wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

1122521_Quizizz_Geografi_11

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan kebencanaan?

a)

Kejadian alam yang selalu dapat diprediksi

b)

Peristiwa yang menimbulkan dampak positif bagi lingkungan

c)

Peristiwa yang mengakibatkan kerugian besar pada fisik, sosial, dan ekonomi

d)

Kejadian yang hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur

e)

Fenomena yang hanya terjadi di daerah terpencil

2.

Dalam konteks kebencanaan, sikap yang paling tepat saat terjadi situasi darurat adalah:

a)

Panik dan lari tanpa berpikir

b)

Mengabaikan instruksi petugas

c)

Tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi

d)

Menunggu bantuan datang tanpa berusaha

e)

Mencari informasi dari sumber yang tidak terpercaya

3.

Saat terjadi gempa bumi, tindakan awal yang harus dilakukan adalah:

a)

Langsung berlari keluar gedung

b)

Berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh

c)

Menggunakan lift untuk turun

d)

Berdiri di dekat jendela

e)

Mencari tempat terbuka di luar ruangan

4.

Salah satu indikator keterampilan penanggulangan bencana adalah kemampuan untuk:

a)

Mengabaikan peringatan dini

b)

Menyusun rencana evakuasi bersama tim

c)

Menunda evakuasi hingga situasi aman

d)

Menyebarkan informasi tanpa verifikasi

e)

Mengandalkan bantuan eksternal sepenuhnya

5.

Dalam latihan simulasi bencana, sikap yang harus ditunjukkan siswa adalah:

a)

Kompetitif sehingga saling berlomba keluar

b)

Pasif dan menunggu arahan tanpa bertanya

c)

Aktif berpartisipasi dan bekerja sama

d)

Menolak ikut serta karena takut

e)

Hanya memperhatikan guru tanpa berinisiatif

6.

Kesiapsiagaan bencana mencakup semua hal berikut, kecuali:

a)

Pelatihan evakuasi

b)

Pembuatan rencana kontinjensi

c)

Pengabaian informasi peringatan dini

d)

Penguatan infrastruktur

e)

Edukasi masyarakat tentang bahaya bencana

7.

Apa yang dimaksud dengan sikap proaktif dalam konteks kebencanaan?

a)

Menunggu bencana terjadi sebelum bertindak

b)

Mengantisipasi risiko dan melakukan persiapan sejak dini

c)

Mengandalkan pihak lain untuk penanggulangan

d)

Melakukan tindakan tanpa perencanaan

e)

Menunda keputusan hingga situasi sangat darurat

8.

Dalam menghadapi informasi bencana dari media sosial, sikap yang tepat adalah:

a)

Langsung mempercayai semua informasi yang beredar

b)

Menyebarkan ulang tanpa verifikasi

c)

Memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi

d)

Mengabaikan seluruh informasi yang ada

e)

Membuat spekulasi tanpa dasar

9.

Sikap empati terhadap korban bencana dapat ditunjukkan dengan cara:

a)

Mengkritik korban karena tidak siap

b)

Menyisihkan bantuan dan tidak terlibat

c)

Menawarkan bantuan dan mendengarkan keluhan korban

d)

Menyebarkan berita yang menimbulkan rasa takut

e)

Menolak berinteraksi dengan korban

10.

Keterampilan dasar yang harus dikuasai untuk penanggulangan bencana meliputi:

a)

Hanya kemampuan fisik tanpa pengetahuan teknis

b)

Penggunaan alat pemadam api ringan, pertolongan pertama, dan evakuasi

c)

Menunggu perintah dari petugas tanpa inisiatif

d)

Mengandalkan insting tanpa pelatihan

e)

Mengabaikan prosedur keselamatan

11.

Dalam simulasi evakuasi, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah:

a)

Kecepatan evakuasi tanpa memperhatikan ketertiban

b)

Ketertiban, kecepatan, dan koordinasi antar peserta

c)

Mengutamakan individu daripada kelompok

d)

Menunggu instruksi meskipun sudah jelas jalur evakuasi

e)

Mengabaikan rute evakuasi yang telah ditetapkan

12.

Sikap kepemimpinan dalam tim penanggulangan bencana dapat diwujudkan melalui:

a)

Mengambil keputusan sendiri tanpa konsultasi

b)

Mengabaikan pendapat anggota tim

c)

Mendorong partisipasi dan mendengarkan saran anggota tim

d)

Menunda tindakan hingga mendapat persetujuan atasan

e)

Mengutamakan kepentingan pribadi

13.

