WorksheetsPSIKOTES FULL STACK DEVELOPER
Total questions: 50
Worksheet time: 17mins
Name
Class
Date
1.
Manakah dari berikut ini yang merupakan metode HTTP yang digunakan untuk mengirim data dari aplikasi ke server melalui API?
a)
a. GET
b)
b. POST
c)
c. DELETE
d)
d. PUT
2.
Apa fungsi dari CORS (Cross-Origin Resource Sharing) dalam integrasi website dengan aplikasi backend?
a)
a. Mengenkripsi data yang dikirim antara frontend dan backend
b)
b. Memungkinkan website untuk mengakses sumber daya dari domain yang berbeda
c)
c. Menyimpan cache data untuk meningkatkan performa
d)
d. Memblokir semua permintaan dari frontend
3.
Bagaimana cara terbaik untuk mengirim data dari frontend (website) ke backend (aplikasi) dalam format JSON?
a)
a. Menggunakan metode GET dengan parameter query
b)
b. Menggunakan metode POST dengan body request
c)
c. Menyimpan data dalam cookies
d)
d. Menggunakan metode DELETE
4.
Jika website Anda perlu mengambil data dari aplikasi backend, metode HTTP apa yang sebaiknya digunakan?
a)
a. POST
b)
b. PUT
c)
c. GET
d)
d. DELETE
5.
Apa yang harus dilakukan jika API backend mengembalikan status code 403 saat website mencoba mengaksesnya?
a)
a. Mengecek apakah API endpoint benar
b)
b. Memastikan bahwa website memiliki izin (authorization) yang valid
c)
c. Mengubah metode HTTP dari GET ke POST
d)
d. Menghapus cache browser
6.
Bagaimana cara mengatasi error CORS saat website mencoba mengakses API dari domain yang berbeda?
a)
a. Menonaktifkan CORS di browser
b)
b. Mengonfigurasi server backend untuk mengizinkan domain website
c)
c. Menggunakan metode JSONP sebagai solusi sementara
d)
d. Menghapus header "Origin" dari permintaan
7.
Apa langkah terbaik untuk mengamankan komunikasi antara website dan aplikasi backend?
a)
a. Menggunakan HTTP tanpa enkripsi
b)
b. Menggunakan HTTPS dengan sertifikat SSL/TLS
c)
c. Menyimpan token API di frontend tanpa enkripsi
d)
d. Menggunakan metode GET untuk semua permintaan
8.
Bagaimana cara terbaik menyimpan token autentikasi (seperti JWT) di frontend website?
a)
a. Menyimpannya di localStorage
b)
b. Menyimpannya di cookies dengan flag HttpOnly dan Secure
c)
c. Menyimpannya di URL sebagai parameter query
d)
d. Menyimpannya di sessionStorage tanpa enkripsi
9.
Jika website perlu menampilkan data real-time dari aplikasi backend (seperti notifikasi), teknologi apa yang paling sesuai?
a)
a. REST API dengan polling
b)
b. WebSocket
c)
c. Cron Job
d)
d. Static HTML
10.
Apa keuntungan menggunakan REST API untuk integrasi website dengan aplikasi backend?
a)
a. Mendukung komunikasi real-time secara default
b)
b. Memiliki struktur yang sederhana dan mudah diimplementasikan
c)
c. Membutuhkan koneksi persisten antara frontend dan backend
d)
d. Tidak memerlukan autentikasi
11.
Website Anda tidak dapat menampilkan data dari API backend. Apa langkah pertama yang harus dilakukan?
a)
a. Mengecek koneksi internet
b)
b. Memeriksa console browser untuk melihat error
c)
c. Menghapus cache browser
d)
d. Mengubah metode HTTP dari GET ke POST
12.
Jika API backend lambat merespons, bagaimana cara meningkatkan performa website?
a)
a. Menggunakan caching di frontend untuk mengurangi permintaan ke backend
b)
b. Menghapus semua data dari database backend
c)
c. Menggunakan metode DELETE untuk semua permintaan
d)
d. Menonaktifkan JavaScript di website
13.
Jika website Anda perlu mengirim data sensitif (seperti kata sandi) ke backend, apa langkah terbaik yang harus dilakukan?
a)
a. Mengirim data dalam format plaintext melalui HTTP
b)
b. Menggunakan HTTPS dan mengenkripsi data sebelum dikirim
c)
c. Menyimpan data di localStorage tanpa enkripsi
d)
d. Menggunakan metode GET dengan parameter query
14.
