wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Day II. Pre-test BCRM

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Mana diantara pernyataan berikut ini yang benar?

a)

RCSA seharusnya dipahami dan dikerjakan langsung oleh Risk Owner

b)

RCSA merupakan kesepakatan bersama antara Risk Owner dengan Fungsi Manajemen Risiko

c)

RCSA lebih baik dikerjakan langsung oleh Fungsi Manajemen Risiko

d)

Tidak ada ketentuan khusus mengenai ini

2.

Dalam setiap identifikasi dan asesmen risiko, apa persyaratan mutlak yang diperlukan untuk memulainya?

a)

Kejelasan tentang metodologi yang digunakan

b)

Adanya diskripsi risiko yang jelas

c)

Adanya sasaran strategis/ KPI/ Kinerja yang menjadi acuan target kinerja

d)

Adanya kemampuan untuk melakukan kalkulasi risiko secara kuantitatif

3.

Apa yang harus mendapatkan perhatian jika dalam hasil asesmen risiko ditemukan bahwa ‘terdapat peluang kemungkinan kejadian risiko = 80%’?

a)

Teknik untuk melakukan perhitungan kuantitatif atas angka 80% tersebut

b)

Nilai dampak yang ada pada risiko tersebut

c)

Efektifitas penilaian kemungkinan kejadian 80%

d)

Tingkat kepercayaan penentuan prosen kejadian risiko tersebut

4.

Apa letak perbedaan prinsip antara Masalah versus Risiko?

a)

Masalah dihasilkan pada Level Operasional Perusahaan, sedangkan risiko dihasilkan oleh Level Manajemen Perusahaan

b)

Masalah adalah hasil dari keputusan dimasa lalu, Risiko adalah konsekuensi ketidakpastian atas adanya tujuan di masa depan

c)

Risiko adalah hasil dari keputusan dimasa lalu, Masalah adalah konsekuensi ketidakpastian atas adanya tujuan di masa depan

d)

Masalah dihasilkan pada Level Manajemen Perusahaan, sedangkan risiko dihasilkan oleh Level Operasional Perusahaan

5.

Dalam suatu RCSA, prinsip mana yang tidak benar?

a)

Setiap penyebab risiko, harus memiliki aktifitas mitigasi

b)

Setiap mitigasi, harus memiliki tingkat efektifitas yang dijaga

c)

Setiap mitigasi, harus mengandung unsur biaya mitigasi yang terukur

d)

Setiap mitigasi harus dapat dinilai efektifitasnya dalam menurunkan eksposur risiko

6.

Metode yang digunakan untuk menentukan apakah suatu mitigasi layak dilakukan atau sebaliknya tidak dilakukan, disebut dengan metode:

a)

Metode cost & benefit analysis

b)

Metode root cause analysis

c)

Metode faul tree analysis

d)

Metode pareto

7.

Suatu kontrol eksisting yang bernilai baik, efektif; sebenarnya menggambarkan:

a)

Dokumen asesmen yang lengkap dan memadai

b)

Budaya sadar risiko yang cukup tinggi di Perusahaan

c)

Tidak diperlukannya pendalaman reward & punishment

d)

Pengukuran efektifitas mitigasi risiko telah dijalankan dengan baik

8.

Apa yang seharusnya terjadi jika dokumen eksisting kontrol dinyatakan efektivitasnya tinggi?

a)

Jumlah aktifitas mitigasi akan meningkat, dengan biaya mitigasi meningkat

b)

Jumlah aktifitas mitigasi dan biaya mitigasi konstan (tetap)

c)

Jumlah aktifitas mitigasi akan berkurang, dengan biaya mitigasi menurun

d)

Jumlah aktifitas mitigasi akan meningkat, dengan biaya mitigasi menurun

9.

Dalam perencanaan pengendalian risiko tahunan dan proyeksi laporan keuangan, mana status berikut ini yang paling penting untuk dipertimbangkan?

a)

Inherent risk

b)

Current risk

c)

Residual risk

d)

Priority risk

10.

Mengapa risiko perlu dibatasi?

a)

Karena risiko yang tidak dibatasi dapat merusak kinerja Perusahaan, dan menyebabkan kebangkrutan

b)

Karena risiko memiliki berbagai jenis taksonomi yang cukup kompleks

c)

Karena risiko seringkali bersifat berulang dan mengganggu kinerja jangkan pendek

d)

Karena organisasi Perusahaan belum tentu memiliki sumber daya untuk mitigasinya

11.