Ketika mendengar peringatan dini bencana, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Mengabaikan karena dianggap hoaks

b)

Segera mencari informasi tambahan dari sumber resmi

c)

Menunggu sampai bencana terjadi

d)

Menyebarkan informasi tanpa verifikasi

e)

Menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan teman

14.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan mental dalam menghadapi bencana, seseorang sebaiknya:

a)

Menghindari diskusi tentang bencana

b)

Mempelajari simulasi dan berbagi pengalaman dengan sesama

c)

Menutup diri dari informasi bencana

d)

Mengandalkan perasaan semata tanpa persiapan

e)

Menunggu bantuan tanpa berusaha

15.

Untuk mendukung upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah, siswa dapat:

a)

Hanya duduk di kelas tanpa partisipasi

b)

Aktif mengikuti pelatihan dan kampanye keselamatan

c)

Mengabaikan kegiatan latihan karena dianggap tidak penting

d)

Menolak mengikuti prosedur evakuasi

e)

Menunggu guru yang lain mengatur semuanya

16.

Sikap tanggap dan kritis dalam menerima informasi bencana dapat dilatih melalui:

a)

Menerima semua informasi tanpa pertimbangan

b)

Mengikuti pelatihan literasi media dan verifikasi informasi

c)

Menyebarkan rumor demi kecepatan informasi

d)

Mengabaikan sumber informasi yang tidak populer

e)

Bergantung pada opini teman semata

17.

Kemampuan komunikasi efektif dalam situasi darurat mencakup:

a)

Menyampaikan informasi dengan jelas dan ringkas

b)

Menggunakan bahasa yang sulit dipahami

c)

Memberikan informasi secara berlebihan

d)

Menunda penyampaian informasi hingga situasi benar-benar darurat

e)

Mengandalkan komunikasi tidak langsung melalui perantara

18.

Tindakan positif untuk membantu korban bencana adalah:

a)

Menghindari daerah korban karena takut terseret masalah

b)

Menyediakan bantuan darurat dan mendukung pemulihan

c)

Menyebarkan berita tanpa data yang akurat

d)

Mengkritik korban karena ketidaksiapan mereka

e)

Menunggu instruksi tanpa memberikan dukungan

19.

Untuk meminimalisir kerusakan saat bencana, penting untuk memahami:

a)

Cara menunda evakuasi agar keadaan stabil

b)

Prosedur keselamatan dan rencana evakuasi yang telah ditetapkan

c)

Mengandalkan naluri tanpa informasi yang tepat

d)

Menyimpan semua barang berharga di dalam gedung

e)

Mengabaikan peringatan dari pihak berwenang

20.

Peran aktif setiap individu dalam kesiapsiagaan bencana adalah:

a)

Hanya menunggu arahan tanpa persiapan

b)

Membangun inisiatif untuk belajar dan berlatih tindakan darurat

c)

Mengandalkan bantuan dari pihak luar tanpa usaha sendiri

d)

Menunda partisipasi dalam latihan bencana

e)

Mengabaikan informasi yang diberikan oleh sekolah

21.

Mengapa penting untuk mengikuti pelatihan bencana secara rutin?

a)

Agar bisa menghindari semua latihan dan mengandalkan keberuntungan

b)

Untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kecepatan respon, dan menurunkan tingkat kepanikan

c)

Supaya merasa lebih percaya diri meski tanpa pengetahuan teknis

d)

Karena pelatihan hanya formalitas tanpa manfaat praktis

e)

Agar dapat menyalahkan pelatih jika terjadi kesalahan

22.

Salah satu sikap yang dapat meningkatkan kerjasama antarwarga saat bencana adalah:

a)

Bersaing untuk mendapatkan bantuan secara individual

b)

Menjaga komunikasi terbuka dan saling mendukung antar tetangga

c)

Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama

d)

Mengabaikan keberadaan lingkungan sekitar

e)

Mengandalkan hanya pada pihak berwenang tanpa partisipasi aktif

23.

Jika Anda melihat rekan mengalami kepanikan saat bencana, sikap yang terbaik adalah:

a)

Membiarkannya karena itu urusan pribadi

b)

Menegurnya dengan keras agar segera tenang

c)

Mendekat dan memberikan dukungan serta instruksi sederhana

d)

Mengabaikan dan melaporkan kepada pihak lain

e)

Mengolok-olok untuk mengurangi kepanikan

24.

Sikap disiplin dalam penanggulangan bencana diwujudkan melalui:

a)

Mengabaikan peraturan demi kecepatan pribadi

b)

Mematuhi setiap prosedur dan instruksi keselamatan yang telah ditetapkan

c)

Mengubah aturan sesuai keinginan sendiri

d)

Menunda evakuasi tanpa alasan yang jelas

e)

Membuat aturan baru tanpa konsultasi

25.

