wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PERTEMUAN 2_METODE HARGA POKOK PESANAN

Total questions: 58

Worksheet time: 39mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama dari penggunaan "Metode Harga Pokok Pesanan"?

a)

Menghitung total biaya produksi untuk semua barang yang diproduksi

b)

Menghitung biaya per unit untuk pesanan tertentu

c)

Memperkirakan biaya produksi di awal

d)

Menghitung biaya tetap produksi

e)

Menghitung biaya variabel berdasarkan output produksi

2.

Mana di antara berikut ini yang merupakan komponen utama dari "Metode Harga Pokok Pesanan"?

a)

Biaya dialokasikan untuk setiap periode

b)

Biaya ditugaskan ke produk individual berdasarkan pesanan spesifik

c)

Biaya tetap diabaikan

d)

Digunakan untuk produksi massal

e)

Biaya dihitung berdasarkan rata-rata tingkat produksi

3.

Apa rumus untuk menghitung biaya per unit dalam Metode Harga Pokok Pesanan?

a)

Total biaya produksi / Jumlah total produk yang diproduksi

b)

Total biaya produksi / Jumlah total pesanan

c)

Biaya tenaga kerja langsung / Jumlah unit yang diproduksi

d)

Total biaya bahan baku / Jumlah pekerja

e)

Biaya overhead tetap / Jumlah pesanan

4.

Apa yang termasuk dalam "biaya produksi" dalam metode Harga Pokok Pesanan?

a)

Biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik

b)

Biaya transportasi dan pemasaran

c)

Biaya perlengkapan kantor dan administrasi

d)

Biaya penjualan dan distribusi

e)

Semua jawaban di atas

5.

Dalam Metode Harga Pokok Pesanan, kapan biaya produksi biasanya dialokasikan?

a)

Pada awal periode produksi

b)

Setelah barang terjual

c)

Pada akhir periode produksi

d)

Selama proses produksi

e)

Sebelum produksi dimulai

6.

Apa yang dimaksud dengan "biaya barang yang diproduksi" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Total biaya barang jadi yang tersedia untuk dijual

b)

Total biaya bahan baku yang dikeluarkan selama produksi

c)

Total biaya tenaga kerja yang dibayar kepada pekerja selama produksi

d)

Total jumlah yang dibayar kepada pemasok eksternal

e)

Total biaya barang yang telah selesai dan dipindahkan keluar

7.

Biaya kategori mana yang tidak termasuk dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Tenaga kerja langsung

b)

Bahan baku langsung

c)

Overhead pabrik

d)

Biaya pemasaran dan distribusi

e)

Tidak ada jawaban yang benar

8.

Bagaimana overhead pabrik diperlakukan dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Diberikan langsung ke setiap pesanan

b)

Dihitung berdasarkan tarif overhead yang diperkirakan dan diterapkan pada setiap pekerjaan

c)

Tidak termasuk dalam perhitungan biaya

d)

Dibagi secara merata di seluruh unit yang diproduksi

e)

Tidak ada jawaban yang benar

9.

Apa yang terjadi jika total overhead pabrik yang diterapkan melebihi overhead pabrik yang sesungguhnya dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Laba dicatat dalam laporan keuangan

b)

Rugi dicatat dalam laporan keuangan

c)

Overhead pabrik disesuaikan agar sesuai dengan biaya sesungguhnya

d)

Selisihnya dicatat sebagai kewajiban

e)

Selisihnya diabaikan

10.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya mana yang biasanya diperlakukan sebagai biaya langsung?

a)

Biaya administrasi

b)

Biaya pemasaran

c)

Biaya utilitas pabrik

d)

Biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi

e)

Perlakuan biaya kantor umum

11.

Dalam Metode Harga Pokok Pesanan, bagaimana biaya overhead pabrik dialokasikan ke setiap pesanan?

a)

Berdasarkan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan dalam setiap pesanan

b)

Berdasarkan alokasi rata-rata biaya tetap pada seluruh pesanan

c)

Berdasarkan tarif overhead yang dihitung sebelumnya dan diterapkan per unit produk

d)

Berdasarkan estimasi total biaya

12.

