Font size
WorksheetsLatihan soal intuk materi bab 4
Total questions: 51
Worksheet time: 51mins
Manakah yang termasuk contoh karya fiksi? (Boleh pilih lebih dari satu)
Manakah yang termasuk contoh karya fiksi? (Boleh pilih lebih dari satu)
Pokok persoalan yang menjadi dasar atau inti cerita adalah...
Tema
Alur
Tokoh
Penokohan
Ajaran moral atau pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca adalah...
Tokoh
Penokohan
Latar
Amanat
Poin- poin di bawah merupakan bagian dari pengertian cerita pendek, kecuali...
Menggunakan tidak lebih dari 10.000 kata dalam cerita
Kesan dominan dan hanya memusatkan pada satu tokoh
Menggunakan 10.000 kata lebih dalam cerita
Cerita relatif pendek
Tiga jenis latar atau setting terdapat dalam pilihan di bawah, kecuali...
suasana
sosial
waktu
tempat
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari berpendar
Ketika kerumunan tidak bersama
Mentari bersinar
Mentari di sebelah barat
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cantik. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor...
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Dua minggu sudah kau pergi. Meninggalkan jejak-jejak abadi di hidupku. Warnanya mulai kusam, sayang. Bukan mungkin lagi, karena usia kita sudah tua. Aku tak pernah menyangka bahwa minggu lalu adalah hari terakhir kita berkumpul bersama anak-anak yang kita cinta. Yang sudah kita besarkan dengan kasih sayang. Dari dekapan seorang ayah sepertimu. Itu sangat membuat kami tenang.
Seyuman Terindah Darimu
Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah….
kehilangan
kerinduan
kesepian
kesendirian
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
(1) dan (2)
(1) dan (4)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
kamar tidur
dapur
ruang tamu
ruang makan
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
damai
ketakutan
sedih
sepi
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …
percaya diri
rajin berusaha
sombong
mudah terpengaruh
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di perkampungan.
di hutan rimba.
di rumah singgah.
di bawah pohon rindang.
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, rumah
Bobi suka sekali membaca majalah. Dia tidak mau diganggu. Setiap hari ia selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan. Ternyata yang ditulis sebuah cerpen
Watak Bobi pada cuplikan cerita tersebut adalah ....
sombong, tidak mau bergaul, keras kepala
acuh tak acuh, egois, idealis
pendiam, malas bekerja, kepala batu
rajin, suka membaca, berkemauan keras
Apa yang dimaksud dengan alur dalam sebuah cerita?
Urutan peristiwa atau kejadian dalam cerita
Urutan waktu dalam cerita
Tokoh utama dalam cerita
Latar tempat dalam cerita
Apa yang dimaksud dengan cerita pendek?
Sebuah narasi fiksi yang memiliki panjang yang relatif singkat dan fokus pada satu peristiwa atau karakter utama.
Sebuah narasi fiksi yang memiliki panjang yang relatif panjang dan fokus pada banyak peristiwa atau karakter.
Sebuah narasi non-fiksi yang memiliki panjang yang relatif singkat dan fokus pada satu peristiwa atau karakter utama.
Sebuah narasi fiksi yang memiliki panjang yang relatif singkat dan fokus pada banyak peristiwa atau karakter utama.
Apa yang membedakan cerpen dengan novel?
Jumlah karakter dan pengembangan karakter
Tema dan pesan yang disampaikan
Panjang cerita dan kompleksitas plot
Gaya bahasa dan penggunaan dialog
Di bawah ini yang termasuk unsur unsur karya fiksi adalah...
Tema, tokoh, latar, amanat, syair dan gaya bahasa
Tema, tokoh, latar, amanat, dan cerpen
Tema, tokoh, latar, alur, dan ekspresi
Tema, tokoh, alur, latar, dan amanat
Suatu karya sastra yang mengungkapkan realitas kehidupan sehingga mampu mengembangkan daya imajinasi disebut...
Karya fiksi
Karya nonfiksi
Karya ilmiah
Karya jurnalistik
Berikut ini termasuk jenis jenis buku fiksi, kecuali..
Buku motivasi
Cerpen
Novel
Drama
Berdasarkan perannya, tokoh yang memerankan watak jahat dan biasanya menyebabkan permasalahan dalam cerita disebut ...
tokoh antagonis
tokoh protagonis
tokoh utama
tokoh pembantu
Tokoh yang memiliki peranan penting dalam sebuah cerita disebut tokoh ...
pembantu
utama
pendukung
kedua
Berikut ini yang bukan termasuk jenis-jenis Alur adalah...
alur campuran
alur mundur
alur maju
alur zig-zag
Penokohan adalah ….
waktu terjadinya cerita
tokoh-tokoh cerita
sifat tokoh-tokoh cerita
tempat kejadian cerita
Hampir setiap malam mereka berkumpul bersama, berpesta, menari, dan bergembira. Mereka saling membuatkan masakan kecuali Hiro yang selalu hidup menyendiri. Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya.