Keterampilan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) merupakan bagian dari:

a)

Upaya penanggulangan bencana dan keselamatan diri

b)

Hal yang tidak penting karena api selalu dapat dipadamkan oleh petugas

c)

Keterampilan yang hanya diperlukan oleh petugas pemadam kebakaran

d)

Aktivitas yang berisiko dan tidak perlu dipelajari

e)

Tugas yang hanya dilakukan saat latihan formal

26.

Sikap solidaritas dalam situasi bencana dapat dikembangkan dengan cara:

a)

Menutup diri dari lingkungan sekitar

b)

Berbagi informasi dan sumber daya dengan sesama

c)

Menyimpan bantuan untuk diri sendiri

d)

Menolak bekerja sama dengan orang asing

e)

Menghindari komunikasi dengan korban bencana

27.

Partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi bencana penting karena:

a)

Hanya pemerintah yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana

b)

Masyarakat dapat mendukung dan memperkuat respon bersama saat bencana terjadi

c)

Partisipasi masyarakat justru menambah kerumunan dan kekacauan

d)

Hanya sebagai simbol tanpa dampak nyata

e)

Masyarakat tidak memiliki peran dalam penanggulangan bencana

28.

Komunikasi yang cepat dan jelas saat bencana terjadi dapat mencegah:

a)

Terjadinya evakuasi yang tertib

b)

Meningkatnya kepanikan dan kesalahan informasi

c)

Terjadinya koordinasi antara tim penanggulangan

d)

Berjalannya rencana evakuasi dengan baik

e)

Terjadinya kerjasama antarwarga

29.

Indikator sikap tanggap bencana yang baik di kalangan siswa adalah:

a)

Menunda reaksi hingga situasi benar-benar parah

b)

Mengikuti prosedur dan segera menginformasikan kondisi kepada pihak berwenang

c)

Mengandalkan orang lain untuk mengambil keputusan

d)

Tidak peduli dengan informasi peringatan

e)

Mengutamakan kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan keselamatan bersama

30.

Pernyataan berikut yang mencerminkan kesiapsiagaan bencana yang optimal adalah:

a)

Saya yakin bencana tidak akan menimpa saya.

b)

Saya telah mengikuti pelatihan evakuasi dan mengetahui rute aman di lingkungan saya.

c)

Saya menunggu orang lain yang sudah tahu apa yang harus dilakukan.

d)

Saya tidak peduli karena bantuan akan datang dari pemerintah.

e)

Saya percaya bahwa peringatan bencana itu berlebihan.

31.

Dalam latihan evakuasi, peran serta aktif siswa menunjukkan:

a)

Ketidakpedulian terhadap keselamatan

b)

Kesediaan untuk belajar dan bekerja sama

c)

Hanya ingin pamer di depan guru

d)

Keengganan untuk mengikuti arahan

e)

Ketergantungan penuh pada petugas

32.

Sikap kritis terhadap informasi yang diterima selama bencana dapat meningkatkan:

a)

Kepanikan massal

b)

Kualitas keputusan dan tindakan yang diambil

c)

Penyebaran informasi yang tidak akurat

d)

Ketergantungan pada rumor

e)

Kebingungan di antara masyarakat

33.

Pengetahuan mengenai rute evakuasi darurat merupakan bagian dari:

a)

Hanya pengetahuan teori tanpa aplikasi nyata

b)

Keterampilan praktis dalam kesiapsiagaan bencana

c)

Informasi yang tidak penting untuk diketahui

d)

Tugas petugas keamanan saja

e)

Sesuatu yang hanya diajarkan di luar sekolah

34.

Kolaborasi antara siswa dan guru saat terjadi bencana merupakan contoh dari:

a)

Individualisme dalam menghadapi masalah

b)

Kerjasama dan komunikasi efektif

c)

Ketergantungan pada otoritas tanpa partisipasi aktif

d)

Konflik perbedaan pendapat

e)

Mengabaikan peran masing-masing

35.

Kemampuan mengambil keputusan dengan cepat dalam situasi darurat merupakan:

a)

Kecenderungan untuk bertindak sembrono

b)

Keterampilan penting dalam manajemen bencana

c)

Sesuatu yang tidak dapat dipelajari

d)

Hal yang mengabaikan prosedur yang ada

e)

Respon yang hanya mengandalkan insting tanpa dasar

36.

