wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Manajemen Risiko

Total questions: 30

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan risk dalam konteks manajemen proyek?

a)

Kejadian yang dapat mengurangi biaya proyek

b)

Kejadian yang dapat mempengaruhi salah satu atau lebih tujuan proyek

c)

Kejadian yang selalu berdampak negatif pada proyek

d)

Kejadian yang hanya mempengaruhi jadwal proyek

2.

Apa yang dimaksud dengan risk appetite dalam manajemen risiko?

a)

Batas maksimal risiko yang dapat diterima oleh proyek

b)

Jumlah risiko yang siap diambil seseorang atau perusahaan untuk mendapatkan imbalan

c)

Tingkat toleransi terhadap ancaman dalam proyek

d)

Proses untuk merencanakan respons terhadap risiko

3.

Apa yang dimaksud dengan risk register dalam manajemen proyek?

a)

Daftar biaya proyek yang diestimasikan

b)

Daftar risiko yang teridentifikasi dalam proyek

c)

Daftar stakeholder yang terlibat dalam proyek

d)

Daftar jadwal proyek yang telah disetujui

4.

Apa yang dimaksud dengan qualitative risk analysis?

a)

Proses untuk mengidentifikasi jumlah dana yang dibutuhkan untuk menangani risiko

b)

Proses untuk mengidentifikasi risiko yang paling signifikan berdasarkan dampaknya

c)

Proses untuk menghitung dampak finansial dari risiko

d)

Proses untuk melakukan simulasi risiko menggunakan perangkat lunak

5.

Apa yang dimaksud dengan root cause analysis dalam manajemen risiko?

a)

Proses untuk mengidentifikasi penyebab utama dari risiko yang dapat terjadi

b)

Proses untuk merencanakan respons terhadap risiko

c)

Proses untuk menghitung biaya yang terkait dengan risiko

d)

Proses untuk mengklasifikasikan risiko dalam proyek

6.

Apa tujuan dari quantitative risk analysis?

a)

Untuk memprioritaskan risiko berdasarkan dampaknya

b)

Untuk mengidentifikasi semua risiko dalam proyek

c)

Untuk menganalisis risiko secara numerik dan menghasilkan analisis yang terukur

d)

Untuk memindahkan risiko kepada pihak ketiga

7.

Apa yang dimaksud dengan contingent response strategies?

a)

Strategi yang digunakan untuk mengatasi risiko jika terjadi kejadian yang tak terduga

b)

Strategi untuk mengurangi jumlah risiko yang dapat diterima dalam proyek

c)

Strategi untuk memindahkan risiko kepada pihak ketiga

d)

Strategi untuk meningkatkan peluang yang dapat mendatangkan keuntungan proyek

8.

Apa yang dimaksud dengan escalate dalam merespons risiko negatif?

a)

Mengurangi dampak risiko dengan cara mengubah proses

b)

Menghindari risiko dengan mengubah lingkup proyek

c)

Meningkatkan kemungkinan terjadinya risiko yang lebih besar

d)

Menaikkan tingkat risiko ke level lebih tinggi dalam organisasi untuk ditangani

9.

Apa yang dimaksud dengan risk threshold?

a)

Nilai maksimum risiko yang dapat diterima dalam proyek

b)

Nilai minimal dampak yang diperlukan agar risiko diabaikan

c)

Proses untuk menghitung besaran risiko yang akan diterima

d)

Tingkat toleransi risiko yang ditentukan oleh tim proyek

10.

Apa yang dimaksud dengan mitigation dalam manajemen risiko?

a)

Menghapus risiko sepenuhnya dari proyek

b)

Mengurangi kemungkinan atau dampak dari risiko yang teridentifikasi

c)

Menerima risiko tanpa melakukan tindakan lebih lanjut

d)

Menangguhkan proyek untuk menunggu risiko selesai

11.