Apa yang terjadi jika website mencoba mengakses API backend yang mengembalikan status code 500?
a)
a. Permintaan berhasil, tetapi data kosong
b)
b. Terjadi kesalahan internal di server backend
c)
c. Akses ditolak karena masalah otorisasi
d)
d. API endpoint tidak ditemukan
15.
Website e-commerce perlu menampilkan daftar produk dari aplikasi backend. Bagaimana cara terbaik untuk mengimplementasikan fitur ini?
a)
a. Mengambil data produk melalui REST API dan menampilkannya di frontend
b)
b. Menyimpan data produk di localStorage
c)
c. Menggunakan WebSocket untuk mengambil data produk
d)
d. Menulis data produk langsung di kode HTML
16.
Website Anda perlu mengirim data formulir pendaftaran ke backend. Apa langkah terbaik untuk memastikan data terkirim dengan aman?
a)
a. Menggunakan metode GET dengan parameter query
b)
b. Menggunakan metode POST dengan HTTPS dan validasi data di frontend
c)
c. Menyimpan data di cookies tanpa enkripsi
d)
d. Mengirim data melalui email
17.
Apa perbedaan utama antara REST API dan GraphQL dalam integrasi website dengan backend?
a)
a. REST API menggunakan endpoint tetap, sedangkan GraphQL memungkinkan query fleksibel
b)
b. GraphQL hanya mendukung metode GET, sedangkan REST API mendukung semua metode HTTP
c)
c. REST API lebih cepat daripada GraphQL
d)
d. GraphQL tidak memerlukan autentikasi
18.
Bagaimana cara mengatasi error "404 Not Found" saat website mencoba mengakses API backend?
a)
a. Mengecek apakah endpoint API yang diminta benar
b)
b. Menggunakan metode POST sebagai ganti GET
c)
c. Menghapus cache browser
d)
d. Mengubah URL website
19.
Apa tujuan dari penggunaan WebSocket dalam integrasi website dengan aplikasi backend?
a)
a. Mengirim data statis satu kali
b)
b. Membuat koneksi persisten untuk komunikasi real-time
c)
c. Menggantikan REST API sepenuhnya
d)
d. Menyimpan data di cache browser
20.
Apa risiko utama jika website menyimpan token autentikasi di localStorage tanpa enkripsi?
a)
a. Token dapat diakses oleh script jahat melalui serangan XSS
b)
b. Token akan kadaluarsa lebih cepat
c)
c. Token tidak dapat digunakan untuk autentikasi
d)
d. Token akan dikirim secara otomatis ke backend
21.
Apa langkah terbaik untuk memvalidasi input pengguna sebelum mengirim data ke backend?
a)
a. Mengabaikan validasi dan mengandalkan backend untuk menangani error
b)
b. Melakukan validasi di frontend dan backend (double validation)
c)
c. Hanya melakukan validasi di backend
d)
d. Menyimpan input pengguna tanpa validasi
22.
Apa yang harus dilakukan jika API backend mengembalikan status code 401?
a)
a. Mengecek apakah token autentikasi valid atau sudah kadaluarsa
b)
b. Menggunakan metode HTTP yang berbeda
c)
c. Menghapus cache browser
d)
d. Mengabaikan error dan melanjutkan proses
23.
Jika website perlu menampilkan data yang sering berubah (seperti harga saham), pendekatan mana yang paling efisien?
a)
a. Menggunakan REST API dengan polling setiap beberapa detik
b)
b. Menggunakan WebSocket untuk update real-time
c)
c. Menyimpan data di localStorage
d)
d. Menggunakan cron job untuk mengupdate data
24.
Apa keuntungan menggunakan CDN (Content Delivery Network) untuk website yang terintegrasi dengan aplikasi backend?
a)
a. Meningkatkan kecepatan pengiriman konten statis ke pengguna
b)
b. Menggantikan kebutuhan akan backend
c)
c. Menyimpan data sensitif pengguna
d)
d. Menghapus kebutuhan akan API
25.
Website Anda tiba-tiba tidak dapat mengakses API backend. Apa langkah pertama yang harus dilakukan?
a)
a. Mengecek koneksi internet
b)
b. Memeriksa log error di backend
c)
c. Menghapus cache browser
d)
d. Mengubah metode HTTP dari GET ke POST
26.
