WorksheetsFKT 1
Total questions: 48
Worksheet time: 24mins
Seorang pasien laki-laki, 30 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang memburuk dalam 2 jam terakhir. Riwayat asma sejak kecil, dan saat ini tidak menggunakan obat pengendali secara rutin. Pemeriksaan fisik menunjukkan wheezing ekspirasi, RR 28x/menit, dan saturasi oksigen 94%. Dokter memutuskan memberikan bronkodilator kerja cepat. Apa obat yang paling sesuai untuk diberikan kepada pasien?
Ipratropium bromida inhalasi
Salbutamol inhalasi
Montelukast tablet
Fluticasone inhalasi
Prednisolon tablet
Seorang wanita 45 tahun mengalami gejala asma hampir setiap hari dan sering terbangun di malam hari akibat sesak. Ia menggunakan salbutamol inhalasi lebih dari 4 kali per minggu. Dokter memutuskan menambahkan terapi kontrol untuk mengurangi eksaserbasi asma. Apa obat yang paling sesuai untuk pasien?
Salmeterol inhalasi
Budesonide inhalasi
Ipratropium bromida inhalasi
Aminofilin tablet
Salbutamol sirup
Seorang pasien diberikan nebulisasi salbutamol untuk mengatasi serangan asma. Setelah terapi, pasien mengeluhkan tremor dan jantung berdebar-debar. Efek samping ini terjadi akibat?
Stimulasi reseptor beta-2 di jantung
Inhibisi reseptor alfa-adrenergik
Aktivasi reseptor muskarinik di paru-paru
Peningkatan kadar leukotrien
Depresi sistem saraf pusat
Seorang pasien asma persisten sedang menggunakan kombinasi formoterol dan budesonide dalam satu inhaler. Apa tujuan kombinasi tersebut?
Mengurangi efek samping beta-2 agonis
Mencegah eksaserbasi dengan mengendalikan inflamasi
Menggantikan kebutuhan SABA
Mengurangi efek kortikosteroid sistemik
Mengurangi ketergantungan pasien terhadap steroid inhalasi
Dokter meresepkan salmeterol inhalasi untuk pasien asma dengan gejala harian. Apa perbedaan utama antara salmeterol dan salbutamol?
Salmeterol lebih cepat bekerja dibandingkan salbutamol
Salmeterol digunakan sebagai terapi serangan akut
Salmeterol memiliki durasi kerja lebih panjang daripada salbutamol
Salmeterol memiliki efek samping lebih sedikit dibandingkan salbutamol
Salmeterol lebih cocok untuk anak-anak dibandingkan salbutamol
Seorang pasien anak-anak dengan asma persisten ringan mengalami gejala terutama saat malam hari. Dokter meresepkan montelukast. Mekanisme kerja montelukast adalah?
Inhibitor reseptor beta-2
Antagonis reseptor leukotriene
Inhibitor sintesis prostaglandin
Antikolinergik muskarinik
Blokade saluran kalsium
Ipratropium bromida sering digunakan dalam kombinasi dengan SABA pada serangan asma berat. Apa mekanisme kerja utama ipratropium bromida?
Stimulasi reseptor beta-2
Blokade reseptor muskarinik di bronkus
Inhibisi pelepasan histamin
Aktivasi reseptor alfa-adrenergik
Meningkatkan produksi surfaktan
Seorang pasien yang menggunakan fluticasone inhalasi selama beberapa bulan mengeluhkan suara serak dan infeksi jamur di mulut. Bagaimana cara mencegah efek samping ini?
Berkumur setelah inhalasi
Menurunkan dosis fluticasone
Mengganti dengan montelukast
Menggunakan inhaler lebih sering
Minum air lebih banyak
Seorang pasien laki-laki, 65 tahun, dengan riwayat PPOK mengalami sesak napas yang memburuk dalam beberapa minggu terakhir. Dokter meresepkan terapi inhalasi untuk pemeliharaan jangka panjang. Obat yang paling tepat untuk pasien ini adalah?