Pelatihan penggunaan alat komunikasi darurat bertujuan untuk meningkatkan:

a)

Kebingungan dalam penyampaian informasi

b)

Kecepatan dan keakuratan koordinasi antar tim

c)

Ketergantungan pada alat konvensional

d)

Risiko kesalahan saat mengirim pesan

e)

Prosedur yang sudah tidak relevan

37.

Sikap optimis dalam menghadapi bencana berperan untuk:

a)

Menurunkan kewaspadaan dan mengabaikan latihan

b)

Mendorong semangat juang dan keyakinan dalam pemulihan

c)

Membuat individu menganggap bencana tidak serius

d)

Menghambat pengambilan tindakan preventif

e)

Menyebabkan kelalaian dalam mengikuti prosedur

38.

Menghargai instruksi dari petugas penanggulangan bencana menunjukkan sikap:

a)

Pasif tanpa inisiatif

b)

Ketaatan dan rasa tanggung jawab

c)

Keraguan terhadap kemampuan diri sendiri

d)

Keengganan untuk bekerja sama

e)

Ketidakpedulian terhadap keselamatan bersama

39.

Untuk mengembangkan kesiapsiagaan emosional dalam menghadapi bencana, seseorang dapat:

a)

Menolak membicarakan pengalaman masa lalu

b)

Mengikuti pelatihan manajemen stres dan berbagi pengalaman

c)

Mengabaikan perasaan dan fokus hanya pada tindakan fisik

d)

Menunda pencarian dukungan emosional

e)

Mengandalkan diri sepenuhnya tanpa berbagi

40.

Penguasaan pengetahuan mengenai tanda-tanda awal bencana merupakan dasar untuk:

a)

Mengabaikan peringatan yang diterima

b)

Memulai tindakan pencegahan secara tepat waktu

c)

Menunda evakuasi sampai bencana terjadi

d)

Mengandalkan insting tanpa analisis

e)

Hanya menjadi pengetahuan teoretis tanpa aplikasi

41.

Evaluasi berkala terhadap rencana evakuasi penting untuk:

a)

Menetapkan prosedur yang kaku tanpa perubahan

b)

Menyesuaikan strategi dengan kondisi dan risiko terbaru

c)

Mengurangi frekuensi latihan evakuasi

d)

Mengabaikan umpan balik dari peserta latihan

e)

Menunda perbaikan rencana hingga bencana terjadi

42.

Keterampilan dasar pertolongan pertama sangat penting dalam situasi bencana karena:

a)

Hanya dokter yang seharusnya mengetahui teknik ini

b)

Dapat menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis tiba

c)

Tidak berpengaruh pada keselamatan korban

d)

Hanya digunakan dalam latihan tanpa penerapan nyata

e)

Menggantikan peran petugas medis profesional

43.

Salah satu sikap yang mendukung penanggulangan bencana secara efektif adalah:

a)

Merasa lebih tahu daripada petugas ahli

b)

Saling menghargai, bekerja sama, dan saling membantu

c)

Mengutamakan kepentingan pribadi di atas keselamatan umum

d)

Menolak bekerja sama dengan pihak luar

e)

Mengabaikan peran serta anggota tim lainnya

44.

Penerapan prosedur keselamatan saat latihan bencana mencerminkan:

a)

Ketidakpedulian terhadap aturan

b)

Disiplin dan komitmen terhadap keselamatan diri dan orang lain

c)

Hanya formalitas tanpa makna praktis

d)

Upaya untuk menunda evakuasi

e)

Keengganan untuk mengi

45.

Sikap disiplin dan komitmen terhadap keselamatan diri dan orang lain dapat diukur melalui:

a)

Ketidakpedulian terhadap aturan

b)

Disiplin dan komitmen terhadap keselamatan diri dan orang lain

c)

Hanya formalitas tanpa makna praktis

d)

Upaya untuk menunda evakuasi

e)

Keengganan untuk mengikuti instruksi

46.

Sikap empati terhadap korban bencana dapat diukur melalui:

a)

Kecenderungan untuk menghindar dari korban

b)

Keinginan untuk memberikan dukungan emosional dan praktis

c)

Mengkritik korban atas keadaan mereka

d)

Menyebarkan rumor yang menyakiti

e)

Mengabaikan kondisi fisik korban

47.

Inovasi teknologi dalam mitigasi bencana dapat mendukung upaya penanggulangan melalui:

a)

Meningkatkan ketergantungan pada sistem yang sudah usang

b)

Penyediaan informasi yang cepat dan akurat mengenai situasi bencana

c)

Mengurangi partisipasi masyarakat karena terlalu kompleks

d)

Menunda respon karena terlalu banyak data

e)

Mengganti peran manusia secara total

48.