Kebiasaan tokoh Hiro yang tergambar pada kutipan cerita tersebut ialah ….
setiap malam berpesta
membagi makanan
hidup menyendiri
absurd dan pemalu
Alkisah, ada dua pengelana yang sedang melintasi gurun pasir. Kedua pengelana itu memiliki sifat yang berbeda. Lihatlah setiap kali berhenti. Kohar tidak langsung membuka bekal makanannya. Ia menunggu sampai Abdullah menawarinya makan dan minum. Senyum terkembang di bibir Kohar karena mendapat makanan dan air gratis. Jadi, bekal air dan makanan Kohar masih utuh. Begitulah selama beberapa hari, Kohar makan dari bekal rekan seperjalanannya.
Tokoh utama pada cerita tersebut adalah ....
Kohar
Abdullah
Penduduk gurun pasir
Kedua pengelana
“Nadia...Nadia!!” Hampir lima menit Nina memanggil-manggil nama Nadia, tapi tak ada sahutan sama sekali. Nina semakin penasaran dibuatnya.
Dengan langkah layu. Nina pun kembali melaju di atas sepedanya yang berwarna kuning tersebut. Sekilas tampak Nina menghapus cairan bening yang menetes di sela-sela matanya. Hanya dalam hitungan menit, Nina pun terlihat dengan senyum cerianya lagi.
Berdasarkan kutipan cerpen di atas, Nina memiliki sifat
cepat marah
cepat mengeluh
mudah ceria
cepat putus asa
Alangkah pedih hati Salamah. Marni sebenarnya ingin meminta sesuatu kepadanya. Tapi takut. Takut mengundang amarahnya. Tapi tidak sayangku, bisik Salamah dalam hati. Kau terlalu baik anakku. Kau tidak melawan jika aku tidak memberimu uang.... Kau tidak minta apa-apa karena kau tahu betul betapa ibumu ini melarat. Melarat sekali. Kau tidak pernah merengek minta dibelikan mainan. Anakku, ini yang membuat aku begitu terenyuh kepadamu. Kau begitu tabah menghadapi hidup kita yang sengsara ini, Marni...
Watak tokoh Marni pada penggelan cerpen di atas adalah ...
sabar dan tabah
setia dan taat
taat penuh perhatian
baik dan mulia
Apa yang dimaksud dengan konflik dalam sebuah cerita?
Kesepakatan atau kerjasama antara dua atau lebih karakter dalam cerita
Pertentangan atau ketegangan antara dua atau lebih kekuatan atau elemen dalam cerita
Keharmonisan dan persahabatan antara karakter-karakter dalam cerita
Ketidakadilan atau ketidaksetaraan dalam cerita
Cermati kalimat berikut secara saksama! Tubuhnya terasa lunglai setelah berlari selama tiga jam. Padanan kata yang bercetak tebal dalam kalimat tersebut adalah ....
Cermati kalimat berikut secara saksama! Dia mengitari lapangan itu tiga kali. Padanan kata yang bercetak tebal dalam kalimat tersebut adalah ....
Bacalah teks fiksi berikut!
Sebenarnya ini hari ulang tahunku, aku terharu, abang yang baru kenal malah baik banget," jawab Putri. "Orang tuaku malah ngga peduli!
Ya kalo abang yang baru kasih Neng makan sekali aja udah bikin terharu, apalagi orang tua Neng yang udah bertahun-tahun kasin makan. Jangan ngeremehin orang tua sendir, Neng, nanti nyesel lho!' kata abang tukang bakso.
Putri pun mendengarkan nasihat abang bakso itu dan pulang. Sampai di rumah, la meminta maaf pada ibunya.
Amanat yang mengesan dalam teks fiksi tersebut adalah
berbuatlah baik kepada anak yang sedang ulang tahun
Janganlah meremehkan orang yang sedang menasehati kita
utamakan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menolong orang lain
hargailah jasa dan kebaikan orang tua sebelum mereka meninggalkan kita
(1) Meskipun ayah dan ibu Jumadi sangat sederhana, mereka berhasil menanamkan sifat mandiri pada anaknya. (2) Jumadi tumbuh menjadi anak yang tangguh. (3) Kini ini ayah ibunya telah tiada, Jumadi berusaha menjaga peninggalan orang tuanya dengan baik. (4) la tetap merawat rumah mendiang orang tua sebisanya. (5) Sesekali ia menyuruh orang untuk memperbaiki jika ada yang rusak. (6) Ketegarannya menjalani hidup mendapat simpati para kerabat dan tetangganya.
Bukti tokoh Jumadi berwatak bertanggung jawab ditunjukkan kalimat nomor .....
1 dan 3
4 dan 6
4 dan 5
2 dan 4
unsur yang berfungsi untuk membangun sebuah cerita dalam karya fiksi disebut?
unsur intrinsik
unsur antrinsik
unsur ekstrinsik
unsur cerita
Ketika konflik mencapai intensitas tertinggi dan tak terelakkan disebut .............
masalah
tema
klimaks
alur cerita
Kata yang bermakna kiasan (tidak sebenarnya) disebut....
kata baku
kata kerja
konotasi
denotasi
Kata yang bermakna sebenarnya disebut.....
kata benda
kata tanya
konotasi
denotasi
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …
percaya diri
rajin berusaha
sombong
mudah terpengaruh
"Kamu mengapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya."
Amanat penggalan cerpen tersebut adalah...
Jangan melawan kepada orang tua.
Kita harus menuruti nasihat orang tua.
Janganlah memetik mangga sembarangan.
Janganlah makan mangga yang masih kecil.