Apa yang dimaksud dengan "biaya pokok produksi" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Total biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi

b)

Total biaya untuk memproduksi barang jadi yang siap dijual

c)

Total biaya untuk menjalankan operasi pemasaran produk

d)

Total biaya yang dikeluarkan untuk administrasi dan umum

e)

Biaya yang dikaitkan dengan pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi

13.

Jika biaya overhead pabrik terdistribusi secara merata dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara menentukan tarif overhead per unit?

a)

Menggunakan total biaya tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses produksi

b)

Menghitung total biaya variabel yang dialokasikan ke setiap pesanan

c)

Menghitung total biaya tetap pabrik dan membaginya dengan jumlah unit yang diproduksi

d)

Menentukan biaya standar berdasarkan estimasi produksi tahunan

e)

Menggunakan total biaya produk dan membaginya dengan jumlah unit yang dihasilkan

14.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, jika perusahaan memproduksi barang berdasarkan pesanan khusus, bagaimana cara pengakuan biaya bahan baku?

a)

Biaya bahan baku dihitung sebagai total biaya produksi selama periode

b)

Biaya bahan baku ditentukan berdasarkan tarif tetap yang dihitung sebelumnya

c)

Biaya bahan baku diakui sesuai dengan pesanan dan digunakan hanya untuk pesanan tersebut

d)

Biaya bahan baku dibagi rata di seluruh produk yang diproduksi

e)

Semua biaya bahan baku langsung dimasukkan dalam biaya pemasaran

15.

Bagaimana cara perusahaan menentukan harga pokok produk dalam Metode Harga Pokok Pesanan jika terdapat beberapa pesanan yang dikerjakan secara bersamaan?

a)

Menggunakan rata-rata biaya untuk seluruh pesanan

b)

Mengalokasikan biaya berdasarkan nilai pesanan terbesar

c)

Menghitung harga pokok produk untuk setiap pesanan berdasarkan alokasi biaya langsung dan tidak langsung yang spesifik

d)

Menetapkan biaya pokok berdasarkan estimasi standar untuk seluruh produksi

e)

Membagi total biaya produksi dengan jumlah total pesanan

16.

Apa perbedaan utama antara "biaya variabel" dan "biaya tetap" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Biaya variabel tetap konstan dalam hubungannya dengan volume produksi, sedangkan biaya tetap berubah

b)

Biaya variabel berubah seiring dengan perubahan volume produksi, sedangkan biaya tetap tidak berubah

c)

Biaya variabel hanya berlaku untuk periode tertentu, sedangkan biaya tetap berlaku sepanjang tahun

d)

Biaya tetap mencakup biaya tenaga kerja langsung, sedangkan biaya variabel mencakup overhead pabrik

e)

Biaya variabel lebih terkait dengan administrasi, sedangkan biaya tetap berkaitan dengan produksi

17.

Apa yang dimaksud dengan "prime cost" dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Biaya yang hanya terkait dengan overhead pabrik

b)

Biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung yang terlibat dalam produksi

c)

Biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh volume produksi

d)

Biaya yang dihitung berdasarkan tarif standar

e)

Biaya variabel yang ditambahkan ke biaya tetap

18.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya konversi mencakup:

a)

Biaya bahan baku yang digunakan dalam produksi

b)

Biaya overhead pabrik yang dibagi rata pada setiap pesanan

c)

Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang terkait dengan produksi

d)

Biaya pemasaran dan distribusi produk

e)

Biaya tenaga kerja yang tidak langsung terkait dengan produksi

19.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana biaya pemasaran dan distribusi diperlakukan?

a)

Biaya pemasaran dan distribusi diakumulasikan bersama biaya produksi

b)

Biaya pemasaran dan distribusi hanya dihitung setelah produk selesai diproduksi

c)

Biaya pemasaran dan distribusi diperlakukan sebagai biaya tetap dalam produksi

d)

Biaya pemasaran dan distribusi dimasukkan dalam harga pokok produk

e)

Biaya pemasaran dan distribusi tidak dihitung dalam Harga Pokok Pesanan

20.

