wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ToT Local Champion Stopan Jabar

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

1. Apa yang dimaksud dengan Edukasi Kehidupan Keluarga?

a)

Konseling psikologis bagi remaja yang mengalami masalah seksual.

b)

Kampanye anti perkawinan anak dan seks bebas yang dilakukan oleh pemerintah.

c)

Pelatihan bagi orang tua untuk mendidik anak-anak tentang nilai-nilai moral dan agama.

d)

Program Pendidikan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada individu dan keluarga untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat dan struktur keluarga.

2.

2. Kategori usia perkawinan anak menurut undang-undang no.16 tahun 2019 adalah

a)

18 tahun

b)

19 tahun.

c)

20 tahun

d)

21 tahun.

3.

3. Apa pentingnya Edukasi Kehidupan Keluarga dalam konteks pencegahan seks bebas pada remaja?

a)

Untuk mempromosikan perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab

b)

Untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko-risiko kesehatan seksual

c)

Untuk mengabaikan pentingnya komunikasi dalam hubungan

d)

Untuk memperkuat stereotip gender

4.

4. Salah satu bentuk edukasi kehidupan keluarga yang efektif dalam pencegahan perkawinan anak dan seks bebas adalah ....

a)

Memberikan ceramah kepada anak tentang bahaya perkawinan anak dan seks bebas

b)

Melakukan diskusi terbuka dan interaktif dengan anak tentang berbagai topik terkait seksualitas

c)

Membatasi akses anak terhadap informasi dan konten yang terkait dengan seksualitas

d)

Memberikan hukuman  jika mereka terlibat dalam pergaulan bebas

5.

5. Berikut ini merupakan contoh pengambilan keputusan yang tidak sehat dalam keluarga terkait pencegahan perkawinan anak dan seks bebas adalah …

a)

Orang tua memaksakan anak untuk menikah dengan pilihan mereka

b)

Orang tua dan anak bermusyawarah untuk menentukan batasan-batasan yang sehat dalam pergaulan

c)

Orang tua berdiskusi dengan anak tentang rencana pendidikan dan cita-cita

d)

Orang tua memberikan kepercayaan kepada anak untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab tentang masa depan mereka

6.

6. Faktor internal penyebab pernikahan anak adalah …

a)

Rendahnya pendidikan orang tua

b)

Rendahnya pendidikan anak

c)

Kemiskinan

d)

Media masa atau internet.

7.

7. Apa faktor eksternal penyebab terjadinya seks bebas pada remaja?

a)

Lingkungan teman sebaya

b)

Rendahnya nilai moral pada anak

c)

Rasa penasaran dan ingin tahu pada diri remaja

d)

Pelaku saling suka.

8.

8. Pentingnya kesiapan menikah bertujuan untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan keluarga yang ditunjukkan oleh …

a)

Keharmonisan pasangan suami istri

b)

Hidup guyub dengan teman bekerja

c)

Penghasilan suami lebih besar dari penghasilan istri

d)

Istri lebih sering mengalah untuk kepentingan suami.

9.

9. Bagaimana peran keluarga dalam pencegahan seks bebas pada remaja ?

a)

Melarang anak bertanya tentang pendidikan seks

b)

Melarang anak bergaul dengan teman sebaya

c)

Membatasi waktu berinteraksi dengan anak

d)

Mendampingi anak untuk mendapatkan informasi tentang bahaya seks bebas.

10.

10. Apa bahaya pernikahan anak dalam kehidupan keluarga

a)

Keluarga tidak akan mendapatkan bantuan sosial

b)

Banyak pihak yang ikut campur dalam kehidupan keluarga

c)

Masalah kesehatan mental dan kekerasan dalam keluarga

d)

Anak menjadi terlantar.

11.
  1. Remaja adalah masa perubahan atau peralihan dari anak-anak ke masa dewasa, menurut WHO usia remaja berada pada rentang …

a)

10 – 17 tahun

b)

10 – 18 tahun

c)

10 – 19 tahun

d)

10 – 24 tahun.