Salbutamol
Ipratropium
Tiotropium
Prednison
Amoksisilin
Seorang pasien PPOK dengan eksaserbasi sedang diberikan kortikosteroid oral. Tujuan utama pemberian kortikosteroid pada eksaserbasi PPOK adalah?
Mengurangi edema jalan napas
Meningkatkan produksi sputum
Memperbaiki fungsi silia
Menghambat pelepasan histamin
Mengurangi sekresi mucus
Seorang pasien PPOK datang dengan eksaserbasi akut dan sputum purulen. Dokter memutuskan untuk memberikan terapi antibiotik. Antibiotik yang paling sesuai untuk kasus ini adalah?
Amoksisilin-klavulanat
Rifampisin
Isoniazid
Ketokonazol
Oseltamivir
Seorang pasien PPOK diberikan kombinasi Salmeterol dan Tiotropium. Efek samping yang paling mungkin terjadi adalah?
Bradikardia
Hiperkalemia
Hipotensi
Mulut kering dan takikardia
Hipoglikemia
Seorang pasien PPOK dengan eksaserbasi akut datang ke IGD dengan saturasi O₂ 85%. Manajemen oksigenasi yang tepat untuk pasien ini adalah?
O₂ nasal kanul 1-2 L/menit, target SpO₂ 88-92%
Pemberian oksigen 100% dengan masker non-rebreathing
Ventilasi mekanik segera
Tidak memberikan oksigen karena berisiko hiperkapnia
O₂ nasal kanul 5 L/menit tanpa batasan target SpO₂
Seorang pasien PPOK berat dengan riwayat eksaserbasi berulang dan bronkitis kronis diberikan roflumilast. Mekanisme kerja obat ini adalah?
Menghambat enzim fosfodiesterase-4 (PDE-4)
Memblokade reseptor muskarinik
Mengaktivasi reseptor β2-adrenergik
Meningkatkan sekresi mukus
Menghambat sintesis prostaglandin
Seorang pasien PPOK stadium sedang menggunakan kombinasi LABA + LAMA. Kombinasi ini diberikan untuk?
Mengurangi produksi sputum
Meningkatkan efek bronkodilatasi
Menggantikan kebutuhan kortikosteroid
Mengurangi resistensi antibiotic
Mencegah efek samping bronkodilator
Seorang pasien PPOK sering mengalami eksaserbasi dan telah menjalani terapi inhalasi rutin. Selain terapi farmakologis, upaya apa yang paling efektif dalam mencegah eksaserbasi PPOK?
Suplemen vitamin C harian
Berhenti merokok
Diet tinggi lemak
Memakan banyak sayur dan buah
Pemberian dekongestan nasal
Seorang pria berusia 25 tahun datang ke apotek mengeluhkan bersin-bersin, hidung meler, dan mata berair setiap pagi selama beberapa bulan terakhir. Ia tidak mengalami demam atau nyeri tenggorokan. Dari riwayatnya, gejala ini sering muncul saat berada di lingkungan berdebu. Farmasis ingin memberikan terapi farmakologis yang sesuai untuk mengurangi gejalanya. Apa obat pilihan pertama untuk kondisi pasien?
Paracetamol
Loratadine
Amoksisilin
Dekstrometorfan
Salbutamol
Seorang pria 40 tahun yang sering bepergian mengalami rhinitis alergi dan ingin mengonsumsi obat yang tidak menyebabkan kantuk. Farmasis merekomendasikan antihistamin generasi kedua. Apa pilihan antihistamin yang paling sesuai?
Difenhidramin
Klorfeniramin
Prometazin
Fexofenadine
Deksametason
Seorang pasien datang ke dokter dengan keluhan rhinitis alergi persisten yang tidak membaik dengan antihistamin oral. Dokter kemudian meresepkan obat yang dapat menghambat respons inflamasi mukosa hidung secara lebih efektif. Apa obat yang diresepkan?
Salbutamol
Guaifenesin
Ambroksol
Ibuprofen
Montelukast
Seorang pria 50 tahun dengan hipertensi ingin mengonsumsi dekongestan untuk mengatasi rhinitis alerginya. Farmasis memberikan edukasi bahwa penggunaan dekongestan tertentu bisa meningkatkan tekanan darah. Apa dekongestan yang harus dihindari oleh pasien?