Jika API backend mengembalikan data dalam format XML, tetapi website membutuhkan JSON, apa yang harus dilakukan?
a)
a. Mengonversi XML ke JSON di frontend
b)
b. Mengubah backend untuk mengembalikan JSON
c)
c. Menggunakan XML langsung di frontend
d)
d. Menghapus data yang diterima
27.
Jika website Anda perlu mengirim file besar (seperti video) ke backend, metode HTTP apa yang paling sesuai?
a)
a. GET
b)
b. POST
c)
c. PUT
d)
d. DELETE
28.
Apa yang terjadi jika website mencoba mengakses API backend yang mengembalikan status code 503?
a)
a. Server backend sedang dalam maintenance atau kelebihan beban
b)
b. Permintaan berhasil, tetapi data kosong
c)
c. Akses ditolak karena masalah otorisasi
d)
d. API endpoint tidak ditemukan
29.
Website Anda perlu menampilkan data cuaca real-time dari API pihak ketiga. Apa langkah terbaik untuk mengimplementasikan fitur ini?
a)
a. Menggunakan REST API dengan polling setiap menit
b)
b. Menggunakan WebSocket untuk update real-time
c)
c. Menyimpan data cuaca di localStorage
d)
d. Menggunakan cron job untuk mengambil data cuaca
30.
Jika website Anda perlu mengintegrasikan pembayaran online, teknologi apa yang paling sesuai?
a)
a. Menggunakan API pembayaran seperti Midtrans atau Stripe
b)
b. Membuat sistem pembayaran manual
c)
c. Menyimpan detail kartu kredit di database
d)
d. Menggunakan metode GET untuk mengirim data pembayaran
31.
Jika website Anda perlu menampilkan 1000 item data dari backend, apa cara terbaik untuk mengoptimalkan performa?
a)
a. Menggunakan pagination atau lazy loading
b)
b. Mengambil semua data sekaligus
c)
c. Menyimpan data di cookies
d)
d. Menghapus data yang tidak diperlukan
32.
Apa yang harus dilakukan jika website Anda mengalami error CORS saat mencoba mengakses API dari domain yang berbeda?
a)
a. Menonaktifkan CORS di browser
b)
b. Mengonfigurasi server backend untuk mengizinkan domain website
c)
c. Menggunakan metode JSONP sebagai solusi sementara
d)
d. Menghapus header "Origin" dari permintaan
33.
Jika sebuah API memiliki rate limit 100 permintaan per menit, berapa permintaan yang dapat dilakukan dalam 5 menit?
a)
a. 100
b)
b. 200
c)
c. 500
d)
d. 1000
34.
Jika website Anda mengirim 50 permintaan ke API backend setiap detik, berapa total permintaan dalam 10 detik?
a)
a. 50
b)
b. 100
c)
c. 500
d)
d. 1000
35.
Jika Anda menemukan bug dalam integrasi website dengan backend, apa langkah pertama yang akan Anda lakukan?
a)
a. Melaporkan bug dan mencari solusi secepat mungkin
b)
b. Mengabaikan bug karena tidak penting
c)
c. Menunggu orang lain menemukan solusi
d)
d. Menyalahkan tim backend
36.
Jika ada konflik antara tim frontend dan backend tentang format data API, bagaimana Anda menyelesaikannya?
a)
a. Berdiskusi untuk mencapai kesepakatan yang sesuai dengan kebutuhan kedua tim
b)
b. Memaksakan pendapat sendiri
c)
c. Mengabaikan masalah dan melanjutkan pekerjaan
d)
d. Menyerahkan keputusan kepada atasan
37.
Apa langkah terbaik untuk melindungi website dari serangan CSRF (Cross-Site Request Forgery)?
a)
a. Menggunakan token CSRF di setiap permintaan
b)
b. Menyimpan data sensitif di localStorage
c)
c. Menonaktifkan autentikasi
d)
d. Menggunakan metode GET untuk semua permintaan
38.
Apa yang harus dilakukan jika website Anda menerima permintaan mencurigakan dari IP yang tidak dikenal?
a)
a. Memblokir IP tersebut di firewall
b)
b. Mengabaikan permintaan tersebut
c)
c. Menyimpan log permintaan untuk analisis lebih lanjut
d)
d. Mengirim balasan otomatis
39.