Keterampilan mengoperasikan alat komunikasi darurat menunjukkan kesiapsiagaan dalam:

a)

Mengandalkan komunikasi tidak langsung saja

b)

Mengoptimalkan koordinasi dan penyebaran informasi

c)

Menunda pengiriman pesan hingga situasi benar-benar parah

d)

Menggunakan alat dengan cara yang salah

e)

Menghindari interaksi dengan tim penanggulangan

49.

Perencanaan evakuasi yang terstruktur mencerminkan pentingnya:

a)

Mengabaikan potensi risiko di lingkungan sekitar

b)

Persiapan yang matang untuk menghadapi situasi darurat

c)

Menunggu situasi darurat terjadi untuk belajar

d)

Mengandalkan keberuntungan tanpa perencanaan

e)

Hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh orang lain

50.

Ketika menerima informasi bencana dari media sosial, sikap yang tepat adalah:

a)

Langsung mempercayai dan menyebarkan informasi tersebut

b)

Memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum bertindak

c)

Mengabaikan seluruh informasi tanpa melihat konteks

d)

Menyebarkan informasi tanpa mempertanyakan kebenarannya

e)

Menunggu hingga informasi menjadi viral

51.

Sikap proaktif dalam mengikuti program pelatihan bencana di sekolah dapat meningkatkan:

a)

Ketergantungan pada pihak luar

b)

Kemampuan individu untuk bertindak cepat dan tepat saat terjadi bencana

c)

Rasa aman tanpa perlu berlatih lagi

d)

Kecenderungan untuk tidak peduli dengan latihan rutin

e)

Penundaan dalam mengambil tindakan saat situasi darurat

52.

Apa yang dimaksud dengan mitigasi bencana?

a)

Upaya pemulihan pasca bencana

b)

Langkah-langkah untuk mencegah dan mengurangi risiko bencana

c)

Proses evakuasi saat terjadi bencana

d)

Pembangunan kembali setelah bencana

e)

Penanganan darurat selama bencana

53.

Contoh mitigasi bencana alam adalah ...

a)

Membangun gedung tanpa perencanaan

b)

Penggunaan sistem peringatan dini gempa

c)

Menunda evakuasi saat bencana terjadi

d)

Mengabaikan rekomendasi ahli

e)

Pencemaran lingkungan

54.

Salah satu tujuan utama mitigasi bencana adalah ...

a)

Mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana

b)

Mengurangi risiko dan kerugian akibat bencana

c)

Meningkatkan jumlah korban bencana

d)

Menunda bantuan darurat

e)

Memperpanjang waktu evakuasi

55.

Peta rawan bencana digunakan untuk ...

a)

Menentukan lokasi pembangunan di area berisiko

b)

Mengabaikan risiko bencana

c)

Menentukan daerah evakuasi setelah bencana

d)

Meningkatkan risiko bencana

e)

Menyebarkan informasi palsu

56.

Penggunaan teknologi informasi dalam mitigasi bencana dapat berupa ...

a)

Penyebaran rumor melalui media sosial

b)

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk pemetaan risiko

c)

Mengabaikan data bencana

d)

Menunda update informasi bencana

e)

Mengurangi partisipasi masyarakat

57.

Pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat merupakan bagian dari ...

a)

Upaya pasca bencana

b)

Mitigasi bencana

c)

Rekonstruksi infrastruktur

d)

Pengabaian risiko

e)

Proses evakuasi

58.

Langkah-langkah mitigasi bencana harus melibatkan ...

a)

Hanya pemerintah

b)

Hanya sektor swasta

c)

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta

d)

Hanya lembaga internasional

e)

Hanya media massa

59.

Dalam pembangunan infrastruktur, material tahan gempa digunakan untuk ...

a)

Meningkatkan risiko gempa

b)

Mengurangi dampak gempa pada bangunan

c)

Meningkatkan biaya pembangunan tanpa manfaat

d)

Mempercepat kerusakan bangunan

e)

Mengabaikan aspek keselamatan

60.

Sistem peringatan dini tsunami biasanya melibatkan ...

a)

Deteksi gempa dan perubahan permukaan laut

b)

Pengabaian aktivitas vulkanik

c)

Penghentian semua kegiatan di pantai

d)

Meningkatkan kecepatan angin

e)

Pengiriman berita palsu

61.

Simulasi evakuasi bencana dilakukan untuk ...

a)

Menunda tindakan evakuasi saat bencana terjadi

b)

Melatih masyarakat menghadapi situasi darurat

c)

Meningkatkan ketakutan masyarakat

d)

Mengurangi kerjasama antar warga

e)

Mengabaikan peran pemerintah

62.

