WorksheetsPERTEMUAN 2_METODE HARGA POKOK PESANAN
Total questions: 58
Worksheet time: 39mins
Apa tujuan utama dari penggunaan "Metode Harga Pokok Pesanan"?
Menghitung total biaya produksi untuk semua barang yang diproduksi
Menghitung biaya per unit untuk pesanan tertentu
Memperkirakan biaya produksi di awal
Menghitung biaya tetap produksi
Menghitung biaya variabel berdasarkan output produksi
Mana di antara berikut ini yang merupakan komponen utama dari "Metode Harga Pokok Pesanan"?
Biaya dialokasikan untuk setiap periode
Biaya ditugaskan ke produk individual berdasarkan pesanan spesifik
Biaya tetap diabaikan
Digunakan untuk produksi massal
Biaya dihitung berdasarkan rata-rata tingkat produksi
Apa rumus untuk menghitung biaya per unit dalam Metode Harga Pokok Pesanan?
Total biaya produksi / Jumlah total produk yang diproduksi
Total biaya produksi / Jumlah total pesanan
Biaya tenaga kerja langsung / Jumlah unit yang diproduksi
Total biaya bahan baku / Jumlah pekerja
Biaya overhead tetap / Jumlah pesanan
Apa yang termasuk dalam "biaya produksi" dalam metode Harga Pokok Pesanan?
Biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik
Biaya transportasi dan pemasaran
Biaya perlengkapan kantor dan administrasi
Biaya penjualan dan distribusi
Semua jawaban di atas
Dalam Metode Harga Pokok Pesanan, kapan biaya produksi biasanya dialokasikan?
Pada awal periode produksi
Setelah barang terjual
Pada akhir periode produksi
Selama proses produksi
Sebelum produksi dimulai
Apa yang dimaksud dengan "biaya barang yang diproduksi" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Total biaya barang jadi yang tersedia untuk dijual
Total biaya bahan baku yang dikeluarkan selama produksi
Total biaya tenaga kerja yang dibayar kepada pekerja selama produksi
Total jumlah yang dibayar kepada pemasok eksternal
Total biaya barang yang telah selesai dan dipindahkan keluar
Biaya kategori mana yang tidak termasuk dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Tenaga kerja langsung
Bahan baku langsung
Overhead pabrik
Biaya pemasaran dan distribusi
Tidak ada jawaban yang benar
Bagaimana overhead pabrik diperlakukan dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Diberikan langsung ke setiap pesanan
Dihitung berdasarkan tarif overhead yang diperkirakan dan diterapkan pada setiap pekerjaan
Tidak termasuk dalam perhitungan biaya
Dibagi secara merata di seluruh unit yang diproduksi
Tidak ada jawaban yang benar
Apa yang terjadi jika total overhead pabrik yang diterapkan melebihi overhead pabrik yang sesungguhnya dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Laba dicatat dalam laporan keuangan
Rugi dicatat dalam laporan keuangan
Overhead pabrik disesuaikan agar sesuai dengan biaya sesungguhnya
Selisihnya dicatat sebagai kewajiban
Selisihnya diabaikan
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya mana yang biasanya diperlakukan sebagai biaya langsung?
Biaya administrasi
Biaya pemasaran
Biaya utilitas pabrik
Biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi
Perlakuan biaya kantor umum
Dalam Metode Harga Pokok Pesanan, bagaimana biaya overhead pabrik dialokasikan ke setiap pesanan?
Berdasarkan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan dalam setiap pesanan
Berdasarkan alokasi rata-rata biaya tetap pada seluruh pesanan
Berdasarkan tarif overhead yang dihitung sebelumnya dan diterapkan per unit produk
Berdasarkan estimasi total biaya
Apa yang dimaksud dengan "biaya pokok produksi" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Total biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi
Total biaya untuk memproduksi barang jadi yang siap dijual
Total biaya untuk menjalankan operasi pemasaran produk
Total biaya yang dikeluarkan untuk administrasi dan umum
Biaya yang dikaitkan dengan pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi
Jika biaya overhead pabrik terdistribusi secara merata dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara menentukan tarif overhead per unit?
