wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Modul 2 Topik 5 - Supervisi Klinis

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Apa makna utama dari supervisi klinis dalam layanan bimbingan dan konseling menurut teks?

a)

Menilai dan memberikan sanksi terhadap guru BK yang bermasalah

b)

Melakukan evaluasi administrasi layanan bimbingan secara berkala

c)

Membina guru BK melalui pendekatan otoritatif dan sistematis

d)

Meningkatkan kualitas layanan konseling melalui pembinaan profesional yang reflektif

e)

Menggantikan peran guru BK dalam menyelesaikan kasus peserta didik

2.

Dalam praktik supervisi klinis, hubungan antara supervisor dan konselor idealnya dibangun berdasarkan...

a)

Penilaian formal dan pemberian hukuman

b)

Penerapan teori-teori baru dalam konseling

c)

Otoritas mutlak dari supervisor terhadap guru BK

d)

Kepercayaan dan penghargaan profesional secara timbal balik

e)

Evaluasi berjenjang dari kepala sekolah

3.

Mengapa supervisi klinis tidak bersifat menggurui menurut karakteristik yang disebutkan dalam teks?

a)

Karena supervisor tidak memiliki otoritas formal dalam struktur sekolah

b)

Karena dilakukan dalam suasana kolaboratif dan fokus pada praktik nyata

c)

Karena guru BK sudah memiliki sertifikasi profesional

d)

Karena hanya digunakan dalam pelatihan di luar sekolah

e)

Karena teori konseling sudah cukup untuk memandu guru BK

4.

Apa dampak yang paling diharapkan dari pelaksanaan supervisi klinis bagi layanan konseling di sekolah?

a)

Guru BK menjadi lebih patuh terhadap peraturan kepala sekolah

b)

Pelayanan administrasi menjadi lebih efisien dan cepat

c)

Keterampilan konseling guru BK berkembang dan sesuai kebutuhan peserta didik

d)

Setiap kesalahan guru BK bisa langsung diberikan teguran tertulis

e)

Konselor dapat lebih fokus menghafal teori-teori konseling

5.

Jika seorang kepala BK ingin menerapkan supervisi klinis yang ideal, pendekatan mana yang paling tepat?

a)

Menyusun daftar pelanggaran guru BK dan mengevaluasinya

b)

Mewajibkan guru BK mengikuti pelatihan di luar sekolah setiap bulan

c)

Memberikan tugas tambahan kepada guru BK sebagai bentuk tantangan

d)

Menyediakan ruang diskusi reflektif dan umpan balik yang konstruktif

e)

Meminta guru BK membuat laporan evaluasi mandiri tiap pekan

6.

Apa inti dari teori supervisi klinis yang dikembangkan oleh Cogan?

a)

Supervisi dilakukan dalam bentuk ceramah dan pelatihan teknis

b)

Supervisi harus dilaksanakan oleh kepala sekolah secara formal

c)

Supervisi dilakukan melalui tahap-tahap yang sistematis dan reflektif

d)

Supervisi berfokus pada evaluasi berkas dan dokumen guru BK

e)

Supervisi hanya diberikan kepada guru BK baru

7.

Salah satu prinsip utama dalam supervisi klinis adalah kolaboratif. Apa makna kolaboratif dalam konteks ini?

a)

Supervisor dan konselor bekerja bersama tanpa batas struktur organisasi

b)

Konselor harus mengikuti semua arahan supervisor secara pasif

c)

Keduanya saling berdiskusi untuk menemukan solusi praktik konseling terbaik

d)

Setiap guru BK diberi kesempatan menyus

8.

Menurut teori Glickman, supervisi efektif bergantung pada...

a)

Kepribadian peserta didik dalam menerima konseling

b)

Gaya kepemimpinan supervisor yang dominan

c)

Penyesuaian pendekatan supervisi dengan tingkat kematangan konselor

d)

Banyaknya jumlah peserta didik yang dilayani

e)

Waktu yang tersedia untuk mengisi laporan supervisi

9.

Konsep utama dari pendekatan humanistik dalam supervisi adalah...

a)

Menyampaikan kritik secara terbuka di depan umum

b)

Memberi perintah langsung agar konselor memperbaiki kesalahannya

c)

Menekankan penghargaan terhadap potensi dan pertumbuhan pribadi konselor

d)

Menggunakan hukuman sebagai bentuk pengembangan keterampilan

e)

Menyamakan supervisi dengan evaluasi kinerja

10.