Edukasi dan penyuluhan mitigasi bencana kepada masyarakat bertujuan untuk ...

a)

Menyebarkan informasi yang menyesatkan

b)

Meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan

c)

Mengabaikan peringatan dini

d)

Menghambat partisipasi masyarakat

e)

Mengurangi koordinasi antar instansi

63.

Mitigasi bencana berbasis komunitas melibatkan ...

a)

Hanya pemerintah pusat

b)

Partisipasi aktif dari warga setempat

c)

Lembaga asing tanpa keterlibatan lokal

d)

Mengabaikan peran komunitas

e)

Penutupan informasi tentang risiko bencana

64.

Salah satu komponen mitigasi bencana adalah perencanaan tata ruang, yang bertujuan untuk ...

a)

Meningkatkan kepadatan penduduk di daerah rawan bencana

b)

Menentukan area pembangunan yang aman dari risiko bencana

c)

Meningkatkan potensi kerusakan bangunan

d)

Menunda pembangunan infrastruktur

e)

Mengabaikan peringatan ahli

65.

Penerapan standar bangunan tahan gempa merupakan bagian dari mitigasi untuk ...

a)

Meningkatkan biaya konstruksi tanpa manfaat

b)

Mengurangi kerusakan akibat gempa

c)

Menunda pembangunan gedung baru

d)

Mengabaikan peringatan dini gempa

e)

Meningkatkan ketergantungan pada teknologi

66.

Dalam konteks mitigasi bencana, istilah "resiliensi" mengacu pada ...

a)

Ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana

b)

Kemampuan bencana untuk menghancurkan infrastruktur

c)

Proses evakuasi yang lambat

d)

Peningkatan risiko bencana

e)

Pengabaian perencanaan

67.

Salah satu cara mengurangi dampak banjir adalah dengan ...

a)

Meningkatkan aliran air melalui saluran drainase yang baik

b)

Membangun pemukiman di dataran rendah tanpa perencanaan

c)

Menahan air secara berlebihan tanpa sistem pembuangan

d)

Mengabaikan pemeliharaan sungai

e)

Menutup sistem peringatan dini

68.

Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam mitigasi bencana digunakan untuk ...

a)

Membuat peta rawan bencana dan analisis risiko

b)

Menyebarkan informasi yang tidak akurat

c)

Menunda proses evakuasi

d)

Mengurangi partisipasi masyarakat

e)

Menambah kebingungan dalam perencanaan

69.

Penguatan infrastruktur jalan dan jembatan merupakan upaya mitigasi untuk ...

a)

Mengurangi akses bantuan saat bencana

b)

Meningkatkan mobilitas dan evakuasi saat terjadi bencana

c)

Menambah risiko kerusakan

d)

Mengabaikan standar keselamatan

e)

Menunda pemulihan ekonomi

70.

Upaya mitigasi yang melibatkan penanaman kembali vegetasi di daerah rawan bencana bertujuan untuk ...

a)

Menambah erosi tanah

b)

Mengurangi aliran air dan memperkuat kestabilan tanah

c)

Meningkatkan kepadatan penduduk

d)

Menunda pembangunan infrastruktur

e)

Mengabaikan peran masyarakat

71.

Kebijakan pemerintah dalam mitigasi bencana biasanya mencakup ...

a)

Hanya perbaikan infrastruktur

b)

Perencanaan, pendidikan, dan koordinasi antar lembaga

c)

Pengabaian data risiko bencana

d)

Menunda proses perencanaan

e)

Mengurangi keterlibatan masyarakat

72.

Penataan ulang kawasan permukiman di daerah rawan bencana merupakan contoh dari ...

a)

Pembangunan tanpa perencanaan

b)

Mitigasi bencana melalui pengurangan paparan risiko

c)

Pengabaian informasi risiko

d)

Meningkatkan kerentanan masyarakat

e)

Meningkatkan dampak bencana

73.

Simulasi bencana yang dilakukan secara berkala bertujuan untuk ...

a)

Menambah kebingungan saat bencana terjadi

b)

Meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi masyarakat

c)

Menunda proses evakuasi

d)

Mengurangi keterlibatan pemerintah

e)

Menyebarkan informasi yang salah

74.

Mitigasi bencana sering kali melibatkan penggunaan teknologi sensor untuk ...

a)

Mendeteksi perubahan lingkungan dan kondisi cuaca

b)

Menunda respon bencana

c)

Menyebarkan informasi yang tidak akurat

d)

Meningkatkan risiko bencana

e)

Mengabaikan data ilmiah

75.

Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mitigasi bencana penting karena ...

a)

Mengurangi efektivitas respon bencana

b)

Menjamin koordinasi yang lebih baik dalam penanganan risiko

c)

Menambah birokrasi tanpa manfaat

d)

Mengabaikan peran masyarakat

e)

Meningkatkan isolasi antar lembaga

76.

Edukasi mengenai mitigasi bencana di sekolah-sekolah bertujuan untuk ...

a)

Mengabaikan pentingnya kesiapsiagaan

b)

Meningkatkan kesadaran sejak usia dini

c)

Menambah beban kurikulum tanpa manfaat

d)

Mengurangi partisipasi siswa dalam kegiatan sosial

e)

Menunda proses pendidikan

77.

Penggunaan media sosial dalam mitigasi bencana dapat ...

a)

Menyebarkan informasi yang akurat secara cepat

b)

Menambah berita palsu tanpa verifikasi

c)

Mengabaikan peringatan dari otoritas

d)

Menunda respon masyarakat

e)

Meningkatkan kekacauan informasi

78.

Upaya mitigasi bencana melalui reklamasi lahan bertujuan untuk ...

a)

Meningkatkan risiko bencana banjir

b)

Mengurangi dampak bencana dengan memulihkan fungsi lahan

c)

Menambah beban infrastruktur

d)

Mengabaikan perencanaan tata ruang

e)

Menunda pembangunan infrastruktur

79.

Penanaman pohon di daerah lereng gunung merupakan tindakan mitigasi untuk ...

a)

Meningkatkan erosi tanah

b)

Menstabilkan lereng dan mengurangi risiko longsor

c)

Mengabaikan kondisi cuaca

d)

Menambah kepadatan penduduk

e)

Mempercepat proses penggundulan hutan

80.

Mitigasi bencana di sektor kesehatan dapat melibatkan ...

a)

Pengabaian protokol kesehatan

b)

Penyediaan fasilitas kesehatan darurat

c)

Menunda perawatan pasien

d)

Meningkatkan risiko penyebaran penyakit

e)

Mengurangi kesiapsiagaan tenaga medis

81.

Pengembangan sistem peringatan dini bencana berbasis teknologi modern dilakukan untuk ...

a)

Menunda deteksi bencana

b)

Meningkatkan kecepatan dan akurasi pemberian peringatan

c)

Mengabaikan data meteorologi

d)

Menambah birokrasi dalam penanganan bencana

e)

Mengurangi partisipasi masyarakat

82.

Kebijakan zonasi wilayah dalam mitigasi bencana berfungsi untuk ...

a)

Menentukan area rawan bencana dan menghindarinya dalam pembangunan

b)

Meningkatkan kepadatan penduduk di area berisiko

c)

Mengabaikan perencanaan tata ruang

d)

Mempercepat proses pembangunan tanpa analisis risiko

e)

Menunda pembangunan infrastruktur penting

83.

Pelatihan evakuasi yang rutin bagi masyarakat dilakukan untuk ...

a)

Mengurangi ketidakpastian saat bencana terjadi

b)

Meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi masyarakat

c)

Menunda respon bencana

d)

Mengurangi koordinasi antara warga

e)

Mengabaikan peringatan dari otoritas

84.

Mitigasi bencana dapat dilakukan melalui penataan ruang dengan cara ...

a)

Menempatkan fasilitas umum di daerah rawan bencana

b)

Mengembangkan kawasan hijau yang dapat mengurangi risiko banjir

c)

Menunda perencanaan tata ruang

d)

Mengabaikan data risiko bencana

e)

Menambah pemukiman di zona bahaya

85.

Pembuatan peta risiko bencana adalah langkah penting dalam mitigasi karena ...

a)

Mengabaikan data lingkungan

b)

Membantu menentukan prioritas tindakan mitigasi

c)

Menambah kompleksitas dalam perencanaan

d)

Mengurangi efisiensi respons bencana

e)

Menunda peringatan dini

86.

Mitigasi bencana melalui perbaikan sistem drainase bertujuan untuk ...

a)

Menyebabkan banjir yang lebih parah

b)

Mengalirkan air hujan dengan baik dan mencegah genangan

c)

Menambah risiko erosi

d)

Menunda respon

87.

ncana melalui perbaikan sistem drainase bertujuan untuk ...

a)

Menyebabkan banjir yang lebih parah

b)

Mengalirkan air hujan dengan baik dan mencegah genangan

c)

Menambah risiko erosi

d)

Menunda respon darurat

e)

Mengabaikan peringatan cuaca

88.