Menggunakan total biaya tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses produksi
Menghitung total biaya variabel yang dialokasikan ke setiap pesanan
Menghitung total biaya tetap pabrik dan membaginya dengan jumlah unit yang diproduksi
Menentukan biaya standar berdasarkan estimasi produksi tahunan
Menggunakan total biaya produk dan membaginya dengan jumlah unit yang dihasilkan
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, jika perusahaan memproduksi barang berdasarkan pesanan khusus, bagaimana cara pengakuan biaya bahan baku?
Biaya bahan baku dihitung sebagai total biaya produksi selama periode
Biaya bahan baku ditentukan berdasarkan tarif tetap yang dihitung sebelumnya
Biaya bahan baku diakui sesuai dengan pesanan dan digunakan hanya untuk pesanan tersebut
Biaya bahan baku dibagi rata di seluruh produk yang diproduksi
Semua biaya bahan baku langsung dimasukkan dalam biaya pemasaran
Bagaimana cara perusahaan menentukan harga pokok produk dalam Metode Harga Pokok Pesanan jika terdapat beberapa pesanan yang dikerjakan secara bersamaan?
Menggunakan rata-rata biaya untuk seluruh pesanan
Mengalokasikan biaya berdasarkan nilai pesanan terbesar
Menghitung harga pokok produk untuk setiap pesanan berdasarkan alokasi biaya langsung dan tidak langsung yang spesifik
Menetapkan biaya pokok berdasarkan estimasi standar untuk seluruh produksi
Membagi total biaya produksi dengan jumlah total pesanan
Apa perbedaan utama antara "biaya variabel" dan "biaya tetap" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Biaya variabel tetap konstan dalam hubungannya dengan volume produksi, sedangkan biaya tetap berubah
Biaya variabel berubah seiring dengan perubahan volume produksi, sedangkan biaya tetap tidak berubah
Biaya variabel hanya berlaku untuk periode tertentu, sedangkan biaya tetap berlaku sepanjang tahun
Biaya tetap mencakup biaya tenaga kerja langsung, sedangkan biaya variabel mencakup overhead pabrik
Biaya variabel lebih terkait dengan administrasi, sedangkan biaya tetap berkaitan dengan produksi
Apa yang dimaksud dengan "prime cost" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Biaya yang hanya terkait dengan overhead pabrik
Biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung yang terlibat dalam produksi
Biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh volume produksi
Biaya yang dihitung berdasarkan tarif standar
Biaya variabel yang ditambahkan ke biaya tetap
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya konversi mencakup:
Biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi
Biaya overhead pabrik yang dibagi rata pada setiap pesanan
Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang terkait dengan produksi
Biaya pemasaran dan distribusi produk
Biaya tenaga kerja yang tidak langsung terkait dengan produksi
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana biaya pemasaran dan distribusi diperlakukan?
Biaya pemasaran dan distribusi diakumulasikan bersama biaya produksi
Biaya pemasaran dan distribusi hanya dihitung setelah produk selesai diproduksi
Biaya pemasaran dan distribusi diperlakukan sebagai biaya tetap dalam produksi
Biaya pemasaran dan distribusi dimasukkan dalam harga pokok produk
Biaya pemasaran dan distribusi tidak dihitung dalam Harga Pokok Pesanan
Bagaimana biaya overhead pabrik dihitung jika terdapat perbedaan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Biaya yang diterapkan akan disesuaikan dengan biaya yang sesungguhnya
Selisihnya akan dibebankan ke biaya pemasaran
Selisihnya diabaikan dan tidak mempengaruhi laporan keuangan
Biaya yang sesungguhnya akan dialokasikan kembali ke pesanan yang relevan
Biaya yang diterapkan akan dibayar terlebih dahulu sebelum disesuaikan
Apa yang menjadi tantangan utama dalam penerapan Metode Harga Pokok Pesanan?
Menghitung biaya variabel secara tepat
Mengalokasikan biaya tetap secara akurat pada setiap pesanan
Menghitung harga jual produk berdasarkan biaya total
Mengatur biaya pemasaran sesuai dengan biaya produksi
Mengalokasikan biaya bahan baku pada setiap departemen
Jika perusahaan menggunakan Metode Harga Pokok Pesanan untuk memproduksi produk berdasarkan pesanan, bagaimana cara mengalokasikan biaya tidak langsung?
