NEW
Font size
WorksheetsPAS GENAP PISTON ENGINE
Total questions: 30
Worksheet time: 29mins
Berikut merupakan jenis pesawat komersial berpenumpang berdasarkan ukurannya yang menggunakan jenis propulsi reciprocating engine atau piston engine …
Wide Body
Narrow Body
Light Body
Wide Body dan Narrow Body
Narrow Body dan Light Body
Berikut merupakan jenis bahan bakar (fuel) yang digunakan oleh piston engine…
Avtur
Solar
Avgas
Perhatikan gambar dibawah ini, tentukan gambar cut off piston engine ...
Berikut merupakan karakteristik dari piston engine . . .
Proses kerja hingga proses pembakaran dikerjakan dalam satu ruang
Kecepatan pesawat tinggi
Efisiensi tinggi pada high altitude
enggunakan bahan bakar AVTUR
Menggunakan bahan bakar AVTUR
Berikut ini merupakan pencipta mesin yang bekerja berdasarkan prinsip pengoperasian mesin dengan memasukkan campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder yang
kemudian dikompresi oleh piston . . .
Newton
Morse
Copernicus
Christopher Columbus
Otto
Perhatikan prinsip kerja piston engine 4 langkah dibawah ini, tentukan prinsip kerja secara berurutan . . .
expansion work-suction-compression-buang
suction-expansion work-buang-compression
suction-expansion work-compression-buang
expansion work-compression-suction-buang
suction-compression-expansion work-buang
Tentukan prinsip kerja dari piston engine 2 langkah . . .
Dalam 2 kali proses pembakaran
atau usaha terdiri dari 2 langkah piston menghasilkan 1 putaran poros engkol
(crankshaft)
Dalam 1 kali proses pembakaran
atau usaha terdiri dari 2 langkah piston menghasilkan 2 putaran poros engkol
(crankshaft)
Dalam 1 kali proses pembakaran
atau usaha terdiri dari 1 langkah piston menghasilkan 1 putaran poros engkol
(crankshaft)
Dalam 2 kali proses pembakaran
atau usaha terdiri dari 2 langkah piston menghasilkan 2 putaran poros engkol
(crankshaft)
Dalam 1 kali proses pembakaran
atau usaha terdiri dari 2 langkah piston menghasilkan 1 putaran poros engkol
(crankshaft)
Tentukan tipe piston engine berdasarkan posisi silinder terhadap crankshaft !
outline (tipe satu garis), V-Type (tipe V),
Radial Type (tipe radial), dan Opposed Type (tipe berlawanan)
Inline (tipe satu garis), V-Type (tipe V),
Radial Type (tipe radial), dan Opposed Type (tipe berlawanan)
Inline (tipe satu garis), S-Type (tipe S),
Radial Type (tipe radial), dan Opposed Type (tipe berlawanan)
outline (tipe satu garis), S-Type (tipe V),
Radial Type (tipe radial), dan Opposed Type (tipe berlawanan)
Inline (tipe satu garis), V-Type (tipe V),
Radial Type (tipe radial), dan Opposed Type (tipe searah)
Perhatikan gambar berikut ini, tentukan jenis piston engine yang sesuai dengan gambar!
S-Type Engine
V-Type Engine
outline (satu garis)
inline (satu garis)
Opposed Type
Perhatikan gambar berikut ini, tentukan jenis piston engine yang sesuai dengan gambar!
S-Type Engine
V-Type Engine
outline (satu garis)
inline (satu garis)
Opposed Type
Perhatikan gambar berikut ini, tentukan jenis piston engine yang sesuai dengan gambar !
S-Type Engine
V-Type Engine
Outline (satu garis)
Inline (satu garis)
Opposed Type
Perhatikan gambar piston engine berikut ini, tentukan bagian connecting road !
R
P
S
V
C
Perhatikan gambar piston engine berikut ini, tentukan bagian piston !
R
P
S
V
C
Perhatikan gambar piston engine berikut ini, tentukan bagian valve !
R
P
S
V
C
Berikut merupakan fungsi dari crankcase pada piston engine . . .
