WorksheetsPraktikum Mesin Perkakas II, P. 10
Total questions: 5
Worksheet time: 50secs
Seorang operator mesin frais mengalami masalah saat memotong permukaan baja karbon menggunakan pahat HSS. Hasil permukaan menjadi kasar, dan terjadi keausan pahat yang cepat. Setelah dilakukan evaluasi, diketahui bahwa kecepatan potong, arah pemakanan, dan pendingin digunakan sesuai standar. Berdasarkan kondisi ini, faktor apa yang paling mungkin menjadi penyebab utama masalah tersebut?
Penggunaan jenis pahat yang tidak sesuai dengan material benda kerja
Penggunaan kecepatan putar yang terlalu rendah
Tidak dilakukan pengerjaan pendahuluan sebelum pemotongan akhir
Pemilihan mesin frais vertikal dibanding horizontal
Seorang operator hendak membubut ulir segitiga standar (ulir metrik) pada batang baja dengan menggunakan mesin bubut konvensional. Setelah beberapa kali pemotongan, didapati bahwa bentuk ulir tidak presisi, puncak ulir tumpul, dan terdapat ketidaksesuaian antara pitch yang direncanakan dengan hasil aktual. Operator sudah menggunakan pahat ulir standar dan menghitung pitch dengan benar. Berdasarkan analisis teknik, apa kemungkinan penyebab utama ketidaksesuaian tersebut?
Kecepatan potong terlalu tinggi sehingga terjadi getaran pada proses pemotongan
Pahat ulir tidak diatur sejajar dengan sumbu benda kerja
Sistem pendingin tidak digunakan sehingga pahat cepat aus
Kesalahan pemilihan sudut bebas (clearance angle) pada pahat
Seorang teknisi diminta membubut poros dengan bentuk alur tirus eksternal menggunakan mesin bubut konvensional. Poros tersebut akan digunakan sebagai sambungan pas tirus (taper fit) pada komponen berkecepatan tinggi, sehingga dibutuhkan tingkat presisi geometris yang tinggi. Setelah pengerjaan selesai, ternyata poros tidak dapat menyatu sempurna dengan lubang tirus pasangannya. Berdasarkan prinsip kerja pembubutan tirus, solusi teknik apa yang paling tepat untuk memastikan dimensi dan sudut tirus akurat sesuai kebutuhan?
Mengatur posisi pahat lebih dekat dengan senter tailstock untuk mengurangi defleksi
Menggunakan metode compound slide dan mengatur sudut kemiringan sesuai spesifikasi
Meningkatkan kecepatan spindel untuk memperhalus hasil potongan
Menyesuaikan kedalaman potong setiap langkah agar pemakanan lebih stabil
Dalam proses pengeboran lubang pada material baja karbon menggunakan mesin bor tegak, operator mengalami masalah berupa lubang yang tidak tegak lurus dan diameter akhir yang lebih besar dari diameter mata bor. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata kondisi mata bor masih tajam dan putaran mesin sesuai dengan standar. Berdasarkan prinsip pemesinan, tindakan korektif apa yang paling tepat untuk mengatasi masalah tersebut?
Mengganti mata bor HSS dengan mata bor karbida agar lebih stabil
Menurunkan kecepatan putaran untuk mengurangi gaya pemotongan
Menggunakan alat pemandu (guide bushing) atau center drill sebelum pengeboran utama
Meningkatkan tekanan pemakanan agar bor lebih cepat menembus material
Seorang mahasiswa sedang melakukan proses penyesuaian dimensi akhir sebuah komponen dengan menggunakan kikir tangan (hand file) pada meja kerja bangku. Setelah proses selesai, ternyata permukaan komponen tidak rata dan sudutnya tidak presisi, meskipun siswa telah mengikuti ukuran gambar kerja. Jika semua alat ukur digunakan dengan benar, faktor teknik apa yang paling mungkin menyebabkan hasil akhir tidak sesuai, dan bagaimana solusinya?
Pemilihan jenis kikir kurang tepat, sehingga tidak mampu meratakan permukaan
Arah pengikiran tidak searah dengan serat material, menyebabkan deformasi
Gaya tekanan tangan tidak konsisten, serta tidak menggunakan alat bantu seperti ragum dan pengarah
Tidak dilakukan pelumasan saat proses pengikiran, menyebabkan gesekan tinggi
