wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Hadist, Sejarah Kodifikasi dan Unsur-unsur

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw., baik berupa perkataan, perbuatan, takrir, sifat-sifat, keadaan dan himmahnya adalah definisi dari ....

a)

Sunah

b)

Hadist

c)

Khabar

d)

Atsar

e)

Wahyu

2.

Segala yang di nukilkan dari Nabi Muhammad saw. baik berupa perkataan, perbuatan maupun takrirnya yang ada sangkut pautnya dengan hukum adalah definisi Sunah menurut ....

a)

Ulama Fikih

b)

Ulama Hadist

c)

Ulama Ushul

d)

Ahli Tasawuf

e)

Al Lihyani

3.

Menurut bahasa khabar berarti an-Naba’ (berita-berita), sedang jamaknya adalah Akhbar. Sedangkan secara terminologi, khabar adalah ....

a)

Segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi dan para sahabat, jadi setiap hadis termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar adalah hadis

b)

Khabar merupakan sinonim bagi hadis, yakni keduanya berarti satu atau sama

c)

Khabar berbeda dengan hadis, karena hadis adalah segala sesuatu yang datang dari Nabi saw.., sedang khabar adalah sesuatu yang datang dari selain Nabi saw.

d)

Semuanya definisi secara terminologi benar

e)

Khabar lebih umum dari hadis, karena hadis hanya datang dari Nabi saja, sedang khabar datang dari Nabi saw.. maupun para sahabat.

4.

Atsar untuk yang mauquf (yang disandarkan kepada sahabat) dan khabar untuk yang marfu’ (yang disandarkan kepada Nabi saw..), pendapat ini dikemukakan oleh .....

a)

Ulama Fikih

b)

Ulama Hadist

c)

Ulama Ushul

d)

Ahli Tasawuf

e)

Ulama Khurasan

5.

Keterangan diatas contoh dari ....

a)

Atsar

b)

Hadist

c)

Khabar

d)

Sunah

e)

Wahyu

6.

Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....

1) Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. dengan bahasa dan maknanya langsung dari Allah swt., diterima dalam bentuk wahyu.

2) Al-Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad saw., bahasa dan maknanya dari Nabi

a)

Periwayatan

b)

Bahasa dan makna

c)

Kemukjizatan

d)

Membacanya

e)

Menghafalkannya

7.

Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....

1) Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja. Al-Qur’an harus dibaca apa adanya seperti adanya diturunkan dan diajarkan. Al-Qur’an tidak boleh diucapkan dengan redaksi berbeda, karena menghilangkan unsur kemukjizatan.

2) Hadis boleh diucapkan dengan redaksi kata atau lafaz yang berbeda tanpa mengurangi maknanya.

a)

Kemukjizatan

b)

Bahasa dan makna

c)

Periwayatan

d)

Membacanya

e)

Menghafalkannya

8.

Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....

1) Pada al-Qur’an, lafaz dan maknanya adalah mukjizat.

2) Hadis bukan merupakan mukjizat

a)

Membacanya

b)

Bahasa dan makna

c)

Periwayatan

d)

Kemukjizatan

e)

Menghafalkannya

9.

Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....

1) Membaca al-Qur’an bernilai ibadah, baik dalam salat maupun di luar salat.

2) Membaca hadis tidak termasuk ibadah, kecuali belajar hadis adalah ibadah karena mempelajari sumber hukum kedua dalam agama Islam. Hadis tidak boleh dibaca ketika salat.

a)

Menghafalkannya

b)

Bahasa dan makna

c)

Periwayatan

d)

Kemukjizatan

e)

Membacanya

10.

Sunah meliputi biografi Nabi, sifat-sifat Nabi baik yang berupa fisik, umpamanya; mengenai tubuhnya, rambutnya dan sebagainya, maupun yang mengenai psikis dan akhlak Nabi dalam keadaan sehari-harinya, baik sebelum atau sesudah bi’sah atau di angkat sebagai nabi. Pendapat ini diungkapkan oleh ....

a)

Ulama Hadist

b)

Ulama Fikih

c)

Ulama Ushul

d)

Ahli Tasawuf

e)

Ulama Khurasan

11.

