BARU
Ukuran huruf
Lembar kerjaAsessment Arsitektur Tanggap Bencana
Total soal: 20
Worksheet time: 8mins
01. Berikut merupakan sejumlah definisi tentang Bencana dari berbagai literatur, KECUALI:
Peristiwa yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis
Peristiwa pergeseran tektonik, aktivitas lunar, deforestasi, erosi tanah, tekanan udara, arus laut, polusi, dan pemanasan global
Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia
Sesuatu yang menyebabkan atau menimbulkan kesusahan, kerugian atau penderitaan
02. Berikut merupakan jenis bencana (bencana alam dan bencana non alam), KECUALI:
Geological hazards
Hydrometeorological hazards
Technoecological hazards
Environmental degradation
03. Apa yang dimaksud dengan "ketahanan" (resilience) dalam konteks Arsitektur Tanggap Bencana?
Kemampuan bangunan untuk menahan beban vertikal dan horizontal sehingga dapat meminimalisir kerusakan akibat bencana
Kemampuan bangunan atau komunitas untuk mencegah kerusakan dan pulih dari kerusakan akibat bencana.
Kemampuan bangunan untuk beradaptasi dengan kejadian bencana.
Kemampuan bangunan untuk dapat bertahan pada saat terjadi bencana.
04. Berikut merupakan dampak dari penggundulan hutan, KECUALI..
Peningkatan kebakaran hutan akibat peningkatan suhu udara
Penggundulan hutan mengurangi tingkat siklus air di udara
Penggundulan hutan meningkatkan hilangnya keanekaragaman hayati
Penggundulan hutan meningkatkan gas CO2 di udara
05. Bencana apa yang menyebabkan bangunan berikut mengalami kerusakan sedemikian rupa?
Angin Topan
Gempa
Kebakaran
Tsunami
06. Dalam mengatasi bencana yang terjadi, aspek ketahanan fisik apa yang utamakan dalam desain bangunan pada gambar?
Shape and Form
Flood Resistance
Elevating Structure
Waterproofing and drainage
07. Bentuk bangunan pada gambar tanggap terhadap bencana pada kawasan tersebut, mengapa demikian?
Bangunan lebih mudah dibongkar sehingga memudahkan proses rehabilitasi
Meminimalkan gaya angkat angin dan dampak puing-puing
Lebih murah dan mudah dibangun sehingga mempercepat rekonstruksi pasca bencana
Tapak terbangun lebih minimal sehingga mengurangi tingkat kerusakan
08. Apa aspek ketahanan sosial dan komunitas dalam desain Arsitektur Tanggap Bencana?
Inclusive design
Economically Sensitive Design
Mixed-use Space
Shared and Multi-use Space
09. Social and community resilience sangat penting dalam Post-Disaster Planning, mengapa demikian?
Agar mempercepat proses perbaikan dan rekonstruksi setelah bencana.
Agar mengurangi risiko bencana di masa depan sehingga proses pemulihan tidak terlampau sulit
Agar dapat mengakomodasi kearifan lokal yang ada sehingga lebih diterima oleh komunitas
Agar dapat meningkatkan dukungan sosial dan resource sharing
10. Dalam konteks arsitektur tanggap bencana, apa langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak kenaikan permukaan air laut terhadap bangunan dan infrastruktur di daerah pesisir?
Menggunakan material bangunan anti-air dan merancang fondasi lebih tinggi untuk menghindari genangan.
Membangun tanggul dan infrastruktur beton untuk menahan gelombang laut serta mencegah abrasi secara langsung.
Mengintegrasikan pendekatan berbasis alam seperti restorasi mangrove dan pemanfaatan material ramah lingkungan yang dapat beradaptasi dengan perubahan iklim.
Meningkatkan kapasitas sistem drainase kota tanpa perlu mengubah desain bangunan yang sudah ada.
11. Menurut UNDRR, apakah definisi dari "hazard" dalam konteks bencana?
Fenomena alam atau buatan yang menyebabkan kerusakan infrastruktur kritis dan gangguan fungsi ekosistem dalam skala luas.
Proses atau aktivitas manusia yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap dampak buruk bencana dan memperburuk ketidaksetaraan sosial.
Proses, fenomena, atau aktivitas manusia yang berpotensi menyebabkan kerugian jiwa, kerusakan properti, gangguan sosial-ekonomi, atau degradasi lingkungan dalam jangka pendek maupun panjang.
Kapasitas adaptif suatu organisasi dalam menghadapi bencana yang terus berubah seiring waktu dan dipengaruhi oleh faktor eksternal.
12. Dalam konteks arsitektur tanggap bencana, mengapa penting untuk memahami hubungan antara "hazard", "exposure", "vulnerability", dan "capacity"?
Untuk membangun bangunan tahan gempa.
Untuk merencanakan evakuasi yang efektif.
Untuk mengembangkan strategi mitigasi bencana yang komprehensif.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana.
13. Karakteristik "hazard event" dapat diidentifikasi dari variabel dibawah ini KECUALI?
capacity, duration, timing, hazard
duration, magnitude, location, and timing.
duration, location, slow onset, sudden onset
exposure, vulnerability, capacity
14. Dari total 8 kelompok Hazard yang telah diidentifikasi berdasarkan karakteristiknya berikut, ada berapa total jumlah hazard yang ada?
320
302
203
230
15. Mengapa arsitek perlu mempertimbangkan risiko extraterrestrial hazards dalam desain infrastruktur?
Karena dampak gelombang elektromagnetik dari badai matahari dapat merusak sistem kelistrikan dan komunikasi
Untuk memastikan bahwa bangunan bisa bertahan dari tabrakan langsung asteroid
Karena ancaman extraterrestrial lebih berbahaya dibandingkan gempa bumi
Untuk memastikan bahwa manusia bisa tetap tinggal jika terjadi bencana besar
16. Salah satu ancaman utama dari badai matahari (solar flare) adalah...
Meningkatnya aktivitas vulkanik di bumi
Gangguan komunikasi satelit dan transmisi listrik
Percepatan rotasi bumi
Terjadinya tsunami besar di lautan
17. Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan contoh bahaya Meteorologi dan Hidrologi?
Siklon Tropis
Kekeringan
Badai Matahari
Gelombang Panas
18. Geohazard yang terjadi akibat pergerakan permukaan atau dekat permukaan bumi disebut...
Seismogenic hazards
Shallow geohazards
Volcanogenic geohazards
Ground geohazards
19. Dalam environmental hazard, mengapa degradasi lingkungan sulit dideteksi dalam kehidupan sehari-hari?
Karena prosesnya sangat cepat dan langsung terlihat.
Karena prosesnya sangat lambat dan bertahap.
Karena tidak ada data yang tersedia untuk memantau degradasi.
Karena hanya terjadi di daerah yang sulit diamati.
20. Mengapa arsitek harus mempertimbangkan risiko biological hazards dalam perancangan bangunan?
Karena biological hazards dapat menyebabkan perubahan struktur material yang signifikan dalam jangka panjang, mengganggu integritas bangunan.
Karena biological hazards dapat mempengaruhi sistem utilitas bangunan, seperti ventilasi dan air bersih, sehingga menciptakan kondisi tidak sehat.
Karena biological hazards dapat meningkatkan risiko kebakaran dan ledakan akibat akumulasi gas metana atau produksi bahan mudah terbakar oleh mikroorganisme.
Karena biological hazards dapat menyebabkan penurunan nilai properti dan kesulitan dalam pemasaran bangunan akibat persepsi negatif publik terhadap risiko kesehatan.
