WorksheetsFisioNer 201
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Seorang pasien wanita berusia 55 tahun dengan keluhan dyspnea dan riwayat hipertensi datang ke fisioterapis untuk rehabilitasi jantung. Fisioterapis ingin merencanakan latihan fisik untuk meningkatkan kapasitas kardiopulmonal. Setelah pemeriksaan, hasil EKG menunjukkan adanya denyut jantung yang tidak teratur. Fisioterapis ingin merancang program latihan yang aman dan sesuai dengan kondisi pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan jantung pasien, intervensi yang paling tepat adalah?
Latihan aerobik ringan dengan pemantauan detak jantung dan EKG
Latihan interval intensitas rendah dengan pemantauan detak jantung
Latihan beban dengan fokus pada otot ekstremitas bawah
Latihan pernapasan dalam untuk meningkatkan kapasitas paru
Latihan berjalan dengan pemantauan ketat pada gejala
Seorang pasien pria berusia 60 tahun yang baru saja menjalani operasi bypass koroner mengalami keterbatasan mobilitas dan kesulitan bernapas saat beraktivitas. Pasien mengeluhkan cepat lelah dan kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari. Fisioterapis ingin memberikan intervensi yang meningkatkan kapasitas kardiovaskuler dan mengurangi gejala sesak. Berdasarkan hasil tes latihan, fisioterapis memutuskan untuk memberikan latihan aerobik. Dengan mempertimbangkan tahap pemulihan pascaoperasi, intervensi yang paling tepat adalah?
Latihan interval dengan intensitas tinggi
Latihan kekuatan dengan pemantauan ketat pada gejala
Latihan aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang
Latihan postural untuk meningkatkan pengaturan tubuh
Latihan mobilisasi ekstremitas bawah dengan beban ringan
Seorang pasien wanita berusia 75 tahun dengan gagal jantung kongestif (CHF) NYHA III datang ke fisioterapis. Pasien mengeluh cepat lelah dan sering merasa sesak napas saat melakukan aktivitas. Pemeriksaan menunjukkan edema di ekstremitas bawah dan paru terdengar basah pada auskultasi. Fisioterapis ingin merancang intervensi untuk meningkatkan kapasitas fungsional pasien dan mengurangi gejala. Berdasarkan kondisi ini, intervensi yang paling tepat adalah?
Latihan aerobik dengan intensitas tinggi
Latihan penguatan otot dada
Latihan pernapasan pursed lip breathing dan penguatan otot pernapasan
Latihan interval dengan pemantauan ketat pada tekanan darah
Latihan dengan penggunaan alat bantu pernapasan
Seorang pasien pria berusia 65 tahun dengan penyakit jantung iskemik datang ke fisioterapis dengan keluhan cepat lelah dan sesak napas. Fisioterapis melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya penurunan kapasitas kardiorespiratori. Tes latihan menunjukkan VO2 max yang lebih rendah dari nilai normal. Berdasarkan kondisi ini, intervensi yang paling tepat adalah?
Latihan dengan alat bantu pernapasan
Latihan aerobik ringan hingga sedang dengan pemantauan detak jantung
Latihan interval dengan intensitas tinggi
Latihan penguatan otot ekstremitas bawah
Latihan fleksibilitas untuk otot-otot dada
Seorang pasien wanita berusia 62 tahun dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan riwayat merokok datang ke fisioterapis dengan keluhan dyspnea dan batuk berkepanjangan. Pemeriksaan menunjukkan penurunan FEV1 dan FVC. Fisioterapis ingin merencanakan intervensi untuk meningkatkan kapasitas paru pasien. Berdasarkan kondisi ini, intervensi yang paling tepat adalah?
Latihan penguatan otot dada
Latihan pernapasan diafragma dan pursed lip breathing
Latihan mobilisasi dada dengan alat bantu pernapasan
Latihan postural untuk memperbaiki pengaturan tubuh
Latihan fleksibilitas untuk otot-otot dada
Seorang pria 65 tahun dengan penyakit jantung koroner dan hipertensi mengeluh sesak napas progresif. Pemeriksaan menunjukkan pembengkakan ekstremitas bawah dan ronki pada paru. Pasien sedang menjalani terapi diuretik. Fisioterapis merencanakan intervensi untuk memperbaiki status kardiopulmonal. Intervensi fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini adalah?
