NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL CERPEN
Total questions: 45
Worksheet time: 26mins
Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek
tema
tokoh
amanat
latar budaya pengarang
Pelaku dalam sebuah cerita biasanya dikenal sebagai
Penokohan
tokoh
artis
figuran
Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
sudut pandang orang pertama
sudut pandnag orang kedua
sudut pandang orang jamak
sudut pandang orang tunggal
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar. Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapanku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.
sudut pandang kutipan cerita di atas adalah
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga sebagai pelaku serba tahu
Kemudian, ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan. Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh. Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan. Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika merebutnya atau menerimanya dari orang lain. Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya. Dan kenyataan adalah di mana berada. Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiannya. (Hujan, Yeni Puspita)
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerita di atas adalah
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelasku sampingan
orang ketiga sebagai pengamat
orang ketiga serba tahu
”Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan semena-mena. Tidaklah sepatutnya hal itu kulaporkan?”
”Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara.”
(Gerhana, Muhammad Ali)
Unsur intrinsik yang paling dominan dalam cerita di atas adalah
latar
tokoh
alur
amanat
Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.
Gaya bahasa (majas) yang tercetak miring pada kutipan cerita pendek di atas adalah ....
ironi
metafora
personifikasi
litotes
Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bambu itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.
Gaya bahasa (majas) dalam kutipan cerita di atas adalah ....
personifikasi
metafora
hiperbola
litotes
Kutipan: "Di tengah hutan belantara yang sunyi, seorang pemuda bernama Arya tersesat. Ia berjalan tanpa tujuan, berharap bisa menemukan jalan keluar." Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan di atas adalah...
Tema persahabatan
Latar tempat
Tokoh antagonis
Sudut pandang orang ketiga serba tahu
Alur maju
Kutipan: "Hatiku hancur berkeping-keping saat mendengar kabar kepergiannya. Rasanya dunia ini gelap gulita tanpa dirinya." Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan di atas adalah...
Orang Kedua
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga terbatas
Objektif
"Rina selalu merasa berbeda dengan teman-temannya. Ia lebih suka membaca buku daripada bermain. Sifatnya yang pendiam sering membuatnya merasa kesepian." Unsur intrinsik yang ditonjolkan dalam kutipan di atas adalah...
Tema persahabatan
Tokoh dan penokohan
Alur maju
Sudut pandang orang ketiga
Latar waktu
"Di tengah malam yang sunyi, angin berhembus kencang mengguncang jendela kamar. Bayangan aneh terlihat di balik tirai, membuat hatiku berdebar kencang." Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam kutipan di atas adalah...
Tema perjuangan
Tokoh antagonis
latar waktu, tempat, dan suasana
Alur mundur
Sudut pandang orang ketiga serba tahu
"Aku berjalan menyusuri pantai yang sepi, menikmati deburan ombak dan hembusan angin laut. Rasa tenang menyelimuti hatiku." Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan ini adalah...
Amanat
Tema persaingan
Tokoh antagonis
Alur campuran
Latar tempat
"Hidup ini penuh dengan perjuangan. Kita harus terus berusaha dan tidak mudah menyerah." kutipan di atas merupakan . . .
Tokoh
Penokohan
Amanat
Alur
latar
"Ia adalah seorang pemuda yang sederhana dan baik hati. Selalu siap membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan." Unsur intrinsik yang sedang dibahas dalam kutipan ini adalah...
Alur mundur
Tema
Sudut Pandang
Penokohan
Gaya Bahasa
Kutipan: "Seekor semut kecil berhasil membawa beban yang jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya. Ia tidak pernah menyerah meskipun jalan yang dilaluinya sangat sulit."
Amanat yang paling tepat dari kutipan di atas adalah...
Persahabatan itu penting
Kita harus saling membantu
Keberanian adalah kunci keberhasilan
Kita harus selalu rendah hati
Jangan pernah menyerah untuk meraih kesuksesan
Kutipan: "Meskipun berasal dari keluarga yang berbeda, mereka tetap bersahabat. Mereka saling melengkapi dan mendukung satu sama lain."
Amanat yang terkandung dalam kutipan di atas adalah...