Pseudoefedrin
Natrium klorida 0,9%
Cetirizine
Loratadine
Montelukast
Seorang pasien menggunakan oxymetazoline nasal spray selama 10 hari berturut-turut untuk mengatasi hidung tersumbat akibat rhinitis alergi. Setelah berhenti menggunakan obat ini, pasien mengalami hidung tersumbat yang lebih parah. Apa istilah kondisi yang dialami pasien?
Rebound congestion (Rhinitis medicamentosa)
Efek sedasi
Hipersensitivitas obat
Efek samping sistemik
Efek toleransi antihistamin
Seorang pasien dengan rhinitis alergi yang tidak kunjung membaik setelah menggunakan antihistamin dan kortikosteroid intranasal ingin mencoba terapi lain. Dokter menyarankan imunoterapi. Apa tujuan utama dari imunoterapi tersebut?
Menghilangkan reaksi alergi secara permanen
Menekan produksi histamin secara langsung
Meningkatkan respons inflamasi
Menggantikan peran antihistamin
Menghambat produksi prostaglandin
Seorang pria berusia 45 tahun mengalami rhinitis alergi dengan gejala utama hidung tersumbat. Setelah menggunakan dekongestan oral selama beberapa hari, ia merasa gelisah dan mengalami peningkatan tekanan darah. Apa obat yang menyebabkan efek samping tersebut?
Fexofenadine
Montelukast
Pseudoefedrin
Cetirizine
Budesonide
Seorang pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri ulu hati yang muncul 2–3 jam setelah makan dan sering membangunkannya pada malam hari. Riwayat penggunaan obat menunjukkan bahwa pasien sering mengonsumsi ibuprofen untuk nyeri sendi. Dokter mendiagnosis pasien dengan ulkus duodenum akibat penggunaan NSAID. Apa obat yang paling tepat untuk terapi pasien?
Ranitidine 150 mg 2x/hari
Omeprazole 40 mg/hari
Sukralfat 1 g 4x/hari
Aluminium hidroksida 500 mg saat nyeri
Misoprostol 200 mcg 4x/hari
Seorang wanita 35 tahun didiagnosis dengan ulkus lambung dan mendapatkan resep misoprostol 200 mcg 4x/hari. Apa yang harus diperhatikan sebelum memberikan obat ini?
Risiko peningkatan tekanan darah
Status kehamilan pasien
Riwayat alergi penisilin
Gangguan fungsi ginjal
Potensi hypomagnesemia
Seorang pasien dengan ulkus duodenum diberikan sukralfat 1 g 4x/hari. Bagaimana mekanisme kerja obat ini dalam terapi ulkus?
Menetralkan asam lambung secara langsung
Menghambat pompa proton pada sel parietal
Membentuk lapisan protektif pada ulkus
Menghambat sekresi histamin di sel parietal
Mengurangi produksi gastrin dari pancreas
Seorang pasien dengan ulkus lambung memiliki riwayat gagal ginjal kronis. Obat mana yang sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk kondisinya?
Sukralfat
Omeprazole
Ranitidine
Magnesium hidroksida
Famotidine
Seorang pasien dengan ulkus lambung mendapatkan terapi kombinasi bismuth subsalisilat, metronidazole, tetrasiklin, dan omeprazole. Setelah beberapa hari, pasien melaporkan tinjanya menjadi berwarna hitam. Apa kemungkinan penyebab perubahan warna tinja ini?
Efek samping bismuth subsalisilat
Perdarahan akibat ulkus yang memburuk
Efek samping metronidazole
Efek samping omeprazole
Peradangan usus akibat terapi antibiotic
Seorang pria berusia 45 tahun datang ke apotek dengan keluhan nyeri dada yang terasa panas seperti terbakar dan sering mengalami sendawa asam terutama setelah makan malam. Setelah pemeriksaan dokter, ia didiagnosis menderita GERD dan diresepkan omeprazole 20 mg sekali sehari. Apakah mekanisme kerja utama dari obat tersebut?