Biaya tidak langsung dibagi rata ke seluruh pesanan berdasarkan volume produksi
Biaya tidak langsung dialokasikan sesuai dengan besaran pesanan atau jumlah unit yang dipesan
Biaya tidak langsung hanya dihitung berdasarkan produk yang paling banyak diproduksi
Biaya tidak langsung dianggap sebagai biaya tetap dan tidak dialokasikan ke pesanan
Biaya tidak langsung dimasukkan dalam biaya pemasaran dan distribusi
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang dihitung berdasarkan tarif yang telah ditentukan sebelumnya disebut sebagai:
Biaya tidak langsung
Biaya variabel
Biaya standar
Biaya fixed
Biaya administratif
Pada metode Harga Pokok Pesanan, ketika terjadi penyimpangan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya, langkah pertama yang harus diambil adalah:
Menghitung laba bersih dari produk tersebut
Menyesuaikan tarif overhead pabrik untuk periode berikutnya
Mencatat penyimpangan dalam laporan laba rugi
Mengalokasikan kembali biaya tetap ke semua produk yang diproduksi
Menyusun anggaran untuk biaya pemasaran
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terkait langsung dengan pesanan tertentu, seperti bahan baku dan tenaga kerja, disebut:
Biaya variabel
Biaya konversi
Biaya langsung
Biaya tidak langsung
Biaya tetap
Apa yang dimaksud dengan biaya standar dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Biaya yang dibebankan pada setiap pesanan berdasarkan volume produksi
Biaya yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan biaya per unit yang realistis
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang dibebankan atas dasar kuantitas aktual untuk biaya langsung dan biaya tidak langsung disebut:
Biaya standar
Biaya relevan
Biaya kesempatan
Biaya aktual
Biaya semi-variabel
Bagaimana pengaruh perubahan volume produksi terhadap biaya variabel dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Biaya variabel akan tetap konstan terlepas dari volume produksi
Biaya variabel akan berkurang seiring dengan peningkatan volume produksi
Biaya variabel akan berubah sebanding dengan perubahan volume produksi
Biaya variabel akan meningkat drastis dengan penurunan volume produksi
Biaya variabel akan dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan sebelumnya
Dalam metode Harga Pokok Pesanan, apabila suatu pesanan memerlukan biaya lebih tinggi dari yang dianggarkan, apa langkah yang seharusnya diambil oleh manajemen?
Menurunkan biaya standar untuk pesanan tersebut
Melakukan analisis penyebab dan melakukan tindakan koreksi
Meningkatkan harga jual produk sesuai biaya yang lebih tinggi
Mengabaikan penyimpangan biaya jika masih dalam batas yang wajar
Mengalihkan biaya lebih tinggi ke biaya pemasaran
Metode Harga Pokok Pesanan lebih cocok digunakan untuk jenis perusahaan berikut, kecuali:
Perusahaan manufaktur yang memproduksi barang dalam jumlah besar
Perusahaan konstruksi yang memproduksi produk berdasarkan pesanan
Perusahaan percetakan yang menghasilkan produk berdasarkan permintaan pelanggan
Perusahaan jasa yang memberikan layanan khusus kepada klien
Perusahaan pengolahan yang memproduksi produk berdasarkan spesifikasi klien
Bagaimana cara mengalokasikan biaya overhead pabrik dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Menggunakan alokasi proporsional berdasarkan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan
Berdasarkan jumlah pesanan yang dikerjakan dalam periode tersebut
Berdasarkan estimasi biaya overhead yang telah ditentukan sebelumnya dan dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi
Menghitung biaya overhead berdasarkan jenis produk yang diproduksi
Semua biaya overhead dianggap tetap dan dibagi secara rata
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, faktor apa yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan tarif overhead?
Total biaya bahan baku
Jumlah unit yang diproduksi dalam periode tersebut
Perubahan harga jual produk
Biaya tenaga kerja langsung yang diperkirakan
Semua jawaban benar
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang bersifat tetap, seperti sewa pabrik dan gaji manajer, biasanya dikategorikan sebagai:
Biaya variabel
Biaya langsung
Biaya tidak langsung
Biaya konversi
Biaya pemasaran
Pada saat menyusun laporan keuangan untuk perusahaan manufaktur menggunakan Metode Harga Pokok Pesanan, bagaimana perusahaan mengklasifikasikan biaya yang dikeluarkan untuk pesanan yang belum selesai?