Latihan ekspirasi lebih kuat
Latihan kapasitas aerobik dengan pengawasan ketat
Penguatan otot dada dan diafragma
Terapi nebulizer
Latihan ketahanan dengan intensitas tinggi
Seorang wanita 70 tahun dengan COPD lanjut mengeluh sesak napas parah setelah aktivitas ringan. Pasien memiliki riwayat eksaserbasi berulang dan obstruksi saluran udara. Fisioterapis berencana meningkatkan efisiensi pernapasan. Intervensi fisioterapi yang paling sesuai adalah?
Latihan aerobik intensitas tinggi
Latihan dengan pursed lip breathing dan kontrol napas
Latihan kekuatan otot inspirasi
Mobilisasi dada pasif
Latihan dengan alat untuk mengurangi resistensi napas
Seorang pria 68 tahun dengan pneumonia berat melaporkan sesak napas saat aktivitas ringan dan kelelahan. Pemeriksaan menunjukkan suara napas lemah pada bagian bawah paru. Fisioterapis berencana memperbaiki kapasitas ventilasi paru dan mengurangi sekresi. Tindakan fisioterapi yang tepat untuk pasien ini adalah?
Latihan dengan alat ekspander paru
Latihan aerobik frekuensi tinggi
Drainase postural dan teknik vibrasi pada dada
Latihan inspirasi dalam tanpa drainase
Mobilisasi tulang belakang torakal
Seorang wanita 55 tahun dengan hipertensi dan diabetes tipe 2 mengeluh sesak napas progresif. Ditemukan ronki basah pada paru dan nyeri dada ringan. Pasien baru menjalani terapi antibiotik untuk infeksi saluran napas bawah. Fisioterapis akan melakukan terapi untuk meredakan sesak napas. Intervensi fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini adalah?
Terapi penguatan diafragma
Teknik ekspansi paru dan drainase postural
Latihan dengan alat CPAP
Latihan aerobik bertahap
Penguatan otot ekspirasi
Seorang pria 62 tahun dengan gagal jantung kongestif NYHA III mengeluh sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan ekstremitas bawah. Suara rales terdengar pada paru. Pasien telah menjalani terapi diuretik dan ACE inhibitor, tetapi keluhan masih persisten. Fisioterapis akan merancang program terapi untuk meningkatkan kapasitas fungsional. Intervensi fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini adalah?
Latihan kekuatan progresif dengan intensitas tinggi
Latihan aerobik dengan kontrol intensitas dan pengawasan ketat
Latihan resistensi ringan
Terapi pasif pada persendian
Teknik drainase postural pada dada
Seorang pria 60 tahun dengan riwayat hipertensi dan gagal jantung kongestif mengeluh sesak napas setelah aktivitas ringan, pembengkakan pada kaki, dan kelelahan yang parah. Pemeriksaan menunjukkan tekanan venosa sentral yang meningkat dan suara ronki basah pada paru. Pasien sedang menjalani terapi diuretik. Apa diagnosis fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini?
Gagal jantung kongestif dengan retensi cairan
Hipertensi tidak terkontrol dengan gangguan paru
Gagal jantung kongestif dengan edema pulmonal
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan eksaserbasi
Pneumonia interstisial dengan hipoksia
Seorang wanita 65 tahun dengan riwayat penyakit jantung koroner mengeluh sesak napas progresif, terutama saat beraktivitas ringan. Pemeriksaan fisik menunjukkan edema ekstremitas bawah dan pembesaran hati. Pasien juga menunjukkan penurunan toleransi terhadap aktivitas fisik. Apa diagnosis fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini?