Apa perbedaan antara risk appetite dan risk tolerance dalam manajemen risiko proyek?

a)

Risk appetite lebih berfokus pada total dampak risiko, sementara risk tolerance fokus pada penerimaan risiko individu.

b)

Risk appetite adalah batasan risiko yang dapat diterima oleh proyek, sementara risk tolerance adalah seberapa banyak risiko yang dapat diterima oleh individu.

c)

Risk appetite adalah jumlah total risiko yang dapat diterima, sementara risk tolerance adalah tindakan yang diambil untuk mengurangi risiko tersebut.

d)

Risk appetite digunakan oleh proyek besar, sementara risk tolerance hanya berlaku untuk proyek kecil.

12.

Apa yang dimaksud dengan risk threshold dalam konteks manajemen proyek?

a)

Batasan anggaran yang digunakan untuk menanggulangi risiko.

b)

Batas titik dimana risiko tidak bisa diterima lagi dan harus mendapatkan perhatian lebih lanjut.

c)

Persentase risiko yang dihitung berdasarkan anggaran proyek.

d)

Nilai dari risiko yang dapat dikelola tanpa mempengaruhi jadwal proyek.

13.

Apa itu risk management plan?

a)

Rencana untuk memindahkan risiko kepada pihak ketiga melalui asuransi.

b)

Rencana yang mengidentifikasi bagaimana risiko akan dikelola sepanjang proyek, termasuk penilaian dan respons risiko.

c)

Dokumen yang hanya mencatat risiko yang telah terjadi dalam proyek.

d)

Daftar semua risiko yang teridentifikasi dalam proyek beserta biaya yang terkait.

14.

Apa yang dimaksud dengan risk register?

a)

Daftar risiko yang mengidentifikasi potensi risiko dan perencanaannya.

b)

Daftar semua komponen proyek yang memerlukan perhatian risiko.

c)

Daftar biaya dan anggaran yang diperlukan untuk mengatasi risiko proyek.

d)

Daftar stakeholder yang berpotensi terpengaruh oleh risiko dalam proyek.

15.

Apa tujuan utama dari qualitative risk analysis?

a)

Menentukan biaya yang diperlukan untuk mengatasi risiko proyek.

b)

Menentukan prioritas risiko berdasarkan dampak dan probabilitas terjadinya.

c)

Menyusun daftar risiko yang terjadi pada proyek.

d)

Melakukan analisis matematis terhadap risiko.

16.

Perbedaan utama antara quantitative risk analysis dan qualitative risk analysis adalah?

a)

Quantitative risk analysis berfokus pada numerik dan statistik, sedangkan qualitative risk analysis hanya mengidentifikasi risiko tanpa perhitungan angka.

b)

Quantitative risk analysis hanya digunakan untuk risiko positif, sementara qualitative risk analysis hanya untuk risiko negatif.

c)

Quantitative risk analysis lebih sederhana dan murah dibandingkan qualitative risk analysis.

d)

Quantitative risk analysis digunakan hanya pada tahap akhir proyek, sedangkan qualitative risk analysis dilakukan sepanjang proyek.

17.

Apa yang dimaksud dengan root cause analysis dalam manajemen risiko?

a)

Proses untuk menghitung kerugian finansial akibat suatu risiko.

b)

Proses untuk menemukan penyebab utama dari potensi masalah atau risiko dalam proyek.

c)

Proses untuk menentukan tindakan mitigasi terhadap risiko.

d)

Proses untuk mengidentifikasi cara mengalihkan risiko ke pihak lain.

18.

Apa yang dimaksud dengan SWOT analysis dalam konteks manajemen risiko?

a)

Teknik untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan dalam mengelola risiko.

b)

Teknik untuk menganalisis peluang dan ancaman dari risiko yang ada.

c)

Proses untuk menentukan siapa yang harus mengelola risiko.

d)

Proses untuk mengidentifikasi potensi masalah pada jadwal proyek.

19.