Membuka tutup katup isap dan katup
buang
Mentransfer gerak
yang dihasilkan piston dan connecting rod (stang seher) menjadi gerakan
putar
Menahan agar gas pembakaran tidak bocor masuk ke rumah
engkol
Penghubung antara piston dengan poros
engkol
Tempat dudukan (mounting) ke airframe.
Berikut merupakan fungsi dari ring piston pada piston engine . . .
Membuka tutup katup isap dan katup
buang
Mentransfer gerak
yang dihasilkan piston dan connecting rod (stang seher) menjadi gerakan
putar
Menahan agar gas pembakaran tidak bocor masuk ke rumah
engkol
Penghubung antara piston dengan poros
engkol
Tempat dudukan (mounting) ke airframe.
Berikut merupakan fungsi dari camshaft pada piston engine . . .
Membuka tutup katup isap dan katup
buang
Mentransfer gerak
yang dihasilkan piston dan connecting rod (stang seher) menjadi gerakan
putar
Menahan agar gas pembakaran tidak bocor masuk ke rumah
engkol
Penghubung antara piston dengan poros
engkol
Tempat dudukan (mounting) ke airframe.
Hasil ledakan yang sangat besar dari proses pembakaran menyebabkan
piston terpental ke bawah sampai ke titik BDC (Bottom Dead Center)., tentukan langkah kerja piston engine yang sesuai dengan pernyataan tersebut !
Compression stroke
Intake stroke
Ignition process
Power Stroke
Exhaust Stroke
Firing order engine adalah urutan saat peristiwa terjadinya power atau
pembakaran di silinder yang berbeda, tentukan firing order yang memiliki 6 silinder pada inline engine !
1-4-5-2-3-6
1-5-3-6-2-4
1-4-2-3
1-3-2-4
1-3-5-2-4
Firing order engine adalah urutan saat peristiwa terjadinya power atau
pembakaran di silinder yang berbeda, tentukan firing order jenis opposed engine yang memiliki 6 silinder !
1-4-5-2-3-6
1-5-3-6-2-4
1-4-2-3
1-3-2-4
1-3-5-2-4
Saat
proses pembakaran berlangsung dalam sistem piston engine, tentukan bagai mana posisi dari intake valve dan exhaust valve !
intake valve tertutup dan exhaust valve terbuka
intake valve terbuka dan exhaust valve tertutup
intake valve dan exhaust valve terbuka
intake valve dan exhaust valve tertutup
intake valve dan exhaust valve ikut terbakar
Firing order akan diawali oleh semua silinder
bernomor ganjil secara berurutan, selanjutnya baru pada silinder
bernomor genap secara berurutan, pernyataan tersebut merupakan firing order pada . . .
Radial Single Row
Opposed
Radial Double Row
Inline
Inline Radial
Firing order diatur dengan firing impuls yang terjadi dalam silinder yang
diposisikan satu baris dan dilanjutkan silinder di baris lain., pernyataan tersebut merupakan firing order pada . . .
Radial Single Row
Opposed
Radial Double Row
Inline
Inline Radial
Perhatikan gambar berikut ini, tentukan jenis piston engine tersebut !
Radial Single Row
Opposed
Radial Double Row
Inline
Inline Radial
Perhatikan gambar berikut ini, tentukan jenis piston engine tersebut !
Radial Single Row
Opposed
Radial Double Row
Inline
Inline Radial
1-3-5-7-2-4-6 merupakan firing order dari radial single row , tentukan berapa silinder yang dimiliki oleh engine tipe ini !
1
7
10
14
28
Perhatikan gambar berikut, tentukan nama bagian piston engine tersebut !
Poros Engkol (Crankshaft)
Crankcase
Camshaft
Blok Silinder
Piston
Perhatikan gambar berikut, tentukan nama bagian piston engine tersebut !
Poros Engkol (Crankshaft)
Crankcase
Camshaft
Blok Silinder
Piston
Perhatikan gambar berikut, tentukan nama bagian piston engine tersebut !
Poros Engkol (Crankshaft)
Crankcase
Camshaft
Blok Silinder
Piston
Firing order untuk opposed engine dengan 6 silinder adalah
1-4-5-2-3-6
2-4-5-1-3-6
5-4-1-2-3-6
3-4-5-2-1-6
2-6-5-1-3-4