Menghambat reseptor histamin H2 pada sel parietal
Menetralkan asam lambung yang sudah terbentuk
Menghambat enzim H⁺/K⁺ ATPase pada sel parietal
Meningkatkan motilitas lambung
Membentuk lapisan pelindung pada mukosa esofagus
Seorang pasien dengan GERD ringan diberikan terapi famotidine 20 mg dua kali sehari selama 6 minggu. Namun, setelah beberapa waktu pasien mengeluhkan nyeri kepala dan pusing. Apa golongan obat tersebut?
Antasida
Proton Pump Inhibitor (PPI)
H2-Receptor Antagonist (H2RA)
Prokinetik
Agen pelapis mukosa
Seorang pria berusia 60 tahun dengan GERD sering mengalami nyeri dada dan regurgitasi asam saat berbaring. Dokter meresepkan kombinasi omeprazole dan sucralfate. Apa fungsi utama sucralfate dalam terapi GERD?
Menghambat pompa proton di sel parietal
Membantu mengurangi produksi asam dengan menghambat histamin
Meningkatkan motilitas lambung
Membentuk lapisan pelindung pada mukosa esofagus
Menurunkan tekanan sfingter esofagus bawah
Seorang pasien dengan GERD yang juga mengalami gastroparesis diberikan terapi tambahan domperidone. Apa mekanisme kerja utama obat tersebut dalam terapi GERD?
Memblokade reseptor dopamin D2 untuk meningkatkan motilitas lambung
Menghambat enzim H⁺/K⁺ ATPase pada sel parietal
Menghambat reseptor histamin H2 pada sel parietal
Menetralisir asam lambung
Membentuk lapisan pelindung pada mukosa esofagus
Seorang pasien GERD mengeluhkan bahwa ia sering merasa pusing setelah minum obat. Setelah dievaluasi, pasien diketahui mengonsumsi omeprazole dan warfarin secara bersamaan. Apa potensi interaksi antara omeprazole dan warfarin?
Omeprazole meningkatkan metabolisme warfarin sehingga efek antikoagulan menurun
Omeprazole meningkatkan kadar warfarin sehingga risiko perdarahan meningkat
Omeprazole menghambat absorbsi warfarin
Warfarin mengurangi efektivitas omeprazole
Tidak ada interaksi signifikan antara omeprazole dan warfarin
Seorang wanita berusia 55 tahun dengan GERD mengalami aritmia setelah mendapatkan terapi tambahan untuk meningkatkan pengosongan lambung. Setelah pemeriksaan, ditemukan bahwa pasien menggunakan domperidone. Efek samping utama dari domperidone yang berhubungan dengan kejadian aritmia adalah?
Pemanjangan interval QT
Hipokalemia
Hipertensi
Bradikardia
Hiperplasia mukosa lambung
Seorang anak laki-laki, usia 2 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan diare cair tanpa darah selama 2 hari terakhir. Orang tua mengatakan anaknya mengalami 5–6 kali buang air besar per hari dan tampak lemas. Pemeriksaan fisik menunjukkan turgor kulit sedikit lambat dan mata agak cekung, tetapi anak masih sadar dan bisa minum. Apa terapi awal yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemberian loperamide untuk mengurangi frekuensi diare
Rehidrasi oral dengan larutan oralit (ORS) sesuai pedoman WHO
Pemberian antibiotik empiris untuk mengatasi infeksi bakteri
Infus cairan NaCl 0,9% karena pasien mengalami dehidrasi berat
Probiotik dan makanan tinggi serat untuk mempercepat pemulihan
Seorang pria 30 tahun mengalami diare sejak 12 jam yang lalu setelah mengonsumsi makanan dari warung kaki lima. Dia mengeluhkan tinja berair, tetapi tidak ada darah. Tidak ada demam atau tanda dehidrasi berat. Apa obat yang paling tepat untuk mengatasi diare pada pasien?