Jika sasaran bisnis = 150 Miliar, Risiko Inherent = 50 Miliar, Risiko Residual = 20 Miliar; maka Nilai sasaran bisnis pada RKAP berbasis risiko adalah =

a)

100 Miliar

b)

130 Miliar

c)

80 Miliar

d)

150 Miliar

12.

Jika sasaran bisnis = 150 Miliar, Risiko Inherent = 50 Miliar, Risiko Residual = 20 Miliar; berapa sebenarnya ‘kinerja pengendalian risiko’ yang berhasil dicapai?

a)

150 Miliar

b)

50 Miliar

c)

30 Miliar

d)

20 Miliar

13.

Apa kesetaraan terminologi ‘Top Event’ pada Metode FTA (Fault Tree Analysis) jika dibanidngkan dengan risk register RCSA (Root Cause Self Assessment):

a)

Setara dengan risk mitigation (mitigasi risiko)

b)

Setara dengan risk mitigation cost (biaya mitigasi risiko)

c)

Setara dengan key risk indicators (indikator kunci risiko)

d)

Setara dengan risk event (diskripsi kejadian risiko)

14.

Dalam Metode FTA, apa yang disebut dengan basic event?

a)

Kejadian utama yang harus diperhatikan

b)

Penyebab utama dari sebuah kejadian risiko

c)

Hal yang menjadi dasar (basic) bagi sebuah peristiwa risiko yang akan terjadi

d)

Penyabab risiko yang masih memiliki akar penyebab lagi

15.

Apa yang bukan merupakan manfaat dasar penerapan Metode FTA dalam sebuah asesmen risiko?

a)

Meningkatkan kualitas dan efektifitas mitigasi risiko

b)

Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam membangun sistem deteksi dini risiko

c)

Meningkatkan jumlah mitigasi risiko yang diperlukan untuk menurunkan risiko menjadi dibawah risk limit

d)

Meningkatkan akurasi / ketepatan sistem respon atas risiko

16.

Mengapa ‘lead indicators’ umumnya lebih baik dibandingkan dengan ‘lag indicators’ dalam menunjukkan indikator kunci risiko tertentu?

a)

Lead indicators lebih bersifat subyektif sehingga lebih mudah dipahami

b)

Lag indicators lebih melihat parameter dimasa depan

c)

Lead indicators tidak memiliki ‘blank spot’ waktu dalam menunjukkan indikator terjadinya risiko

d)

Lag indicators tidak memiliki ‘blank spot’ waktu dalam menunjukkan indikator terjadinya risiko

17.

Dengan menggunakan Metode Bow Tie analysis, dan menetapkan bahwa “terguling ketika berkendara di jalan tol’ sebagai key event nya; maka penggunaan sabuk pengaman oleh semua penumpang dalam kendaraan, sebenarnya merupakan upaya:

a)

Prevention control

b)

Recovery control

c)

Risk mitigation control

d)

Internal control

18.

Masih menggunakan Metode Bow Tie analysis, jika ditetapkan bahwa key event nya adalah “kehilangan pendapatan pada Tahun Anggaran 2025”; maka sewajarnya recovery control yang dilakukan bertujuan untuk:

a)

Mencegah key event berdampak pada penurunan nilai laba Perusahaan pada Tahun Anggaran 2025

b)

Menurunkan peluang terjadinya key event yang berdampak pada penurunan revenue (pendapatan)

c)

Menyiapkan rencana cadangan berupa pendapatan yang baru

d)

Mencegah kejadian risiko / key event dengan menurunkan tingkat kemungkinannya

19.

Apakah perbedaan & persamaan ICT (Internal Control Test) dan Stress Test dalam sistem evaluasi manajemen risiko?

a)

ICT & stress test keduanya merupakan sistem evaluasi manajemen kinerja, hanya saja ICT khusus dilakukan pada tingkat proses bisnis sedangkan stress test pada tingkat kebijakan

b)

ICT & stress test keduanya merupakan sistem evaluasi proses risiko, hanya saja ICT khusus dilakukan pada tingkat proses bisnis sedangkan stress test pada tingkat kebijakan

c)

ICT & stress test keduanya merupakan sistem evaluasi manajemen risiko, hanya saja ICT khusus dilakukan pada tingkat proses bisnis sedangkan stress test pada tingkat kebijakan

d)

ICT & stress test keduanya merupakan sistem evaluasi manajemen risiko, hanya saja ICT khusus dilakukan pada tingkat kebijakan sedangkan stress test pada tingkat operasional proses bisnis

20.

Dalam Metode Cost and benefit analysis, nilai ‘Benefit’ diperoleh dari:

a)

Residual cost – Inherent cost

b)

Inherent cost – residual cost

c)

Current cost – residual cost

d)

Inherent cost – current cost