Dikelompokkan sebagai biaya administrasi dan umum
Dihitung sebagai biaya produksi yang belum selesai dan dicatat dalam persediaan barang dalam proses
Dikeluarkan langsung sebagai biaya barang terjual
Dicatat sebagai biaya pemasaran
Tidak dicatat
Apa yang harus dilakukan jika suatu perusahaan mengalami ketidaksesuaian antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya dalam Metode Harga Pokok Pesanan?
Menyesuaikan biaya dengan standar yang telah ditetapkan
Mengabaikan ketidaksesuaian dan melanjutkan produksi
Mencatat selisihnya sebagai kerugian pada laporan laba rugi
Mengalokasikan biaya selisih pada pesanan berikutnya
Menghapus semua biaya tidak langsung dari sistem
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, jika terjadi penyimpangan biaya yang signifikan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya, apa yang akan dilakukan manajemen untuk memperbaikinya?
Mengubah tarif biaya tetap untuk periode berikutnya
Menyesuaikan harga jual produk untuk menutupi kekurangan biaya
Mengkaji kembali tarif overhead pabrik dan melakukan penyesuaian
Mengalihkan biaya langsung ke biaya tidak langsung
Menghapus semua biaya yang tidak relevan dari pembukuan
Apa yang menjadi dasar alokasi biaya tidak langsung dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Jumlah pesanan yang diterima
Jumlah biaya pemasaran yang dikeluarkan
Jumlah bahan baku yang digunakan
Tarif overhead pabrik yang telah ditentukan berdasarkan estimasi sebelumnya
Biaya tenaga kerja langsung yang terlibat dalam produksi
Dalam perhitungan harga pokok produksi, mana yang termasuk dalam kategori "biaya konversi"?
Biaya bahan baku
Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik
Biaya pemasaran
Biaya administrasi
Biaya distribusi
Jika perusahaan menerapkan Metode Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara menentukan harga pokok produksi untuk setiap pesanan?
Menambahkan seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang terjadi selama produksi pesanan tersebut
Menghitung biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung secara terpisah dan menambahkan biaya overhead pabrik secara keseluruhan
Menggunakan biaya variabel untuk seluruh pesanan dan menghitungnya berdasarkan volume produksi
Menggunakan biaya tetap dan membaginya dengan total unit yang diproduksi
Menentukan harga jual berdasarkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung saja
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang tidak bisa ditelusuri langsung ke pesanan tertentu, seperti biaya listrik pabrik dan biaya pemeliharaan pabrik, disebut:
Biaya langsung
Biaya tidak langsung
Biaya variabel
Biaya tetap
Biaya konversi
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terjadi karena pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi disebut:
Biaya variabel
Biaya konversi
Biaya administrasi
Biaya tetap
Biaya pemasaran
Dalam metode Harga Pokok Pesanan, tarif overhead pabrik yang diterapkan dihitung berdasarkan:
Jumlah total biaya bahan baku
Estimasi total overhead pabrik untuk periode tertentu
Jumlah tenaga kerja langsung yang digunakan dalam produksi
Biaya variabel yang digunakan dalam produksi
Semua biaya yang terjadi pada periode tersebut
Impangan biaya yang signifikan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya dalam sistem Harga Pokok Pesanan?
Menghitung biaya variabel dan tetap secara terpisah
Mengabaikan penyimpangan jika tidak mempengaruhi laba
Menyesuaikan tarif biaya untuk pesanan berikutnya
Mengalihkan biaya lebih tinggi ke biaya overhead pabrik
Menyesuaikan harga jual produk sesuai dengan biaya yang lebih tinggi
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang diakui dalam biaya produksi adalah biaya yang:
Sudah dibayar dalam periode yang sama
Terkait dengan pemrosesan barang setengah jadi
Terjadi pada periode berikutnya
Hanya terjadi pada pesanan besar
Tidak dapat dialokasikan ke produk tertentu
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terkait langsung dengan produksi pesanan tertentu, seperti biaya tenaga kerja langsung, termasuk dalam kategori:
Biaya tidak langsung
Biaya konversi
Biaya tetap
Biaya variabel
Biaya langsung
Jika sebuah perusahaan menggunakan sistem Harga Pokok Pesanan dan menghasilkan barang dengan spesifikasi yang sangat berbeda, biaya yang terkait dengan tiap produk dihitung berdasarkan:
Estimasi standar biaya untuk seluruh produk
Pengalokasian biaya secara merata di seluruh produk
Biaya bahan baku dan tenaga kerja yang digunakan khusus untuk setiap pesanan
Rata-rata biaya untuk semua produk yang dihasilkan selama periode
Biaya overhead pabrik yang diterapkan ke semua unit yang diproduksi
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara perusahaan menangani biaya overhead pabrik yang tidak teralokasi secara merata ke semua pesanan?