Pentingnya pendidikan
Kejujuran itu mahal
Persahabatan tidak mengenal batas
Kita harus menghargai waktu
Kita harus menjaga kebersihan lingkungan
Manakah dari contoh berikut yang paling mungkin menggunakan alur campuran?
Sebuah cerita tentang seorang anak yang tumbuh dewasa.
Sebuah cerita tentang dongeng anak-anak.
Sebuah cerita tentang pertandingan sepak bola.
Sebuah cerita detektif yang mengungkapkan misteri melalui kilas balik
Sebuah cerita tentang perjalanan sehari-hari.
Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya. Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
Sombong
Rendah hati
Bijaksana
Tabah
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang ketiga serbatahu
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.
Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …
alur maju
alur mundur
alur campuran
alur ganda dan maju
Kami masih mengitari meja makan, ketika Ayah menyampaikan bahwansebentar lagi, aku akan bisa melihat. Melihat dengan cara yang sama, persisi seperti Ayah dan Ibu melihat. Seperti Lukas dan Elis melihat.
Latar tempat yang tampak dalam kutipat cerpen di atas adalah ….
Ruang makan
Ruang tamu
Ruang tidur
Teras rumah
Namun benar kata orang, cobaan selalu menimpa siapa saja. Di pasar jualannya terkena gusur. Ia termaksud pedagang kaki lima yang terkena penertiban. Tubuhnya lemas, istrinya pun cemas. “ Apa perlu dikeroki?” Hibur istrinya. Ia mengangguk lunglai. “ Pedagang-pedagang lain mampu menyewa kios, tetapi kita ?
Latar suasana pada kutipan cerpen di atas adalah ...
Lelah
Sedih
Bahagia
Bimbang
Ayah dan ibu ku adalah dua kepribadian yang sangat berlawanan. Ayah ku seorang yang tergila-gila pada pekerjaannya, sehingga tidak pernah sempat memikirkan kami. Aku dan ayahku selalu berselisih paham. Ibu ku adalah orang yang sangat ramah kepada siapa saja. Ia mudah sekali tersenyum dan dengan senang hati meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah ku.
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ..
Watak tokoh
Amanat
Alur
Latar
Udara danau Menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.
Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
Personifikasi
Hiperbola
Metafora
Simile
Pemakaian tanda baca yang benar terdapat pada kalimat....
Sahlan, mengucapkan terima kasih atas bantuan Putut.
Semua peserta yang tidak membawa kartu peserta, harus melaporkan diri kepada panitia
F. Ratulangi tinggal di Jalan Mawar 5, Pati, Jawa Tengah.
. Ia harus pulang sekarang, karena sakit.
Sahabat saya Amin tinggal di Manokwari
Kesalahan penulisan huruf kapital terdapat dalam kalimat....
Ibu membeli pisang Ambon di pasar.
Bibiku sikapnya kebelanda-belandaan.
Pekerjaan itu dapat Anda lakukan setiap saat.
Kapal itu berlayar menyeberang Selat Sunda.
Apakah Saudara membaca harian Kompas?
Penulisan huruf kapital yang sesuai terdapat dalam kalimat...
Semua saudaranya tinggal di Kampung, kecuali saudara Hamid
Menurut statistik, bahasa daerah yang paling banyak pemakainya adalah Bahasa Jawa
Anak itu memanggil ”Bu,Bu di mana Ibu?”.
Antara pulau Jawa dan pulau Madura terletak Selat Madura.
Tahun ini banyak orang kampung saya yang naik Haji.
Penulisan yang benar terdapat pada kata berikut ....
hakikat, izin, konkret
apotik, sistem, analisa
juang, metode, nasehat
khotbah, karir, kaidah
varietas, teoritis, rizki
Kalimat yang mengandung kesalahan ejaan adalah....
Siapakah gubernur yang baru dilantik?
B. Kemarin Brigadir Jendral Abimanyu dilantik menjadi mayor jendral.
Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
Gubernur Irian Jaya baru saja menghadap Presiden.
Surat Saudara sudah saya terima.
Kesalahan penggunaan tanda hubung terdapat pada kalimat ....
