi dalam konteks agraria Indonesia?

a)

Politik padi adalah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia.

b)

Politik padi adalah program untuk mengurangi penggunaan lahan pertanian.

c)

Politik padi adalah strategi untuk meningkatkan ekspor beras ke luar negeri.

d)

Politik padi adalah kebijakan untuk mengurangi produksi padi di Indonesia.

7.

Sebutkan salah satu contoh Pemberontakan Petani yang terkenal di Indonesia!

a)

Pemberontakan Petani Sumatera 1945

b)

Pemberontakan Petani Banten 1888

c)

Pemberontakan Petani Jawa 1926

d)

Pemberontakan Petani Aceh 1900

8.

Apa tujuan utama dari kebijakan agraria yang diterapkan oleh VOC?

a)

Meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

b)

Mengurangi produksi pertanian untuk menjaga harga.

c)

Mendukung kebijakan pertanian berkelanjutan.

d)

Menguasai dan mengelola sumber daya agraria untuk kepentingan perdagangan VOC.

9.

Jelaskan peran petani dalam sistem agraria pada masa VOC!

a)

Petani tidak memiliki peran penting dalam sistem agraria pada masa VOC.

b)

Petani berperan sebagai pengawas sistem tanam paksa yang diterapkan oleh VOC.

c)

Petani hanya bertugas mengelola lahan tanpa menghasilkan komoditas.

d)

Petani berperan sebagai penghasil bahan pangan dan komoditas dalam sistem tanam paksa yang mendukung kepentingan VOC.

10.

Apa saja faktor yang mempengaruhi kebijakan agraria Jepang di Indonesia?

a)

Faktor cuaca dan iklim di Jepang

b)

Kebijakan pertanian Eropa di Asia

c)

Kebutuhan produksi pangan, pengaruh politik dan ekonomi Jepang, dampak kolonialisme, serta faktor sosial dan budaya masyarakat lokal.

d)

Pengaruh budaya Amerika di Indonesia

11.

Sebutkan dua dampak positif dari politik agraria masa penjajahan Jepang!

a)

Pengurangan jumlah petani yang bekerja.

b)

Penurunan kualitas tanah pertanian.

c)

1. Peningkatan produktivitas pertanian. 2. Perbaikan infrastruktur pertanian.

d)

Peningkatan pajak pertanian.

12.

Apa saja dampak negatif dari kebijakan agraria Jepang terhadap petani?

a)

Pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih baik

b)

Peningkatan pendapatan petani

c)

Peningkatan akses terhadap teknologi pertanian

d)

Dampak negatif dari kebijakan agraria Jepang terhadap petani termasuk kehilangan tanah, penurunan pendapatan, dan ketergantungan pada sistem pertanian yang tidak berkelanjutan.

13.

Bagaimana cara petani menanggapi kebijakan agraria yang diterapkan oleh VOC?

a)

Petani mendukung kebijakan agraria VOC.

b)

Petani berkolaborasi dengan VOC untuk meningkatkan hasil pertanian.

c)

Petani tidak memberikan tanggapan terhadap kebijakan tersebut.

d)

Petani menanggapi dengan protes dan penolakan terhadap kebijakan agraria VOC.

14.

Apa yang menjadi latar belakang terjadinya Pemberontakan Petani di Jawa?

a)

Dukungan pemerintah terhadap petani dalam pengelolaan lahan.

b)

Kepuasan petani terhadap hasil panen yang melimpah.

c)

Ketidakpuasan petani terhadap sistem tanam paksa dan penindasan oleh pemilik tanah.

d)

Peningkatan harga tanah yang menguntungkan petani.

15.

Sebutkan salah satu kebijakan yang diterapkan oleh Jepang untuk meningkatkan produksi padi!

a)

Penggunaan teknologi pertanian modern dan pemupukan efisien.

b)

Penerapan sistem irigasi tradisional

c)

Pengurangan luas lahan pertanian

d)

Peningkatan impor beras dari negara lain

16.

Apa yang dimaksud dengan sistem tanam paksa yang diterapkan oleh VOC?

a)

Sistem tanam paksa adalah kebijakan wajib menanam tanaman tertentu oleh petani untuk kepentingan VOC.

b)

Sistem tanam paksa adalah program bantuan untuk petani dalam memilih tanaman yang diinginkan.

c)

Sistem tanam paksa adalah metode untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa kewajiban.

d)

Sistem tanam paksa adalah kebijakan sukarela menanam tanaman oleh petani.

17.

Jelaskan bagaimana politik agraria mempengaruhi kehidupan sosial petani!

a)

Politik agraria hanya mempengaruhi kehidupan sosial petani di kota.

b)

Politik agraria meningkatkan ketergantungan petani pada pihak luar.

c)

Politik agraria mempengaruhi kehidupan sosial petani dengan menentukan akses terhadap tanah, sumber daya, dan pasar, yang berdampak pada kesejahteraan dan hubungan sosial mereka.

d)

Politik agraria tidak berpengaruh pada akses petani terhadap pasar.

18.

Apa perbedaan antara politik agraria masa VOC dan masa Jepang?

a)

Politik agraria masa VOC berfokus pada eksploitasi untuk perdagangan, sedangkan masa Jepang berfokus pada pengaturan pertanian untuk kebutuhan perang.

b)

Politik agraria masa VOC dan masa Jepang sama-sama berfokus pada pengembangan industri.

c)

Masa Jepang tidak memiliki kebijakan agraria yang jelas.

d)

Politik agraria masa VOC berfokus pada pengaturan pertanian untuk perdagangan.

19.

Sebutkan salah satu bentuk perlawanan petani terhadap kebijakan agraria!

a)

Penerapan teknologi pertanian modern.

b)

Pemberian subsidi kepada petani.

c)

Aksi unjuk rasa atau demonstrasi.

d)

Pembangunan infrastruktur pertanian.