Para sahabat menerima hadis secara langsung dan tidak langsung. Penerimaan secara langsung misalnya saat Nabi saw.. memberi ceramah, pengajian, khutbah, atau penjelasan terhadap pertanyaan para sahabat. Adapun penerimaan secara tidak langsung adalah mendengar dari sahabat yang lain atau dari utusan-utusan, baik dari utusan yang dikirim oleh Nabi ke daerah-daerah atau utusan daerah yang datang kepada Nabi. Kondisi ini gambaran hadis pada ....

a)

Periode Kedua

b)

Periode Satu

c)

Periode Ketiga

d)

Periode Keempat

e)

Periode Kelima

12.

Para sahabat meriwayatkan hadis melalui dua cara, yakni:

1) Dengan lafaz asli, yakni menurut lafaz yang mereka terima dari Nabi saw. yang mereka hafal benar lafaz dari Nabi. 2) Dengan maknanya saja yakni para sahabat meriwayatan maknanya karena tidak hafal lafaz asli dari Nabi saw. Kondisi ini gambaran hadis pada ....

a)

Periode Keempat

b)

Periode Kelima

c)

Periode Kedua

d)

Periode Satu

e)

Periode Ketiga

13.

Para sahabat kecil dan tabiin yang ingin mengetahui hadis-hadis Nabi saw. diharuskan berangkat ke seluruh pelosok wilayah Daulah Islamiyah untuk menanyakan hadis kepada sahabat-sahabat besar yang sudah tersebar di wilayah-wilayah Islam. Hal ini menjelaskan kondisi pada ....

a)

Periode Keempat

b)

Periode Kelima

c)

Periode Kedua

d)

Periode Ketiga

e)

Periode Satu

14.

Terpecahnya umat Islam, memacu orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendatangkan keterangan-keterangan yang berasal dari Rasulullah saw. untuk mendukung golongan mereka. Oleh sebab itulah, mereka membuat hadis palsu dan menyebarkannya kepada masyarakat. Hal ini menjelaskan kondisi pada ....

a)

Periode Keempat

b)

Periode Kelima

c)

Periode Kedua

d)

Periode Satu

e)

Periode Ketiga

15.

Periode Asr al-Kitabah wa al-Tadwin (masa penulisan dan pembukuan). Maksudnya, penulisan dan pembukuan secara resmi, yakni yang diselenggarakan oleh atau atas inisiatif pemerintah. Siapakah khalifah yang memberikan intruksi untuk membukukan hadis karena para perawi yang menghimpun hadis dalam hafalannya semakin banyak yang meninggal?

a)

Umar bin Abdul Aziz

b)

Utsman bin Affan

c)

Umar bin Khattab

d)

Abu Abbas As Shaffah

e)

Al Qasim bin Muhammad

16.

Untuk mewujudkan pembukuan hadis, pada tahun 100 H, Khalifah meminta kepada Gubernur Madinah, Abu Bakr Ibn Muhammad Ibn Amr Ibn Hazmin untuk menemui penghafal wanita yang terkenal, yaitu ....

a)

Fatimah Azzahra

b)

Amrah binti Abdurrahman

c)

Aisyah binti Abu Bakar

d)

Hafsah binti Umar

e)

Khodijah

17.

Para ulama pada mulanya menerima hadis dari para rawi lalu menulis ke dalam kitabnya, tanpa mengadakan syarat-syarat menerimanya dan tidak memerhatikan sahih tidaknya. Namun, setelah terjadinya pemalsuan hadis dan adanya upaya dari orang-orang zindiq untuk mengacaukan hadis, para ulama pun melakukan hal-hal berikut:

1) Membahas keadaan rawi-rawi dari berbagai segi, baik dari segi keadilan, tempat kediaman, masa, dan lain-lain.