Hipertensi berat dengan gangguan ventrikel kiri
Gagal jantung kongestif NYHA II
Penyakit jantung koroner dengan gagal ventrikel kanan
Emboli paru dengan hipoksia
Pneumonia berat dengan edema pulmonal
Seorang pria 70 tahun dengan riwayat merokok dan penyakit jantung koroner datang ke fisioterapis dengan keluhan sesak napas dan kelelahan. Pemeriksaan auskultasi paru menunjukkan ronki basah di bagian bawah kedua paru, dan pasien juga mengalami pembengkakan pada kaki. Apa diagnosis fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini?
Gagal jantung kongestif dengan edema paru
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan gagal jantung
Pneumonia interstisial dengan retensi cairan
Sindrom apnea tidur obstruktif
Emboli paru dengan pneumonia
Seorang wanita 72 tahun dengan riwayat hipertensi dan diabetes tipe 2 mengeluh sesak napas, pembengkakan pada kaki, dan penurunan toleransi terhadap aktivitas. Pemeriksaan menunjukkan peningkatan tekanan darah dan pembengkakan ekstremitas bawah, dengan hasil rontgen menunjukkan pembesaran jantung. Apa diagnosis fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini?
Gagal jantung kongestif dengan edema perifer
Penyakit jantung koroner dengan hipertensi
Emboli paru dengan gagal napas
Hipertensi berat dengan gangguan fungsi paru
Pneumonia berat dengan edema perifer
Seorang pria 75 tahun dengan riwayat hipertensi dan merokok datang ke fisioterapis dengan keluhan sesak napas setelah aktivitas ringan, nyeri dada ringan, dan batuk dengan produksi dahak. Pemeriksaan paru menunjukkan adanya ronki dan wheezing. Hasil tes fungsi paru menunjukkan penurunan kapasitas inspirasi. Apa diagnosis fisioterapi yang paling tepat untuk pasien ini?
Penyakit jantung koroner dengan gagal ventrikel kiri
Gagal jantung kongestif dengan hipoksia
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan eksaserbasi
Emboli paru dengan penurunan oksigenasi
Pneumonia interstisial dengan gagal napas
Seorang pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami pembengkakan ekstremitas bawah dan dyspnea. Fisioterapis ingin memantau aliran darah ke ekstremitas bawah pasien untuk mengidentifikasi adanya gangguan sirkulasi perifer. Alat ukur yang paling tepat untuk digunakan adalah?
Stetoskop
Goniometer
Doppler ultrasonografi
Spirograf
Pulse oximeter
Seorang pasien dengan penyakit jantung koroner dirujuk untuk mengikuti rehabilitasi kardiovaskular. Fisioterapis ingin menilai kapasitas fungsional aerobik pasien sebelum menentukan dan memantau toleransi latihan. Pasien mampu berjalan secara mandiri tanpa alat bantu. Pemeriksaan yang paling tepat digunakan adalah?
Goniometer
Spirograf
Six-Minute Walk Test
Stetoskop
Tensiometer
Seorang pasien pasca-infark miokard dengan gangguan kardiovaskuler mengalami kelelahan cepat saat beraktivitas. Fisioterapis ingin mengukur volume pernapasan dan oksigenasi pasien untuk menilai seberapa baik tubuh pasien menerima oksigen saat beraktivitas. Alat ukur yang paling tepat untuk mengukur oksigenasi darah adalah?
Goniometer
Pulse oximeter
Spirograf
ECG
Spirometer
Seorang pasien dengan hipertensi sedang menjalani terapi fisik untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskuler. Fisioterapis perlu memantau perubahan tekanan darah selama latihan untuk memastikan tidak ada lonjakan yang berbahaya. Alat ukur yang paling tepat untuk mengukur tekanan darah selama latihan adalah?
Sphygmomanometer
Pulse oximeter
Monitor detak jantung
Spirograf
ECG
Seorang pasien dengan gagal jantung kongestif dirujuk ke fisioterapis untuk pemantauan fungsi kardiovaskuler selama latihan. Fisioterapis ingin memantau secara real-time beban kerja jantung dan detak jantung pasien selama latihan untuk mencegah beban yang berlebihan. Alat ukur yang paling tepat untuk digunakan adalah?
Heart rate monitor
Pulse oximeter
ECG (elektrokardiogram)
Sphygmomanometer
Stetoskop