Atas rahmat dan anugrah-Nya kita dapat berkumpul di sini tanpa halangan apapun.
Beberapa hari yang lalu siswa-siswi SMA Budi Luhur mengadakan bakti sosial
Kami akan menghadiri pergelaran kesenian daerah yang diadakan pada 10-11 November 2019.
Lomba paduan suara yang diikuti beberapa sekolah se-Yogyakarta akan berlangsung selama dua hari.
Acara perayaan ulang tahun yang ke-17 dirayakan dengan penuh kebahagiaan.
Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang. Segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baaru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa memesona semua orang yang melihatnya.
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....
orang pertama pelaku utama
orang kedua
orang pertama dan orang ketiga
orang ketiga pengamat
orang ketiga serba tahu
Pak Balam menutup matanya kembali, dan dia terbaring demikian letih telah berbicara begitu banyak. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masing-masing. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat sekali dalam hati mereka. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung, meninggalkan hutan dengan harimau maut jauh-jauh di belakang. Akan tetapi, mengakui dosa-dosa di depan kawan semua.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ...
orang ketiga pengamat
orang ketiga serba tahu
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua
Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pelayat sudah pulang. Sementara aku masih duduk sambil sesekali menyeka air mata. Ibu yang selama ini paling aku hormati dan sayangi tadi malam telah menghadap Sang Pencipta.
Latar suasana yang tergambar pada kutipan cerita tersebut adalah ….
haru
kecewa
sedih
khawatir
marah
Tiga hari sesudah itu, pada suatu pagi, Bagaskara memancarkan cahayanya bagaikan membasuh puncak Gunung Agung dengan Cut Emas, di alun-alun negara Gelgel telah penuh sesak orang. Mereka ingin menyaksikan para Arya berangkat dati kerajaan Gelgel yang oleh Sribaginda Bhatar Dalem dikirimkan ke negara Belambangan untuk membantu memecahkan kepungan Senopati dari Mataram.
Latar tempat kutipan cerpen di atas adalah ....
Mataram
Kerajaan Gelgel
Alun-alun negara Gelgel
puncak Gunung Agung
negara Belambangan
Bacalah teks berikut!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ....
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama dan ketiga
Orang ketiga serbatahu
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah ....
Percaya diri
rajin berusaha
Sombong
Mudah menyesuaikan diri
Mudah dipengaruhi
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ...
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang.
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain
Penggambaran watak seorang tokoh yang dilakukan oleh pengarang melalui perantara yaitu komentar atau tanggapan tokoh lain terhadap seorang tokoh merupakan penggambaran tokoh melalui ….
pikiran-pikiran tokoh
dialog antartokoh
penggambaran watak tokoh secara langsung
lingkungan sekitar tokoh
tanggapan tokoh lain
Bacalah teks berikut!
Mungkin karena saya masih diam dan bermuka tak damai, kembali si pengemis dengan mimik yang meyakinkan menadahkan tangan.“Tolonglah beri makan sedikit saja Tuan. Dari kemarin saya belum makan, Lapar Tuan…”Terdorong oleh perasaan kemanusiaan yang sama-sama punya hak atas hasil bumi nusantara ini, saya berdiri. Lalu sepotong roti tawar saya comot dari piring. Lantas roti itu saya lemparkan kepadanya. Pas jatuh di lantai dekat kakinya
Penggambaran watak tokoh aku yang tidak santun adalah melalui .....
dialog antartokoh
penceritaan tokoh lain
penyebutan langsung
tindakan tokoh
lingkungan
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari berpendar
Ketika kerumunan tidak bersama
Mentari bersinar
Mentari di sebelah barat
Pemakaian tanda baca yang benar terdapat pada kalimat....
Sahlan, mengucapkan terima kasih atas bantuan Putut.
Semua peserta yang tidak membawa kartu peserta, harus melaporkan diri kepada panitia
F. Ratulangi tinggal di Jalan Mawar 5, Pati, Jawa Tengah.
. Ia harus pulang sekarang, karena sakit.
Sahabat saya Amin tinggal di Manokwari
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cantik. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor...
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