Bagaimana biaya overhead pabrik dihitung jika terdapat perbedaan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Biaya yang diterapkan akan disesuaikan dengan biaya yang sesungguhnya

b)

Selisihnya akan dibebankan ke biaya pemasaran

c)

Selisihnya diabaikan dan tidak mempengaruhi laporan keuangan

d)

Biaya yang sesungguhnya akan dialokasikan kembali ke pesanan yang relevan

e)

Biaya yang diterapkan akan dibayar terlebih dahulu sebelum disesuaikan

21.

Apa yang menjadi tantangan utama dalam penerapan Metode Harga Pokok Pesanan?

a)

Menghitung biaya variabel secara tepat

b)

Mengalokasikan biaya tetap secara akurat pada setiap pesanan

c)

Menghitung harga jual produk berdasarkan biaya total

d)

Mengatur biaya pemasaran sesuai dengan biaya produksi

e)

Mengalokasikan biaya bahan baku pada setiap departemen

22.

Jika perusahaan menggunakan Metode Harga Pokok Pesanan untuk memproduksi produk berdasarkan pesanan, bagaimana cara mengalokasikan biaya tidak langsung?

a)

Biaya tidak langsung dibagi rata ke seluruh pesanan berdasarkan volume produksi

b)

Biaya tidak langsung dialokasikan sesuai dengan besaran pesanan atau jumlah unit yang dipesan

c)

Biaya tidak langsung hanya dihitung berdasarkan produk yang paling banyak diproduksi

d)

Biaya tidak langsung dianggap sebagai biaya tetap dan tidak dialokasikan ke pesanan

e)

Biaya tidak langsung dimasukkan dalam biaya pemasaran dan distribusi

23.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang dihitung berdasarkan tarif yang telah ditentukan sebelumnya disebut sebagai:

a)

Biaya tidak langsung

b)

Biaya variabel

c)

Biaya standar

d)

Biaya fixed

e)

Biaya administratif

24.

Pada metode Harga Pokok Pesanan, ketika terjadi penyimpangan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya, langkah pertama yang harus diambil adalah:

a)

Menghitung laba bersih dari produk tersebut

b)

Menyesuaikan tarif overhead pabrik untuk periode berikutnya

c)

Mencatat penyimpangan dalam laporan laba rugi

d)

Mengalokasikan kembali biaya tetap ke semua produk yang diproduksi

e)

Menyusun anggaran untuk biaya pemasaran

25.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terkait langsung dengan pesanan tertentu, seperti bahan baku dan tenaga kerja, disebut:

a)

Biaya variabel

b)

Biaya konversi

c)

Biaya langsung

d)

Biaya tidak langsung

e)

Biaya tetap

26.

Apa yang dimaksud dengan biaya standar dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Biaya yang dibebankan pada setiap pesanan berdasarkan volume produksi

b)

Biaya yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan biaya per unit yang realistis

27.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang dibebankan atas dasar kuantitas aktual untuk biaya langsung dan biaya tidak langsung disebut:

a)

Biaya standar

b)

Biaya relevan

c)

Biaya kesempatan

d)

Biaya aktual

e)

Biaya semi-variabel

28.

Bagaimana pengaruh perubahan volume produksi terhadap biaya variabel dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Biaya variabel akan tetap konstan terlepas dari volume produksi

b)

Biaya variabel akan berkurang seiring dengan peningkatan volume produksi

c)

Biaya variabel akan berubah sebanding dengan perubahan volume produksi

d)

Biaya variabel akan meningkat drastis dengan penurunan volume produksi

e)

Biaya variabel akan dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan sebelumnya

29.

Dalam metode Harga Pokok Pesanan, apabila suatu pesanan memerlukan biaya lebih tinggi dari yang dianggarkan, apa langkah yang seharusnya diambil oleh manajemen?

a)

Menurunkan biaya standar untuk pesanan tersebut

b)

Melakukan analisis penyebab dan melakukan tindakan koreksi

c)

Meningkatkan harga jual produk sesuai biaya yang lebih tinggi

d)

Mengabaikan penyimpangan biaya jika masih dalam batas yang wajar

e)

Mengalihkan biaya lebih tinggi ke biaya pemasaran

30.