Apa yang dimaksud dengan mitigation dalam merespons risiko negatif?

a)

Mengabaikan risiko dan melanjutkan proyek tanpa perubahan.

b)

Mengurangi kemungkinan atau dampak dari risiko yang teridentifikasi.

c)

Mengalihkan risiko kepada pihak ketiga melalui asuransi.

d)

Menghapus risiko dari proyek dengan mengubah lingkup proyek.

20.

Apa yang dimaksud dengan exploit dalam merespons risiko positif?

a)

Menghilangkan risiko yang menguntungkan untuk menghindari kerugian.

b)

Meningkatkan peluang agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya demi keuntungan proyek.

c)

Menerima risiko positif dan membiarkan dampaknya terjadi.

d)

Menunda respons terhadap peluang untuk mengurangi ketidakpastian.

21.

Sebuah proyek konstruksi mengalami keterlambatan karena masalah cuaca buruk yang tidak terduga. Tim proyek telah mengidentifikasi risiko cuaca buruk, namun tidak ada respons yang diambil untuk mitigasi. Menurut Anda, apa yang seharusnya dilakukan untuk mengelola risiko ini lebih baik?

a)

Menerima risiko cuaca buruk tanpa tindakan lanjutan, karena peluang terjadinya rendah.

b)

Menambahkan waktu cadangan pada jadwal proyek untuk mengantisipasi cuaca buruk.

c)

Menunda proyek dan menunggu sampai cuaca membaik.

d)

Mengalihkan risiko cuaca buruk kepada pihak ketiga melalui asuransi.

22.

Sebuah perusahaan perangkat lunak menghadapi masalah pada tahap pengujian karena perangkat lunak yang dikembangkan tidak berfungsi dengan baik. Risiko ini telah teridentifikasi, tetapi perusahaan tidak membuat rencana respons yang jelas. Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengatasi masalah ini?

a)

Menerima kesalahan perangkat lunak sebagai bagian dari risiko dan melanjutkan proyek.

b)

Menghindari risiko dengan mengubah fungsi perangkat lunak dan mengurangi ruang lingkup proyek.

c)

Menunda seluruh proyek dan melakukan evaluasi ulang terhadap seluruh tim.

d)

Melakukan root cause analysis untuk mencari tahu penyebab kegagalan dan memperbaikinya sebelum melanjutkan.

23.

Sebuah perusahaan yang mengelola proyek pembangunan infrastruktur harus memilih antara membeli bahan baku dari pemasok lokal atau internasional. Risiko harga bahan baku dari pemasok internasional sangat fluktuatif, sementara pemasok lokal menawarkan harga yang lebih stabil. Bagaimana perusahaan harus merespons risiko ini?

a)

Memilih pemasok lokal tanpa memperhitungkan potensi keterlambatan pengiriman.

b)

Memilih pemasok internasional dengan memanfaatkan hedging untuk mengelola risiko fluktuasi harga.

c)

Menerima fluktuasi harga sebagai bagian dari risiko dan melanjutkan dengan pemasok internasional.

d)

Mengalihkan seluruh risiko fluktuasi harga ke pihak ketiga dengan membeli asuransi.

24.

Dalam sebuah proyek IT besar, tim proyek menyadari bahwa salah satu fungsi kunci perangkat lunak memerlukan lebih banyak waktu untuk diselesaikan daripada yang diperkirakan. Berdasarkan risk appetite perusahaan, yang lebih memilih untuk mengambil sedikit risiko, apa yang seharusnya dilakukan oleh tim proyek?

a)

Menerima risiko keterlambatan dan melanjutkan tanpa perubahan dalam jadwal.

b)

Menyusun ulang jadwal dengan menambahkan waktu cadangan dan memprioritaskan fungsi kunci tersebut.

c)

Mengalihkan risiko keterlambatan kepada pihak ketiga melalui outsourcing.

d)

Mengurangi kualitas fungsi untuk memenuhi jadwal yang ada.

25.