Penerapan teknologi drone dalam mitigasi bencana digunakan untuk ...

a)

Mengabaikan pemantauan wilayah bencana

b)

Melakukan survei dan pemantauan daerah yang terkena risiko bencana

c)

Menambah waktu respon bencana

d)

Mengganggu proses evakuasi

e)

Menyebarkan informasi yang salah

89.

Mitigasi bencana di sektor pendidikan dapat dilakukan dengan ...

a)

Mengabaikan materi kesiapsiagaan bencana di kurikulum

b)

Menyisipkan materi mitigasi dan kesiapsiagaan dalam pelajaran

c)

Menunda pelatihan untuk guru dan siswa

d)

Menambah beban kurikulum tanpa relevansi

e)

Mengurangi kerjasama antara sekolah dan lembaga bencana

90.

Pengembangan pusat informasi bencana bertujuan untuk ...

a)

Menyebarkan berita tidak terverifikasi

b)

Menyediakan data dan informasi terkini mengenai risiko bencana

c)

Menghambat akses informasi masyarakat

d)

Menambah kebingungan saat bencana

e)

Menunda respon bencana

91.

Mitigasi bencana di tingkat lokal sering kali melibatkan peran ...

a)

Hanya pemerintah pusat

b)

Badan penanggulangan bencana daerah dan komunitas

c)

Lembaga internasional tanpa partisipasi lokal

d)

Hanya sektor swasta

e)

Mengabaikan peran masyarakat

92.

Salah satu upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan oleh individu adalah ...

a)

Mengabaikan informasi peringatan

b)

Menyusun rencana evakuasi keluarga

c)

Menunda pembaruan informasi bencana

d)

Mengandalkan pihak lain tanpa persiapan

e)

Mengabaikan pelatihan kesiapsiagaan

93.

Evaluasi dan pembaruan rencana mitigasi bencana dilakukan untuk ...

a)

Menetapkan rencana yang tidak relevan

b)

Menyesuaikan strategi dengan perubahan kondisi dan risiko terbaru

c)

Menambah birokrasi tanpa hasil

d)

Mengabaikan feedback dari masyarakat

e)

Menunda respon saat bencana terjadi

94.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mitigasi bencana bertujuan untuk ...

a)

Menambah kesalahan dalam penanganan bencana

b)

Meningkatkan keahlian dan kesiapsiagaan petugas dan masyarakat

c)

Menunda respon darurat

d)

Mengabaikan pelatihan teknis

e)

Menambah beban administrasi tanpa manfaat

95.

Mitigasi bencana melalui perbaikan sistem komunikasi darurat penting untuk ...

a)

Menambah waktu respon bencana

b)

Mempercepat koordinasi antar tim penanggulangan

c)

Mengabaikan data situasi lapangan

d)

Menambah kebingungan dalam operasi

e)

M

96.

Salah satu indikator keberhasilan mitigasi bencana adalah ...

a)

Tingginya jumlah korban saat bencana terjadi

b)

Berkurangnya dampak negatif dan kerugian akibat bencana

c)

Meningkatnya kekacauan saat evakuasi

d)

Mengabaikan peringatan dini

e)

Menunda pemulihan ekonomi

97.

Mitigasi bencana juga mencakup perbaikan lingkungan hidup melalui ...

a)

Pengabaian konservasi alam

b)

Reboisasi dan restorasi ekosistem

c)

Penebangan liar hutan

d)

Pencemaran sungai dan danau

e)

Meningkatkan deforestasi

98.

Mitigasi bencana harus dilakukan secara berkelanjutan karena ...

a)

Bencana hanya terjadi sekali dalam setahun

b)

Risiko bencana dapat berubah seiring waktu dan kondisi

c)

Tidak ada manfaat jangka panjang dari mitigasi

d)

Upaya mitigasi hanya diperlukan setelah bencana terjadi

e)

Bencana dapat dihindari dengan mudah tanpa upaya berkelanjutan

99.

Penggunaan simulasi komputer dalam perencanaan mitigasi bencana bertujuan untuk ...

a)

Mengabaikan data historis bencana

b)

Memprediksi dampak dan merancang strategi penanganan

c)

Menambah risiko bencana secara tidak terduga

d)

Menghambat proses pengambilan keputusan

e)

Menunda respon bencana secara signifikan

100.

Peran pemerintah dalam mitigasi bencana meliputi ...

a)

Hanya memberikan bantuan setelah bencana terjadi

b)

Merancang dan menerapkan kebijakan, regulasi, serta program mitigasi

c)

Mengabaikan informasi dari masyarakat

d)

Menunda pembaruan data risiko

e)

Meningkatkan ketergantungan pada bantuan luar negeri