WorksheetsHadist, Sejarah Kodifikasi dan Unsur-unsur
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad saw., baik berupa perkataan, perbuatan, takrir, sifat-sifat, keadaan dan himmahnya adalah definisi dari ....
Sunah
Hadist
Khabar
Atsar
Wahyu
Segala yang di nukilkan dari Nabi Muhammad saw. baik berupa perkataan, perbuatan maupun takrirnya yang ada sangkut pautnya dengan hukum adalah definisi Sunah menurut ....
Ulama Fikih
Ulama Hadist
Ulama Ushul
Ahli Tasawuf
Al Lihyani
Menurut bahasa khabar berarti an-Naba’ (berita-berita), sedang jamaknya adalah Akhbar. Sedangkan secara terminologi, khabar adalah ....
Segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi dan para sahabat, jadi setiap hadis termasuk khabar tetapi tidak setiap khabar adalah hadis
Khabar merupakan sinonim bagi hadis, yakni keduanya berarti satu atau sama
Khabar berbeda dengan hadis, karena hadis adalah segala sesuatu yang datang dari Nabi saw.., sedang khabar adalah sesuatu yang datang dari selain Nabi saw.
Semuanya definisi secara terminologi benar
Khabar lebih umum dari hadis, karena hadis hanya datang dari Nabi saja, sedang khabar datang dari Nabi saw.. maupun para sahabat.
Atsar untuk yang mauquf (yang disandarkan kepada sahabat) dan khabar untuk yang marfu’ (yang disandarkan kepada Nabi saw..), pendapat ini dikemukakan oleh .....
Ulama Fikih
Ulama Hadist
Ulama Ushul
Ahli Tasawuf
Ulama Khurasan
Keterangan diatas contoh dari ....
Atsar
Hadist
Khabar
Sunah
Wahyu
Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....
1) Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. dengan bahasa dan maknanya langsung dari Allah swt., diterima dalam bentuk wahyu.
2) Al-Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad saw., bahasa dan maknanya dari Nabi
Periwayatan
Bahasa dan makna
Kemukjizatan
Membacanya
Menghafalkannya
Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....
1) Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja. Al-Qur’an harus dibaca apa adanya seperti adanya diturunkan dan diajarkan. Al-Qur’an tidak boleh diucapkan dengan redaksi berbeda, karena menghilangkan unsur kemukjizatan.
2) Hadis boleh diucapkan dengan redaksi kata atau lafaz yang berbeda tanpa mengurangi maknanya.
Kemukjizatan
Bahasa dan makna
Periwayatan
Membacanya
Menghafalkannya
Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....
1) Pada al-Qur’an, lafaz dan maknanya adalah mukjizat.
2) Hadis bukan merupakan mukjizat
Membacanya
Bahasa dan makna
Periwayatan
Kemukjizatan
Menghafalkannya
Berikut adalah perbedaan antara Al Qur’an dan Hadist dari segi ....
1) Membaca al-Qur’an bernilai ibadah, baik dalam salat maupun di luar salat.
2) Membaca hadis tidak termasuk ibadah, kecuali belajar hadis adalah ibadah karena mempelajari sumber hukum kedua dalam agama Islam. Hadis tidak boleh dibaca ketika salat.
Menghafalkannya
Bahasa dan makna
Periwayatan
Kemukjizatan
Membacanya
Sunah meliputi biografi Nabi, sifat-sifat Nabi baik yang berupa fisik, umpamanya; mengenai tubuhnya, rambutnya dan sebagainya, maupun yang mengenai psikis dan akhlak Nabi dalam keadaan sehari-harinya, baik sebelum atau sesudah bi’sah atau di angkat sebagai nabi. Pendapat ini diungkapkan oleh ....
Ulama Hadist
Ulama Fikih
Ulama Ushul
Ahli Tasawuf
Ulama Khurasan
Para sahabat menerima hadis secara langsung dan tidak langsung. Penerimaan secara langsung misalnya saat Nabi saw.. memberi ceramah, pengajian, khutbah, atau penjelasan terhadap pertanyaan para sahabat. Adapun penerimaan secara tidak langsung adalah mendengar dari sahabat yang lain atau dari utusan-utusan, baik dari utusan yang dikirim oleh Nabi ke daerah-daerah atau utusan daerah yang datang kepada Nabi. Kondisi ini gambaran hadis pada ....
Periode Kedua
Periode Satu
Periode Ketiga
Periode Keempat
Periode Kelima
Para sahabat meriwayatkan hadis melalui dua cara, yakni:
1) Dengan lafaz asli, yakni menurut lafaz yang mereka terima dari Nabi saw. yang mereka hafal benar lafaz dari Nabi. 2) Dengan maknanya saja yakni para sahabat meriwayatan maknanya karena tidak hafal lafaz asli dari Nabi saw. Kondisi ini gambaran hadis pada ....
Periode Keempat
Periode Kelima
Periode Kedua
Periode Satu
Periode Ketiga
Para sahabat kecil dan tabiin yang ingin mengetahui hadis-hadis Nabi saw. diharuskan berangkat ke seluruh pelosok wilayah Daulah Islamiyah untuk menanyakan hadis kepada sahabat-sahabat besar yang sudah tersebar di wilayah-wilayah Islam. Hal ini menjelaskan kondisi pada ....