Metode Harga Pokok Pesanan lebih cocok digunakan untuk jenis perusahaan berikut, kecuali:

a)

Perusahaan manufaktur yang memproduksi barang dalam jumlah besar

b)

Perusahaan konstruksi yang memproduksi produk berdasarkan pesanan

c)

Perusahaan percetakan yang menghasilkan produk berdasarkan permintaan pelanggan

d)

Perusahaan jasa yang memberikan layanan khusus kepada klien

e)

Perusahaan pengolahan yang memproduksi produk berdasarkan spesifikasi klien

31.

Bagaimana cara mengalokasikan biaya overhead pabrik dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Menggunakan alokasi proporsional berdasarkan biaya tenaga kerja langsung yang digunakan

b)

Berdasarkan jumlah pesanan yang dikerjakan dalam periode tersebut

c)

Berdasarkan estimasi biaya overhead yang telah ditentukan sebelumnya dan dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi

d)

Menghitung biaya overhead berdasarkan jenis produk yang diproduksi

e)

Semua biaya overhead dianggap tetap dan dibagi secara rata

32.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, faktor apa yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan tarif overhead?

a)

Total biaya bahan baku

b)

Jumlah unit yang diproduksi dalam periode tersebut

c)

Perubahan harga jual produk

d)

Biaya tenaga kerja langsung yang diperkirakan

e)

Semua jawaban benar

33.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang bersifat tetap, seperti sewa pabrik dan gaji manajer, biasanya dikategorikan sebagai:

a)

Biaya variabel

b)

Biaya langsung

c)

Biaya tidak langsung

d)

Biaya konversi

e)

Biaya pemasaran

34.

Pada saat menyusun laporan keuangan untuk perusahaan manufaktur menggunakan Metode Harga Pokok Pesanan, bagaimana perusahaan mengklasifikasikan biaya yang dikeluarkan untuk pesanan yang belum selesai?

a)

Dikelompokkan sebagai biaya administrasi dan umum

b)

Dihitung sebagai biaya produksi yang belum selesai dan dicatat dalam persediaan barang dalam proses

c)

Dikeluarkan langsung sebagai biaya barang terjual

d)

Dicatat sebagai biaya pemasaran

e)

Tidak dicatat

35.

Apa yang harus dilakukan jika suatu perusahaan mengalami ketidaksesuaian antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya dalam Metode Harga Pokok Pesanan?

a)

Menyesuaikan biaya dengan standar yang telah ditetapkan

b)

Mengabaikan ketidaksesuaian dan melanjutkan produksi

c)

Mencatat selisihnya sebagai kerugian pada laporan laba rugi

d)

Mengalokasikan biaya selisih pada pesanan berikutnya

e)

Menghapus semua biaya tidak langsung dari sistem

36.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, jika terjadi penyimpangan biaya yang signifikan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya, apa yang akan dilakukan manajemen untuk memperbaikinya?

a)

Mengubah tarif biaya tetap untuk periode berikutnya

b)

Menyesuaikan harga jual produk untuk menutupi kekurangan biaya

c)

Mengkaji kembali tarif overhead pabrik dan melakukan penyesuaian

d)

Mengalihkan biaya langsung ke biaya tidak langsung

e)

Menghapus semua biaya yang tidak relevan dari pembukuan

37.

Apa yang menjadi dasar alokasi biaya tidak langsung dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Jumlah pesanan yang diterima

b)

Jumlah biaya pemasaran yang dikeluarkan

c)

Jumlah bahan baku yang digunakan

d)

Tarif overhead pabrik yang telah ditentukan berdasarkan estimasi sebelumnya

e)

Biaya tenaga kerja langsung yang terlibat dalam produksi

38.

Dalam perhitungan harga pokok produksi, mana yang termasuk dalam kategori "biaya konversi"?

a)

Biaya bahan baku

b)

Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik

c)

Biaya pemasaran

d)

Biaya administrasi

e)

Biaya distribusi

39.