Loperamide
Ciprofloxacin
Attapulgite
Metronidazol
Omeprazole
Seorang pria 45 tahun datang ke IGD dengan diare cair bercampur darah sejak 2 hari lalu. Dia juga mengalami demam tinggi (39°C) dan nyeri perut hebat. Pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi sedang. Mengapa loperamide tidak direkomendasikan pada pasien ini?
Dapat menyebabkan konstipasi berat
Tidak efektif dalam mengatasi diare akibat infeksi
Meningkatkan risiko toksisitas bakteri di usus
Tidak dianjurkan pada pasien dengan demam
Menghambat reabsorpsi cairan di usus
Seorang wanita 25 tahun mengalami diare berat dengan tinja berdarah dan demam tinggi setelah mengonsumsi makanan yang tidak higienis. Dia didiagnosis dengan disentri basiler akibat Shigella. Apa antibiotik yang paling tepat diberikan untuk pasien?
Azitromisin
Ciprofloxacin
Amoksisilin
Rifampisin
Loperamide
Seorang anak 4 tahun mengalami diare setelah 3 hari mengonsumsi antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan. Dokter memberikan probiotik sebagai terapi tambahan. Bagaimana mekanisme kerja probiotik dalam terapi tersebut?
Mengurangi motilitas usus untuk memperlambat transit tinja
Menghambat produksi asam lambung sehingga mengurangi iritasi usus
Menggantikan bakteri baik yang hilang akibat antibiotik
Menstimulasi sekresi cairan di usus untuk mengeluarkan patogen
Meningkatkan absorpsi elektrolit di ginjal
Seorang wanita 35 tahun mengalami diare ringan akibat perubahan pola makan. Dokter menganjurkan terapi simtomatik dengan obat adsorben. Apa obat yang dapat diberikan?
Loperamide
Attapulgite
Metronidazol
Ciprofloxacin
Ondansetron
Seorang anak laki-laki 5 tahun datang ke IGD dengan diare cair yang sudah berlangsung 3 hari. Pemeriksaan menunjukkan anak tampak sangat lemas, mata cekung, nadi cepat, dan turgor kulit lambat. Apa terapi cairan yang paling tepat untuk pasien?
ORS melalui oral secara bertahap
Infus Ringer Laktat
Infus Dekstrosa 5%
Infus NaCl 3%
Probiotik dan diet tinggi serat
Seorang pasien dengan konstipasi diberikan methylcellulose sebagai terapi. Dia juga mengonsumsi warfarin untuk atrial fibrilasi. Bagaimana cara pemberian methylcellulose untuk menghindari interaksi dengan warfarin?
Diminum bersamaan dengan warfarin
Diminum segera sebelum warfarin
Diminum 2 jam sebelum atau setelah warfarin
Diminum segera setelah warfarin
Dicampurkan dengan jus jeruk untuk mengurangi efek interaksi
Seorang wanita hamil 20 minggu mengalami konstipasi akibat perubahan hormonal. Dia ingin solusi yang aman bagi kehamilannya. Apa obat yang paling tepat untuk pasien?
Magnesium hidroksida
Bisacodyl oral
Laktulosa
Linaclotide
Lubiprostone
Seorang pria 50 tahun mengalami konstipasi ringan selama 3 minggu terakhir. Dia memiliki pola makan rendah serat dan kurang minum air. Apa langkah pertama yang paling direkomendasikan untuk pasien?
Pemberian laksatif osmotik segera
Pemberian laksatif stimulan segera
Meningkatkan asupan serat dan hidrasi
Penggunaan enema natrium fosfat
Pemberian prucalopride sebagai terapi lini pertama
Seorang pasien dengan konstipasi akut diberikan bisacodyl tablet. Bagaimana mekanisme kerjanya dalam mengatasi konstipasi?
Menghambat reabsorpsi natrium di kolon
Merangsang pleksus mienterikus untuk meningkatkan motilitas usus
Mengikat reseptor opioid untuk mempercepat transit usus
Mengaktivasi enzim guanilat siklase-C
Meningkatkan sekresi bikarbonat ke dalam usus
Nama
NIM
Kelas
Kelas A
Kelas B