Dalam teori pembelajaran orang dewasa (andragogi), supervisi klinis sebaiknya memperhatikan bahwa guru BK...

a)

Tidak perlu belajar teori baru karena sudah profesional

b)

Belajar lebih efektif ketika mengalami langsung dan merefleksi

c)

Harus dilatih seperti siswa pemula

d)

Tidak memerlukan supervisi karena sudah bersertifikat

e)

Harus selalu diawasi dalam setiap sesi konseling

11.

Supervisi yang baik menurut teori Goldhammer dilakukan dengan...

a)

Menghapus sesi refleksi agar proses lebih efisien

b)

Menyusun program pelatihan massal untuk guru BK

c)

Melibatkan guru BK dalam semua tahap supervisi, termasuk refleksi

d)

Menyusun rubrik nilai dan sanksi untuk guru BK

e)

Memusatkan perhatian pada laporan administrasi

12.

Manakah dari pernyataan berikut yang mencerminkan teori keterampilan konseling (micro-skills)?

a)

Supervisi harus menilai laporan bulanan guru BK

b)

Supervisi fokus pada penguasaan keterampilan dasar seperti empati dan mendengarkan aktif

c)

Guru BK wajib menghafal teori psikologi perkembangan

d)

Guru BK diharapkan membuat skrip konseling untuk semua klien

e)

Supervisi dilakukan dengan fokus pada jumlah kasus yang ditangani

13.

Mengapa refleksi penting dalam teori supervisi klinis?

a)

Karena supervisor harus menunjukkan kelebihannya

b)

Karena refleksi membuat konselor bisa menyalahkan peserta didik

c)

Karena melalui refleksi, konselor dapat menyadari kekuatan dan kelemahan praktiknya

d)

Karena refleksi menggantikan observasi langsung

e)

Karena hanya melalui refleksi, supervisor dapat memberi hukuman

14.

Jika seorang supervisor menggunakan pendekatan non-direktif dalam supervisi, maka ia akan...

a)

Memberi perintah tegas terhadap langkah yang harus diambil

b)

Menyarankan tanpa memaksa, dan mendengarkan gagasan konselor

c)

Menilai tanpa mempertimbangkan pendapat konselor

d)

Mengarahkan jalannya sesi dengan dominasi

e)

Menghindari interaksi langsung dengan guru BK

15.

Apa tujuan utama supervisi klinis berdasarkan teori-teori yang ada?

a)

Menilai dan mengganti guru BK yang tidak sesuai

b)

Mengontrol jumlah konseling yang dilakukan setiap hari

c)

Meningkatkan kompetensi profesional melalui pembinaan reflektif dan kolaboratif

d)

Menghapus peran kepala sekolah dalam pengawasan

e)

Memberikan hukuman administratif bagi yang tidak kompeten

16.

Apa yang menjadi ciri utama dari prinsip kolaboratif dalam supervisi klinis?

a)

Supervisi dilakukan secara sepihak oleh supervisor

b)

Adanya penilaian kinerja yang objektif

c)

Relasi setara antara konselor dan supervisor

d)

Konselor harus tunduk pada arahan supervisor

e)

Fokus pada penguasaan teori psikologi

17.

Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan pendekatan practice-based dalam supervisi klinis?

a)

Mengutamakan diskusi teoritis tentang psikologi

b)

Berfokus pada aktivitas nyata konselor di ruang konseling

c)

Mendorong konselor untuk meneliti teori baru

d)

Menekankan penggunaan jurnal ilmiah

e)

Mengutamakan administrasi dokumentasi

18.

Mengapa refleksi menjadi bagian penting dalam supervisi klinis?

a)

Untuk menilai kesalahan secara objektif

b)

Untuk membandingkan kinerja antar konselor

c)

Agar konselor bisa terus mengembangkan diri secara sadar

d)

Supaya supervisor bisa menilai hasil kerja

e)

Agar konselor bisa mendapatkan nilai

19.

Dalam teori perkembangan profesional Stoltenberg & Delworth, pendekatan supervisi untuk konselor pemula sebaiknya...

a)

Menekankan dialog terbuka dan tantangan intelektual

b)

Berbasis kemitraan sejajar

c)

Memberikan struktur dan bimbingan konkret

d)

Fokus pada pemberian umpan balik reflektif

e)

Menantang konselor untuk bertindak mandiri

20.

Seorang konselor yang telah mampu mandiri dan terbuka terhadap dialog serta tantangan berada pada level...

a)

Level 1

b)

Level 2

c)

Level 3

d)

Level 4

e)

Pra-Level

21.