2) Memisahkan hadis-hadis yang sahih dari hadis yang daif yakni dengan mentashihkan hadis.

Siapakah yang memiliki terobosan terkait hal ini?

a)

Umar bin Abdul Aziz

b)

Imam Muslim

c)

Imam Al Bukhari

d)

Abu Abbas As Shaffah

e)

Al Qasim bin Muhammad

18.

Sesudah Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, bermunculan imam lain yang mengikuti jejak Bukhari dan Muslim, di antaranya Abu Dawud, at-Tirmidzi,dan an-Nasa'i. Mereka menyusun kitab-kitab hadis yang dikenal dengan Sahih al-Bukhari, Sahih Muslirn, Sunan Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi,dan Sunan an-Nasa'i. Kitab-kitab itu kemudian dikenal di kalangan masyarakat dengan judul ....

a)

al-Kutub al-Arba’ah

b)

al-Kutub al-Khamsah

c)

al-Kutub al-Sittah

d)

al-Usul al-Khamsah

e)

al-Usul al-Sittah

19.

Di antara usaha-usaha ulama hadis yang terpenting dalam periode keenam adalah sebagai berikut, kecuali ....

a)

Mengumpulkan hadis al-Bukhari/Muslim dalam sebuah kitab

b)

Mengumpulkan hadis-hadis dalam kitab enam

c)

Mengumpukan hadis-hadis yang terdapat dalam berbagai kitab

d)

Mengumpulkan hadis-hadis hukum dan menyusun kitab-kitab Atraf

e)

Menerbitkan isi kitab-kitab hadis, menyaringnya, dan menyusun kitab enam kitab takhrij, serta membuat kitab-kitab jami' yang umum

20.

Pada periode tujuh, banyak kitab dalam berbagai ilmu yang mengandung hadis-hadis yang tidak disebut perawinya dan pentakhrijnya. Sebagian ulama pada masa ini berusaha menerangkan tempat-tempat pengambilan hadis-hadis itu dan nilai-nilainya dalam sebuah kitab yang tertentu, di antaranya Takhrij Hadis. Salah satu ulama yang terkenal pada masa ini adalah ....

a)

Ibnu Hajar al-‘Asqalani

b)

An-Nasa'i

c)

Abu Dawud

d)

At-Tirmidzi

e)

Ibnu Majah

21.

Jalan yang dapat menghubungkan matan hadis sampai kepada Nabi Muhammad saw. atau rangkaian orang-orang yang meyampaikan materi hadis tersebut, sejak yang disebut pertama sampai kepada Rasul saw. disebut dengan istilah ....

a)

Rawi

b)

Sanad

c)

Matan

d)

Al Isnad

e)

Al Musnad

22.

Dari contoh hadist diatas yang bersumber dari Kitab Shahih Bukhari, siapakah yang termasuk sanad terakhir?

a)

Imam Bukhari

b)

Ibnu Salam

c)

Abu Hurairah

d)

Muhammad bin Fadhil

e)

Yahya bin Sa’id

23.

Kalimat yang bergaris bawah adalah termasuk dari ....

a)

Rawi

b)

Sanad

c)

Al Isnad

d)

Matan

e)

Al Musnad

24.

Keterangan diatas diambil dari kitab Shohih Bukhari, maka yang termasuk kategori rawi adalah ....

a)

Yahya bin Sa’id

b)

Ibnu Salam

c)

Abu Hurairah

d)

Muhammad bin Fadhil

e)

Imam Bukhari

25.

Orang-orang yang menerima hadis kemudian mengumpulkanya dalam suatu kitab tadwin disebut dengan ....

a)

Rawi

b)

Sanad

c)

Al Isnad

d)

Matan

e)

Al Musnad