Menetapkan biaya tetap dan mengalokasikan ke seluruh pesanan berdasarkan volume produksi
Menghitung biaya overhead berdasarkan estimasi untuk periode berikutnya
Mengalokasikan biaya overhead sesuai dengan perhitungan tarif overhead yang diterapkan pada setiap pesanan
Membagi rata seluruh biaya overhead kepada setiap unit yang diproduksi
Mengabaikan biaya overhead yang tidak teralokasi
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terkait dengan penyediaan bahan baku untuk produksi disebut:
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya variabel
Biaya bahan baku langsung
Biaya tetap
Biaya tidak langsung
Mengapa dalam metode Harga Pokok Pesanan biaya tetap sering dianggap terpisah dari biaya produksi langsung?
Karena biaya tetap tidak dipengaruhi oleh volume produksi
Karena biaya tetap dihitung secara keseluruhan tanpa mempertimbangkan pesanan individu
Karena biaya tetap lebih berkaitan dengan biaya administrasi dan umum
Karena biaya tetap tidak termasuk dalam laporan keuangan tahunan
Karena biaya tetap hanya terkait dengan produk yang dijual
Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara perusahaan mengatasi ketidaksesuaian antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya untuk tujuan pelaporan keuangan?
Mengabaikan selisihnya dalam laporan keuangan
Mencatatnya sebagai biaya yang terpisah di luar biaya produksi
Menyesuaikan tarif biaya untuk pesanan berikutnya dan melakukan penyesuaian pada laporan keuangan
Membagi biaya sesungguhnya secara merata di seluruh produk
Menerapkan biaya standar ke semua produk yang diproduksi
1. Soal 1: PT KAYU JATI menerima pesanan pembuatan 10 meja belajar dengan harga Rp15.000.000. Bahan baku yang digunakan 15 lembar kayu @Rp250.000. Tenaga kerja langsung Rp4.000.000, dan BOP dibebankan 60% dari BTKL. Hitunglah total Harga Pokok Produksi (HPP) untuk pesanan tersebut!
Rp9.500.000
Rp10.000.000
Rp10.150.000
Rp10.300.000
Rp10.600.000
PT KAYU JATI menerima pesanan pembuatan 10 meja belajar dengan harga Rp15.000.000. Bahan baku yang digunakan 15 lembar kayu @Rp250.000. Tenaga kerja langsung Rp4.000.000, dan BOP dibebankan 60% dari BTKL. 1. Jurnal yang benar untuk mencatat pembelian 25 lembar kayu @Rp250.000 adalah...
Persediaan Barang Jadi (D) Rp6.250.000
Utang dagang (K) Rp6.250.000
Beban Produksi (D) Rp6.250.000
Kas (K) Rp6.250.000
Persediaan Bahan Baku (D) Rp6.250.000
Utang Dagang (K) Rp6.250.000
BDP – Bahan Baku (D) Rp6.250.000
Persediaan Bahan Baku (K) Rp6.250.000
Kas (D)
Rp6.250.000
Persediaan Bahan Baku (K) Rp6.250.000
PT KAYU JATI menerima pesanan pembuatan 10 meja belajar dengan harga Rp15.000.000 (JOB 21). Bahan baku yang digunakan 15 lembar kayu @Rp250.000. Tenaga kerja langsung Rp4.000.000, dan BOP dibebankan 60% dari BTKL. Jika biaya tenaga kerja langsung Rp4.000.000 dan BOP dibebankan sebesar 60% dari BTKL, maka jurnal yang benar untuk mencatat BOP dibebankan adalah...