Apa fokus utama dari model interaksi dalam supervisi?

a)

Evaluasi formal terhadap kinerja konselor

b)

Penyampaian instruksi satu arah

c)

Hubungan interpersonal dan komunikasi empatik

d)

Uji coba teori baru dalam konseling

e)

Penulisan laporan supervisi

22.

Konsep unconditional positive regard yang digunakan dalam supervisi berasal dari teori...

a)

Behavioral

b)

Kognitif

c)

Humanistik

d)

Psikoanalitik

e)

Eksistensial

23.

Seorang supervisor menggunakan pendekatan supervisi klinis dengan memperhatikan pola pikir dan perilaku konselor dalam sesi konseling. Ia kemungkinan menggunakan pendekatan...

a)

Humanistik

b)

Psikoanalitik

c)

Interaksional

d)

Cognitive-Behavioral Supervision

e)

Transaksional

24.

Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan karakteristik supervisi klinis adalah...

a)

Berfokus pada kolaborasi profesional

b)

Menekankan empati dalam komunikasi

c)

Mendorong refleksi praktik konseling

d)

Mengandalkan penilaian administratif

e)

Berdasarkan teori perkembangan profesional

25.

Mengapa penting menyesuaikan pendekatan supervisi dengan level perkembangan konselor?

a)

Agar semua konselor mendapat perlakuan sama

b)

Karena supervisor tidak boleh mendikte

c)

Untuk efisiensi administrasi supervisi

d)

Agar konselor mendapat bimbingan sesuai kebutuhannya

e)

Karena teori psikologi terus berkembang

26.

Dalam kerangka humanistik, apa yang paling penting dalam hubungan supervisi?

a)

Struktur dan jadwal supervisi

b)

Penilaian terhadap performa

c)

Penghargaan tanpa syarat terhadap konselor

d)

Evaluasi formal melalui dokumen

e)

Umpan balik berbasis angka

27.

Salah satu keunggulan pendekatan cognitive-behavioral supervision adalah...

a)

Menekankan aspek spiritual dalam konseling

b)

Membantu konselor menyusun teori baru

c)

Menyoroti cara berpikir dan bertindak konselor untuk perbaikan

d)

Menganalisis relasi masa lalu konselor

e)

Menghindari konflik dalam hubungan supervisi

28.

Manakah dari berikut ini yang bukan bagian dari 3 level perkembangan menurut Stoltenberg & Delworth?

a)

Konselor pemula

b)

Konselor menengah

c)

Konselor profesional

d)

Konselor lanjutan

e)

Konselor ahli reflektif

29.

Seorang supervisor ingin membangun rasa percaya dan empati dalam supervisi. Ia paling tepat menggunakan pendekatan...

a)

Interaksional

b)

Direktif

c)

Evaluatif

d)

Psikodinamik

e)

Otokratis

30.

Dalam konteks supervisi klinis, pertumbuhan konselor terjadi optimal bila...

a)

Supervisor bertindak sebagai penilai utama

b)

Konselor dipaksa mengikuti arahan supervisor

c)

Relasi dibangun atas dasar kesetaraan dan refleksi

d)

Fokus hanya pada hasil akhir sesi konseling

e)

Supervisor bertindak sebagai atasan formal

31.

Apa tujuan utama dari tahap pra-observasi dalam supervisi klinis?

a)

Menyusun laporan evaluasi konselor

b)

Menentukan siapa yang akan disupervisi

c)

Menyepakati fokus supervisi dan menjalin hubungan awal

d)

Mengamati proses layanan konseling

e)

Memberikan penilaian akhir terhadap konselor

32.

Mengapa penting menyepakati cara observasi antara supervisor dan konselor?

a)

Agar supervisor dapat memberi nilai objektif

b)

Untuk menentukan gaya supervisi yang digunakan

c)

Supaya konselor merasa aman dan tidak tertekan

d)

Karena itu merupakan kewajiban hukum

e)

Agar lebih mudah dilakukan evaluasi administratif

33.

Apa yang menjadi fokus utama dalam tahap observasi?

a)

Menilai kompetensi kepribadian konselor

b)

Mengamati proses konseling secara objektif

c)

Menentukan siapa klien yang sesuai

d)

Memberikan intervensi kepada konselor

e)

Membuat refleksi awal oleh supervisor

34.

Mengapa observasi dilakukan secara non-intervensif?

a)

Supaya klien bisa dilibatkan

b)

Untuk menjaga objektivitas hasil supervisi

c)

Agar supervisor lebih aktif berbicara

d)

Karena supervisor tidak boleh hadir di ruang konseling

e)

Untuk menilai secara langsung kemampuan konselor

35.

