NEW
Font size
WorksheetsKL3271 - Kuis #8: Manajemen dan Estimasi Biaya
Total questions: 20
Worksheet time: 13mins
Suatu proyek serupa sebelumnya memiliki total biaya USD 12.000.000. Komponen struktur utama diperkirakan mewakili 35% dari total biaya. Jika menggunakan metode Top-Down Estimating, berapa biaya yang dialokasikan untuk komponen tersebut dan apa asumsi utama dari metode ini?
USD 4.200.000; berdasarkan analisis kuantitatif komponen aktual
USD 4.200.000; berdasarkan distribusi proporsional dari proyek serupa
USD 3.000.000; berdasarkan unit cost analitik
USD 3.500.000; berdasarkan estimasi cadangan risiko
Dalam proyek yang telah berjalan 60%, Earned Value (EV) adalah Rp1.200.000.000 dan Actual Cost (AC) Rp1.500.000.000. Interpretasi yang paling tepat terhadap CPI adalah:
CPI < 1, proyek dalam kondisi overbudget
CPI = 1, proyek sesuai rencana
CPI > 1, proyek hemat biaya
CPI < 1, proyek ahead of schedule
Penggunaan bottom-up estimating dapat memberikan estimasi paling akurat jika:
Proyek masih pada tahap awal konseptual
Paket pekerjaan sudah didefinisikan secara rinci
Informasi proyek sebelumnya tersedia
Harga pasar belum stabil
Dalam RAP, biaya-biaya seperti tunjangan pekerja, fasilitas basecamp, dan perlengkapan kantor termasuk dalam
Biaya langsung
Biaya bahan
Biaya tak langsung
Biaya cadangan risiko
Jika HPS ditentukan sebesar Rp5.000.000.000 dan penawaran terendah dari vendor adalah Rp4.000.000.000, tindakan yang paling tepat adalah:
Menyetujui vendor karena harga lebih rendah
Menolak penawaran karena terlalu murah
Melakukan evaluasi kualitatif dan klarifikasi penawaran
Otomatis memilih vendor dengan harga terendah
Biaya-biaya seperti biaya pelatihan, perizinan, dan penyusutan alat masuk dalam kategori:
Direct Cost
Variable Cost
Fixed Cost
Indirect Cost
Kegagalan dalam cost forecasting dapat mengakibatkan:
Efisiensi tenaga kerja
CPI yang stabil
Penjadwalan ulang (rescheduling) dan penyimpangan biaya
CPI = 1
Jika suatu pekerjaan spesifik seperti pemasangan sistem keamanan dikerjakan oleh vendor spesialis, maka biaya tersebut masuk ke dalam kategori:
Biaya tak langsung
Biaya upah
Biaya subkontraktor
Biaya material
Penggunaan data historis dalam parametric estimating bertujuan untuk:
Menentukan harga kontrak vendor
Menyederhanakan pengendalian proyek
Membuat model prediktif berbasis statistik
Menetapkan baseline proyek
Metode estimasi biaya yang menggunakan informasi historis dari proyek sejenis disebut:
Top-Down Estimating
Parametric Estimating
Analog Estimating
Bottom-Up Estimating
Manakah dari berikut ini yang merupakan input dalam proses estimasi biaya?
Laporan pengendalian biaya
Work Breakdown Structure (WBS)
Iklan proyek
Jadwal audit
Estimasi biaya dengan mendetailkan setiap aktivitas individu disebut:
Top-Down Estimating
Analog Estimating
Bottom-Up Estimating
Parametric Estimating
Apa yang dimaksud dengan Cost Baseline?
Jumlah maksimum anggaran
Rencana biaya yang fleksibel
Acuan anggaran untuk pengukuran dan kontrol biaya
Biaya tambahan proyek
Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) menghitung biaya pekerjaan berdasarkan:
Volume saja
Gambar desain saja
Koefisien tenaga kerja, bahan, dan alat
Waktu kerja
Apa itu Vendor Bid Analysis?
Estimasi biaya berdasarkan parameter matematis
Penggunaan vendor untuk menilai risiko
Evaluasi penawaran harga dari penyedia jasa
Estimasi dari manajemen proyek
Indeks kinerja biaya (CPI) dihitung dengan rumus:
PV/EV
EV/AC
AC/PV
EV/PV
Teknik pengendalian biaya proyek yang membandingkan kondisi rencana dan aktual disebut:
Vendor analysis
Project performance review
Top-down estimating
Parametric estimating
Apa tujuan dari funding limit reconciliation?
Meningkatkan pendanaan proyek
Menyesuaikan penggunaan dana dengan batas pendanaan
Menghindari perubahan jadwal
Meminimalkan jumlah sumber daya
Dalam proyek pemasangan fender lepas pantai, performa terkini menunjukkan EV = Rp7.200.000.000 dan AC = Rp6.800.000.000, Berapakah nilai CPI dan CV saat ini?
CPI = 0,94 dan CV = -Rp400.000.000
CPI = 1,06 dan CV = Rp400.000.000
CPI = 1,00 dan CV = 0
CPI = 1,10 dan CV = Rp500.000.000
Pada proyek pembangunan jetty lepas pantai, didapatkan: EV = Rp9.000.000.000 dan AC = Rp10.000.000.000. Jika diperoleh hasil perhitungan Project Performance Review CPI = 1,10 dan CV = Rp1.000.000.000. Artinya?
Proyek sedang hemat biaya dan sesuai jadwal
Proyek mengalami pemborosan biaya dan efisiensi rendah
Proyek ahead of schedule
Proyek sedang hemat biaya dan efisiensi tinggi