Dalam sebuah proyek pengembangan software, risiko terkait keamanan data diperkirakan dapat meningkatkan biaya proyek sebesar 15%. Tim proyek memiliki risk tolerance yang rendah. Apa respons terbaik yang bisa diambil oleh tim untuk mengatasi risiko ini?

a)

Menerima peningkatan biaya sebagai bagian dari risiko yang dapat diterima.

b)

Menghindari risiko dengan mengurangi ruang lingkup pengumpulan data yang sensitif.

c)

Mengalihkan risiko ke pihak ketiga dengan mengontrak perusahaan keamanan data eksternal.

d)

Menggunakan asuransi untuk melindungi biaya yang timbul akibat risiko ini.

26.

Dalam proyek konstruksi, risiko terjadinya kecelakaan kerja sangat tinggi akibat kurangnya pelatihan keselamatan. Bagaimana cara terbaik untuk mengelola risiko ini?

a)

Menerima risiko tersebut karena kecelakaan jarang terjadi.

b)

Meningkatkan pelatihan keselamatan dan menyediakan perlindungan tambahan untuk pekerja.

c)

Mengalihkan risiko kecelakaan kepada pihak ketiga dengan membeli asuransi.

d)

Mengurangi proyek untuk mengurangi jumlah pekerja di lokasi.

27.

Sebuah proyek penelitian ilmiah menghadapi keterlambatan karena peralatan yang sangat dibutuhkan belum tiba. Namun, risiko ini dapat diperhitungkan dengan adanya contingency reserve yang cukup. Apa yang seharusnya dilakukan oleh tim manajer proyek?

a)

Menyusun ulang jadwal dan menggunakan contingency reserve untuk menutupi keterlambatan.

b)

Mengabaikan keterlambatan dan melanjutkan proyek tanpa perubahan lebih lanjut.

c)

Meningkatkan contingency reserve untuk mengantisipasi keterlambatan lebih lanjut.

d)

Mengalihkan tugas penelitian ke laboratorium lain yang lebih siap.

28.

Sebuah proyek peluncuran produk mengalami perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi jadwal dan anggaran. Sebagai manajer proyek, Anda telah mengidentifikasi risiko ini, namun tidak tahu apakah akan menambah sumber daya untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Apa yang sebaiknya Anda lakukan?

a)

Menerima perubahan regulasi dan menyesuaikan jadwal dengan sumber daya yang ada.

b)

Mengalihkan seluruh risiko kepada tim hukum untuk menangani perubahan regulasi.

c)

Melakukan analisis biaya dan manfaat untuk menentukan apakah menambah sumber daya akan lebih menguntungkan daripada menunda peluncuran produk.

d)

Menunda peluncuran produk hingga semua regulasi diselesaikan sepenuhnya.

29.

Dalam proyek pembangunan rumah, risiko terkait keterlambatan pengiriman bahan bangunan dari pemasok telah teridentifikasi dan dapat mempengaruhi jadwal proyek. Tim proyek memilih untuk menerima risiko ini. Bagaimana seharusnya tim meminimalkan dampak keterlambatan tersebut?

a)

Menerima keterlambatan tanpa perubahan lebih lanjut.

b)

Memastikan adanya cadangan bahan dari pemasok alternatif untuk menghindari keterlambatan lebih lanjut.

c)

Mengurangi kualitas bahan untuk mempercepat proses pembangunan.

d)

Menghentikan proyek sampai bahan bangunan tiba.

30.

Dalam proyek perangkat keras, risiko terkait kesalahan dalam desain diperkirakan dapat mengarah pada kerugian biaya sebesar 20%. Apa langkah terbaik yang dapat diambil untuk mengurangi dampak risiko desain ini?

a)

Menerima kesalahan desain dan melanjutkan proyek.

b)

Melakukan audit desain lebih awal dan memperbaiki kesalahan sebelum produksi dimulai.

c)

Menyewa konsultan eksternal untuk memperbaiki desain.

d)

Mengalihkan risiko ke pihak ketiga dengan asuransi.