Dalam tahap pasca-observasi, siapa yang terlebih dahulu melakukan refleksi?

a)

Supervisor

b)

Konselor

c)

Kepala sekolah

d)

Klien

e)

Asisten supervisor

36.

Ciri utama dari feedback yang diberikan dalam supervisi klinis adalah...

a)

Keras dan tegas

b)

Menghakimi dan terbuka

c)

Empatik, objektif, dan membangun

d)

Singkat dan formal

e)

Netral dan tanpa emosi

37.

Manakah yang bukan termasuk langkah dalam tahap pasca-observasi?

a)

Refleksi dari konselor

b)

Observasi langsung layanan BK

c)

Penyampaian umpan balik oleh supervisor

d)

Diskusi dua arah

e)

Perencanaan tindak lanjut

38.

Apa tujuan utama dari tahap pasca-observasi?

a)

Memberi sanksi terhadap kesalahan konselor

b)

Menyusun strategi supervisi berikutnya

c)

Memberikan umpan balik dan menyusun rencana pengembangan

d)

Menilai klien dan efektivitas layanan BK

e)

Mengevaluasi administrasi program BK

39.

Mengapa tahap pra-observasi dianggap penting dalam supervisi klinis?

a)

Untuk menguji keahlian konselor sebelum bertugas

b)

Agar supervisor mengetahui semua masalah yang ada

c)

Untuk membentuk rasa aman dan kenyamanan bagi konselor

d)

Karena menjadi keharusan dari peraturan sekolah

e)

Untuk menentukan kelulusan supervisi

40.

Bila supervisor mencatat hal penting saat observasi, maka hal tersebut harus...

a)

Bersifat kualitatif saja

b)

Bersifat subjektif dan berdasarkan intuisi

c)

Mengacu pada indikator fokus supervisi

d)

Dirahasiakan dari konselor

e)

Mengandung nilai numerik

41.

Apa peran video/audio dalam tahap observasi supervisi klinis?

a)

Menambah bukti formal dalam penilaian

b)

Mengurangi tekanan terhadap klien

c)

Dapat diputar ulang untuk analisis lebih lanjut

d)

Menggantikan kehadiran supervisor

e)

Untuk dokumentasi saja tanpa analisis

42.

Dalam tahap observasi, supervisor tidak diperbolehkan...

a)

Mencatat indikator supervisi

b)

Memberi pertanyaan kepada klien

c)

Mengamati secara langsung

d)

Menggunakan rekaman

e)

Menyusun catatan objektif

43.

Yang termasuk contoh tindak lanjut pasca-supervisi adalah...

a)

Memberi tugas klien kepada konselor

b)

Menetapkan nilai supervisi

c)

Mengatur jadwal supervisi lain

d)

Merancang pelatihan lanjutan untuk konselor

e)

Menyusun laporan penilaian akhir

44.

Dokumentasi supervisi dapat berupa...

a)

Sertifikat supervisi

b)

Surat keputusan sekolah

c)

Catatan reflektif dan lembar observasi

d)

Kuesioner siswa

e)

Rencana kerja tahunan

45.

Prinsip utama dalam memberikan feedback pada supervisi klinis adalah...

a)

Tegas dan menunjukkan kekurangan

b)

Objektif namun tetap menyudutkan

c)

Menghindari diskusi langsung

d)

Empatik dan membangun

e)

Singkat dan menyeluruh

46.

Jika suatu sekolah tidak memiliki guru BK, langkah paling bijak yang dapat dilakukan kepala sekolah adalah...

a)

Menghapus layanan BK dari program sekolah

b)

Menunjuk guru mata pelajaran untuk merangkap tugas BK tanpa pelatihan

c)

Menunda semua kegiatan bimbingan dan konseling

d)

Menugaskan guru yang memiliki kompetensi psikologis untuk menangani sementara

e)

Menyerahkan urusan siswa sepenuhnya kepada wali kelas

47.

Salah satu dampak dari tidak adanya guru BK di sekolah adalah...

a)

Siswa menjadi lebih mandiri

b)

Guru mata pelajaran lebih leluasa mengatur waktu

c)

Layanan konseling tidak berjalan optimal

d)

Tidak ada pelaporan kasus siswa ke kepala sekolah

e)

Nilai akademik meningkat karena fokus belajar

48.