Jika perusahaan menerapkan Metode Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara menentukan harga pokok produksi untuk setiap pesanan?

a)

Menambahkan seluruh biaya langsung dan tidak langsung yang terjadi selama produksi pesanan tersebut

b)

Menghitung biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung secara terpisah dan menambahkan biaya overhead pabrik secara keseluruhan

c)

Menggunakan biaya variabel untuk seluruh pesanan dan menghitungnya berdasarkan volume produksi

d)

Menggunakan biaya tetap dan membaginya dengan total unit yang diproduksi

e)

Menentukan harga jual berdasarkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung saja

40.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang tidak bisa ditelusuri langsung ke pesanan tertentu, seperti biaya listrik pabrik dan biaya pemeliharaan pabrik, disebut:

a)

Biaya langsung

b)

Biaya tidak langsung

c)

Biaya variabel

d)

Biaya tetap

e)

Biaya konversi

41.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terjadi karena pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi disebut:

a)

Biaya variabel

b)

Biaya konversi

c)

Biaya administrasi

d)

Biaya tetap

e)

Biaya pemasaran

42.

Dalam metode Harga Pokok Pesanan, tarif overhead pabrik yang diterapkan dihitung berdasarkan:

a)

Jumlah total biaya bahan baku

b)

Estimasi total overhead pabrik untuk periode tertentu

c)

Jumlah tenaga kerja langsung yang digunakan dalam produksi

d)

Biaya variabel yang digunakan dalam produksi

e)

Semua biaya yang terjadi pada periode tersebut

43.

Impangan biaya yang signifikan antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya dalam sistem Harga Pokok Pesanan?

a)

Menghitung biaya variabel dan tetap secara terpisah

b)

Mengabaikan penyimpangan jika tidak mempengaruhi laba

c)

Menyesuaikan tarif biaya untuk pesanan berikutnya

d)

Mengalihkan biaya lebih tinggi ke biaya overhead pabrik

e)

Menyesuaikan harga jual produk sesuai dengan biaya yang lebih tinggi

44.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang diakui dalam biaya produksi adalah biaya yang:

a)

Sudah dibayar dalam periode yang sama

b)

Terkait dengan pemrosesan barang setengah jadi

c)

Terjadi pada periode berikutnya

d)

Hanya terjadi pada pesanan besar

e)

Tidak dapat dialokasikan ke produk tertentu

45.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terkait langsung dengan produksi pesanan tertentu, seperti biaya tenaga kerja langsung, termasuk dalam kategori:

a)

Biaya tidak langsung

b)

Biaya konversi

c)

Biaya tetap

d)

Biaya variabel

e)

Biaya langsung

46.

Jika sebuah perusahaan menggunakan sistem Harga Pokok Pesanan dan menghasilkan barang dengan spesifikasi yang sangat berbeda, biaya yang terkait dengan tiap produk dihitung berdasarkan:

a)

Estimasi standar biaya untuk seluruh produk

b)

Pengalokasian biaya secara merata di seluruh produk

c)

Biaya bahan baku dan tenaga kerja yang digunakan khusus untuk setiap pesanan

d)

Rata-rata biaya untuk semua produk yang dihasilkan selama periode

e)

Biaya overhead pabrik yang diterapkan ke semua unit yang diproduksi

47.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara perusahaan menangani biaya overhead pabrik yang tidak teralokasi secara merata ke semua pesanan?

a)

Menetapkan biaya tetap dan mengalokasikan ke seluruh pesanan berdasarkan volume produksi

b)

Menghitung biaya overhead berdasarkan estimasi untuk periode berikutnya

c)

Mengalokasikan biaya overhead sesuai dengan perhitungan tarif overhead yang diterapkan pada setiap pesanan

d)

Membagi rata seluruh biaya overhead kepada setiap unit yang diproduksi

e)

Mengabaikan biaya overhead yang tidak teralokasi

48.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, biaya yang terkait dengan penyediaan bahan baku untuk produksi disebut:

a)

Biaya tenaga kerja langsung

b)

Biaya variabel

c)

Biaya bahan baku langsung

d)

Biaya tetap

e)

Biaya tidak langsung

49.