Website Anda perlu menampilkan data dari dua API backend yang berbeda. Bagaimana cara terbaik untuk mengintegrasikannya?
a)
a. Menggabungkan data di frontend setelah mengambil dari kedua API
b)
b. Membuat API gateway untuk mengelola permintaan ke kedua backend
c)
c. Menggunakan hanya satu API dan mengabaikan yang lain
d)
d. Menyimpan data dari kedua API di localStorage
40.
Jika website Anda perlu menampilkan data yang diambil dari API backend dengan latency tinggi, apa solusi terbaik?
a)
a. Menggunakan caching di frontend untuk mengurangi permintaan ke backend
b)
b. Menghapus data yang tidak diperlukan
c)
c. Menggunakan metode DELETE untuk semua permintaan
d)
d. Menonaktifkan JavaScript di website
41.
Jika sebuah API memiliki rate limit 10 permintaan per detik, berapa permintaan yang dapat dilakukan dalam 30 detik?
a)
a. 100
b)
b. 200
c)
c. 300
d)
d. 400
42.
Jika website Anda mengirim 20 permintaan ke API backend setiap detik, berapa total permintaan dalam 15 detik?
a)
a. 100
b)
b. 200
c)
c. 300
d)
d. 400
43.
Jika website Anda perlu menampilkan data dari API backend yang mengembalikan 10.000 item, apa cara terbaik untuk mengoptimalkan performa?
a)
a. Menggunakan pagination atau lazy loading
b)
b. Mengambil semua data sekaligus
c)
c. Menyimpan data di cookies
d)
d. Menghapus data yang tidak diperlukan
44.
Apa yang harus dilakukan jika website Anda mengalami error 429 (Too Many Requests) saat mengakses API backend?
a)
a. Mengurangi frekuensi permintaan atau menggunakan rate limiting di frontend
b)
b. Menggunakan metode POST sebagai ganti GET
c)
c. Menghapus cache browser
d)
d. Mengubah URL website
45.
Jika Anda diminta untuk mengintegrasikan website dengan API backend yang dokumentasinya kurang jelas, apa yang akan Anda lakukan?
a)
a. Mencoba memahami API melalui trial and error
b)
b. Menghubungi tim backend untuk klarifikasi
c)
c. Mengabaikan integrasi dan melanjutkan pekerjaan lain
d)
d. Menyalahkan tim backend atas ketidakjelasan dokumentasi
46.
Jika website Anda tiba-tiba tidak dapat mengakses API backend karena perubahan endpoint, apa langkah pertama yang harus dilakukan?
a)
a. Mengecek dokumentasi API untuk perubahan terbaru
b)
b. Menggunakan endpoint lama tanpa perubahan
c)
c. Menghapus cache browser
d)
d. Mengubah metode HTTP dari GET ke POST
47.
Apa langkah terbaik untuk melindungi website dari serangan DDoS (Distributed Denial of Service)?
a)
a. Menggunakan layanan CDN dengan proteksi DDoS
b)
b. Menyimpan data sensitif di localStorage
c)
c. Menonaktifkan autentikasi
d)
d. Menggunakan metode GET untuk semua permintaan
48.
Apa yang harus dilakukan jika website Anda menerima permintaan mencurigakan dari IP yang tidak dikenal?
a)
a. Memblokir IP tersebut di firewall
b)
b. Mengabaikan permintaan tersebut
c)
c. Menyimpan log permintaan untuk analisis lebih lanjut
d)
d. Mengirim balasan otomatis
49.
Website Anda perlu menampilkan data dari dua API backend yang berbeda. Bagaimana cara terbaik untuk mengintegrasikannya?
a)
a. Menggabungkan data di frontend setelah mengambil dari kedua API
b)
b. Membuat API gateway untuk mengelola permintaan ke kedua backend
c)
c. Menggunakan hanya satu API dan mengabaikan yang lain
d)
d. Menyimpan data dari kedua API di localStorage
50.
Jika website Anda perlu menampilkan data yang diambil dari API backend dengan latency tinggi, apa solusi terbaik?
a)
a. Menggunakan caching di frontend untuk mengurangi permintaan ke backend
b)
b. Menghapus data yang tidak diperlukan
c)
c. Menggunakan metode DELETE untuk semua permintaan
d)
d. Menonaktifkan JavaScript di website
100 %