Periode Keempat
Periode Kelima
Periode Kedua
Periode Ketiga
Periode Satu
Terpecahnya umat Islam, memacu orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendatangkan keterangan-keterangan yang berasal dari Rasulullah saw. untuk mendukung golongan mereka. Oleh sebab itulah, mereka membuat hadis palsu dan menyebarkannya kepada masyarakat. Hal ini menjelaskan kondisi pada ....
Periode Keempat
Periode Kelima
Periode Kedua
Periode Satu
Periode Ketiga
Periode Asr al-Kitabah wa al-Tadwin (masa penulisan dan pembukuan). Maksudnya, penulisan dan pembukuan secara resmi, yakni yang diselenggarakan oleh atau atas inisiatif pemerintah. Siapakah khalifah yang memberikan intruksi untuk membukukan hadis karena para perawi yang menghimpun hadis dalam hafalannya semakin banyak yang meninggal?
Umar bin Abdul Aziz
Utsman bin Affan
Umar bin Khattab
Abu Abbas As Shaffah
Al Qasim bin Muhammad
Untuk mewujudkan pembukuan hadis, pada tahun 100 H, Khalifah meminta kepada Gubernur Madinah, Abu Bakr Ibn Muhammad Ibn Amr Ibn Hazmin untuk menemui penghafal wanita yang terkenal, yaitu ....
Fatimah Azzahra
Amrah binti Abdurrahman
Aisyah binti Abu Bakar
Hafsah binti Umar
Khodijah
Para ulama pada mulanya menerima hadis dari para rawi lalu menulis ke dalam kitabnya, tanpa mengadakan syarat-syarat menerimanya dan tidak memerhatikan sahih tidaknya. Namun, setelah terjadinya pemalsuan hadis dan adanya upaya dari orang-orang zindiq untuk mengacaukan hadis, para ulama pun melakukan hal-hal berikut:
1) Membahas keadaan rawi-rawi dari berbagai segi, baik dari segi keadilan, tempat kediaman, masa, dan lain-lain.
2) Memisahkan hadis-hadis yang sahih dari hadis yang daif yakni dengan mentashihkan hadis.
Siapakah yang memiliki terobosan terkait hal ini?
Umar bin Abdul Aziz
Imam Muslim
Imam Al Bukhari
Abu Abbas As Shaffah
Al Qasim bin Muhammad
Sesudah Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, bermunculan imam lain yang mengikuti jejak Bukhari dan Muslim, di antaranya Abu Dawud, at-Tirmidzi,dan an-Nasa'i. Mereka menyusun kitab-kitab hadis yang dikenal dengan Sahih al-Bukhari, Sahih Muslirn, Sunan Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi,dan Sunan an-Nasa'i. Kitab-kitab itu kemudian dikenal di kalangan masyarakat dengan judul ....
al-Kutub al-Arba’ah
al-Kutub al-Khamsah
al-Kutub al-Sittah
al-Usul al-Khamsah
al-Usul al-Sittah
Di antara usaha-usaha ulama hadis yang terpenting dalam periode keenam adalah sebagai berikut, kecuali ....
Mengumpulkan hadis al-Bukhari/Muslim dalam sebuah kitab
Mengumpulkan hadis-hadis dalam kitab enam
Mengumpukan hadis-hadis yang terdapat dalam berbagai kitab
Mengumpulkan hadis-hadis hukum dan menyusun kitab-kitab Atraf
Menerbitkan isi kitab-kitab hadis, menyaringnya, dan menyusun kitab enam kitab takhrij, serta membuat kitab-kitab jami' yang umum
Pada periode tujuh, banyak kitab dalam berbagai ilmu yang mengandung hadis-hadis yang tidak disebut perawinya dan pentakhrijnya. Sebagian ulama pada masa ini berusaha menerangkan tempat-tempat pengambilan hadis-hadis itu dan nilai-nilainya dalam sebuah kitab yang tertentu, di antaranya Takhrij Hadis. Salah satu ulama yang terkenal pada masa ini adalah ....
Ibnu Hajar al-‘Asqalani
An-Nasa'i
Abu Dawud
At-Tirmidzi
Ibnu Majah
Jalan yang dapat menghubungkan matan hadis sampai kepada Nabi Muhammad saw. atau rangkaian orang-orang yang meyampaikan materi hadis tersebut, sejak yang disebut pertama sampai kepada Rasul saw. disebut dengan istilah ....
Rawi
Sanad
Matan
Al Isnad
Al Musnad
Dari contoh hadist diatas yang bersumber dari Kitab Shahih Bukhari, siapakah yang termasuk sanad terakhir?
Imam Bukhari
Ibnu Salam
Abu Hurairah
Muhammad bin Fadhil
Yahya bin Sa’id
Kalimat yang bergaris bawah adalah termasuk dari ....
Rawi
Sanad
Al Isnad
Matan
Al Musnad
Keterangan diatas diambil dari kitab Shohih Bukhari, maka yang termasuk kategori rawi adalah ....
Yahya bin Sa’id
Ibnu Salam
Abu Hurairah
Muhammad bin Fadhil
Imam Bukhari
Orang-orang yang menerima hadis kemudian mengumpulkanya dalam suatu kitab tadwin disebut dengan ....
Rawi
Sanad
Al Isnad
Matan
Al Musnad