Mengapa dalam metode Harga Pokok Pesanan biaya tetap sering dianggap terpisah dari biaya produksi langsung?

a)

Karena biaya tetap tidak dipengaruhi oleh volume produksi

b)

Karena biaya tetap dihitung secara keseluruhan tanpa mempertimbangkan pesanan individu

c)

Karena biaya tetap lebih berkaitan dengan biaya administrasi dan umum

d)

Karena biaya tetap tidak termasuk dalam laporan keuangan tahunan

e)

Karena biaya tetap hanya terkait dengan produk yang dijual

50.

Dalam sistem Harga Pokok Pesanan, bagaimana cara perusahaan mengatasi ketidaksesuaian antara biaya yang diterapkan dan biaya yang sesungguhnya untuk tujuan pelaporan keuangan?

a)

Mengabaikan selisihnya dalam laporan keuangan

b)

Mencatatnya sebagai biaya yang terpisah di luar biaya produksi

c)

Menyesuaikan tarif biaya untuk pesanan berikutnya dan melakukan penyesuaian pada laporan keuangan

d)

Membagi biaya sesungguhnya secara merata di seluruh produk

e)

Menerapkan biaya standar ke semua produk yang diproduksi

51.

1.       Soal 1: PT KAYU JATI menerima pesanan pembuatan 10 meja belajar dengan harga Rp15.000.000. Bahan baku yang digunakan 15 lembar kayu @Rp250.000. Tenaga kerja langsung Rp4.000.000, dan BOP dibebankan 60% dari BTKL. Hitunglah total Harga Pokok Produksi (HPP) untuk pesanan tersebut!

a)

Rp9.500.000

b)

Rp10.000.000

c)

Rp10.150.000

d)

Rp10.300.000

e)

Rp10.600.000

52.

PT KAYU JATI menerima pesanan pembuatan 10 meja belajar dengan harga Rp15.000.000. Bahan baku yang digunakan 15 lembar kayu @Rp250.000. Tenaga kerja langsung Rp4.000.000, dan BOP dibebankan 60% dari BTKL. 1.       Jurnal yang benar untuk mencatat pembelian 25 lembar kayu @Rp250.000 adalah...

a)

Persediaan Barang Jadi (D)     Rp6.250.000
   Utang dagang (K)                  Rp6.250.000

b)

Beban Produksi (D)                  Rp6.250.000

Kas (K)                                     Rp6.250.000

c)

Persediaan Bahan Baku (D)     Rp6.250.000
   Utang Dagang (K)                   Rp6.250.000

d)

BDP – Bahan Baku (D)         Rp6.250.000
   Persediaan Bahan Baku (K)       Rp6.250.000

e)

  Kas (D)                   

Rp6.250.000
   Persediaan Bahan Baku  (K)        Rp6.250.000

53.

PT KAYU JATI menerima pesanan pembuatan 10 meja belajar dengan harga Rp15.000.000 (JOB 21). Bahan baku yang digunakan 15 lembar kayu @Rp250.000. Tenaga kerja langsung Rp4.000.000, dan BOP dibebankan 60% dari BTKL. Jika biaya tenaga kerja langsung Rp4.000.000 dan BOP dibebankan sebesar 60% dari BTKL, maka jurnal yang benar untuk mencatat BOP dibebankan adalah...

a)

BOP Sesungguhnya (D)                Rp2.400.000
   BOP Dibebankan (K)                      Rp2.400.000

b)

BDP – BOP Job 21 (D)              Rp2.400.000
   BOP Dibebankan (K)                      Rp2.400.000

c)

Beban Produksi (D)                     Rp2.400.000

Kas (K)                                         Rp2.400.000

d)

BOP Dibebankan (D)                 Rp2.400.000
   Persediaan Bahan Baku (K)           Rp2.400.000

e)

BDP – BTKL Job 21 (D)             Rp2.400.0

Utang Gaji (K)                                   Rp2.400.000

54.

