WorksheetsSoal seni teater kelas 8
Total questions: 17
Worksheet time: 26mins
Berikut ini yang tidak termasuk tema
Estetis
Etis
Religius
Etisne
Tema yang berhubungan dengan moral manusia yang berhubungan dengan antar manusia disebut tema
Moral
Sosial
Religius
Jasmani
Jalinan cerita atau kerangka cerita dari awal hingga akhir disebut
Alur
Tokoh
Tema
Karakter
Tahap awal memulai perkenalkan tokoh drama dengan karakter masing-masing disebut tahap
Eksposisi
Komplikasi
Klimaks
Resolusi
Pertikaian terus memuncak sampai puncak cerita disebut tahap
Eksposisi
Komplikasi
Klimaks
Resolusi
Pertikaian awal yang memperlihatkan adanya pertikaian antar pelaku disebut tahap
Eksposisi
Komplikasi
Klimaks
Resolusi
Menggambarkan tempat kejadian disebut
(a)
Menggambarkan waktu kejadian disebut
(a)
Ruang, tempat dan waktu yang terjadi dalam cerita disebut
(a)
Percakapan yang terjadi antar tokoh disebut
Prolog
Epilog
Dialog
Adegan
pendahuluan yang berisi sinopsis, perkenalan tokoh dan pemerannya disebut
Prolog
Epilog
Dialog
Adegan
Penggambaran satu latar waktu dan suasana dari rangkaian suatu babak disebut
Prolog
Epilog
Dialog
Adegan
Gambar tersebut menunjukkan tokoh
(a)
Babak dibagi menjadi
(a)
Aldo: Hai, Maya! Gimana persiapan ujian akhir semester kita?
Maya: Hai, Aldo! Hah, rasanya belum cukup, nih. Masih banyak materi yang harus kuulang.
Aldo: Sama, Maya. Kenapa ya setiap ujian rasanya seperti baru mulai belajar?
Maya: Mungkin kita harus lebih rajin belajar dari awal semester, Aldo. Biar nggak deg-degan menjelang ujian.
Aldo: Iya, benar juga. Tapi sekarang gimana? Mau belajar bareng, nggak?
Maya: Sure! Kita bisa mulai dengan revisi bersama di perpustakaan sore ini. Gimana?
Aldo: Bagus ide itu, Maya! Kita pakai strategi ini biar ujian akhir kali ini lebih lancar.
Tema dialog tersebut adalah
(a)
Di sudut jalan yang sepi, Ustadz Ridwan sedang duduk di bangku taman membaca Al-Quran. Dito, seorang preman jalanan, lewat dan memperhatikan Ustadz Ridwan dengan rasa ingin tahu. Ia penasaran apa gunanya membaca Al-Quran di pinggir jalan.
Dito: (memperhatikan dengan heran) Hei, Ustadz! Apa yang kamu lakukan di sini?
Ustadz Ridwan: (tersenyum ramah) Saya sedang membaca Al-Quran, sahabat. Ini adalah salah satu bentuk ibadah yang saya lakukan setiap hari.
Dito: (bercanda) Al-Quran? Apa gunanya membaca kitab suci itu di sini di tengah jalanan?
Ustadz Ridwan: (tenang) Ibnu Mas'ud pernah berkata, "Sesungguhnya hati itu berkarat seperti besi, dan Al-Quran itu adalah penggosok karatnya." Membaca Al-Quran membantu membersihkan hati kita dari kegelapan dan kesesatan, bahkan di tempat-tempat yang tidak terduga seperti ini.
Dito: (memikirkan kata-kata ustadz) Hati yang berkarat... Aku mungkin punya banyak karat dalam hatiku.
Ustadz Ridwan: Setiap orang memiliki kesempatan untuk membersihkan hatinya, sahabat. Tidak ada kesalahan yang terlalu besar untuk diampuni oleh Allah jika kita sungguh-sungguh bertaubat dan berusaha melakukan kebaikan.
Dito: Tapi, bagaimana aku bisa membersihkan hatiku? Aku telah melakukan begitu banyak hal yang salah.
Ustadz Ridwan: (mengulurkan tangan) Mari, sahabat. Mulailah dengan shalat bersama-sama. Shalat adalah sarana yang kuat untuk berkomunikasi dengan Allah dan memohon ampunan-Nya.
Dito ragu, namun akhirnya menerima tangan ustadz dan mereka berdua shalat bersama di sudut jalan yang sepi. Setelah selesai shalat, Dito terlihat lebih tenang dan bersemangat.
Dito: (dengan penuh keyakinan) Terima kasih, Ustadz. Aku merasa lebih baik sekarang.
Ustadz Ridwan: (tersenyum) Tidak ada masalah, sahabat. Ingatlah, setiap langkah kebaikan yang kita ambil adalah langkah menuju kebaikan yang lebih besar.
Mereka berdua tersenyum satu sama lain, sementara matahari mulai terbenam di ufuk barat
Tema berdasarkan naskah diatas adalah
(a)
Adegan diatas menunjukkan alur
(a)