12.

12. Ciri seks primer pada remaja putra ditandai dengan…

a)

Tumbuh kumis

b)

Terjadi perubahan suara

c)

Tumbuh jakun

d)

Mimpi basah.

13.

13. Pernikahan anak dapat menimbulkan masalah terhadap kesehatan fisik remaja putri. Timbulnya masalah ini disebabkan oleh …

a)

Belum siap untuk merawat bayi yang dilahirkan.

b)

Belum siap untuk mengatasi masalah bayi yang dilahirkan

c)

Belum siap untuk proses kehamilan dan melahirkan

d)

Belum siap untuk proses kehidupan di masa depan

14.
  1. Dampak negatif dari pernikahan anak terhadap kesehatan mental remaja dapat menimbulkan

a)

Depresi dan kecemasan karena adanya tekanan dan tanggung jawab yang terlalu dini

b)

Rendah diri karena putus sekolah dan kehilangan teman sebaya di masa remaja.

c)

Terinfeksi penyakit menular seksual karena keterbatasan pengetahuan reproduksi

d)

Stanting karena cenderung mengalami tekanan ekonomi yang dapat memperburuk status gizi

15.

15. Perkawinan anak dapat menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik dan munculnya kondisi stunting pada anak yang dilahirkan, karena

a)

Kurang mendapatkan dukungan pendidikan dan akses layanan kesehatan

b)

Kurang mendapatkan dukungan ekonomi dan kesehatan dari orang tua

c)

Kurang mendapatkan dukungan fisik dan kesehatan dari orang tua.

d)

Kurang mendapatkan dukungan mental dan sosial dari lingkungan teman sebaya.

16.

16. Apa landasan al-Qur’an tentang perkawinan anak?

a)

Q.S Al Baqarah: 45

b)

Q.S An-Nisa: 6

c)

Q.S Al-Ikhlas: 1

d)

Q.S Al-maidah: 3

17.

17. Pesan agama dari Sejarah pernikahan Rasulullah Saw. dengan Aisyah Ra terkait perkawinan anak yaitu …

a)

Penting untuk memahami konteks historis dan budaya pada saat pernikahan Rasulullah Saw. dengan Aisyah Ra

b)

Pentingnya Perkawinan Anak

c)

Sejarah Rasulullah Saw. dengan Aisyah Ra itu tidak penting

d)

Islam tidak mengatur tentang perkawinan anak

18.

18. Perkawinan harus mempertimbangkan terkait akil dan baligh, apa padanan kata yang tepat untuk kata akil dan baligh dari kesiapan?

a)

Baligh (kesiapan Fisik), Akil (Kesiapan Psikis)

b)

Baligh (kesiapan Berpikir), Akil (Kesiapan Finansial)

c)

Baligh (kesiapan pengambilan keputusan), Akil (Kesiapan resepsi)

d)

Baligh (kesiapan pengetahuan), Akil (Kesiapan jasmani)

19.

19. Apa yang menjadi dasar utama dalam perkawinan menurut ajaran Islam?

a)

Kematangan emosional pasangan

b)

Kematangan keuangan pasangan

c)

Kematangan fisik pasangan

d)

Kematangan spiritual pasangan

20.

20. Perbedaan generasi akan menentukan cara berkomunikasi karena dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Berikut cara berkomunikasi dari setiap generasi yang tepat adalah

a)

Generasi Milenial (Gen Y), cenderung menggunakan teknologi sebagai alat komunikasi dan terbiasa dengan media sosial sebagai cara untuk berinteraksi dengan teman sebaya.

b)

Generasi Z (Gen Z), cenderung lebih suka berdiskusi secara mendalam tentang isu-isu remaja

c)

Generasi X, cenderung pada komunikasi langsung dan penggunaan serta menghargai nilai-nilai tradisional dalam berkomunikasi.

d)

Generasi Baby boomer, cenderung sering menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyampaikan pandangan tentang berbagai masalah.