CV MULTIFURNI menerima pesanan pembuatan 5 lemari dengan bahan baku Rp8.000.000, BTKL Rp5.000.000, dan BOP dibebankan 70% dari BTKL. Hitunglah laba kotor dari pesanan jika penjualan sebesar Rp20.000.000!

a)

Rp2.500.000

b)

Rp3.000.000

c)

Rp3.200.000

d)

Rp3.500.000

e)

Rp3.800.000

55.

1.       PT INTERIORINDO menerima pesanan 50 kursi. BBB Dept A: Rp6.000.000, BBB Dept B: Rp2.000.000, BTKL A: Rp3.000.000, BTKL B: Rp1.000.000. BOP Dept A = 50% dari BBB, BOP Dept B = 80% dari BTKL. Hitunglah total Harga Pokok Produksi (HPP) untuk Job K-05.

a)

Rp15.000.000

b)

Rp15.500.000

c)

Rp15.800.000

d)

Rp16.200.000

e)

     Rp16.800.000

56.

PT INTERIORINDO menerima pesanan 50 kursi (Job K-05). BBB Dept A: Rp6.000.000, BBB Dept B: Rp2.000.000, BTKL A: Rp3.000.000, BTKL B: Rp1.000.000. BOP Dept A = 50% dari BBB, BOP Dept B = 80% dari BTKL. Untuk memindahkan produk dari Departemen A ke Departemen B dengan total biaya BBB: Rp6.000.000, BTKL: Rp3.000.000, dan BOP: Rp3.000.000, maka jurnal yang benar adalah...

a)

BDP Dept A – HPP (D)             Rp12.000.000
   Persediaan Bahan Baku (K)         Rp12.000.000

b)

Persediaan Produk Jadi (D)       Rp12.000.000
   BDP – Dept A (K)                       Rp12.000.000

c)

BDP Dept B (D)                        Rp12.000.000
   BDP BBB Dept A (K)                   Rp6.000.000
   BDP BTKL Dept A (K)                 Rp3.000.000
   BDP BOP Dept A  (K)                 Rp3.000.000

d)

BDP BTKL Dept B (D)             Rp12.000.000
   Kas  (K)                                       Rp12.000.000

e)

BDP Dept A – HPP (D)             Rp12.000.000
   BOP Sesungguhnya (K)                Rp12.000.000

57.

CV ROTAN INDAH menerima pesanan 30 set sofa. BBB Dept A: Rp7.500.000, BBB Dept B: Rp3.000.000, BTKL A: Rp4.500.000, BTKL B: Rp2.500.000. BOP Dept A: 60% dari BBB, BOP Dept B: 70% dari BTKL. Hitunglah total BOP yang dibebankan untuk seluruh pekerjaan.

a)

Rp6.000.000

b)

Rp6.250.000

c)

Rp6.500.000

d)

Rp6.750.000

e)

Rp7.000.000

58.

CV ROTAN INDAH menerima pesanan 30 set sofa. BBB Dept A: Rp7.500.000, BBB Dept B: Rp3.000.000, BTKL A: Rp4.500.000, BTKL B: Rp2.500.000. BOP Dept A: 60% dari BBB, BOP Dept B: 70% dari BTKL. CV ROTAN INDAH telah menyelesaikan pesanan senilai Rp30.000.000, dengan total HPP Rp23.750.000. Jurnal untuk mencatat penjualan dan HPP adalah...

a)

Kas D)                               Rp30.000.000
   Penjualan (K)                         Rp30.000.000
Harga Pokok Penjualan (D)    Rp23.750.000
   Persediaan Produk Jadi (K)     Rp23.750.000

b)

Piutang Dagang (D)              Rp30.000.000
   Persediaan Produk Jadi (K)     Rp30.000.000

c)

      Penjualan  (D)                        Rp23.750.000
   Kas (K)                                    Rp23.750.000

d)

Harga Pokok Penjualan (D)  Rp30.000.000
   Penjualan (K)                        Rp30.000.000

e)

BDP – Produk Jadi (D)           Rp23.750.000
   Persediaan Produk Jadi  (D)    Rp23.750.000