Dalam kondisi sekolah tanpa guru BK, peran wali kelas sebaiknya adalah...

a)

Menghindari terlibat dalam masalah siswa

b)

Memberikan layanan konseling seperti guru BK

c)

Mendampingi siswa sambil berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten

d)

Menyerahkan semua urusan siswa ke guru piket

e)

Menilai siswa hanya dari sisi akademik

49.

Guru non-BK yang ditugaskan memberikan layanan BK perlu terlebih dahulu...

a)

Menghindari tugas tersebut

b)

Mencari informasi dari media sosial

c)

Mengikuti pelatihan dasar tentang layanan BK

d)

Bertanya kepada sesama guru

e)

Menyusun jadwal piket

50.

Jika guru BK belum tersedia secara definitif, sekolah dapat bekerja sama dengan...

a)

Dinas Perhubungan

b)

Kantor Pos

c)

Dinas Pendidikan dan lembaga psikologi profesional

d)

Guru olahraga

e)

Lembaga penyiaran lokal

51.

Apa prinsip utama dalam pelayanan BK yang tetap harus dijaga, meskipun oleh guru non-BK?

a)

Kedisiplinan akademik

b)

Kerahasiaan dan empati

c)

Penilaian akademik yang objektif

d)

Pelaksanaan tugas mengajar

e)

Administrasi yang rapi

52.

Manakah dari berikut ini yang tidak sesuai dengan prinsip layanan BK walaupun dilakukan oleh guru non-BK?

a)

Memberi ruang siswa untuk berbicara

b)

Menyebarluaskan masalah siswa ke grup guru

c)

Mendengarkan siswa tanpa interupsi

d)

Menghindari penghakiman

e)

Memberikan dukungan moral

53.

Dalam keadaan darurat tanpa guru BK, kepala sekolah perlu membuat kebijakan yang bersifat...

a)

Menunda segala bentuk layanan siswa

b)

Fokus pada akademik saja

c)

Sementara dan adaptif sesuai kebutuhan siswa

d)

Kaku dan tidak dapat diubah

e)

Hanya berlaku untuk kelas akhir

54.

Salah satu fungsi utama layanan BK yang tetap dibutuhkan meskipun guru BK tidak ada adalah...

a)

Penjadwalan ulangan

b)

Pencatatan kehadiran

c)

Pemberian motivasi dan solusi masalah siswa

d)

Mengatur jadwal piket guru

e)

Menentukan nilai akhir

55.

Bagaimana sebaiknya sekolah menangani siswa yang mengalami tekanan psikologis ketika tidak ada guru BK?

a)

Mengabaikannya karena bukan tugas sekolah

b)

Memberikan tugas lebih banyak agar lupa masalah

c)

Merujuk ke tenaga profesional seperti psikolog atau konselor luar sekolah

d)

Menasehati dengan keras agar tidak manja

e)

Membiarkan wali kelas menangani semuanya

56.

Strategi jangka panjang untuk mengatasi kekosongan guru BK adalah...

a)

Menugaskan guru olahraga secara permanen

b)

Membuka seleksi guru BK baru

c)

Menghapuskan posisi guru BK

d)

Menambah jam pelajaran

e)

Menyuruh siswa mencari bantuan di luar sekolah

57.

Guru non-BK yang diberi tugas layanan konseling tetap harus berpegang pada...

a)

Silabus pembelajaran

b)

Peraturan kepegawaian

c)

Kode etik profesi BK

d)

Nilai akademik siswa

e)

Jadwal kelas

58.

Manakah pernyataan berikut yang paling benar?

a)

Semua guru bisa menjadi guru BK tanpa pelatihan

b)

BK hanya diperlukan di sekolah menengah

c)

Layanan BK bersifat pilihan, tidak wajib

d)

Layanan BK mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik

e)

BK hanya menangani siswa bermasalah

59.

Ketika guru non-BK menangani siswa dengan masalah berat, langkah terbaik adalah...

a)

Memberi hukuman tegas

b)

Mengabaikan karena bukan ahli

c)

Berkonsultasi dengan kepala sekolah atau tenaga profesional

d)

Mengadakan rapat kelas

e)

Menasihati di depan teman-temannya

60.

Apa yang harus dijaga oleh guru non-BK saat menjadi pendamping sementara layanan konseling?

a)

Gaya bicara tegas dan formal

b)

Catatan nilai siswa

c)

Netralitas, kerahasiaan, dan empati dalam mendampingi

d)

Penilaian secara subjektif

e)

Menyamaratakan semua masalah siswa