BOP Sesungguhnya (D) Rp2.400.000
BOP Dibebankan (K) Rp2.400.000
BDP – BOP Job 21 (D) Rp2.400.000
BOP Dibebankan (K) Rp2.400.000
Beban Produksi (D) Rp2.400.000
Kas (K) Rp2.400.000
BOP Dibebankan (D) Rp2.400.000
Persediaan Bahan Baku (K) Rp2.400.000
BDP – BTKL Job 21 (D) Rp2.400.0
Utang Gaji (K) Rp2.400.000
CV MULTIFURNI menerima pesanan pembuatan 5 lemari dengan bahan baku Rp8.000.000, BTKL Rp5.000.000, dan BOP dibebankan 70% dari BTKL. Hitunglah laba kotor dari pesanan jika penjualan sebesar Rp20.000.000!
Rp2.500.000
Rp3.000.000
Rp3.200.000
Rp3.500.000
Rp3.800.000
1. PT INTERIORINDO menerima pesanan 50 kursi. BBB Dept A: Rp6.000.000, BBB Dept B: Rp2.000.000, BTKL A: Rp3.000.000, BTKL B: Rp1.000.000. BOP Dept A = 50% dari BBB, BOP Dept B = 80% dari BTKL. Hitunglah total Harga Pokok Produksi (HPP) untuk Job K-05.
Rp15.000.000
Rp15.500.000
Rp15.800.000
Rp16.200.000
Rp16.800.000
PT INTERIORINDO menerima pesanan 50 kursi (Job K-05). BBB Dept A: Rp6.000.000, BBB Dept B: Rp2.000.000, BTKL A: Rp3.000.000, BTKL B: Rp1.000.000. BOP Dept A = 50% dari BBB, BOP Dept B = 80% dari BTKL. Untuk memindahkan produk dari Departemen A ke Departemen B dengan total biaya BBB: Rp6.000.000, BTKL: Rp3.000.000, dan BOP: Rp3.000.000, maka jurnal yang benar adalah...
BDP Dept A – HPP (D) Rp12.000.000
Persediaan Bahan Baku (K) Rp12.000.000
Persediaan Produk Jadi (D) Rp12.000.000
BDP – Dept A (K) Rp12.000.000
BDP Dept B (D) Rp12.000.000
BDP BBB Dept A (K) Rp6.000.000
BDP BTKL Dept A (K) Rp3.000.000
BDP BOP Dept A (K) Rp3.000.000
BDP BTKL Dept B (D) Rp12.000.000
Kas (K) Rp12.000.000
BDP Dept A – HPP (D) Rp12.000.000
BOP Sesungguhnya (K) Rp12.000.000
CV ROTAN INDAH menerima pesanan 30 set sofa. BBB Dept A: Rp7.500.000, BBB Dept B: Rp3.000.000, BTKL A: Rp4.500.000, BTKL B: Rp2.500.000. BOP Dept A: 60% dari BBB, BOP Dept B: 70% dari BTKL. Hitunglah total BOP yang dibebankan untuk seluruh pekerjaan.
Rp6.000.000
Rp6.250.000
Rp6.500.000
Rp6.750.000
Rp7.000.000
CV ROTAN INDAH menerima pesanan 30 set sofa. BBB Dept A: Rp7.500.000, BBB Dept B: Rp3.000.000, BTKL A: Rp4.500.000, BTKL B: Rp2.500.000. BOP Dept A: 60% dari BBB, BOP Dept B: 70% dari BTKL. CV ROTAN INDAH telah menyelesaikan pesanan senilai Rp30.000.000, dengan total HPP Rp23.750.000. Jurnal untuk mencatat penjualan dan HPP adalah...
Kas D) Rp30.000.000
Penjualan (K) Rp30.000.000
Harga Pokok Penjualan (D) Rp23.750.000
Persediaan Produk Jadi (K) Rp23.750.000
Piutang Dagang (D) Rp30.000.000
Persediaan Produk Jadi (K) Rp30.000.000
Penjualan (D) Rp23.750.000
Kas (K) Rp23.750.000
Harga Pokok Penjualan (D) Rp30.000.000
Penjualan (K) Rp30.000.000
BDP – Produk Jadi (D) Rp23.750.000
Persediaan Produk Jadi (D) Rp23.750.000
